Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Baru tau rasa dia


__ADS_3

Kemudian mendekati Dragon dan berusaha mengusirnya agar pergi


Namun tidak disangka, saat itu datang seorang laki laki gagah bersama dengan delapan orang pengawalnya, dan langsung membuat pertengkaran mereka terhenti. Tak lama kemudian dia berkata. "Ada apa ini?. Kenapa ribut ribut di kantor ku?"


"Apakah kalian tidak malu menjadi tontonan banyak orang?"


"Lihat di sana. Bukankah itu mereka?" Ujarnya meredakan


"Tuan Andre!. Apakah itu engkau?" Respon Narong Gong seakan tidak percaya


"Kalau bukan aku siapa lagi manajer Naong?"


"Apakah kau sudah tidak mengenali ku lagi?" Jawab laki laki yang dipanggil Andre itu sedikit kesal


"Oh tidak, tidak!. Mana mungkin kami tidak mengenali pemilik perumahan yang terhormat ini!"


"Cuma....?" Respon manajer itu tidak enak hati


Kemudian melihat Dragon dengan pandangan tidak senang. Lalu beralih pada Andre dengan pandangan takut takut


Andre yang menyadari situasi itu menjadi penasaran. Lalu bertanya seperti tanpa beban. "Sebenarnya ada apa ini?. Kenapa ribut ribut?. Apakah ada pencuri yang masuk?" Ujarnya mengagetkan


"Bukan pencuri lagi tuan Andre!, tapi pengemis yang kemungkinan ingin mencuri sisa makanan di kantor penjualan rumah ini!"


"Waktu tuan Andre datang, kebetulan kami sedang ingin mengusirnya agar tidak mengotori pemandangan."


"Tapi ternyata mereka ngotot tidak mengaku, terutama pemuda gembel ini. dan membuat kami semuanya merasa kesal." Jawab Narong Dat atau Nandong spontan dan asal bicara saja


"Hemm!" Reaksi Andre pelan, terkesan meragukan penjelasan manajernya yang asal bicara itu


Kemudian mengamati penampilan Dragon dari atas sampai bawah, juga dua orang temannya itu. Sekilas Andre bisa menyimpulkan, bahwa apa yang dikatakan oleh manajernya tersebut itu benar


Namun karena rasa profesionalisme yang tinggi, dia tidak langsung memvonis seseorang yang datang ke kantornya. Pasti mereka punya alasan kenapa datang ke tempat seperti itu. Kalau bukan ingin membeli rumah apalagi


Namun karena sudah terlanjur dicurigai oleh orang kepercayaannya, mau tidak mau Andre mempercayainya juga, walau masih terkesan ragu-ragu


Karena tidak ingin masalah ini berlarut larut, maka dengan kalimat yang menyakitkan dia bertanya. "Maaf!. Apakah yang dikatakan oleh orang ku ini benar anak muda?. Apakah kalian datang ke sini ingin mencuri?" Ucapnya tiba tiba


"Sebelum aku jawab, aku ingin bertanya padamu Andre!. Apakah orang yang ingin mencuri datang terang-terangan seperti ini?" Jawab Dragon terkesan marah


"Lalu kalau bukan mencuri apalagi?.Mau beli rumah, apakah kalian pantas?" Serobot Narong menyakitkan


"Pantas atau tidaknya, harus kita buktikan dulu!"


"Dari tadi kau terus merendahkanku dan menuduh kami sebagai pencuri!"


"Apakah kau tidak sadar bahwa jabatan mu sedang dipertaruhkan?" Reaksi Dragon tidak senang


"Hati-hati kalau bicara!. Kau sedang berhadapan dengan pemilik properti ini, dan aku adalah manajer umumnya!"


"Jika aku menuduh kalian sebagai gembel juga pencuri, memangnya kalian bisa apa?" Jawab Narong Dong tetap ngotot dengan pendiriannya


"Tuan Andre!. Jangan percaya dengan kata-kata orang ini. Yakinlah!, mereka datang karena bermaksud tidak baik."


