
"Anak ku!. Ada baiknya juga kita mengikuti saran dari Pati itu."
"Orang yang sedang kita hadapi itu bukan orang sembarangan. Menjentikkan jarinya saja kita bisa musnah."
"Jadi menurut ayah, kita menyerah dulu. Tunggu sampai ada kesempatan bagus, baru kita balas penghinaan ini!" Ucap Tejamaya berbisik lirih pada Leopard
"Tidak mungkin ayah!. Walau sudah berkali kali kita kalah. Aku yakin suatu saat nanti kita pasti menang!"
"Apa yang kita takutkan?. Formasi darah, formasi kutukan?. Mana buktinya?" Jawab Leo malah lepas kendali, hingga ucapannya bisa didengar oleh orang lain
"Huh dasar bodoh!. Ayah sudah berusaha melindungi rahasia ini, kau malah membocorkannya!"
"Sekarang terserah kau saja lah. Ayah terpaksa harus mendukung apapun rencana mu itu." Respon Tejamaya pasrah
"Kau dengar itu pati!. Walau apapun yang terjadi, kami berdua tidak akan menyerah, dan tetap akan melawan kesewenangan ini!"
"Kalau kau tetap memaksa, jangan salahkan aku jika harus bertindak kejam!"
"Pengawal!. Cepat habisi mereka!"
"Jangan sisakan seorangpun lepas dari siksaan kalian!" Ucap Leo memberi perintah
"Ayah!.Untuk terakhir kalinya, Pati mohon jangan melawan."
"Walau anak buah ayah banyak, tapi itu bukan menjadi alasan tuan muda Dragon takut pada mu!"
"Kalau dia mau, saat ini juga tubuh ayah bisa meledak."
"Jadi mumpung formasi tersebut masih belum aktif. batalkan niat ayah itu dan letakkan senjata." Reaksi Pati cepat, sambil berusaha membujuk mantan ayah angkatnya itu untuk menyerah
"Hahahaha!. Menyerah kata mu?"
"Aku ingin melihat, mana yang katanya kutukan darah dan formasi itu?"
"Kalaupun ada tunjukkan sekarang!"
"Aku Leopard, tidak takut dengan ancaman apapun!"
"Hiaaa!"
Blup! Blup! Blup!
Dhuar!
Mendadak tubuh Leo hancur berkeping keping. Niatnya ingin pamer dengan kekuatan barunya, malah tubuhnya sendiri yang meledak. Pengerahan tenaga dalam yang ia lakukan, malah memicu pusat formasi bereaksi, dan mengakibatkan sumbunya terbakar dan akhirnya meledak
Bersama dengan ledakan itu, tubuh pemakainya juga ikut meledak. dan segera setelah itu, daging, tulang dan organ organ dalam berhamburan keluar, serta beterbangan kemana mana
Peristiwa itu terjadi, karena Leopard mencoba untuk menghancurkan kutukan dan formasi darah, yang konon katanya ada dalam tubuhnya
Baru saja ingin membuktikan, bahwa kutukan itu tidak ada, malah membuat riwayat hidupnya berakhir secara tragis
Peristiwa itu tentu saja membuat Tejamaya dan ratusan anak buahnya mundur ketakutan
Pistol dan senjata laras panjang yang mereka pegang, tanpa sadar terjatuh ke lantai
Pakaian mereka sudah penuh dengan darah, dan ceceran daging tubuh Leopard
Tejamaya yang tadinya mendukung tindakan anaknya, kini malah terduduk diam, karena shock melihat tubuh anaknya meledak begitu
Darah serta potongan daging yang menempel di bajunya tidak dia hiraukan. Dia malah asyik memandangi cucunya dengan pandangan nanar, dan seakan tidak percaya, bahwa peringatan cucunya itu benar
"Kalian semua!. Cepat kumpulkan serpihan tubuh tuan mu itu dan kuburkan secara layak."
"Walau bagaimana pun dia pernah menjadi ayah ku, dan aku ingin memberikan penghormatan terakhir padanya!"
"Cepat kerjakan!" Ucap Pati berwibawa. Kemudian berjalan mendekati Tejamaya untuk mengatakan sesuatu
__ADS_1
Tapi belum juga sampai, Tejamaya sudah berseru lantang."Jangan mendekat!. Apa yang akan kau lakukan padaku Pati?!" Ucapnya ketakutan
"Tenanglah kek!. Aku kesini bukan untuk mencelakai mu, tapi ingin menghiburmu!"
