
Satu jam kemudian, acara pengobatan orang orang yang sakit itu telah selesai dilakukan, dan semua pasien tersebut sekarang sudah sembuh
Kebanyakan sakit mereka adalah pengapuran tulang, sakit pinggang dan rabun jauh. Sedangkan dua orang dekan, dan satu kepala prodi menderita kelainan jantung, dan sudah pula disembuhkan
Kini semuanya telah merasa gembira, dan sangat berterima sekali kepada Dragon, karena berkat dialah penyakit yang selama ini mereka derita menjadi hilang
Sejak saat itu, nama Dragon mendadak viral, karena kemampuannya menyembuhkan penyakit, yang bahkan sulit disembuhkan oleh dokter telah tersebar luas, ditambah lagi berita yang mengatakan, bahwa saat ini dia tidak perlu berkuliah lagi, karena sudah mendapat titel sarjana, bahkan gelar magister pun sudah dia dapatkan, dan sebentar lagi kemungkinan akan mendapatkan gelar doktor. Dan jika Dragon mau, maka dia bisa mendapatkan gelar profesor dalam waktu singkat
Sementara itu ditempat lain, Tubuh asli Dragon dan avatar ayahnya terlihat sedang berada di desa C, tempat yang pernah mereka kunjungi, dalam lawatan bersama dengan Prameswari
Saat itu mereka sedang berbincang serius dengan seluruh perangkat desa, termasuk lurah dan camatnya
Dalam perbincangan itu Dion menawarkan untuk membangun desa yang agak terisolir tersebut menjadi sebuah kota, agar mobilitas barang serta ekonomi bisa menjadi lancar
Selain membangun kota, Dion juga berkeinginan untuk membuat jalan-jalan baru, dan memperbaiki jalan-jalan yang sudah ada
Karena yang akan dia bangun itu merupakan wilayah yang sudah ada penduduknya, dan mempunyai penguasanya sendiri, maka Dion harus membicarakan masalah itu dengan mereka, dan ternyata tawaran tersebut disambut baik oleh seluruh perangkat desa beserta Lurah dan camatnya
Maka hasil akhir dari pembicaraan tersebut diputuskan, bahwa penyandang modal seluruhnya ditanggung oleh Dion, dengan pembagian keuntungan 60-40
Enam puluh persen untuk kota, dan 40 persen untuk Birawa Group. Jika rencana tersebut terlaksana, maka pemerintah daerah yang akan diuntungkan, karena mereka akan mendapatkan pembagian yang cukup besar, dan pada waktu yang sudah ditentukan, bangunan bangunan yang akan dibangun oleh Dion akan menjadi milik mereka
Tiga hari kemudian, apa yang mereka bicarakan itu sudah mulai dikerjakan. Rumah-rumah penduduk yang terkena rencana pembuatan kota. penghuninya akan direlokasi ke tempat lain, dan untuk sementara, menempati bangunan-bangunan yang berupa tenda-tenda besar untuk masing-masing keluarga, yang telah disiapkan oleh Dion
Di hari berikutnya, aktivitas membangun sebuah kota sudah terlihat intens. Banyak alat-alat berat yang masuk ke tempat itu, dan karyawan-karyawan yang didatangkan juga berasal dari Birawa Group, yang memang mempunyai karyawan cadangan cukup banyak
Selain mereka, Dion juga mempekerjakan penduduk tempatan untuk ikut bekerja, yaitu membangun proyek kota dan infrastrukturnya. sedangkan mereka dibayar dengan gaji tinggi
Sebagai penanggung jawab dalam proyek tersebut, Dion menugaskan kepada Upasama untuk memimpin para pekerja tersebut, dengan dibantu oleh Rudolf dan Erisha
Sementara James dan Shio Lung, ditugaskan untuk menuntaskan proyek kampung Rawa Buaya, yang progres pembangunannya sudah mendekati 95 persen. dan sebentar lagi kemungkinan daerah itu sudah selesai dibangun, dan sudah siap untuk digunakan
Birawa Group benar-benar berkeinginan untuk melebarkan sayapnya di segala bidang, serta mengembangkan usahanya di mana-mana. Selain uangnya sudah sangat banyak, penguasanya juga berkeinginan untuk menciptakan lapangan kerja, bagi masyarakat tempatan yang membutuhkan kerja, dan itu direalisasikan olehnya melalui perusahaan yang bernama Birawa Group