"Oleh karena itu cepat beri keputusan, apa yang harus kami lakukan pada mereka?" Ucapnya meminta pendapat


"Masalah ini harus diselidiki terlebih dahulu.Takutnya kalian malah mengada ada, dan asal menuduh saja!"


"Kalau hanya sekedar datang dan melihat lihat aset perumahan. itu tidak melanggar aturan."


"Jadi biarkan saja mereka melakukan itu!" Jawab Andre cukup melegakan


"Tapi gelagat mereka seperti ingin mencuri. Kalau memberi rumah tidak mungkin. Lihat saja penampilan mereka, mirip seperti gembel"


"Jadi aku mengusulkan untuk mengusir 3 orang ini saja, agar tamu-tamu yang ada tidak terganggu." Ucap Nandong bernada protes


Sikapnya sangat mengesalkan. Tidak disangka seorang manajer umum yang merangkap sebagai manajer pemasaran akan bersikap tidak baik seperti itu. Padahal notabenenya siapapun yang datang harus mereka layani dengan baik, tapi ini tidak. Mereka malah menuduh Dragon dan temannya sebagai pencuri. Bukankah itu termasuk perbuatan yang melanggar ke tata susilaan?


Pakal saja ini tempat orang, jika tidak Dragon sudah lama akan membuat perhitungan, terutama dengan manajer yang sombong itu


"Sebentar! sebentar!" Ucap Andre mencoba mencari titik temu

__ADS_1


"Manajerku ini mengatakan, bahwa kalian datang ke sini ingin mencuri. Lalu apakah ada pembelaan dari kalian, dan bukti mereka mencuri yang bisa kau tunjukkan padaku manajer?" Tanya Andre mulai jengah dengan situasi itu


Nandong hanya terdiam. Tidak bisa membuktikan tuduhannya itu. Sebaliknya Dragon malah terdiam. Dia lebih memilih untuk tidak menjawab, karena dia yakin Andre akan bisa menyelesaikan masalah itu


Sementara Andre sendiri malah merasa kebingungan. Selama ini dia belum pernah menemukan situasi seperti itu. Baru pertama kali inilah terjadi, dan itu pun saat dia datang jauh-jauh dari Amerika sana


Untuk diketahui. Orang yang dipanggil tuan Andre itu adalah pemilik usaha properti cabang yang ada di kota Pattaya. Dari puluhan kantor cabangnya, hanya di Pattaya yang jarang sekali dia kunjungi, karena dia sudah mempercayakan pengelolaannya kepada Narong Gong untuk mengelolanya


Tapi saat dia baru datang, telah terjadi insiden yang tidak mengenakkan, antara manajer kepercayaannya itu dengan tiga orang yang mengaku sebagai pelanggan


Jadi untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut, tuan Andre mengambil keputusan. Walaupun penampilan Dragon dan kawan-kawannya itu tidak mewah, namun aura yang dipancarkan oleh Dragon sangat terasa sekali, yang mengisyaratkan bahwa dia bukan orang sembarangan


"Anak muda!. Mohon maafkan sikap kasar orang orangku ini.Terutama sikap ku barusan."


"Tapi tolong katakan. Apakah kalian datang ke sini benar ingin membeli rumah?" Ucapnya ingin ketegasan


"Ya!. Kami ingin membeli rumah!. Bahkan rumah yang paling bagus dan mahal!. Apakah cukup jelas?" Jawab Dragon tidak disangka


"Hahahaha!. Pungguk yang merindukan bulan."


