
Satu hari kemudian. Apa yang direncanakan oleh Dragon sudah menjadi kenyataan
Lahan seluas 1 juta meter persegi, atau 100 hektar, sudah resmi menjadi miliknya
Lahan tersebut berbatasan langsung dengan sungai yang cukup lebar dan dalam. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan anak sungai, yang langsung terhubung dengan sungai besar tersebut pula
Disebelah selatan ada bukit yang cukup tinggi, sementara di sebelah utara juga demikian
Lokasi itu sangat cocok untuk lahan pertanian, karena kontur tanahnya yang subur dan lembab. Jika ingin dijadikan perkampungan juga sangat memungkinkan
Diatas lahan itu masih terpasang array pelindung, yang berfungsi melindungi lokasi juga penghuninya
Malam itu Dragon kembali mengumpulkan petinggi pengawalnya, untuk membicarakan langkah apa yang akan dikerjakan dulu
Dalam kesempatan itu, Dragon memanggil siapa siapa saja yang ikut dalam timnya, termasuk Langit, Awan dan Bumi, serta seluruh anak buahnya. Burgon dan Robin juga ada dalam tim itu
Kedatangan mereka tidak diketahui oleh penghuni perkemahan tersebut, karena Dragon sudah menutupinya dengan formasi pelindung
Baru setelah mereka menyebar, dan bergabung dengan pengawal lain. Mereka bisa mengetahui bahwa anak buah Dragon sudah semakin banyak
Tapi mereka hanya diam saja dan tidak berani berkomentar atau menyapa. Namun dalam hatinya membatin, siapa sebenarnya orang yang sudah menaklukkannya tersebut
Dalam keterpanaan itu datang ketua satu, dua dan tiga kelompok delapan, yang diiringi oleh ketua kelompok tujuh, sepuluh dan sembilan
Dibelakang mereka juga ada ketua dua dan tiganya masing masing
"Aku tidak percaya dengan apa yang menimpa kita ini!"
"Bagaimana orang sejumlah itu mampu membuat kita takluk?. Padahal selama lima tahun ini kekuatan kita tak terkalahkan"
"Apalagi sejak ketua besar menyerahkan tampuk kekuasaannya pada tuan muda Bison. Kekuatan kita semakin besar!"
"Tapi ternyata kekuatan kita tidak ada apa apanya jika dibanding dengan kekuatan orang orang diluar itu."
"Aku masih penasaran dengan apa yang dikatakan oleh orang yang bernama Dragon itu!"
"Apakah benar ditubuh kita telah ditanam sejenis segel spiritual, yang bisa meledak bila kita mencoba melawan?" Ucap Haidar penasaran
"Ssst!. Pelan kan sedikit suara mu!. Aku takut orang tersebut akan mendengarnya!" Ucap Vienna sedikit khawatir
"Kau tenang saja!. Aku tidak akan apa apa!"
"Orang yang bernama Dragon itu hanya menggertak kita saja."
"Tidak mungkin ada orang yang bisa menanam segel dalam tubuh orang lain, kecuali kalau dia dewa!" Respon Haidar tetap tidak percaya
"Kalian lihatlah ini!. Aku akan memompa kekuatan ku untuk melawan yang konon katanya segel pembohong itu!"
"Lihatlah!. Hiaaaa!"
Duar!
Tubuh Haidar atau Jodi meledak dihadapan kawan kawannya, dan hancur menjadi debu
Orang orang ada didalam tenda itu turut menjadi korban. Tubuh mereka terlempar cukup jauh, dan jatuh bergelimpangan di tanah, namun mereka belum mati
Tenda yang mereka gunakan juga turut hancur dan terbakar. Orang orang yang ada disekitar situ, termasuk anak buah Dragon melongo keheranan
Mereka tidak menyangka ada kejadian ledakan kuat seperti itu. Padahal ditempat tersebut tidak ada bahan peledak. Namun ledakannya mampu membuat tempat tersebut gempar
"Tuan muda!" Ucap Abhicandra ingin penjelasan
"Biarkan saja!. Orang yang bernama Haidar itu ingin mencoba mematahkan segel spiritual ku dengan mengerahkan kemampuan yang ada."
"Namun sayangnya kutukan darah itu sudah mendarah daging, dan tidak mudah untuk menghapusnya!"
"Karena tindakan bodohnya itu membuat jiwanya melayang. Sementara kawan kawannya juga ikut menjadi korban, walau tidak sampai merenggut nyawanya."
"Paman Burgon, Eric dan kau Anjani!"
"Pergilah ke sana, dan urus mereka yang terluka!"
"Suruh anak buah mu untuk membawa mereka ke tenda pengobatan!"
"Dewa medis akan mengobati mereka di sana!" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab ketiganya serempak
Kemudian keluar dari tenda pertemuan, dan berjalan menuju sumber kejadian
Tak lama kemudian. Orang orang yang turut menjadi korban ledakan, sudah berada di tenda kesehatan, dan sedang dirawat oleh Govin serta sepuluh anak buahnya
"Apa yang sebenarnya terjadi pada pemimpin kelompok delapan?"
