
"Baik ayah!" Respon Dragon senang
Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Emily, lalu berkata." Bibi Emy!. Tolong jelaskan pada ayah, apa yang telah kita rencanakan tadi, dan apa yang telah kalian temukan disini!"
"Ceritakan semua dan jangan ada yang tertinggal!" Ucapnya tegas
"Baik tuan muda!" Jawab Emily patuh
Kemudian menceritakan dari awal sampai akhir, apa yang menjadi permasalahan Dragon dan orang-orangnya di tempat ini
Bahkan saat dia dihubungi untuk didatangkan kemari pun dia ceritakan. dan akhirnya Dion juga yang lain jadi tahu, apa yang sedang direncanakan oleh Dragon
"Bagus itu!. Ayah mendukung rencanamu. termasuk mendukung keinginanmu, yaitu mendatangkan orang orang yang mempunyai otoritas mengeluarkan surat perizinan pertambangan."
"Sekalian ayah ingin berkenalan dengan mereka." Respon Dragon tidak terduga
"Kakek buyut pun ingin juga berkenalan dengan mereka. Siapa tahu di antara mereka ada yang kakek kenal!" Ucap tuan Birawa ikut menimpali
"Kalau begitu tunggu apa lagi?"
"Segera datangkan mereka kesini. Karena semakin cepat akan semakin baik!" Sambung Ivory tidak mau kalah
"Baik ayah, ibu dan kakek!"
"Dragon akan mendatangkan mereka sebentar lagi." Jawab Dragon cukup semangat
Kemudian memandang ke arah Emily, lalu berkata. "Bibi Emy!. Apakah mereka sudah siap?" Ujarnya
"Sudah dari tadi tuan muda!. dan saat ini mereka sedang menunggu untuk dijemput!" Jawab Emily apa adanya
"Baik!. akan segera aku lakukan!" Respon Dragon mantap
Lalu mengambil ancang ancang untuk membuka formasi, ditempat yang tidak ada orangnya
Tak lama kemudian, dia merapal semacam mantra, atau jurus yang terdengar langka, yang belum pernah dia lakukan sebelumnya
"Formasi pelipat bumi!"
"Aktifkan!"
Blar!
Sebuah lingkaran berwarna kuning, merah, biru dan warna warna dominan lainnya, segera terbentuk di tempat itu, dan langsung mempengaruhi keadaan sekitarnya
Tak lama kemudian. Tujuh orang petinggi suatu departemen, muncul dari lingkaran itu, dan langsung tiba dihadapan Dragon
Mereka bertujuh itu adalah orang orang penting, yang biasa menangani masalah perizinan
Tiga diantara mereka itu Ivory kenal. Sedangkan sisanya tidak. Sementara buat tuan Birawa, rata rata petinggi tersebut dia kenal, karena dulu pernah dan sering berurusan dengannya, waktu menjadi asisten atau pembantu atasannya
Bagi Dion juga Emily lain lagi. Seluruh orang yang datang itu mereka kenal, bahkan kenal secara baik. Karena mereka pernah ditolong oleh Dion juga Emily saat kuliah dulu
Jadi ceritanya mereka itu adalah yuniornya Dion, dan selalu minta perlindungan dengannya, saat hendak di ganggu oleh para preman kampus, yang tumbuh subur di kampusnya dulu
Sekarang mereka sudah menjadi orang penting di pemerintahan. Jadi saatnya buat mereka untuk membalas budi pada Dion
"Kak Dion!.!. Apakah itu engkau?" Ucap seorang petinggi itu penuh rasa senang
"Aku pikir kau sudah tidak kenal lagi dengan ku Buja!"
"Ternyata kau masih bisa mengenali wajahku walau kita sudah sama sama tua!" Respon Dion ngeledek temannya
"Mana mungkin kami bisa lupa dengan mu kak Dion!"
