
Dasar tidak sadar diri!. Diberi peringatan bukannya malah sadar, eh masih mau melawan juga!" Ucap Dragon pada diri sendiri.
Kemudian memanggil Rambaya untuk menakuti Natgong, agar dia tau bahwa ucapannya itu sangatlah berbahaya.
Bunyi petir yang kuat itu adalah hasil perbuatannya.
Saat menghadap itu Rambaya berkata. "Kami sudah memberi peringatan pada orang itu tuan. Tapi sifat orang itu memang keras."
"Dia tidak mau menyerah, dan berniat ingin terus memusuhi yang mulia."
"Oleh karena itu mohon petunjuk, apa yang harus kami lakukan terhadapnya?" Ucap Rambaya melaporkan.
"Bawa orang orang tersebut ke padaku dan berikut keluarganya."
"Aku tunggu kalian di puncak Himalaya. Sekarang!" Jawab Dragon tegas dan kelihatan tidak main main.
Tapi rambaya menjawabnya dengan tegas juga seraya berkata." Siap yang mulia!. Kami akan melaksanakannya!" Jawabnya sambil membungkuk hormat ke arah tuannya.
"Ada apa anak ku?. kenapa kau serius sekali?" Respon Dion saat melihat wajah anaknya tegas begitu.
"Orang yang ingin Draco beri pelajaran kemarin belum juga mau menyerah."
"Dia bertekad ingin melawan Draco apapun yang terjadi."
"Jadi Draco ingin mengambilnya untuk di beri peringatan lagi." Jawab Dragon apa adanya.
"Ternyata begitu. Kapan kau akan melaksanakannya?" Reaksi Dion ingin tau.
"Sekarang juga ayah. Karena anak buah Draco sudah membawa mereka ke puncak Himalaya." Jawab Dragon berterus terang.
"Himalaya?. Apa tidak berlebihan itu?" Respon Dion keheranan.
"Tidak ayah, karena Draco mempunyai rencana tersendiri buat mereka." Jawab Dragon tegas.
Kemudian merilis ilmu Malih rupanya dan segera menjadi orang lain.
Tak lama kemudian dia berkata. "Draco pergi dulu ayah!. Sampaikan salam untuk ibu dan Dyah, bahwa Draco tidak bisa membawa mereka ikut." Ujarnya meminta pertolongan.
"Baiklah kalau begitu. Hati hati!"
"Kalau sudah selesai cepat kembali, karena hari ini kita harus pulang ke kota emas!" Jawab Dion terkesan memahami.
"Siap ayah!" Jawab Dragon tegas juga.
Beberapa detik kemudian. Dragon sudah berada di puncak Himalaya, yang sebelum sampai telah merubahnya menjadi tempat lain, dengan menggunakan formasi ilusi
Bila sekilas dipandang, maka tempat yang mereka pijak itu adalah laut. Tapi bila berjalan, akan berubah menjadi salju. Jadi ketempat itulah Dragon sekarang sedang menuju.
"Salam yang mulia!. Semoga panjang umur!" Ucap seratus satu anak buahnya sopan, sambil membungkuk hormat kepada tuannya.
"Ya terima kasih!. Bangunlah!" Respon Dragon senang.
"Itukah orangnya?" Tanya Dragon tiba tiba.
"Benar yang mulia!. Mereka semua sudah ada di sini, tidak ada seorangpun yang tertinggal." Jawab Rambaya apa adanya
"Bagus!. Sekarang buka tutup matanya biar mereka melihat sedang berada di mana!" Ucap Dragon memberi perintah.
"Baik!" Respon anak buahnya cepat.
Kemudian membuka tutup mata yang sengaja mereka gunakan, untuk menyamarkan rencananya.
"Selamat datang semuanya!. Maaf karena tidak sempat menyambut kalian!" Ucap Dragon sesaat setelah semua tutup mata keluarga Natgong dibuka.
__ADS_1
"Ah dimana ini?. Laut? .Aku takut tenggelam!" Reaksi Narogong That ketakutan.
"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa membawa kami ke tempat ini?" Tanya Natgong Wie penasaran.
"Aku orang yang ingin memperingatkan mu supaya tidak sombong!"
"Ketahuilah!. Orang yang ingin kau celakai itu adalah keluarga raja dan kenalan orang orang penting negara negara kalian!"