"Kenapa tiba tiba meledak dan hancur begitu?"
__ADS_1
"Apakah dia mencoba membuka segel kutukan yang ada ditubuhnya?" Ucap salah seorang anak buah ketua kelompok sepuluh pada temannya
"Mana aku tahu!. Tapi menurut kabarnya memang iya!"
"Dia sesumbar dan meragukan omongan tuan muda itu. Jadi dia mencoba pamer di depan ketua yang lain. Ya jadinya hancur deh!" Jawab temannya pula
"Kalau begitu segera beritahu teman teman yang lain, agar jangan coba coba untuk melawan!"
"Tunggu kelompok lain menemukan kita!"
"Aku yakin orang orang ini akan bisa mereka kalahkan!" Sambut temannya mulai timbul harapan
Padahal ditubuh mereka masing masing, sudah ditanam aura spritual milik Dragon, yang apabila mereka bergerak atau berkata yang tidak tidak tentangnya juga anak buahnya, dia bisa mengetahuinya saat itu juga
Namun karena ucapan itu hanya bualan, Dragon tidak memperdulikannya
Dia terus saja memimpin rapat dan membahas apa yang perlu dilakukan
"Besok lokasi ini akan dibuka kearah barat, dan berhenti sampai batas array yang aku pasang!"
"Untuk pengerjaan itu rencananya aku sendiri yang akan mengerjakannya!"
"Tapi karena lokasi ini cukup luas. Aku meminta bantuan tenaga kalian untuk membantuku membuka lahan ini, dan menjadikannya tanah lapang."
"Setelah selesai baru dirapikan dengan menggunakan alat berat yang kata James akan datang besok!"
"Jadi mulai sekarang persiapkan diri kalian, karena aku sangat membutuhkan tenaga kalian!" Ucap Dragon memberikan instruksi
"Baik tuan muda!" Jawab para petinggi pengawalnya patuh
"Satu lagi yang perlu aku sampaikan!. Orang orang taklukan kita ingin memberontak dan ingin agar lepas dari kungkungan kita!"
"Mereka sangat mengharapkan keberadaan nya diketahui dan itu sudah mereka dapatkan!
"Dua hari lalu ada beberapa mata mata yang menyamar sebagai nelayan, dan mendekati lokasi perkemahan ini!"
"Aku sengaja membiarkan mereka mengamati kita, dan pura pura tidak tahu aktifitas mereka. Padahal mereka sudah masuk dalam zona array yang aku pasang."
"Tujuan ku adalah menanamkan aura spiritual ke tubuh mereka, dan itu sudah aku lakukan."
"Tengah malam ini akan ada tiga orang ketua utama dari masing masing kelompok yang akan menyambangi kita, bersama dengan kurang lebih 950 orang!"
"Oleh karena itu, persiapkan sambutan untuk menyambut mereka, agar terkesan meriah."
"Aku telah membuka pintu array pelindung di bagian tepian sungai, karena mereka akan datang melalui tempat itu."
"Perlonggar penjagaan dan jangan membuat mereka curiga!"
"Apakah kalian mengerti?" Ucap Dragon berapi api
"Siap tuan muda!" Jawab semuanya serempak
Kemudian meminta izin untuk keluar dari tenda itu, dan menemui pengawal pengawal lainnya
***
Sekitar pukul 12.30 malam, saat semuanya sedang tertidur lelap
Terlihat secara samar. Delapan buah kapal sedang berbahan fiber, bergerak secara perlahan dan mendekati lokasi perkemahan
Setelah sampai, mesinnya sengaja dimatikan dan hanya meninggalkan kesunyian
Dengan perlahan mereka turun, dan masuk ke lokasi tersebut melalui pintu array yang sudah dibuka oleh Dragon
Berbagai macam senjata mereka bawa. Tapi kebanyakan senjata mesin otomatis laras panjang
Namun ada juga yang membawa pistol dan pisau komando, yang sering digunakan oleh tentara saat pergi berperang
Setelah semuanya masuk dan hanya meninggalkan beberapa orang dalam kapal kapal itu. Secara perlahan pintu masuk array tertutup, dan tidak ada celah sedikitpun bagi yang lain untuk bisa keluar
Pengawal pengawal Dragon yang sudah siap sedia ditempat persembunyiannya, belum juga keluar untuk menyambut mereka, sampai ada aba aba dari komandan mereka
Tidak mau ada jatuh korban karena mereka bersenjata. Dragon dengan kesaktiannya mengambil seluruh amunisi yang ada didalam senjata senjata itu juga yang ada di luarnya
Setelah itu Dragon mengaktifkan formasi ilusi, dan mulai mempengaruhi mereka
"Apa yang terjadi?"
"Bukankah tadi kita telah menemukan lokasi penampungan. Tapi kenapa sekarang jadi berubah menjadi hutan?"
"Apakah petunjuk yang mata mata itu berikan benar?" Tanya ketua lima kepada dua temannya
"Mana aku tahu!. Mereka cuma mengatakan bahwa ditempat inilah lokasi dan markas mereka!"
