Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Terbang di dunia jiwa


__ADS_3

"Cepat kakek!. Bawa Dyah kesana!. Tapi jangan laju laju. Dyah belum bisa mengatur posisi saat terbang!" Ucap Dyah kuat kuat


"Draco!. Apakah Dyah memang bisa terbang. Sejak kapan?"


"Tapi kenapa di rumah tidak pernah dia lakukan?" Tanya Dion penasaran


"Di dunia ini apa yang tidak mungkin ayah?"


"Mau terbang tinggal salurkan kekuatan di kaki dan tangan. Maka badan kita akan terangkat dengan sendirinya."


"Untuk kakek yang tidak punya dasar. Bisa menumpang pada yang bisa. Dragon misalnya."


"Untuk ayah dan ibu tinggal merilis kekuatan, maka langsung bisa terbang."Jawab Dragon menjelaskan


"Berarti..?" Tanya Ivory mulai senang


"Ya. Sambil terbang kita bisa melihat lihat pemandangan dibawah, dan menyusul Dyah yang sudah pergi duluan." Jawab Dragon lagi


"Wah hebat!. Ayah mau coba untuk terbang!" Respon Dion senang


"Sebenarnya di luar pun ayah bisa terbang, cuma ayah belum mencobanya, dan Dragon lupa untuk mengatakan itu pada ayah." Jawab Dragon merasa bersalah


"Benarkah?. Apakah kau sedang tidak berbohong atau hanya sekedar ingin menghibur ayah saja anak ku?" Tanya Dion penasaran


"Benar ayah!. Bahkan para pengawalku yang dulu ikut berpetualang beberapa diantaranya sudah bisa terbang."


"Mereka antara lain adalah kakek Abi, Paman Leon, Paman Burgon, Jennifer, Langit, Awan dan Bumi."


"Tapi kemampuan itu hanya boleh digunakan saat melakukan tugas yang berat saja."


"Jadi tidak ada seorangpun selain daripada pengawal pengawal itu yang tahu kemampuan mereka, termasuk ayah, ibu dan kakek." Jawab Dragon berterus terang


"Ah kamu ini!. Buat ayah jantungan saja!"


"Cepat ajari ayah juga ibu mu terbang. Ayah sudah tidak sabaran ingin melihat lihat dunia mu yang indah ini." Respon Dion semakin senang


"Kalau begitu ayo!" Jawab Dragon cepat. Kemudian mengajari ayah juga ibunya tentang tatacara terbang


Sebentar saja mereka berdua sudah bisa melakukannya walau awalnya sulit. Namun lama-kelamaan akhirnya bisa juga. Sementara tuan Birawa tidak bisa berbuat apa-apa, karena dasar inti spiritualnya tidak ada atau belum dibangkitkan


Kini mereka sudah berada di udara dan melihat-lihat pemandangan dari atas sana. Sedangkan tuan Birawa juga terbang, tapi dibawa oleh Dragon dengan menggunakan aura kekuatannya


"Bangunan apa itu?. Kenapa indah sekali?" Tanya Ivory penasaran, Setelah dari jarak jauh melihat sebuah bangunan yang berkilauan


"Itulah istana naga biru ayah, ibu juga kakek buyut."


"Di sanalah Dragon tinggal kalau sedang berada di dunia jiwa ini." jawab Dragon berterus terang


"Bawa kami ke sana!. Ibu ingin melihatnya lebih dekat." Respon Ivory tidak sabar


Tak lama kemudian mereka pun sudah berada di depan istana tersebut, yang penjagaannya sangat ketat sekali. Tapi begitu Dragon datang, semuanya membungkuk hormat kepada Dragon, mirip seperti seorang prajurit kepada rajanya


"Siapa mereka?. Apakah mereka pengawalmu?" Tanya Dion ingin tahu


"Bener ayah!. Mereka adalah prajurit langit yang ditugaskan oleh leluhur untuk menjaga tempat ini." Jawab Dragon apa adanya


"Apakah mereka bisa dimanfaatkan untuk membantu mu di luar?" Tanya Dion lagi


"Sangat bisa ayah!. Kapanpun kita butuhkan mereka siap melakukannya!" Jawab Dragon mantap