"Kematian ayah itu karena kesalahannya sendiri."
"Pati sudah berusaha untuk membujuk ayah. Tapi kakek lihat sendiri bagaimana sikap ayah tadi. dan Pati tidak bisa berbuat apa apa."
"Tapi Pati minta maaf, karena tidak bisa menyelamatkan ayah." Ucapnya penuh penyesalan
Kemudian mengedarkan pandangannya ke tempat lain. Di sana ia melihat, puluhan anak buah kakeknya sedang membersihkan ruangan itu, termasuk menyingkirkan senjata senjata yang tadi mereka pegang
Anak buah Pati pun demikian. Mereka juga ikut membantu kecuali Albion dan Darta. Mereka sibuk mengawasi tindak tanduk pengawal organisasi itu
"Kakek!" Ucap Ranggaspati lemah lembut
"Apakah kakek ingin bernasib sama dengan ayah?" Ucapnya ingin tahu, dan tulus diucapkannya
"Apa maksud mu Pati?. Apakah kau ingin agar kakek mu ini mati?" Reaksi Tejamaya tidak senang
"Ya tentu saja tidak kek!. Malah Pati berharap agar kakek bisa hidup untuk selamanya." Jawab Pati tulus
"Jadi apa yang kau inginkan?"
"Apakah kau ingin kakek menyerah, dan menyatakan tunduk pada tuan muda mu itu secara tulus?" Tanya Tejamaya tiba tiba
"Benar kek!. Pati tidak mau kakek menjadi korban, karena ketidaktahuan sendiri."
"Sekuat apapun kakek melawan, tetap tidak akan bisa merubah keadaan."
"Jadi pikirkanlah baik baik sebelum bertindak."
"Untuk kakek tahu, mereka bukanlah orang serakah."
"Harta rampasan yang dia dapatkan, tidak pernah dia makan sendiri. Semua itu dia bagikan pada anak buahnya, termasuk pada Pati."
"Untuk kakek tahu lagi, semua harta yang diperoleh dari memerangi Reksa dan Rekso, semuanya diberikan pada Pati. Karena dia menganggap bahwa semua itu milik organisasi. dan Pati berhak memilikinya."
"Tapi Pati menolaknya, dan meminta agar harta harta itu diberikan pada yang lain saja, termasuk pada anak buah Pati, bekas anak buah Rekso juga yang lain."
"Sedangkan Pati mengambil seperlunya saja."
"Jadi menurut hemat Pati, tuan muda Dragon tidak akan merampas aset-aset organisasi kalau kakek menyerah, dan tetap akan memberikan wewenang pengelolaannya pada kakek." Ucap Pati membujuk kakeknya
"Baiklah!. Kakek akan menyerah dan tulus melakukannya!"
"Mulai hari ini kakek nyatakan, bahwa Singa Gurun berada dibawah kekuasaan Birawa Group, dan akan selalu setia padanya!" Ucap Tejamaya lantang
Blar!
Ucapan Tejamaya barusan, disambut dengan hancurnya formasi darah dan formasi kutukan, yang selama ini bersemayam ditubuhnya
Mendadak tubuh Tejamaya menjadi segar, dan kekuatannya meningkat tajam. Tapi anehnya, kekuatan sihir jahat yang ada padanya telah hilang, dan seakan diganti dengan kekuatan lain
Ranggaspati yang melihat itu tentu saja senang, dan langsung memeluk kakeknya
"Apa yang kau lakukan Pati?. Cepat lepaskan pelukan mu itu!"
"Nafas kakek sesak tau!" Reaksi Tejamaya berpura pura begitu
Padahal hatinya senang, walau barusan telah kehilangan anak sulungnya tersebut
"Maafkan Pati kek!" Ucapnya lirih
"Sudahlah!. Mari kita urus pemakaman ayah mu itu, dan memulai hidup yang baru!" Jawab Tejamaya berpura pura tegar, padahal hatinya teramat sedih
***
__ADS_1
Satu bulan kemudian.
