
"Hahahaha!. Ternyata kau kenal dengan orang tua brengsek itu!"
"Ketahuilah!. Dia orang yang telah membuat ibuku meninggal gara gara sakit hati!"
"Hanya gara gara anak sialan itu, ayah ku tega mencampakkan ibuku, serta menelantarkan kami tiga beranak!"
"Oleh karena itu aku sangat dendam dengannya, terutama Ranggaspati sialan itu!"
"Gara gara dia, kami jadi gelandangan, dan ibuku meninggal setelahnya!"
"Jika nanti aku punya kesempatan. Mereka berdua akan aku bunuh, dan aku cincang tubuhnya!" Jawab Zabuya berterus terang
"Jika kau tahu bahwa orang yang bernama Tohpati itu sudah mati, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Dragon sekedar ingin menguji
Zabuya tidak langsung menjawab pertanyaan Dragon. Dia malah fokus memandang kearah lain, dimana dia baru menyadari, bahwa dibelakang lawan bicaranya itu, terdapat orang orang yang kelihatan kuat
Tapi karena mentalnya sudah teruji. Hal itu tidak membuatnya merasa takut
Anak buahnya yang masih tersisa, pun menjadi tenang karena itu. Mereka yakin dengan kemampuan bosnya. dikarenakan ilmu kesaktiannya cukup tinggi
Tapi di sisi Dragon, sejujurnya dia sangat terkejut, saat mendengar bahwa orang yang sedang dia hadapi itu adalah keturunan dari Tohpati
Apalagi setelah dia menyebutkan, bahwa Ranggaspati adalah orang yang paling dia benci
Jika dia tahu bahwa orang yang paling dia benci itu adalah anak buahnya. Mungkin orang tersebut akan melampiaskan kemarahannya para Dragon
Tapi karena sifat tenangnya sudah berlevel tinggi, Dragon pura pura tidak mengetahuinya
"Jika orang tua brengsek itu sudah mati!. Aku akan bongkar kuburannya, dan tulang tulangnya akan aku bakar!" Jawab Zabuya, yang nama aslinya Borgapati ketus
Kemudian menatap Dragon lekat lekat, untuk memastikan bahwa perkiraannya itu tidak salah
Dalam pikirannya, bagaimana seorang Dragon bisa tahu nama Tohpati itu. Apakah mereka pernah bertemu, atau pernah bermusuhan dengannya
Namun setelah dipikirkan, tidak mungkin Dragon yang masih muda itu bisa bermusuhan dengan Tohpati, kalau kenal mungkin iya
Karena rasa penasarannya yang tinggi. Zabuya atau Borgapati segera bertanya dengan nada tinggi
"Katakan!. Bagaimana kau bisa kenal dengan orang tua tidak bertanggung jawab itu?"
"Apakah kau anteknya?" Tanya Zabuya penuh selidik
"Kenal atau tidaknya, itu buka urusan mu!"
"Tapi yang perlu kau urus adalah, menjawab pertanyaan ku!"
"Darimana dan dari siapa kau mempelajari jurus kepalan batu itu?. Apakah dari Tohpati?" Jawab Dragon malah balik bertanya
"Itu juga bukan urusan mu anak ingusan!"
"Mau dari mana dan dengan siapa aku mendapat jurus mematikan tersebut. Itu urusan ku. Bukan hak mu untuk tau!" Jawab Zabuya ketus
"Baik!. Aku tidak akan memaksa kau untuk menjawab!"
"Tapi tentang yang satu ini, kau harus menjawabnya!"
"Selain teknik kepalan batu itu. Apakah kau juga menguasai jurus Mata Elang?" Tanya Dragon sedikit merasa khawatir
"Jurus apa itu?. Apakah ia nya ada di kitab Kalamurka juga?" Jawab Zabuya malah balik bertanya
Berarti dia tidak tahu, bahwa di dalam kitab Kalamurka tersebut, ada banyak jurus dan teknik tingkat tinggi. Sayangnya ia sendiri tidak tahu, dan malah bertanya pada Dragon
"Baguslah kalau kau tidak menguasainya!"
"Namun aku perlu tahu, dari mana kau dapatkan teknik itu, agar aku tidak terus merasa penasaran!" Respon Dragon lega
Kemudian menarik tubuh Zabuya, agar datang padanya
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"Jangan macam macam dengan ku!" Teriak Zabuya marah, saat tubuhnya ditarik secara paksa tersebut
"Diam lah!" Jawab Dragon singkat. Lalu menempelkan tangannya di kepala Zabuya, dan mencari kebenaran dari dalamnya
"Huh!. Ternyata kau belajar dari Tohpati ya?" Ucap Dragon lirih
"Untung bukan dengan orang lain. Kalau tidak akan merepotkan ku untuk mencarinya." Ucapnya lagi
__ADS_1
Swing!
Dret! Dret!