"Jika kau terus memprovokasinya, maka jangan salahkan aku kalau tidak memperingatkan mu"
"Dia juga sudah menghubungi tentara kerajaan untuk menangkap kalian." Jawab Dragon memberi tekanan
"Apa?. Berarti orang yang berada di gedung pelelangan itu adalah orang dekat raja, dan orang-orang penting lainnya?"
"Apakah kau sedang tidak berbohong anak muda?" Reaksi Natgong langsung ketakutan.
"Untuk apa aku membohongi mu?, tidak ada untungnya juga!"
"Kalau kau tidak percaya ya terserah kau!. Tunggu saja kehancuran kedua kalian!" Ucap Dragon memberi peringatan.
"Bagaimana caranya agar kami percaya dengan perkataan mu. padahal untuk menjadi keluarga raja itu tidak mudah?" Tanya Natgong masih tetap membandel.
"Kau lihatlah ini!. Kalau kau benar warga negara itu, maka kau pasti tidak asing lagi dengan lambang ini!" Jawab Dragon tegas, dan langsung menunjukkan plakat emas yang diberikan oleh pihak kerajaan pada lawan bicaranya
Bruk!
Bruk!
Mendadak mereka menjatuhkan lututnya ke bawah, dan menghadap ke arah Dragon, serta tidak berani mengangkat wajahnya.
Yang mereka hormati itu bukanlah Dragon, tapi plakat emas yang ada di tangannya. Orang yang memegang pelakat itu bukanlah orang sembarangan.
Jika raja sudah memberikan benda tersebut, berarti orang itu sangatlah penting baginya. Oleh karena itu Natgong dan seluruh keluarganya langsung berlutut karena takut.
Tapi dia tidak mampu melihat kekuatan yang ada di tubuh Dragon. Kalau dipaksakan juga, maka matanya sendiri yang akan hancur.
Oleh karena itu dengan hikmatnya dia berlutut ke arah Dragon, pertanda dia sudah menyatakan takluk.
"Aku tahu kau bisa merasakan keberadaanku nyonya!. Tapi jangan coba-coba untuk memasuki auraku, sebab kau sendiri yang akan hancur!" Ucap Dragon melalui transmisi suara dan dikirimkan kepada Ploy Nan penuh ancaman.
"Hamba tidak berani yang mulia!. Sungguh anda bukan orang sembarangan." Jawab Ploy Nan melalui transmisi suara juga.
"Bagus!. Sekarang keluargamu sudah ada di tanganku. jadi jangan coba-coba untuk melawan!"
"Jika kalian berani memprovokasiku lagi! maka aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan seluruh keluarga kalian!" Respon Dragon memberi peringatan
"Siap yang mulia!. Kami akan selalu melayani anda!" Jawab Ploy Nan kembali patuh.
"Sekarang bangunlah!. Aku sudah memaafkan kalian semua!"
"Mengenai harta yang aku ambil itu, akan aku kembalikan seluruhnya."
"Tapi sebelum itu terjadi, aku akan memasang formasi kesetiaan di tubuh kalian, Agar kedepannya tidak lagi berbuat macam-macam." Sambut Dragon senang.
"Kami siap yang mulia!" Jawab Ploy Nan tegas.
Tak lama sesudah itu, Dragon merilis Wahyu Taqwa, dan dikirimkan kepada 118 keluarga Natgong, termasuk kepala keluarganya sendiri.
Kepada Natgong juga anaknya, Dragon mengirimkan formasi kutukan, agar mereka benar-benar takluk dan setia padanya.
"Kalian semua bangunlah!"
"Mulai sekarang kalian adalah pengikut ku dan akan aku minta bantuan tenaganya!" Ucap Dragon memberikan pengarahan.
__ADS_1
"Terima kasih yang mulia!" Respon Ploy Nan mendahului keluarganya.
"Ploy!. Kenapa kau memanggil pemuda itu dengan yang mulia?. Bukankah dia orang suruhan?" Respon Natgong keheranan.
"Untuk kau tau dialah orangnya. Jadi jangan. berani berbuat macam macam!" Jawab Ploy Nan mengingatkan.
"Baik!. Aku tidak akan berani macam-macam lagi" Reaksi Natgong ketakutan.