Tejamaya memutuskan mengangkat Pati menjadi ketua organisasi, menggantikan ayah angkatnya yang sudah wafat
Sedangkan dia sendiri bertugas sebagai pelindungnya
Empat ketua cabang yang masih tersisa, tetap diberikan hak untuk mengetuai organisasi cabang itu dengan pengawasan ketat
Sementara bekas anak buah Rekso, yang sudah dikalahkan oleh Dragon, ditugaskan untuk menjadi pengawal Pati, dan harus ikut pindah ke Amerika
Miyazaki Ozawa, Tanawat Virote, komandan Jhonny, Anderson, dan 64 orang tawanan lain yang masih hidup, dikembalikan ke markasnya oleh Pati atas perintah Dion
Kepada mereka ditugaskan, untuk membangun ulang organisasi yang dulu dihancurkan oleh Dion dan Dragon, tapi bergerak di bidang usaha legal
Mereka masih tetap menempati pegunungan Sugi Jepang utara itu, dan harus mengembangkan daerah tersebut menjadi sebuah daerah maju
Markas itu dulunya ditempati oleh Jundan Miyazawa, yang membawahi Miyazaki Ozawa, Tanawat Virote, Anderson, Takeda juga Bajra Napoleon, dibantu oleh beberapa orang petarung kuat seperti Takeda dan Harajuku Zabuza
Dengan demikian, organisasi singa gurun yang sekarang diketuai oleh Ranggaspati, kini telah berangsur pulih, dan mempunyai lima ketua cabang
Satu berada di Jepang, atau tepatnya di pegunungan Sugi, wilayah Asia timur jauh, membawahi tiga daerah yaitu Semenanjung Korea, Cina dan Rusia
Satu di Thailand, membawahi Philipina, Vietnam dan Kamboja. Satu di Hongkong, membawahi Macau dan Mongolia. Satu di timur tengah, dan satu lagi di salah satu negara Eropa
Sedangkan di benua Amerika, hanya ada markas pusat, yang berlokasi di gurun Nevada saja, dan belum perlu ketua cabang lainnya
Bagi Pati, mengelola organisasi yang sangat besar itu mudah, asal mendapat bantuan dari Dragon juga orang orangnya
Dia yakin, organisasi yang dipimpinnya, akan selalu mendapatkan perlindungan dari tuan mudanya. Karena secara teoritis, organisasi itu telah menjadi bawahan dari Birawa Group dan orang orangnya
***
Kini satu bulan lagi telah terlewati. Dragon sudah genap berusia 17 tahun, dan sudah mendekati dewasa, atau remaja matang yang bisa bertanggung jawab
Di suatu kesempatan, saat dirinya sedang tidak sibuk dan mempunyai waktu luang. Dragon menyempatkan diri untuk mengunjungi sahabat kecilnya
Begitu dia sampai, langsung mengajukan pertanyaannya
"Apa kabar Clara?. Bagaimana perkembangan latihan mu?" Ucap Dragon bertanya
"Kak Draco!. Aku kira kakak sudah tidak mau menemui ku lagi?"
"Kemana saja selama ini?. Kenapa baru mengunjungi ku?" Reaksi Clara sangat senang
"Banyak pekerjaan yang harus aku urus, termasuk menyelesaikan urusan luar." Jawab Dragon kalem saja
"Sesibuk apapun manusia, pasti mempunyai keinginan kak!"
"Hidup bukan hanya mengejar materi, tapi juga butuh keseimbangan jiwa."
"Kalau kakak terus begini, Clara yakin suatu saat nanti kakak akan kesepian." Ucap Clara terkesan menasehati
"Maksud mu?" Tanya Dragon pura pura tidak tahu
"Apakah kakak sudah lupa, bahwa kita pernah dijodohkan dulu?"
"Apakah kakak tidak teringat itu?" Ucap dan jawab Clara malah balik bertanya
"Masalah itu masih terlalu jauh untuk dipikirkan, karena masih banyak yang harus kita capai, guna menyempurnakan hidup."
"Nanti setelah tiba waktunya, baru akan kita bicarakan." Jawab Dragon mencari alasan
"Tapi apakah kakak tidak rindu pada Rara?" Ucapnya tiba tiba
"Jika obat rindu harus bertemu, mungkin itu hanya napsu."
"Tapi jika rindu terus mendoakannya, itulah jalan cinta ku!" Jawab Dragon terdengar bijaksana
__ADS_1