Namun dalam pembangunan ini, Dragon tidak begitu banyak terlibat, walaupun yang pertama kali menggagas proyek itu adalah dia. karena Dragon juga mempunyai proyek serupa di tempat lain
Masyarakat kampung atau desa yang terkena proyek pembuatan kota baru tersebut tentu saja merasa senang, karena buat mereka itu merupakan peluang yang sangat besar
Selain mereka masih bisa bertani, mereka juga bisa mengerjakan hal-hal lain, karena Dion tidak membuat kota baru tersebut di areal persawahan, namun dia membuat di lahan yang tandus serta berbukit-bukit, yang sekiranya tidak subur untuk ditanami padi
Namun lebih dari sepertiga rumah-rumah penduduk yang ada terpaksa harus dibongkar, serta dipindahkan ke tempat lain.dan tentunya mereka mendapatkan ganti rugi yang layak
__ADS_1
"Ayah!. Untuk sementara proyek ini Draco percayakan kepada ayah, sementara Draco akan pergi ke tempat lain."
"Avatar Draco yang ada di luar negeri, sepertinya sedang mengalami kesulitan. Jadi Draco berniat untuk membantunya." Ucap Dragon di sela-sela mengawasi para pekerja yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing
"Apakah avatar mu yang ada di sana sedang menghadapi persoalan yang berat, sehingga terpaksa keberadaannya harus kau ganti?" Tanya Dion merasa penasaran
"Benar ayah!. Ini imbas dari tewasnya salah seorang kepala keluarga terkaya di negara tersebut. Mata-mata mereka mengatakan, bahwa ini ada kaitannya dengan Dragon, karena ada seseorang yang waktu itu lepas dari pengawasan. Dia mengirimkan foto dan video ke negaranya."
"Berkat vidio itulah wajah Draco dikenali. Jadi Draco berniat untuk menggantinya dengan yang baru, dan merubahnya menjadi lain." Jawab Dragon menjelaskan
"Baiklah kalau begitu. Apakah kau membutuhkan banyak pengawal?, karena di negara itu banyak sekali orang orang kuat, dan rata rata mempunyai kemampuan samurai?" Tanya Dion menawarkan
"Tidak perlu ayah!. Draco sudah mempunyai rencana lain."
"Lagipula pengawal yang di sana rata rata sudah mempunyai kemampuan yang tidak rendah."
"Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan dari intimidasi orang-orang kaya tersebut, karena mereka tidak menguasai ilmu lain selain ilmu kanuragan dan samurai itu."
"Sementara anak buah kita mempunyai bermacam-macam keahlian, dan itu bisa digunakan di berbagai macam keadaan." Jawab Dragon penuh keyakinan
"Baiklah kalau begitu. Hati-hati di sana!" Respon Dion pasrah, kemudian melambaikannya pada Dragon
Beberapa saat kemudian lagi, Dragon sudah sampai di Jepang, atau tepatnya distrik Oza, dimana orang orang kaya banyak berdiam di tempat itu
Selain Oza, orang orang-orang kaya Jepang juga mendiami daerah Donaza dan Omate, yang rata-rata penduduknya berpenghasilan 30 juta dolar Amerika per bulannya
Di tempat itulah Dragon sekarang sedang berada
"Salam tuan muda!" Ucap 50 orang pengawalnya serempak, kemudian menunduk hormat ke arahnya
"Terima kasih." Jawab Dragon singkat. Kemudian memandang ke arah avatarnya dan berkata." Tugasmu disini sudah selesai, kembalilah!" Ujarnya
Sedetik kemudian, Avatar Dragon sudah menghilang, dan diganti dengan yang lain, yang wajahnya disamarkan dan tidak sama dengan wajah Avatar pertama
Selain menyamarkan wajah avatarnya, Dragon juga menyamarkan wajah 50 orang pengawalnya tersebut, dengan menggunakan ilmu Malih Rupa, hingga penyamaran mereka terlihat sangat sempurna, karena wajah yang digunakan oleh Dragon adalah wajah penduduk setempat, dan bahasa yang digunakan juga bahasa setempat
Jadi avatar dan 50 wajah orang pengawalnya sudah tidak bisa dikenali lagi. Postur tubuh mereka juga sudah berubah, persis seperti postur penduduk tempatan
Setelah menyelesaikan tugasnya itu, Dragon segera memberikan arahan." Kalian akan dipecah menjadi empat kelompok, yang masing-masing kelompok diketuai oleh para senior kalian."
