Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Inti kekuatan semesta


__ADS_3

"Alot juga kau Medusa?. Sampai saat ini kau masih tetap bisa bertahan, walau sudah terkena teknik jari sakti ku?. tapi kau masih bisa hidup."


"Kalau itu orang lain, sudah pasti mati dari tadi." Ucap Dragon pada musuhnya. dan otomatis memuji kekuatan lawannya.


"Huh!. Kekuatan kecil seperti itu?, tidak ada apa apanya buat ku jauh manusia!"


"Kekuatan yang lebih besar saja tidak mampu menghabisi ku, apalagi cuma teknik lemah seperti itu?. Jadi kau jangan bermimpi untuk bisa membunuh ku!" Balas Medusa sinis, meremehkan kekuatan dari Dragon, lawannya itu.


"Benarkah?. Bagaimana kalau dengan yang ini?" Reaksi Dragon dengan santainya.


Kemudian merilis kekuatan tertingginya, dengan berseru lantang. "Teknik kekosongan semesta. Muncullah!" Teriaknya.


"Hiaaaaaat!"


Boom!


Whus!


Bugh!


Dhuar!


"Huh!. Ekor yang sangat menyebalkan. Hampir saja! Awas kau Medusa?" Reaksi Dragon kesal, saat tubuhnya hampir terkena sabetan dari ujung ekor ularnya Medusa. Padahal saat itu ia sedang merilis teknik tertingginya. Beruntung dia bisa selamat, berkat instingnya yang cukup tinggi.


Mendapat serangan yang tiba tiba itu, tentu saja membuat Dragon murka. Apalagi teknik kekosongan semesta itu,membutuhkan konsentrasi tinggi.Tapi karena diganggu, otomatis konsentrasi tersebut buyar, dan menghantam pemiliknya sendiri.


Beruntung Dragon sudah menguasainya dengan baik, sempurna lagi. Jadi saat kekuatan itu gagal, dia langsung memindahkannya ke ruang jiwa, dan diledakkan di ruang hampa, yang sudah dikuasainya itu.


Tak lama kemudian,Dragon memanggil pedang sakti nya dengan berkata. "Kaisar pedang!. Datanglah kau padaku!. Belah dirimu menjadi tidak terhingga, dan muncul di depan ku!" Seru Dragon cukup lantang. Lalu..


Blar!


Boom!


Maka dalam sekejap saja, pedang sakti itu sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia membelah diri menjadi sepuluh ribu, hingga membuat tempat itu penuh sesak dengan kerumunan pedang.


Begitu mereka muncul, Dragon segera memberi instruksi pada mereka, seperti pedang itu mempunyai jiwa dan perasaan. "Bantu atasi anak buah si jelek itu!. Buat tubuh mereka hancur, agar tidak bisa hidup lagi!"


"Hancurkan kristal yang ada di keningnya. Jika masih ada, mereka masih bisa hidup lagi." Ujar Dragon memberikan instruksi pada pedangnya.


Maka dalam sekejap saja, benda yang diberi perintah itu pun beterbangan kemana mana, menghancurkan siapa saja yang ada di depannya. guna membantu sepuluh Avatarnya Dragon, untuk memerangi musuh musuhnya.


"Sekarang hanya tinggal kita berdua yang masih ada di sini Medusa!. Bagaimana kalau kita berpindah tempat, agar sedikit leluasa mengeluarkan jurus terbaik kita?" Ujar Dragon sesaat setelah pedang pedangnya itu terbang menuju musuh musuhnya itu.


"Bagaimana kau bisa memanggil pedang legenda dewa itu anak muda?.Apakah kau kaisar dewa Saiya. orang yang pernah mengutuk ku jadi begini?" Reaksi Medusa jadi penasaran, dan baru bisa berbicara, setelah Dragon melepaskan segel semestanya itu.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, tidak membuat Dragon langsung menjawabnya. Dia malah mengirimkan transmisi suaranya pada Sun Gio Kong, dengan berkata. "Dewa kera!. Bantu aku memusnahkan jutaan anak buah Medusa itu, dan jalankan tugas mu!. Habisi mereka sampai tidak tersisa!" Ujar Dragon melalui transmisi suaranya pada dewa kera taklukannya itu.