"Sekali gembel ya tetap gembel! namun sayangnya ingin mendaki puncak. menggelikan!" Respon Narong menyakitkan


"Diam!. Jangan berbicara lagi sebelum aku izinkan!" Sergah Andre mengejutkan


Nyali Narong Gong langsung ciut. Dia tidak menyangka jika tuannya akan membentaknya di depan Dragon. Selama ini Andre selalu bersikap lembut padanya. Tapi entah mengapa kali ini dia bersikap lain, bahkan membentaknya pula


Mengingat jabatannya sedang dipertaruhkan, maka mau tidak mau Narong Gong terpaksa diam juga. Begitu pula dengan dua orang satpam yang dari tadi hanya diam saja


"Anda ingin membeli rumah di sini. Apakah anda yakin anak muda?" Tanya Andre masih belum percaya


"Harus bagaimana lagi aku akan membuktikan padamu Andre?. Membeli rumah saja susah!"


"Bukankah tujuan didirikan perusahaan ini adalah untuk menarik pelanggan?"


"Tapi kenapa di tempatmu malah lain? Seenaknya saja menghina orang hanya gara-gara penampilan kami yang sederhana seperti ini?"


"Apakah kami harus memakai jas, bersepatu bagus dan dikawal oleh pengawal seperti mereka itu?"


"Sejujurnya aku kecewa dengan cara perusahaanmu menangani pelanggan."


"Pakal saja aku tertarik memiliki rumah di sini, kalau tidak sudah dari tadi aku pergi." Jawab Dragon panjang sekali


"Maaf!. Ini kesalahanku, karena tidak mendidik anak buah sendiri dengan baik."


"Tapi ke depannya aku janji akan memperbaikinya." Ucap Andre tidak enak hati. Kemudian melototi manajernya yang bersikap sombong tersebut


"Baiklah!. Jangan bertele-tele lagi. Tolong tunjukkan dimana rumah yang aku inginkan itu!" Jawab Dragon tegas, dan ingin cepat cepat menyelesaikan urusannya


Tapi begitu terpandang dan teringat dengan ucapan Narong tadi, mendadak Dragon jadi berubah pikiran


"Tunggu sebentar!. Tiba tiba aku berubah pikiran."


"Aku tidak ingin lagi membeli rumah, tapi membeli perusahaan cabang mu ini.saja"


"Apakah kau keberatan?" Ucap Dragon sangat mengejutkan


"Apa?. Anda ingin membeli perusahaan cabang ku di kota ini?"


"Apakah anda sedang tidak bercanda anak muda?" Respon Andre kebingungan


"Apakah aku terlihat sedang bercanda tuan Andre?"


"Kalau aku bilang beli ya beli. Kenapa malah di persulit lagi?" Jawab Dragon tegas, sambil melirik ke arah Narong Gong dan dua orang satpam itu, agar mereka terasa telah berbuat salah


"Gawat!. Jika bocah itu jadi membeli perusahaan ini, alamat karir ku akan habis"


"Kenapa aku harus mencari masalah dengannya."


"Sungguh aku menyesal." Batin Narong Dong dalam hati


"Maaf!. Kalau boleh tahu dengan siapa aku sedang berhadapan?" Tanya Andre penasaran

__ADS_1


"Panggil saja Mahesa atau mahesh saja!" Jawab Dragon terus terang


"Kembali ke pembicaraan kita tadi. Apakah benar anda ingin membeli perusahaan ku ini?" Tanya Andre ingin penegasan


"Jawaban ku iya!. Sebutkan saja berapa harganya, dan jelaskan profil perusahaan anda serta jumlah karyawannya!"


