
Satu jam kemudian. Dragon sudah menunaikan kewajibannya pada Rukbaya dan anak buahnya, yaitu mengembalikan seluruh siluman buaya ke bentuk semula, dan memindahkannya ke tempat lain, agar tidak bisa ditemukan oleh penyihir, yang telah membuat mereka menjadi seperti itu
Tak lupa pula dia memasang formasi ilusi, agar tempat itu tidak terlihat oleh siapapun, kecuali oleh dirinya
Kini seluruh masalah di tempat itu sudah selesai. Clara akhirnya secara resmi sudah menjadi tunangan Dragon, dan akan dinikahinya bila waktunya sudah tiba
Dia juga sudah tahu, bahwa calon suaminya itu bukan hanya akan menikahinya saja, tapi ada orang lain yang juga sama, yaitu Anong Achara
Mengenai itu mereka sudah membicarakannya secara baik baik, bahkan ibunya Clara sudah mengetahuinya juga, dan dia sudah memakluminya
Suatu saat nanti, Dragon akan memberitahu Clara dan ibunya, tentang dirinya yang bisa membelah diri, dan menjalankan kewajibannya sebagai suami, tanpa harus bergantian dengan Achara. Tapi itu belum waktunya untuk mereka tau
Sekarang yang harus mereka pikirkan adalah tentang ibunya Clara, yang kini telah tinggal sendiri. Apakah akan tetap tinggal di Norwegia atau ikut Clara ke Indonesia
Namun setelah melalui perdebatan panjang serta pertimbangan matang, akhirnya Adeline memutuskan untuk mengikuti anaknya ke Indonesia, dan memutuskan untuk tinggal selamanya di sana
Mengenai usaha bekas suami dan lain sebagainya. bisa diserahkannya pada saudara kandung Benyamin, yang memang sejak dulu menginginkannya
Namun harta yang didapatkan selama menjadi istri Benyamin, itu semua diambilnya, dan akan dibawa ke Indonesia setelah diuangkan
Satu masalah sudah selesai. Kini tinggal bagaimana urusannya dengan putri raja Thailand itu. Apakah acara lamarannya berjalan lancar atau tidak?
Ah daripada penasaran. Mari kita lihat bagaimana rupa lamaran tersebut dilakukan
Setelah rombongan Dragon berangkat ke Norwegia. Sedetik berikutnya rombongan lain juga berangkat ke Thailand, dan langsung menuju istana tanpa harus singgah dulu ke hotel miliknya
Di istana tersebut, Dragon dan rombongannya disambut dengan acara kenegaraan, walau dalam sekala kecil, karena sebelum acara lamaran itu dimulai, Dragon sudah memberitahukan masalah tersebut pada keluarga kerajaan, terutama pada Anong Achara. Dan itu ditanggapi dengan baik oleh mereka
Bersamaan dengan acara lamaran di Norwegia. lamaran di Thailand juga penuh dengan intrik dan tekanan
Pada awalnya ayah Anong Achara tidak mau menerima, jika Dragon harus memperistri orang lain. Walaupun dia sudah tahu bahwa rahasia itu pernah dia dengar sebelumnya, Tapi tetap saja sebagai seorang ayah, dia mengkhawatirkan kebahagiaan anaknya nanti
Bukan hanya dia saja yang tidak terima, Boonsri Kannika, ibunya Achara . Pangeran Narodom Srikanaka Rukba, abangnya Achara. Adik kandung dari Rongkut Kittirong, yaitu pangeran Sinokya Tungga Rokya, juga tidak menyetujuinya. Tapi setelah diyakinkan oleh Dion dan keluarganya, terutama oleh tuan Birawa, yang saat itu juga didatangkan oleh Dragon beserta dengan Dyah Prameswari. maka mereka pun menerima lamaran tersebut dengan berbagai macam syarat.
Salah satu syaratnya adalah, Dragon tidak boleh membawa Anong Achara ke Indonesia untuk selamanya, tapi harus membuatkan istana besar untuk dia tinggal
Selain itu, Dragon juga tidak boleh selalu meninggalkannya, dan harus bersama dengan putri Achara sampai kapan pun
Mengenai syarat syarat itu, Dragon tidak merasa keberatan dan tidak menjadi masalah buat dia. Bahkan Dragon menyanggupi untuk membuat istana untuk Achara, yang jauh lebih besar dan megah dari istana yang dia tempati selama ini. Dan kapanpun Achara menghendaki, maka istana tersebut akan dibuatnya
Mendengar kesanggupan Dragon, serta nama besar Birawa Group dan orang orangnya, membuat mereka segan juga.
Jika mereka menolak, maka Achara yang akan rugi. Jika mereka menerima, itu hanya alasan mereka saja untuk sekedar menguji tekad Dragon. Apakah dia bersungguh-sungguh terhadap Anong Achara atau tidak?
