Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Kampung Rawa Buaya


__ADS_3

Namun saat Dragon ingin menjawab pertanyaan salah seorang penduduk kampung itu, tiba-tiba dari arah belakang, menderu 4 buah mobil, yang sepertinya juga ingin masuk ke kampung tersebut


Beberapa saat kemudian, iring-iringan mobil yang baru datang itu pun sampai. Tapi mereka tidak bisa melanjutkan perjalanannya, dan tidak pula bisa masuk, karena jalan untuk menuju ke kampung itu tidak begitu besar, hanya muat satu buah mobil, dan itu pun tidak bisa masuk sampai ke tengah perkampungan


Melihat mobilnya dihalangi oleh mobil lain, membuat pemimpinnya menjadi marah. Dia segera memerintahkan pada bawahannya untuk keluar, dan memarahi pemilik mobil, serta menanyakan kenapa jalan mereka dihalangi


Namun belum juga niat mereka terlaksana, puluhan orang yang sedari tadi berada di samping mobil sewaan itu menjadi berang, dan segera mendatangi pemilik empat buah mobil itu untuk memberi mereka peringatan


"Berhenti disitu kalau tidak mau dapat masalah!"


"Tuan ku sedang bernegosiasi dengan penduduk kampung agar diizinkan untuk masuk!" Ucap Bumi dengan suara lantang


Kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh areal itu untuk menunjukkan dominasinya


"Bagaimana ini bos?. Jumlah mereka jauh lebih banyak dari kita."


"Apakah harus melawan atau membiarkan mereka menekan kita?" Tanya salah seorang pengawal pada seseorang yang ada di sebuah mobil paling depan pada bosnya


"Kita tunggu perkembangannya dulu"


"Aku yakin mereka tidak bakalan diizinkan masuk oleh penduduk kampung yang bodoh itu. Sementara kita pasti bisa. karena mereka sudah mengenal kita dan termakan budi baik kita!"


"Jadi untuk sementara kita ikuti saja apa kata mereka." Jawab orang yang dipanggil bos itu dengan suara perlahan


Kemudian memberi sinyal kepada anak buahnya untuk tidak bertindak impulsif


Sementara itu ditempat lain, Dragon masih bernegosiasi dengan penduduk kampung itu agar diizinkan masuk. Dia tidak memperdulikan pemilik empat buah mobil yang ada di belakang mobil mereka. Karena hal sepele seperti itu bisa diatasi oleh anak buahnya, tanpa dia harus ikut campur


Namun saat dia menoleh ke belakang, mendadak raut wajahnya berubah, karena dia mengenali wajah orang yang ada di dalam mobil tersebut. Orang itu adalah Balaraja yang waktu itu berhasil melarikan diri


Tapi kenapa dia berada di kampung itu?. Bukankah dia saat ini sedang berada di tempat pengasingan?. Pasti ada sesuatu yang sedang disembunyikannya.


"Ternyata itu kau Balaraja!. Pucuk dicita ulam pun tiba."


"Aku tidak perlu lagi repot-repot untuk pergi ke tempatmu serta menangkap mu. Ternyata kau datang sendiri mengantarkan nyawa!" Batin Dragon dalam hati. Kemudian memberi kode kepada anak buahnya agar menuju ke mobil tersebut


Namun langkah mereka dihalangi oleh pengawal Balaraja dengan menunjukkan pistol yang mereka bawa. Tapi belum mereka keluarkan dari sarungnya, karena menjaga perasaan orang-orang kampung tersebut


Bumi yang melihat itu menjadi marah. Kemudian tanpa meminta izin kepada tuan mudanya, dia langsung menyerang orang-orang yang bersenjata tersebut tanpa memperdulikan keselamatannya


Tindakan Bumi yang tergolong ceroboh itu menarik perhatian penduduk kampung. Banyak di antara mereka yang terkejut, dan menyayangkan kenapa seorang Bumi mau menghadapi orang orang yang bersenjata tanpa memikirkan keselamatannya


Namun siapa sangka, orang yang mereka ragukan itu kini mampu mendominasi keadaan


Gerakannya yang sangat cepat serta lincah, membuat lawan-lawannya bertumbangan. Saat menyerang itu Bumi menggunakan teknik inti pedang, dia menghajar orang-orang yang bersenjata tersebut, hingga membuat tubuh mereka terpental kemana-mana, tanpa sempat menggunakan senjata mereka


Para pengawal Balaraja yang berjumlah 18 orang itu, semuanya menggunakan senjata, dan yang barusan menghadapi Bumi ada 6 orang. Tapi semuanya dibuat beterbangan olehnya, sampai dua diantara mereka masuk ke dalam rawa


Melihat kejadian itu, pemimpin pengawal tersebut menjadi marah. Kemudian memerintahkan kepada bawahannya untuk mengepung Bumi dengan menodongkan senjata mereka


Tapi belum juga niat mereka terlaksana, para pengawal lain sudah berdatangan, dan segera balas mengepung orang-orang itu.