"Aaarrkkh!" Teriak Zabuya kesakitan, saat Dragon menarik teknik kepalan batu itu dari tubuhnya, berikut dengan ilmu ilmu lain. Lalu..
Bruk!
Tubuh Zabuya ambruk ke tanah, setelah semua ilmunya ditarik oleh Dragon. Sekarang dia bukan orang kuat lagi. Kalau anak kecil meninjunya, mungkin dia akan merasa kesakitan
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Dragon mengalihkan perhatiannya pada anak buah Zabuya, lalu berkata. "Untuk kalian!.Aku tawarkan dua pilihan. Menyerah atau mati!" Ucap Dragon pada sisa anak buah Zabuya tegas. Dan tiba tiba saja, reaksi yang ditunjukkan oleh mereka sangat luar biasa sekali
Serentak mereka menjatuhkan diri, dan berlutut di tanah tanda menyerah
Bruk!
Bruk!
"Kami menyerah pendekar!. Tolong ampuni nyawa kami!" Jawab seluruh orang tersebut pasrah
Slash!
Whus!
Bam!
Mendapat reaksi yang sangat cepat itu, Dragon langsung mengirimkan satu buah formasi, dan satu kutukan darah, pada orang yang menyatakan menyerah tadi
Hal itu terpaksa ia lakukan, karena Dragon tidak mau kecolongan. Lawan sudah menyatakan menyerah, tapi di belakang akan menyusun kekuatan, dan akan melawan Dragon kembali
Oleh karena itu, Dragon langsung mengirimkan teknik pengikat tersebut, agar orang-orang itu tidak berkhianat di belakangnya
Sudah menjadi kebiasaan. Di mana dan kapan pun dia menaklukkan lawan, pasti akan menanyakan, apakah mereka mau menyerah atau ingin mati
Jika mereka menyerah, maka Dragon akan mengampuni nyawa mereka. Tapi jika tetap membandel dan tetap melawan, maka anak buah Dragon akan menanganinya
"Baik!. sekarang kalian sudah bebas dan sudah boleh pergi dari sini!"
"Tapi jika kalian masih ingin tinggal, maka kalian harus tunduk pada aturanku! fan itupun jika mereka mengijinkan!"
"Jawab pendekar!. Tempat ini sebenarnya adalah perkampungan kami waktu jadi perampok!"
"Tapi karena di tempat ini ada bahan tambang, maka kami memutuskan untuk menambangnya, dan menjualnya kepada pihak asing."
"Mengenai perizinan, tentu saja tidak ada pendekar!" Jawab salah seorang pengawal bekas pertambangan itu cukup lancar
"Siapa namamu?" Tanya Dragon tegas
"Daisuke pendekar!"
"Orang Jepang?"
"Hehehe!. Bukan pendekar!. Itu cuma nama samaran saja!"
"Nama asli saya Ronald. atau dipanggil Roy saja" Jawabnya malu malu
Anak buah Dragon, terutama Bumi, sangat marah saat mendengan ucapan serius tuannya, ditanggapi dengan bercanda oleh lawan bicaranya
Ingin rasanya meninju mulut orang itu, atau langsung menghajarnya. Tapi karena Dragon tidak marah. Maka mereka terpaksa diam saja
"Kapan kalian mulai menempati tempat ini, dan siapa saja yang sudah tahu tentangnya?" Tanya Dragon tiba tiba
"Kalau tidak salah sudah sekitar tujuh tahun."
"Tapi menambang emasnya baru dua tahun belakangan ini." Jawab Ronald apa adanya
"Lalu dari mana para pekerja itu kalian dapatkan?. Apakah kalian menculiknya?"
"Benar pendekar!. Mereka kami culik atau ditipu dengan dijanjikan pekerjaan di perusahaan perusahaan besar, yang sebenarnya kami bawa ke sini untuk dijadikan budak!" Jawab Ronald berterus terang
"Bawa mereka kemari!. Aku ingin bertanya pada mereka!" Ucap Dragon pada anak buahnya
"Baik tuan muda!" Jawab mereka patuh. Lalu menghampiri pekerja itu untuk dihadapkan pada Dragon
Tak lama kemudian. Orang orang atau budak tambang, yang kakinya diikat rantai itu, sudah ada di depan Dragon
Jumlah mereka cukup banyak. Jika dihitung mungkin sekitar 589 orang atau lebih
__ADS_1
Kondisi tubuh mereka sangat memperihatinkan. Rata rata ada bekas cambukan atau pukulan benda tumpul, dan itu sangat membuat Dragon marah
"Apakah ini hasil perbuatan anak buah mu?" Tanya Dragon pada Zabuya, yang kondisinya sekarang sudah seperti orang idiot
"Izin menjawab pendekar!. Itu semua perbuatan kami, dan dilakukan atas perintah Zabuya!" Ucap Ronald mewakili mantan bosnya itu
"Biadab!" Respon Abhicandra geram
Dia sudah tidak mampu lagi menahan rasa geram nya, dan ingin rasanya menghajar orang orang itu
"Tuan muda!. Izinkan kami menghukum para pengawal tersebut, agar mereka tidak berbuat seperti itu lagi!" Ucap Abhicandra sambil menahan marah
"Tidak usah!. Semua ilmu mereka sudah aku cabut. dan di dalam tubuh mereka aku pasangi kutukan darah!"