"Siap laksanakan tuan hamba!"Jawab Gio Kong patuh. Kemudian keluar dari ruang jiwa milik Dragon, dan langsung meluru kearah musuh musuh tuan nya.


"Kau ingin tahu siapa aku kan?. Ayo ikut aku!, agar rasa ingin tahu mu itu hilang."


Tik!


Blam!


Sekejap saja, mereka sudah berada di tempat lain, yaitu di ruang jiwa milik Dragon. "Selamat datang di dunia jiwa Medusa!. Mari masuk ke ruang hampa, yang ada di samping mu itu."


Whus!

__ADS_1


Slash!


Bamm!


"Ah!, tempat apa ini?. Kenapa kita kemari?. Dimana anak buah ku?" Reaksi Medusa terkejut tiada terkira.


"Inilah yang disebut dengan ruang hampa hukuman dewa. Adanya hanya dalam jiwaku."


"Barang siapa yang masuk kedalam ruang ini, tidak akan bisa keluar lagi, kecuali atas izin pemiliknya. Dan itu adalah aku!" Jawab Dragon cukup berwibawa.


"Hahahaha!. Kau pikir kau itu siapa hai manusia?. Raja dewa saja tidak berani berkata seperti itu padaku. Tapi kau malah bisa?"


"Kau pikir aku akan diam saja mendapat penghinaan seperti ini?"


"Hiaaaaa!"


Blam!


Boom!


"Ugh!" Keluh tertahan Medusa karena kesakitan.


"Bagaimana bisa?. Kenapa kekuatan mata ku tidak mampu membuat tempat ini hancur, dan membunuh pemiliknya?" Batin Medusa dalam hati, sambil memperhatikan keadaan sekelilingnya.


"Percuma saja Medusa!. Kekuatan mu yang tidak seberapa itu, tidak akan mampu mempengaruhi ruang hampa milik ku ini. Bahkan kekuatan mu akan tersedot karenanya." Respon Dragon merasa lucu, setelah mengetahui apa yang diucapkan oleh lawannya itu dalam hati.


"Tidak mungkin!. Kekuatan yang aku keluarkan tadi sangat luar biasa. Gunung saja bisa hancur bila terkena teknik itu. Tapi kenapa tempat ini tidak bisa?" Reaksinya tidak percaya.


"Kau mau tahu Medusa?. Itu karena tempat ini merupakan inti kekuatan semesta. Benda apa saja yang masuk ke dalamnya, akan mengurai dan diserap menjadi kekuatannya."


"Jangankan kau yang orang asing, aku dan guru ku juga tidak bisa menghancurkannya. Jadi terima saja nasib mu untuk berakhir disini." Jawab Dragon apa adanya.


Melihat itu Dragon hanya tersenyum saja, karena naga yang ada di depannya itu bukanlah naga asli, tapi naga yang terbentuk dari sebuah kekuatan, dan amarah yang tinggi. Jadi percuma ditunjukkan padanya.


Namun setelah diperhatikan secara seksama, ternyata di tubuh Medusa yang sudah berubah menjadi naga itu, tersimpan sebuah kekuatan yang sangat besar, yang gunanya adalah untuk meledakkan diri, jika sewaktu-waktu terdesak, dan kalah dari lawannya.


Oleh karena itu Dragon harus berhati-hati, karena dia tidak mau ruang hampa miliknya itu akan hancur, berikut dengan ruang jiwa miliknya tersebut. apabila Medusa meledakkan diri.


Menyadari bahaya tersebut, Dragon bertransportasi kembali ke dimensi lain, yang jaraknya cukup jauh dari bumi. Apabila terjadi ledakan, maka bumi tidak akan terpengaruh sama sekali.


"Aku rasa tempat ini cocok untuk kita bertarung?. Sekarang keluarkanlah semua kekuatan yang kau miliki. Aku ingin melihat bagaimana sebenarnya Medusa, yang sangat ditakuti oleh semua mahluk di mayapada ini?" Ucap Dragon sesaat setelah sampai di tempat itu.