Apalagi mereka tahu bahwa Dragon adalah dewa penolong mereka, yang sudah membebaskan Anong Achara dari niat jahat rakyat raja itu sendiri
Selain itu, Dragon juga yang telah menolong raja, perdana menteri, kepala angkatan bersenjata dan kepala kepolisian, serta orang-orang lain yang meminta pertolongan darinya
Namun karena strategi dan alasan saja, mereka terpaksa berbuat demikian. Padahal sejatinya, ayah Anong juga melakukan itu. Bukan hanya satu tapi lima.
Mungkin pangeran Srikanaka, yang selalu dipanggil pangeran Rukba, akan berbuat demikian, dan akan mengikuti jejak ayahnya setelah menjadi raja nanti
Pangeran Sinokya juga beristri banyak. Jadi persyaratan itu hanya akal-akalan mereka saja. Namun itu tidak menjadi masalah buat Dragon, karena Dragon sudah mengetahuinya sejak lama
***
Kini rombongan Dragon sudah berada di hotel miliknya, dan terlihat sedang beristirahat di sana
__ADS_1
Saat sedang istirahat itu, terdengar Ivory berkata. "Baru kali ini ibu mendengar, ada orang tua yang melarang anaknya untuk dibawa pindah oleh suaminya."
"Kalau ibu dulu, begitu selesai menikah, langsung di bawa oleh ayah mu, karena dia mempunyai banyak kesibukan."
"Lagipula kakek dan nenek mu tidak membuat kesepakatan macam macam."
"Mereka hanya berpesan, agar anaknya dijaga dan jangan dikecewakan." Ucap Ivory di sela-sela duduk santainya itu
"Jadi waktu kalian menikah, ayah berbuat macam macam ya bu?"
"Coba katakan apa saja itu bu?, biar Dyah memarahi ayah." Respon Dyah mengagetkan semua orang
"Hus!. Anak kecil dilarang nimbrung. Ini pembicaraan orang dewasa. Jadi Dyah main di sana saja ya." Respon ibunya keceplosan kata
"Dyah sudah besar bu. Sudah berumur 11 tahun juga. Jadi Dyah bolehlah ikut. Ya?" Rengek Dyah terkesan protes
"Belum juga genap 11 tahun jadi masih kecil. Belum tau apa apa!" Bantah Ivory mengabaikan perasaan anaknya
"Biarlah dia ikut. Toh yang kalian bicarakan itu biasa biasa saja, agar dia tau kisah kalian dulu." Ucap tuan Birawa membela cucu buyutnya tersebut
"Yea!. Kakek buyut memang the best lah!. Gitu dong!" Respon Dyah senang
Kemudian memeluk tuan Birawa dan mencium pipinya
"Senang la tu. Ini nih kalau anak dimanja. Mau nya terus gitu." Ucap Ivory pura pura marah dan merajuk karena tidak dipeluk oleh anaknya
"Muuahh!. Sayang mama, eh ibu!" Respon Dyah manja
Kemudian memandang ke arah Dragon juga kakaknya, sambil mengacungkan ibu jarinya tanda menang
"Jadi sekarang apa mau mu Dyah?. Apakah akan berlama lama di sini?" Tanya Dion sekedar menguji anaknya saja
"Jadi Dyah mau kembali ke dunia kakak saja dan bermain main di sana."Jawab Dyah berterus terang
"Justru itu yang menarik. Dunia yang tidak ada aturan itu barbar namanya."
"Kalau adik mau menemukan dunia yang tidak ada aturan ketatnya, ya jangan di istana, tapi di kota dan tempat tempat lain." Jawab Dragon menjelaskan
"Kalau begitu tolong tunjukkan ke Dyah dimana tempatnya itu kak, agar Dyah bisa ke sana." Respon Dyah senang
"Hus ngaco kamu!. Dunia yang kakak mu sebutkan itu bukan dunia biasa. Tapi dunia yang penuh dengan intrik dan kejahatan."
"Kalau kau ke sana bakal merepotkan, karena mereka tidak mau tau apakah kau itu besar atau kecil, yang penting mereka senang."
"Oleh karena itu jangan coba coba!" Respon Ivory ketakutan
"Jadi bagaimana bu?. Dyah sudah mulai merasa bosan, karena tidak ada tantangan. Beda kalau di dunia jiwa."
"Di sana bisa terbang, bisa berlatih dan bisa bermain main. Sedangkan disini hanya tiduran."
"Kalau masalah kenyamanan lebih nyaman lagi istana kita, apalagi istana kakak itu. Wuih menyenangkan!" Reaksi Dyah dengan berbagai macam alasan
Dion dan Ivory saling berpandangan, begitu juga dengan Dragon dan kakeknya. Mereka tidak tau harus berkata apa
Selama ini Dyah memang terkenal ceriwis dan kritis. Kalau suatu alasan tidak masuk akal menurutnya, maka langsung saja dia protes, dan ditanyakan apa sebabnya
Dragon yang sangat pintar sekalipun dibuat repot karenanya. Apalagi Ditya Prabu dan Brawijaya. Mereka selalu dibuat repot oleh ulah Dyah, dan selalu kewalahan melayaninya
__ADS_1
Bagi mereka, Dyah saat ini masih merupakan beban. Entah kalau nanti sudah dewasa, mungkin sikapnya akan berubah dan tidak usil lagi pada mereka
"Bagaimana kakak?. Apakah kakak mau membawa Dyah pergi. Jangan diam saja dong?"