Namun jalanan yang sempit, dan banyaknya mobil-mobil yang ada di pinggir jalan, membuat situasi tidak memungkinkan bagi pengawal Balaraja untuk melawan


Mereka hanya memasang posisi bertahan, dengan masing-masing beradu punggung dan bersiap dengan senjatanya


Namun belum juga teman temannya bertindak, Bumi sudah bergerak cepat. Dia merilis inti ilmu pedangnya, dan mengurung orang-orang tersebut beserta mobil yang mereka gunakan, dengan menggunakan penjara tanah


Sontak saja aksinya tersebut membuat orang-orang kampung terkejut dan merasa gentar

__ADS_1


Baru seorang Bumi saja sudah mampu mengatasi 18 orang pengawal bersenjata. Bagaimana kalau semuanya turun tangan?


Memikirkan akan hal itu. Orang yang pertama kali mencegah Dragon untuk masuk menjadi ketakutan, dan segera membuang kayu yang dia pegang ke dalam rawa


Orang yang ada disampingnya pun mendadak melunak sikapnya. Kemudian buru-buru mendatangi Dragon, serta membungkuk hormat ke arahnya


"Mohon maafkan kami tuan muda!. Sungguh kami tidak tahu dengan siapa kami berhadapan."


"Tolong jangan hukum kami. Kami tidak tahu siapa kalian, jadi menghalangi niat tuan untuk masuk." Ucap orang tersebut takut takut, yang ternyata adalah kepala kampung itu


"Memangnya ada apa di kampung kalian?. Kenapa kedatangan kami kalian halangi?"


"Apakah ada sesuatu yang kalian sembunyikan?" Tanya Dragon penuh selidik


Padahal dia sudah tahu melalui penerawangannya, bahwa di kampung tersebut terdapat satu pusat kejahatan. Dua gudang penimbunan barang, dan satu pabrik pembuatan barang barang terlarang


Tapi dia sengaja berpura-pura tidak tahu, dan menanyakan akan hal itu. Yang sialnya 30 penduduk kampung tersebut juga terlibat. Orang-orang yang terlibat itulah yang sekarang mendadak menjadi orang kaya, dari hasil penjualan benda-benda haram tersebut


Sementara yang lainnya juga kecipratan rezeki yang didapatkan secara tidak sah, tapi tidak begitu banyak


Dragon yang mengetahui akan hal itu, untuk sementara diam saja, dan berniat menguji kepala kampung tersebut. Apakah dia jujur atau tidak?


Namun dari hasil penerawangan Dragon. kepala kampung itu pura-pura terkejut dan bersikap wajar. Tapi tak lama kemudian dia pun menjawab pertanyaan Dragon dengan berkata. " Tidak ada yang kami sembunyikan di kampung ini tuan muda!"


"Kami bertindak seperti ini karena ingin melindungi kelestarian kampung kami dari pengaruh orang-orang luar."


"Jadi terpaksa kami lakukan pencegatan di tempat ini." Jawab Rawabaya mencoba berbohong


"Lalu siapa mereka?. Kenapa mereka datang kesini dan tidak kalian hadang seperti kami?" Respon Dragon cukup mengejutkan


"Mereka adalah penduduk kampung ini, yang hidupnya lumayan layak."


"Kalau benar mereka penduduk kampung ini, kenapa dia membawa pengawal yang begitu banyak dan semuanya bersenjata?" Tanya Dragon cukup menohok, yang semakin membuat Rawabaya menjadi terpojok


"Kehidupan di kota sangat keras. Dia berbuat seperti itu karena dia mampu membayar orang-orang untuk melindunginya."


"Kami sebagai penduduk kampung tidak bisa berbuat apa-apa, karena orang tersebut sering membantu bila salah satu diantara kami mendapatkan kesulitan." Jawab Rawabaya tetap bertahan


"Begitu kah?. Tapi aku tidak melihat yang demikian."


"Kau mau tahu kenapa?. Karena aku kenal dengan orang itu!"


"Dia bukan orang sini. Dia merupakan pelarian dari kasus kejahatannya, dan menetap di suatu tempat, yang akhirnya mendapatkan tempat ini untuk mengembangkan usaha haramnya itu!"


"Bukankah begitu kepala kampung?" Respon Dragon sangat mengejutkan


"Untuk masalah itu kami tidak tahu tuan muda. Yang kami tahu keluarganya dulu pernah tinggal di sini."


"Jadi tidak mungkin kami menolaknya. Lagi pula dia sudah sangat banyak membantu kami." Jawab Rawabaya terkesan apa adanya. Padahal sebenarnya dia sedang berbohong


"Membantu dalam bidang apa kepala kampung?. Apakah membantu dalam bidang kejahatan?"