"Jangan lupa sebutkan juga jumlah perumahaan yang sudah terjual, dan yang masih dalam penawaran!" Jawab Dragon tegas lagi


"Kalau begitu mari kita ke kantor ku saja. Anda tentu haus setelah lama berdiri." Sambut Andre merasa senang


"Narong!. Cepat layani tuan Mahesh ini. Suruh sekretaris mu untuk membuatkan minuman!" Ucap Andre memberi perintah


"Tidak perlu!. Aku tidak butuh orang ini!" Respon Dragon tidak senang


Kemudian cepat-cepat berkata kepada Andre. "Ayo cepat kita selesaikan urusan kita!. Aku sedang terburu-buru!" Ucap Dragon setelahnya


"Khoksat dan kamu Polayang!. Ayo ikut aku. Bantu aku menyelesaikan urusan ku dengan tuan ini di sana!" Ucap Dragon mengejutkan


"Mahesh!. Apakah kamu bercanda?. Bagaimana mungkin kamu akan membeli perusahaan sebesar ini, sedangkan rumahnya saja sudah begitu mahal, apalagi perusahaan ini?" Protes Khoksat tidak percaya


"Ikut saja!. Jangan banyak omong!" Jawab Dragon kurang senang


Kemudian melangkah pergi, menyusul langkah Andre yang sudah berjarak 5 meter darinya


Begitu mereka sampai, Dragon kembali menanyakan lagi,berapa harga perusahaan tersebut. dan jika memungkinkan akan dibayar kontan


"Setelah kami berunding dengan pemegang saham di kantor pusat, maka diperoleh keputusan, bahwa harga perusahaan cabang ini sekitar 700 juta US dolar."


"Boleh di angsur sebanyak empat kali. dan pembayaran awal dilakukan saat pembelian." Ucap memberi keputusan


"Tujuh ratus juta dolar?. Apakah anda yakin ingin menjual perusahaan anda dengan harga segitu?" Tanya Dragon keheranan


"Kenapa?. Apakah kemahalan?"


"Kalau anda keberatan, anda boleh menawarnya. Karena harga yang ditawarkan itu merupakan harga awal, dan masih boleh di nego." Respon Andre kebingungan


"Bukan begitu!. Cuma....?" Jawab Dragon ragu ragu


"Katakan saja!. Jika anda keberatan, Kami masih bisa merubahnya." Sambung Andre masih kebingungan


"Oh tidak tidak!. Aku setuju dengan harga itu."


"Lagipula cukup mu....! Ah sudah! Sudah!. Katakan saja bagaimana cara pembayarannya?" Ucap Dragon terputus, karena dia menilai harga tersebut sudah sangat murah


"Boleh transfer, atau menggesekkan kartu yang anda punya."


"Kami selalu melayani pembayaran secara manual dan digital."


"Anda tinggal pilih mau melakukan yang mana?" Jawab Andre menawarkan


"Baik!. Aku aku memilih yang kedua."


"Sebutkan saja berapa nomor rekeningnya?" Respon Dragon cukup cepat


"Oh ini nomornya." Jawab Andre merasa senang. Kemudian menyodorkan rekening kantornya kepada Dragon


Beberapa saat kemudian. Ada notifikasi masuk di handphone milik Andre. Ternyata bukan nomor kantor yang dia berikan, Tapi nomor pribadinya yang selalu dia gunakan untuk bertransaksi


"Luar biasa!. Anda benar-benar orang hebat. Harga semahal itu bisa anda selesaikan dengan mudah."


"Saya salut kepada anda!. Tapi kalau boleh saya tahu, siapa anda sebenarnya?" Respon Andre tidak menyangka


"Saya bukan siapa-siapa. Hanya orang biasa!"


"Kebetulan mempunyai uang lebih, yang merupakan titipan orang penting, yang ingin menginvestasikan uangnya di tempat lain."


"Jadi anda tidak perlu merasa penasaran dan mencari tahu siapa saya." Jawab Dragon apa adanya


"Lapor tuan Andre!. Di luar ada kepala kepolisian negara. Kepala angkatan bersenjata dan perdana menteri. Mereka ingin menemui seseorang di sini." Ucap seorang satpam dengan ekspresi ketakutan


"Perdana menteri, kepala polisi?. Mau apa mereka ke sini?" Respon Andre gugup. Kemudian buru buru keluar untuk menemui mereka

__ADS_1


__ADS_2