"Kakak kan sakti, apa yang Dyah takutkan?" Ucap Dyah membuyarkan lamunan semua orang
"Tanyakan pada ayah juga ibu, dan jangan lupa kakek buyut."
"Persetujuan mereka sangat penting buat kakak, karena keselamatan adik lebih utama dari segalanya." Jawab Dragon mencari alasan. Padahal dia ingin mengalihkan perhatian Dyah agar tidak memaksa lagi
"Ayah, ibu, kakek. Izinkan Dyah keluar ya?.Please!" Ucap Dyah penuh rayuan
"Bagaimana Draco?. Apakah kau mau membawanya?" Respon Dion akhirnya mengalah
"Kalau ayah sudah mengizinkan, Draco bisa berbuat apa?"
"Draco akan membawa Dyah keluar. Hitung hitung mengenal kota ini lebih luas." Jawab Dragon terpaksa dilakukan
Tak lama kemudian mereka sudah berada di pusat hiburan khusus anak . Di situ Dyah memainkan banyak permainan, padahal di istana jiwa jauh lebih banyak dan hebat lagi.Tapi Dyah tetap melakukannya demi mengusir kebosanan
Tapi di saat dia bermain itu. Datang beberapa orang preman, dan langsung menghampirinya. Mereka berniat menculik Dyah untuk dijadikan tawanan, agar ditebus oleh keluarganya
Mereka mengira Dragon itu orang lemah, jadi mudah untuk dikalahkan. Namun saat mereka ingin beraksi. Tubuh Dyah tiba tidak bercahaya. Tapi tidak ada orang yang memperhatikan kejadian itu
Dragon yang berada tak jauh dari adiknya itu hanya diam saja, karena dia melihat ratu Prameswari yang berada ditubuh Dyah langsung bereaksi
Saat seorang berandalan ingin menangkap Dyah, tiba tiba tubuhnya terpental kesakitan, akibat kaki Dyah mendarat di perutnya, dan membuat rencananya tidak berhasil
Lima orang temannya yang berada tidak jauh dari situ terperangah diam. Mereka tidak menyangka bahwa Dyah bisa berbuat seperti itu, bahkan sampai membuat lawannya pingsan
Namun tak lama kemudian. mereka jadi tersadar dan langsung mengelilingi Dyah. Pura pura ikut bermain, padahal berencana menangkapnya
Sejauh ini belum ada yang menyadari kejadian itu. Karena tempat Dyah bermain tersebut lokasinya cukup jauh, dan tidak ada orang selain Dragon dan seorang operator mesin permainan. Jadi mereka agak leluasa berbuat kejahatan.
Beruntung tubuh Dyah dilindungi oleh Prameswari juga Dragon. Kalau tidak entah apa yang akan terjadi padanya
Jadi saat lima berandalan itu mengepungnya, Dyah tidak lantas panik. Dengan senyum sinis Dyah malah memanggil mereka, dengan memberi kode menggunakan tangannya
Sontak saja mereka terpancing. Lalu serentak meluru kearah Dyah, dan menangkap kedua tangannya agar tidak melawan
Namun naas. Tangan Dyah yang sudah dipegang itu tiba tiba memegang, dan memukul tubuh kelima berandalan itu hingga bertumbangan
Dragon yang melihat itu hanya tersenyum saja, karena dia yakin Dyah mampu mengalahkan mereka. Hitung hitung sebagai latihan setelah sekian lama berlatih
"Bocah sialan!. Gigi ku rontok dibuatnya!" Ucap salah seorang berandalan kesakitan, sambil memegang mulutnya yang berdarah karena beberapa buah giginya tanggal
"Dadaku juga sakit, apalagi senjataku!"
"Bocah itu tanpa rasa bersalah, menendang buah ku hingga sakit seperti ini!"
"Kalau aku bisa menangkapnya akan aku balas, biar semakin rata dia!" Ucap seorang lagi dengan ekspresi penuh dendam
"Ah sudah, sudah!. dasar lemah!. Melawan bocah saja kita kalah!"
"Ayo kita kepung dia, dan buat dia putus asa!" Sergah ketua berandalan itu tidak senang. Kemudian mendekati dia dengan senyum yang dipaksakan
"Anak manis ayo ikut abang!. Abang janji akan memperlakukanmu juga kakak mu itu dengan baik." Ucap ketua berandalan itu dengan senyum yang sangat menjijikkan
__ADS_1
Kemudian mendekati Dyah dan berniat menangkapnya.
"Ah!" Keluh Dyah pura pura ketakutan. Tapi tangan kanannya terkepal erat dan siap untuk dipukulkan