"Bagus!. Sewaktu-waktu kita mendapatkan kesulitan, mereka bisa kita manfaatkan, karena ayah lihat kekuatan mereka tidak biasa." Respon Dion senang


"Mau sampai kapan kalian berada di situ?. Apakah tidak ingin mengajak kami masuk?" Tanya tuan Birawa kurang senang


"Eh maaf lupa!, karena ayah terus bertanya, maka Draco harus menjawabnya." Jawab Dragon cepat, dan segera menyadari kesalahan


"Hehehe!" Respon Dion sambil cengengesan, karena dia menyadari gara-gara dia Dragon terus dibuat sibuk. Namun tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam istana yang bangunan serta isinya sangat luar biasa sekali


"Benarkah ini tempat tinggalmu anakku?. Apakah ibu sedang tidak bermimpi?" Tanya Ivory merasa takjub


"Benar ibu. Inilah tempat tinggalku kalau Draco masuk ke dalam dunia jiwa."


"Silakan ibu melihat-lihat dan boleh mengambil apa saja yang ibu mau kan." Jawab Dragon berterus terang

__ADS_1


"Benarkah?. Apakah kau sedang tidak berbohong?" Respon Ivory senang


"Untuk apa Dragon berbohong. Lebih baik ibu lihat saja, dan temukan apa yang ibu ingin dibawa pulang." Jawab Dragon cukup sabar


"Wah luar biasa sekali!. Lantainya saja terbuat dari batu safir dan zamrud, sedang pilar-pilarnya terbuat dari emas dan berlian."


"Langit langitnya itu. Woah!. benar-benar mewah dan berkelas!"


"Buyut ingin tinggal di sini, dan menghabiskan waktu tua buyut di sini!" Ucap tuan Birawa kagum tak henti-hentinya


"Draco?" Ucap Dion seperti ingin mendapatkan penjelasan


"Tidak masalah ayah. Waktu di dunia ini lebih cepat dari waktu di dunia nyata. Kakek bisa tinggal di sini berapa lama pun yang ia mau, sambil mempelajari hal-hal yang tidak ada di dunia nyata."


"Kalau ayah dan ibu mau pun bisa." Jawab Dragon apa adanya


"Lalu bagaimana makannya?, serta aktivitas lain kita sebagai manusia?" Tanya Ivory menimpali


"Di dunia ini tidak ada yang namanya makan dan membuang hajat. Karena semua itu sudah teraplikasi di dunia nyata." Jawab Dragon mencoba menjelaskan


"Maksudnya?. Ibu jelas tidak mengerti. Tolong jelaskan agar kami semua paham." Respon Ivory keheranan


"Kloning. Avatar dan sebaginya. itulah maksud Draco." Jawab Dragon sulit untuk menjelaskan


"Ah kamu ini!, berputar-putar cara menjelaskannya!"


"Coba dipermudah, karena otak kakek tidak mampu mencernanya!" Respon tuan Birawa semakin tidak mengerti


"Iya. Ibu juga bingung!. Jangan berbelit-belit lagi, agar kami tidak semakin pusing." Sambung Ivory menimpali


"Inilah caranya!" Jawab Dragon mantap. Kemudian membelah dirinya menjadi dua


"Coba kalian bedakan, yang mana tubuh asliku?" Ucap Dragon kemudian


"Luar biasa!. Kami hampir tidak bisa membedakannya. semuanya sama!" Respon tuan Birawa tidak main-main


"Aku sebagai ibumu, tentu tahu mana tubuh aslimu. Bukankah yang ini!" Jawab Ivory sambil mencubit pinggang Dragon


"Kalau ayah bagaimana?. Apakah yakin dengan pilihan ibu?" Tanya Dragon ingin tahu, tanpa merespon rasa sakit yang ditimbulkan akibat cubitan Ivory


"Ayah cuma memikirkan, bagaimana jika apa yang kau ucapkan di luar tadi bisa menjadi kenyataan, dan bisa membelah diri sepertimu!" Jawab Dion apa adanya


"Ini tubuh asli Dragon, dan yang ini avatar nya."