"Setelah ini aku akan memulangkan mereka ke tempat asalnya."
"Sedangkan bekas pekerja tambang ini, akan kita obati, dan memberikan pilihan pada mereka. Apakah ingin tetap tinggal atau pulang ke keluarganya?" Jawab Dragon cukup bijaksana
Kemudian tanpa berkata lagi, langsung menghancurkan rantai yang mengikat kaki dan tangan mereka
Dalam sekejap saja. Rantai rantai tersebut sudah berubah menjadi debu. Dan orang orang itu sudah terbebas dari belenggu, yang selama ini menghalangi mereka untuk pulang
"Semuanya!. Bantu aku untuk mengobati pekerja tambang ini!"
"Obati serta hilangkan luka luka mereka!" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab mereka serempak
Kemudian berdiri di masing masing sudut, depan, samping dan belakang, agar aura penyembuhannya sampai ke tubuh para pekerja tersebut
Tak lama kemudian, ruangan yang cukup luas itu, sudah dipenuhi oleh aura penyembuhan, dan ditujukan pada para pekerja yang terluka dan kelelahan itu
Dragon juga ikut ambil bagian, agar orang orang tersebut cepat sembuhnya, dan itu terbukti benar
Dalam sekejap saja, kondisi mereka sudah membaik, dan bekas luka hilang atau samar dalam sekejap
Dalam pengobatan itu, Dragon tak lupa memasukkan aura spiritualnya, agar luka yang mereka alami cepat sembuh. Juga berfungsi sebagai sarana, untuk mengetahui mereka sedang berada di mana, kalau mereka keluar dari tempat itu
Tak lama kemudian Dragon pun berkata. "Dengarkan kalian semua!. Kami sudah mengambil alih tempat ini, dan menaklukkan para pengawalnya!"
"Mereka yang selama ini suka menyiksa kalian. Hari ini akan mendapat ganjarannya!"
"Mereka semua akan aku usir dari tempat ini, dan tidak boleh berbuat jahat lagi!"
"Jika mereka tetap membandel, maka tubuh mereka akan meledak!. Karena ditubuh mereka sudah aku tanami kutukan darah!"
"Jadi kalian tidak perlu takut lagi pada mereka!"
"Sekarang kalian sudah bebas, dan sudah boleh pulang ke keluarga masing masing!"
"Tapi jika masih ingin berada disini. Kalian masih boleh bekerja pada kami. dan berada di bawah Panji Birawa Group!" Ucap Dragon berapi api
"Birawa Group?" Batin mereka dalam hati
Selama ini mereka sudah mendengar nama Birawa Group. sebuah perusahaan besar, yang pernah dijanjikan oleh para pengawal itu untuk di pekerjakan di dalamnya
Tapi ternyata setelah sampai, mereka akhirnya tahu, bahwa orang-orang itu telah membohongi mereka
Tempat yang dijanjikan bukanlah Birawa Group, tapi perusahaan yang tidak ada, nama illegal lagi
Setiap hari bila mereka malas-malasan, bahkan saat sedang sakit pun, mereka selalu mendapatkan siksaan. Berhenti sebentar saja, maka bersiaplah punggung mereka akan kena cambuk. dan itu sangat menyakitkan sekali
Jadi saat Dragon mengucapkan nama perusahaan itu, sikap mereka jadi skeptis, dan langsung tidak percaya dengan kata kata Dragon, walaupun itu diucapkan oleh pewaris sah perusahaan tersebut
Walaupun Dragon mengetahui isi hati mereka, tapi dia masih diam saja. Dan tanpa memperdulikan mereka lagi, Dragon langsung menghubungi ayahnya untuk dimintai pendapat
"Anak ku!. Sudah lama kiranya tidak ada kabar dari mu!"
"Apakah hari ini baru tergerak untuk menghubungi orang tua mu ini? "Respon Dion saat sambungan telepati jarak jauh anaknya tersambung dengan nya
"Siapa pa!" Tanya Ivory merasa penasaran
"Draco!. Anak kita!" Jawab Dion berterus terang
"Ada apa dengannya Apakah dia sakit?" Reaksi Ivory merasa khawatir
"Papa juga tidak tahu!. Lebih baik kita dengarkan sama-sama!" Jawab Dion jujur, sambil menempelkan tangannya di bahu Ivory
__ADS_1