"Misalnya memperkerjakan orang-orang sini untuk membuat barang-barang haram, serta menjadikan mereka penyelundup?" Tanya Dragon sangat menyulitkan


"Atas dasar apa tuan muda berkata seperti itu?"


"Kami orang-orang baik, yang selalu menjaga tradisi kami dari pengaruh luar!"


"Jika tuan menuduh kami seperti itu, jelas kami tidak terima!" Jawab Rawabaya sudah mulai emosi

__ADS_1


Kemudian memandang ke arah lain, yang di tempat itu ada beberapa ekor buaya, yang sedang menuju mereka


Dragon walaupun tidak memandang ke tempat tersebut dia juga sudah tahu, bahwa saat ini ada 4 ekor buaya yang sedang berenang mendekati mereka. Tapi sikapnya terlalu tenang. Begitu juga dengan anak buahnya


Mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan kehadiran buaya tersebut, malah bersikap santai, dan menunggu kedatangan hewan itu untuk mendekat


"Apa nama kampung ini?" Tanya Dragon pada kepala kampung dengan intonasi tegas


"Oh ya!. Siapa namamu?. Apakah kau penduduk asli sini?" Tanya Dragon lagi sekedar menguji


"Nama kampung ini Rawa Buaya, dan saya Rawabaya. Pawang buaya yang mereka undang untuk menetap dikampung ini."


"Karena pekerjaan itulah saya menetap di sini, dan menjadi warga kampung ini." Jawab Rawabaya apa adanya. Dan untuk itu dia sedang tidak berbohong


"Sudah berapa lama? Tanya Dragon mendominasi


"Baru beberapa bulan. Mungkin baru dua bulan lebih." Jawab Rawabaya terkesan ragu-ragu


"Kalau baru dua bulan, tapi kenapa kau sudah menjadi kepala kampung?"


"Apakah sudah tidak ada lagi warga asli sini yang mampu untuk menjabatnya?" Tanya Dragon semakin memojokkan


"Kami memang sengaja memilihnya, karena kami anggap dia mampu. dan hanya dia seorang yang bisa menjinakkan buaya-buaya yang ada di rawa ini!" Ucap salah seorang penduduk kampung, yang wajahnya penuh dengan luka sayatan tapi sudah mengering


"Kenapa dengan wajahmu?. Apakah kau sengaja melakukannya?" Tanya Dragon tiba tiba


"Ini hasil pertarungan ku dengan dua ekor buaya, yang menyerangku secara tiba-tiba. Tapi beruntung nyawaku bisa terselamatkan berkat kepala kampung ini!" Jawabnya mengada ada


"Oh Ternyata begitu!. Aku kira kamu melakukannya karena terlambat mengkonsumsi barang haram yang dihasilkan oleh kepala kampung ini?" Sambung Dragon tiba tiba


"Apa maksudmu tuan muda? sungguh kami tidak mengerti apa yang anda katakan!" Reaksinya pura-pura terkejut


"Baiklah kalau kau masih juga belum paham!. Aku akan memperjelasnya!" Jawab Dragon tidak terduga


"Bumi!. Bawa orang yang ada di dalam mobil itu, dan hadapkan padaku!" ucap Dragon memberi perintah


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Bumi patuh


Kemudian mengulurkan tangan kanannya, untuk menarik orang yang ada di dalam mobil tersebut, lalu menghadapkannya pada Dragon


Setelah orang tersebut berada di hadapan tuannya, Dragon langsung berkata. "Apa kabarmu Balaraja?. Lama kiranya kita tidak bertemu. Kemana saja kau selama ini? Ucapnya berpura-pura tidak tahu


"Siapa kau?. Apa yang kau ucapkan?"


"Aku Sambi, bukan Balaraja!" Responnya pura pura terkejut


"Orang lain bisa kau tipu, tapi aku tidak!"


"Berkat usaha ilegal mu itu, yang melibatkan puluhan orang orang berpengaruh di negara ini, kau menjadi pengusaha yang sukses dan terkenal di mana-mana


"Namun hanya 30 persen usahamu yang legal. Selebihnya kau melakukan pencucian uang dari hasil usahamu ditempat lain."


"Penghindar pajak dan banyak melakukan kejahatan ekonomi, hingga merugikan negara ratusan milyar!"


"Berkat orang-orang mu yang berhasil ditangkap, dan informasi yang terlanjur bocor. Kau malah enak enak saja melarikan diri ke tempat jauh. dan baru sekarang muncul di sini!"


"Malah kau membuka usaha ilegal disini, dengan mengolah obat-obat terlarang, juga melakukan penyelundupan barang luar negeri!"


"Apakah masih ada yang kau sembunyikan dari ku Balararaja?" Jawab Dragon cukup panjang sekali

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa tahu?. Siapa kau sebenarnya?" Reaksi Balaraja mulai merasa cemas


__ADS_2