Srark!


Boom!


Slash!


Dhuar!


Dua kekuatan besar saling beradu di udara, hingga membuat tempat tersebut porak-poranda. Dragon yang belum bisa menguasai keadaan, terus saja mendesak keberadaan Medusa. tapi dia juga bukan makhluk biasa. Setiap kali mendapatkan pukulan, tubuhnya hanya terpental ringan saja, dan segera membalas serangan yang dilancarkan oleh Dragon.


Teknik dibalas dengan teknik. Keterampilan dibalas dengan keterampilan. Begitu juga dengan ilmu kesaktian lainnya.


Mereka sudah sama-sama mengeluarkan ilmu tertinggi yang dimiliki, termasuk juga Dragon. teknik kekosongan semesta, teknik kehancuran, teknik keserakahan, pukulan raja bajra, teknik inti pedang dan lain-lainnya itu, juga semua sudah dikeluarkan oleh Dragon. Tapi sampai sejauh ini, Medusa masih tenang-tenang saja.


Yang belum dikeluarkannya adalah teknik gabungan antara Kalamurka dan Wahyu Taqwa, yang diikat oleh perisai neraka dan membentuk sebuah kekuatan maha dahsyat, yaitu push maha kuasa. karena Dragon belum menganggap perlu ilmu tersebut dikeluarkan. Namun apabila sudah terdesak, maka mau tidak mau Dragon harus menggunakannya juga.


Untuk saat ini Dragon masih setia menggunakan teknik kekosongan semesta. Ajian Brajamusti, Ajian Guntur Saketi. Teknik keserakahan, dan teknik penghancuran semesta, yang berasal dari gabungan Wahyu Taqwa dan Kalamurka saja.

__ADS_1


Namun semakin lama pertarungan semakin sengit. Berkali-kali tubuh Dragon mendapatkan serangan, begitu juga dengan lawannya. Tapi sampai sejauh ini, kedua-duanya masih bisa bertahan.


"Benar kata guru. Ternyata musuhku kali ini sangat kuat sekali. Teknik kekosongan,dan teknik penghancuran semesta, yang merupakan ilmu tertinggi dari Wahyu Taqwa dan Kalamurka, tidak berpengaruh apa apa buatnya, bahkan menambah kekuatannya semakin besar."


"Apakah ini sudah saatnya, aku menggunakan Push Maha Kuasa, untuk menyudahi pertarungan yang sudah berlangsung selama 5 jam ini?" Batin Dragon dalam hati saat menyadari, bahwa semua ilmu-ilmunya itu tidak berguna buat Medusa.


Sebaliknya Medusa juga demikian. Biasanya lawan yang dihadapinya itu akan hancur hanya dengan tatapan matanya saja, tetapi Dragon tidak berpengaruh sama sekali. Pandangan mata dibalas dengan pandangan mata, dan sama-sama mengeluarkan sinar yang maha dahsyat dari keduanya, hingga kekuatan dahsyat tersebut bertemu di udara, dan membuat tubuh mereka terdorong ke belakang karena saking kuatnya.


Kini pertarungan sudah berlangsung selama 6 jam, Dragon masih belum mampu juga untuk mengakhiri riwayat dari Medusa. dan sudah saatnya bagi Dragon untuk mengakhiri pertempuran yang cukup panjang tersebut.


Dia segera merilis kekuatan tertingginya. Perisai neraka yang ada di matanya tersebut ditingkatkan kekuatannya. Wahyu Taqwa dan Kalamurka juga demikian.


Ditya Prabu, Brawijaya, yang melihat pertarungan tersebut dari ruang jiwa milik Dragon, sempat mengkerutkan keningnya. Mereka bertanya-tanya, kenapa Dragon tidak mau menggunakan kekuatan maha dahsyatnya tersebut?. Apakah dia sengaja mempermainkan lawannya itu?