"Di dunia teknologi, orang selalu menyebutnya dengan kloning" Ucap Dragon membuka jati dirinya


"Apakah kau bisa mengajarkan itu pada kakek?, karena kakek benar-benar ingin tinggal di sini. Sementara kloning kakek ada di luar. Apakah bisa?" Tanya tuan Birawa bersemangat sekali


"Tentu saja bisa!. Bahkan bukan hanya kakek saja. Ayah dan ibu serta Dyah juga harus mempelajarinya!" Jawab Dragon berterus terang


"Kalau begitu tunggu apa lagi?. Cepat ajari kami semua, agar bisa membelah diri sepertimu, karena kakek sudah tidak sabar ingin tinggal di sini." Respon tuan Birawa sudah tidak sabaran


"Sabar kenapa kek?. Bukankah tujuan kalian ke sini ingin melihat-lihat?. Jadi lihatlah dulu sepuasnya, setelah itu baru mempelajari." Jawab Dragon mengingatkan


"Ah itu gampang!. Setelah kami semua ada di sini, maka semua akan kami lihat. Jadi cepat ajari kami. karena kami sudah tidak sabar." Protes tuan Birawa tidak terima


"Huh merepotkan!. Kalau tahu begini tak mau Dragon membawa kalian ke sini!" Jawab Dragon pura-pura marah


"Tapi apakah kalian tidak ingat dengan Dyah?. Kenapa kalian tidak sabaran dan melupakannya?" Ucap Dragon lagi


"Ah kau benar!. Ibu hampir lupa karena saking bersemangatnya!" Jawab Ivory seperti menyesal


Tapi tak lama kemudian Dyah pun datang, dengan diantar oleh Ditya Prabu serta Brawijaya. Tapi yang anehnya, tubuh Dyah tidak berpeluh, dan tidak merasa lelah setelah menempuh perjalanan cukup jauh


"Ayah, ibu serta kakek buyut!. Kenalkan ini guruku. Prabu Brawijaya, yang pernah memerintah pulau Jawa juga."


"Beliau adalah murid dari Eyang Prabu, sekaligus sebagai pewaris sahnya."


"Tadi beliau tidak sedang berada di tempat, karena sedang melakukan pelatihan tertutup."


"Setelah Dyah datang, dia jadi terbangun dan dipaksa ikut untuk menemui kalian." Ucap Dragon menjelaskan


"Salam Prabu!" Ucap Dion, Ivory serta tuan Birawa berbarengan, sambil membungkuk hormat ke arah Brawijaya

__ADS_1


"Bangunlah!. Kalian tidak perlu melakukan itu, karena kita adalah keluarga."


"Kedepannya jika kalian menemuiku atau menemui Eyang guru, cukup memberi salam saja atau tidak udah sama sekali." Respon Brawijaya cukup bijaksana


"Terima kasih Prabu!" jawab mereka serempak


"Tunggu, tunggu!. Untuk kalian tahu, orang yang kalian panggil Prabu itu adalah cucu ku. yang usianya sudah sangat lama sekali."


"Berarti dia termasuk leluhurmu. Jadi panggil saja dia dengan sebutan leluhur juga." Ucap Ditya Prabu meluruskan


"Baik leluhur!" Jawab Mereka serempak lagi


"Sepintas aku mendengar, bahwa kalian ingin mempelajari ilmu menggandakan tubuh. Benarkah begitu?" Tanya Ditya Prabu menyelidiki


"Benar sekali leluhur!" Jawab Dion mewakili yang lain


"Kalau begitu masuklah ke ruangan itu! karena di sana ada kolam keabadian, yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit."


"Dragon cucuku ini selalu berendam di sana." Sambung Ditya Prabu tidak heran


Kemudian menyuruh mereka memasuki ruangan dan merendam diri di sebuah kolam yang airnya sangat jernih sekali


Baru saja masuk, tubuh mereka sudah merasa enak serta nyaman. Segala bentuk keluhan tentang penyakit, hilang saat itu juga. Pikiran pun menjadi jernih dan dada terasa lapang, serta aura spiritual mereka bangkit, yang diaplikasikan dengan lingkaran aura yang mengelilingi tubuh-tubuh mereka


Tuan Birawa yang selama ini tidak mempunyai akar spiritual, tiba-tiba bangkit dan bergejolak, serta mendesak kekuatannya untuk keluar, Lalu...