"Kelompok pertama ditugaskan untuk pergi ke distrik Oza selatan, dan menyambangi orang orang kaya di sana."
__ADS_1
"Saat berangkat nanti, kalian akan diketuai oleh senior Adhipramana yang akan dibantu oleh komandan Awan."
"Kelompok kedua ditugaskan untuk pergi ke distrik Donaza, yang tugasnya juga sama."
"Sebagai orang yang akan memimpin kalian adalah senior Taraka, dibantu oleh paman Burgon dan komandan Ling Hwa."
"Sedangkan kelompok ketiga, aku tugaskan untuk pergi ke daerah Omate, dan berusaha mendekati orang-orang kaya tersebut dengan beberapa trik bisnis yang saling menguntungkan."
"Mereka akan dipimpin oleh Kakek Abhicandra, yang dibantu oleh Jenifer dan Ling Ma "
"Sementara kelompok terakhir, aku tugaskan untuk pergi ke daerah Okawa, dan memprovokasi mereka agar mau bertanding dengan kalian di dojo dojo mereka."
"Mereka akan dipimpin oleh senior Adiwilaga, yang didampingi oleh Langit, Bumi dan Ling Shia."
"Sedangkan paman Leon, tetap mendampingiku dalam mengawasi kalian."
"Sementara senior Upasama, tidak bisa menyertai kita, karena tenaganya dibutuhkan di Indonesia. karena dia tidak ada, maka posisinya akan digantikan oleh pemimpin-pemimpin kalian, dalam memenangkan taruhan maupun pertarungan."
"Tapi ingat!. Jangan gunakan kekerasan selagi mereka tidak memulainya. karena kita datang ke sini bukan untuk itu"
"Sebaliknya, Gunakan keahlian kalian untuk mengalahkan mereka di meja judi atau di meja taruhan. Atau bentuk apapun yang bisa membuat mereka takluk, dan tidak lagi memusuhi kita."
"Tapi khusus di daerah Okawa, kalian boleh menggunakan kekerasan, tapi itupun tidak boleh membunuh!"
"Gunakan semua kemampuan kalian, termasuk teknik inti pedang."
"Ingat!. Mereka mempunyai teknik karate yang sangat hebat. Karena di tempat itu adalah kota asal mulanya karate."
"Jadi rata-rata dari penduduknya bisa menguasai teknik beladiri tersebut."
"Selain karate, mereka juga menguasai teknik ninja, dan senjata yang paling ditakuti adalah katana yang sangat tajam."
"Khusus untuk masalah ini, aku akan membekali kalian dengan pedang-pedang yang tidak kalah tajamnya dengan katana tersebut."
"Masing-masing akan menerima satu buah, dan bisa kalian simpan di saku baju atau celana."
"Saat diperlukan, pedang-pedang tersebut akan membesar dengan sendirinya dan bisa melawan katana itu."
"Namun saat kalian datang itu, aku tidak menyertai kalian secara langsung, tapi akan menyamar dalam kelompok kalian dan menjadi petarung pada saat yang dibutuhkan."
"Sekarang berangkatlah!. keselamatan dan keutuhan kalian, adalah hal yang paling utama." Ucap Dragon dalam memberikan pengarahannya
__ADS_1