Ingin keluar tentu saja mereka tidak berani, karena mereka tidak mempunyai perisai neraka seperti yang dimiliki oleh muridnya itu. Oleh karena itu, mereka berdua hanya berada di dalam ruang jiwa, dan memperhatikan bagaimana aksi muridnya tersebut pada lawannya.


Namun tak lama kemudian, terdengar sebuah suara yang sangat menggetarkan, yang keluar dari mulut Dragon.dengan perkataannya. "Push Maha Kuasa!. Terbentuklah!"


Boom!


Sebuah kekuatan maha dahsyat pun terbentuk, dan sangat mengintimidasi keadaan. Planet dan bintang-bintang yang ada di tempat itu, sempat bergetar dibuatnya. bahkan ada yang berpindah tempat.


Tak lama kemudian, kekuatan dahsyat tersebut dilemparkannya ke arah Medusa, yang langsung mengurungnya menjadi sebuah lingkaran, dan diledakkannya di sana.


Slash!


Kaboom!


Dhuar!


Tubuh Medusa meledak di udara kosong, tanpa sempat untuk mengucapkan selamat tinggal pada lawannya. Jangankan untuk melakukan itu, mengadakan perlawanan saja dia tidak bisa.


Saat tubuhnya terkurung oleh kekuasaan maha dahsyat tersebut, tubuhnya tidak bisa bergerak. Rupa Naga yang tadi dimilikinya, itu berubah menjadi wujud biasa, dan saat seperti itulah, Dragon meremas tangannya, untuk menghancurkan tubuh Medusa yang sudah dikurungnya di dalam kekuatannya tersebut.


Maka dalam sekejap saja, tubuh Medusa hancur menjadi debu, berikut dengan kristal yang ada di kening, antara kedua matanya tersebut.


Ledakan Push Maha Kuasa, yang di dalamnya ada tubuh Medusa, sempat membuat keseimbangan alam terganggu, dan menghancurkan belasan planet, dan bintang-bintang yang ada di tempat itu.


Namun saat ledakan terjadi, Dragon sudah berpindah tempat, dengan menggunakan teknik teleportasi yang dimilikinya tersebut, dan langsung menuju bumi.


"Yang mulia!" Seru Kaladaksa merasa senang,


Dia begitu khawatir, karena tuannya sudah beberapa jam tidak kembali. Sementara anak buahnya, semua sudah berkumpul di tempat yang sudah ditentukan, termasuk anak buah pangeran Kamajaya, prajurit istana atas langit Sun Gio Kong, naga Pertala dan naga Seruni serta anak buahnya yang lain.


"Tenanglah!. Aku masih hidup. Sekarang musuh terkuat kita sudah mati, dan sudah aku kirim ke neraka!" Respon Dragon dengan santainya.


"Tapi kenapa begitu lama yang mulia?. Kami sudah merasa sangat khawatir akan keselamatan anda."


"Oleh karena itu, kami berniat untuk menyusul anda, tapi tidak tahu ke mana?"


"Sekarang yang mulia sudah berada di tengah-tengah kami. untuk itu kami sangat merasa senang."


"Hormat kepada yang mulia!" Ucap Kaladaksa, pada seluruh orang-orang yang ada di situ, sambil menjatuhkan lututnya ke tanah.


"Terima kasih atas bakti kalian kepadaku. Aku Dragon, Sang Naga Dunia, dengan ini menyatakan, bahwa mulai dari sekarang, seluruh orang-orang dan makhluk yang ada di bumi, akan menjadi tanggung jawabku, termasuk kalian!"


"Mulai hari ini aku berharap, tidak akan ada lagi gangguan, karena sepanjang penglihatan terjauh ku, tidak menemukan Aura kejahatan, yang dipancarkan oleh makhluk makhluk lain."


"Bahkan mereka sempat mengirimkan sinyal perdamaian, melalui aura kesadaranku."

__ADS_1


"Untuk niat baik mereka tersebut, aku akan menerimanya. dan bila tiba saatnya, aku akan mengunjungi mereka satu persatu, atau mendatangkan mereka ke bumi untuk bertemu denganku."


__ADS_2