Boom!


Bunyi terendam keluar dari tubuhnya, hingga membuat air yang ada di sekitarnya beralun. Tapi tidak mengganggu konsentrasi Dion dan Ivory, yang sedang tenggelam dalam semedinya


Sementara tubuh Dyah masih tetap tenang berada di dalam kolam. Tapi tak lama kemudian bunyi terendam juga keluar dari tubuhnya, pertanda usahanya berhasil


Disusul oleh bunyi terendam dua kali, yang berasal dari tubuh Dion juga Ivory, dan....


Boom!


Boom!


Aura kekuatan segera keluar dari tubuh keduanya, hingga membuat air yang ada di sekitarnya bergelombang, dan menerpa tubuh tuan Birawa dan Dyah. Namun tubuh mereka tidak bergoyang atau terpengaruh oleh gelombang tersebut


"Sudah, cukup!. Hentikan aktivitas kalian!"


"Sekarang keluarlah dari kolam itu, dan duduk di altar yang ada di di tepi kolam, karena aku sendiri yang akan mengajari kalian untuk membelah diri." Ucap Ditya Prabu dengan suara sedikit keras


"Bersiaplah!. Aku akan menurunkan ilmu yang sama seperti yang Dragon kuasai. Setelah selesai, maka kalian akan bisa membelah diri." Ucap Ditya Prabu memberi arahan


Satu setengah jam kemudian. Apa yang diinginkan oleh mereka telah menjadi kenyataan


Sekarang mereka sudah mempunyai Avatar nya masing-masing. Tapi yang paling sempurna adalah Avatar Dion, karena inti spiritualnya jauh lebih kuat dari inti spiritual yang dimiliki oleh tuan Birawa, Ivory serta Dyah


Tapi jangan diremehkan kemampuannya. Walaupun Avatar mereka belum sempurna, tapi penampilan mereka sangat keren, terutama Ivory, tuan Birawa serta Dyah


Kulit mereka yang sudah mulai mengendur, apalagi tuan Birawa. kini sudah menjadi kencang. Ivory juga demikian. Sedangkan Dyah semakin cantik di usianya yang masih muda


Ternyata setelah masuk dan menerima pengobatan dari kolam keabadian, tanpa mereka sadari, tubuh mereka sudah berubah secara mengejutkan. Tuan Birawa sudah terlihat muda, Ivory dan Dion juga sama


Kulit mereka sudah kembali mengencang dan terlihat awet muda. Aura yang dipancarkannya juga lain. Nanti seiring berjalannya waktu Avatar yang mereka buat akan mewakili mereka untuk tinggal di dunia nyata. Sedangkan tubuh aslinya berada di dunia jiwa milik Dragon,yang sewaktu-waktu bisa keluar dari sana jika Mereka menginginkan


"Kini semuanya telah aku ajarkan. dan sekarang kalian sudah mampu membuat Avatar sendiri."


"Setelah ini terserah kalian, apakah ingin tetap berada di sini atau keluar dari dunia jiwa milik Dragon."


"Itu semua terserah kalian, dan kami akan mendukung apapun yang kalian putuskan!" Ucap Ditya Prabu menjelaskan


"Kami akan tetap berada di sini leluhur. Karena tubuh asli anakku juga ada di sini."


"Sementara yang akan bertugas di luar adalah Avatar kami. dan itu kami yakini tidak akan terbongkar." Jawab Dion sangat yakin sekali


"Baiklah kalau begitu!. Silakan nikmati hidup kalian di dunia yang penuh kenikmatan ini. dan selamat bersenang-senang!" Jawab Ditya Prabu memberi persetujuan


Lalu pergi dari tempat itu, dengan cara menghilang, dan terkesan terburu-buru, demi untuk menghindari keusilan dari Prameswari, yang selalu membuatnya tidak tenang


"Kakek tunggu!. Jangan pergi!"

__ADS_1


"Dyah belum merasa puas digendong!"


"Ah kakek ni!. Awas ya kalau kita bertemu lagi!. Dyah akan tarik jenggot kakek biar kapok!" Gerutu Dyah kesal


__ADS_2