"Tapi ternyata mereka berbohong!"
__ADS_1
"Ini hutan dan kondisinya gelap sekali!"
"Cepat hidupkan lampu di senjata kalian!. Aku takut gelap!" Ucap dan jawab ketua tiga pada anak buahnya
Serentak lampu lampu yang sengaja dipasang di laras senjata senjata itu menyala, dan membuat tempat itu menjadi terang
"Coba perhatikan!. Ini benar benar hutan tempat para pemburu mencari hewan buruan!"
"Berarti petunjuk arah yang mereka berikan itu salah!" Ujar ketua kelompok enam menegaskan
"Jadi bagaimana?. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya ketua kelompok lima ingin penegasan
"Kita kembali, dan masuk lebih dalam ke arah hulu!"
"Siapa tahu tempat tersebut ada di sana!" Jawab ketua kelompok tiga tegas
"Baiklah kalau begitu!. Aku akan mengumumkannya pada anak buah kita." Sambut ketua enam semangat
"Tidak perlu kalian lakukan itu!. Tempat yang ingin kalian cari sudah kalian temukan!" Seru seseorang dengan suara lantang
"Siapa di sana?. Tunjukkan dirimu!. Kalau tidak jangan salahkan kami jika menghabisi mu!" Respon ketua kelompok tiga marah
Blar! Blar! Blar!
Seiring dengan selesainya ucapan dari ketua kelompok tiga. Menyala terang lah lampu lampu sorot yang terpasang di lokasi itu, dan membuat tempat itu menjadi terang benderang
Seluruh orang yang berniat menyerang terlihat jelas oleh orang yang ada diseberang lampu lampu tersebut. Dan dengan mudah bisa menghabisi mereka
"Selamat datang tuan tuan!. Maaf kalau kami tidak menyambut kalian dengan layak!" Ucap Abhicandra terkesan meremehkan
"Siapa kau orang tua?. Kenapa kau ada disini malam malam begini?" Tanya Sujana, ketua kelompok tiga penasaran
"Justru aku yang harus bertanya kepada kalian!. Kenapa malam malam begini menyatroni kediaman ku?"
"Tidakkah kau tahu bahwa tindakan kalian itu merupakan pelanggaran, dan bisa dilaporkan karena telah memasuki pekarangan orang lain?" Jawab Abhicandra malah balik bertanya
"Maafkan kami orang tua!. Tapi kami sedang mencari buronan, yang kabur dari kamp penampungan dan mereka harus ditangkap karena membahayakan!" Jawab Sujana berusaha berbohong
"Ini tempat tinggal ku. Tidak boleh ada seorang pun yang boleh memasukinya tanpa izin!"
"Karena kalian telah berani melanggar larangan itu, maka kalian semua akan aku tahan, dan tidak boleh keluar lagi dari sini!" Sambut Abhicandra tegas
"Hahahaha!. Apakah kau sedang bercanda orang tua?"
"Kami yang sebanyak ini akan kau tahan. Bagaimana bisa?. Sedangkan kau sendirian atau mungkin bertiga dengan anak dan istri mu!"
"Ada ada saja kau orang tua!" Respon Sujana merasa geli
Anak buahnya pun tertawa senang sekaligus geli, melihat kelakar dari Abhicandra, orang yang mereka kira lemah itu
Ingin rasanya mereka menari dan bernyanyi senang.Tapi itu tidak mereka lakukan. Dan sedang menunggu apa yang akan Abhicandra ucapkan
"Apakah dengan jumlah segitu sudah menjamin akan membuat ku takut anak muda?"
"Kau lihatlah itu!"
"Mereka adalah anak anak ku, yang akan membuat kalian tidak berkutik!"
Blar!
Tiba tiba saja dihadapan mereka muncul ratusan orang, dengan Prabawa yang sangat menakutkan
Ditangan mereka ada berbagai macam senjata. Ada senjata laras panjang. pedang, katana, tombak dan lain sebagainya
Bahkan ada yang tidak memegang senjata apapun. Mereka itu adalah Robin, Burgon, Langit, Awan, Bumi, Rudolf dan Eric
Sementara Leon, dan Jenifer serta Dragon tidak terlihat batang hidungnya
"Apa!. Bagaimana mungkin?. Siapa sebenarnya kalian ini?" Tanya Sujana tidak percaya
"Bukankah kau ingin menghabisi kami atas perintah bos besar mu yang pengecut itu?"
"Kenapa kalian tidak segera melakukannya?" Jawab Abhicandra malah balik bertanya
"Apa!. Benarkah apa yang kau katakan itu orang tua?"
"Bukankah kalian ini pemburu?"
"Yang kau katakan itu benar anak muda!. Kami memang pemburu. Dan hewan buruan kami adalah kalian!" Jawab Abhicandra mengejutkan
"Kurang ajar!. Dasar cari mati!"
"Anak anak!. Tunggu apa lagi!"
"Mereka adalah orang yang sedang kita cari!"
__ADS_1
"Cepat habisi mereka!" Teriak Sujana lantang