Tak lam kemudian. Dragon sudah melakukan tugasnya, yaitu mengembalikan semua harta yang anak buahnya ambil, dan mengembalikan harga diri mereka seperti semula.
Natgong dan anaknya, serta seluruh keluarganya, sangat berterima kasih sekali pada Dragon. Walau awalnya sangat membencinya. Tapi sekarang menjadi suka, bahkan bersedia menjadi pengikutnya.
Untuk lebih membuat Natgong terkesan. Dragon memperlihatkan wujud yang sebenarnya.
Dalam pandangannya. Dragon berubah menjadi seekor naga berkepala sembilan. Bentuknya sangat mendominasi sekali, hingga membuat Natgong menggigil ketakutan.
Bahkan dibelakang Dragon, ada siluet burung Hong. Singa berkepala dua, dan masih banyak lagi binatang spiritual yang kuat kuat, Mereka semua sudah menjadi pengikutnya.
Melihat itu, Natgong semakin ketakutan. Apalagi Ploy Nan. Dia yang seorang cenayang, berarti seorang praktisi metafisika, tentu bisa melihat keadaan Dragon seluruhnya. Karena saat tampil itu dia sengaja tidak melindunginya dengan kekuatannya, agar Ploy Nan bisa melihatnya.
"Tu tu tuan dewa!. Terima lah hormat ku" Ucap Ploy Nan ketakutan.
"Ya aku terima hormat mu!. Bangunlah!" Respon Dragon berwibawa. Kemudian mengirimkan aura kekuatan semesta, agar bisa diserap oleh lawan bicaranya.
Menyadari itu Ploy Nan menjadi gembira, karena dia tau kekuatan jenis itu sangatlah langka.
Maka dengan rakusnya dia menyerap semua aura itu, hingga kolam spiritualnya tidak bisa lagi menampung kekuatan tersebut. Dan tak lama kemudian terdengar bunyi teredam dari dalam tubuhnya, dan membuatnya bergetar.
Setelah aura kekuatan semesta itu dia serap, kekuatannya menjadi berlipat ganda, yang pada awalnya dia master metafisika tingkat tiga, sekarang sudah menjadi master metafisika tingkat Lima
Itu berarti kekuatannya semakin berlipat ganda, dan bisa mengalahkan master metafisika satu tingkat lebih tinggi darinya.
Menyadari itu, Ploy Nan langsung berlutut kembali, dan mengucapkan terima kasih.
"Gunakanlah kekuatan itu untuk membantu keluargamu, dan bila sudah tidak mampu lagi mengatasinya, maka cepat hubungi aku, karena di dalam aura itu telah aku
tambahkan aura kesadaran ku."
"Jadi saat kau menghadapi bahaya, maka saat itu juga aku akan datang." Ucap Dragon memberi memberi arahan.
"Terima kasih yang mulia dewa!. Saya akan mematuhinya!" Jawab Ploy Nan merasa senang
"Sekarang bangunlah!. Sebentar lagi aku akan menunjukkan sesuatu pada kalian!" Ucap Dragon sesudahnya.
Slash!
Boom!
"Ah salju?. Dimana mana salju. Berarti kita sedang berada di.....?" Respon Narogong That menjerit keheranan.
"Di puncak Himalaya. dengan ketinggian maksimal!" Sambung Dragon menjelaskan.
"Tuan!. Maafkan kesombongan ku kemarin."
"Sungguh kami tidak tahu siapa tuan sesungguhnya. Oleh karena itu mohon tuan bermurah hati untuk melindungi keluarga kami." Ucap Natgong Wie penuh permohonan.
"Tentu saja!. Karena kalian sudah menjadi pengikut ku, maka siapapun yang akan mengganggu keluarga kalian akan berhadapan denganku!" Jawaban Dragon cukup menenangkan
"Kalau begitu terima kasih tuan!. Terima kasih juga karena tuan telah mengembalikan harga diri kami." Reaksi Natgong senang.
Kemudian ikut-ikutan berlutut, mendampingi anaknya
Kini masalah telah selesai, tinggal bagaimana Dragon mengatur rencana selanjutnya.
__ADS_1
Tugas pertama yang harus Dragon lakukan adalah, mengembalikan orang orang itu ke tempatnya semula. Baru setelah itu dia kembali ke hotel miliknya