"Karena anda lah kami bisa jadi seperti ini." Jawab orang yang dipanggil Buja terus terang
"Kawan-kawan!. Kenapa kalian diam saja?. Ayo beri salam pada penolong kita!" Ucap Buja mengagetkan temannya
"Eh!. Aku sampai pangling dengan penampilan kak Dion!"
"Aku juga
"Sama dengan ku!"
"Ah!. Kita sama sama sudah melupakan budi baiknya!"
"Ayo kita bantu apa yang kita bisa!" Reaksi Buja menyemangati teman temannya
Kemudian menyalami Dion juga tuan Birawa secara bergantian
"Apakah kalian sudah saling kenal sebelumnya?" Tanya tuan Birawa keheranan
__ADS_1
"Bukan kenal lagi kek!. Tapi sangat kenal!"
"Bahkan kami pernah satu asrama dengan mereka, dan makan kadang sepiring berdua, hingga tidak kenyang." Jawab Dion apa adanya. Sambil tersenyum pahit
"Hahahaha!. Nostalgia anak kuliahan!"
"Sengsara karena kiriman selalu terlambat. Pun jumlahnya selalu kurang, apalagi kak Dion ini!"
"Sama sekali dia tidak pernah mendapatkan kiriman, karena dia bekerja sambil kuliah, sesekali ada orang yang mengantar uang kuliah, dan itu pun dia tidak kenal siapa orang itu."
"Tau tau uang kuliah sudah dibayarkan. dan kak Dion tinggal memikirkan uang makan serta uang kos saja."
"Kadang selama sebulan, kak Dion tidak bisa bekerja, karena di samping kuliah, dia juga berlatih ilmu kanuragan."
"Tidak seperti kami!, selalu menggantungkan keselamatan pada kak Dion."
"Tanpa adanya dia, mustahil kami bisa bertahan di kampus yang bagai neraka itu!"
"Penuh intrik dan kekerasan antar mahasiswanya!"
"Tapi tidak semua!"
"Hanya segelintir mahasiswa, atau individu serta kelompok yang melakukan itu. dan itupun selalu diawasi oleh badan eksekutifnya, hingga mereka tidak bisa berkembang!"
"Di tempat itu, siapa yang kuat maka dialah yang berkuasa."
"Beruntung dekan juga tim pengajarnya baik baik!"
"Mereka selalu memberi semangat buat kami untuk terus berjuang. Terutama kak Dion ini!"
"Dia orang sakti. Rajin olahraga dan berlatih olah Kanuragan, serta ilmu tenaga dalam."
"Berkat kekuatan dan kesaktiannya itulah. Kak Dion mampu melindungi kami dari di bully orang."
"Jadi karena dialah. Kami bisa menyelesaikan perkuliahan tepat waktu, dan mendapatkan pekerjaaan yang cukup bagus. Dan akhirnya bisa menjadi seperti ini."
"Sekarang katakan!. Apa yang bisa kami bantu untuk menyelesaikan permasalahan tuan?" Ucap Buja bersemangat
"Bukan aku atau cucu ku ini! Tapi cucu buyut ku itu!"
"Dia menemukan lokasi pertambangan baru, dan ingin membuka usaha di tempat ini."
"Tuan Birawa!. Ternyata itu anda?"
"Sudah lama kita tidak bertemu!"
"Maaf kalau dari tadi kami tidak segera mengenali tuan!"
"Dan itu?. Apakah itu nona Ivory?. Ya itu pasti nona Ivory. Sekretaris Birawa Group yang terkenal itu!"
"Apa kabar bos?" Ucap Buja mewakili teman temannya
"Hush!. sifat mu tidak berubah juga Buja!"
"Orang yang kau panggil bos itu adalah istriku. Dan ini kakek ku, pemilik Birawa Group yang sesungguhnya!"
"Itu anak anak ku. Dragon dan Dyah Isma. Dan ini sekretaris Birawa Group yang sekarang, Emily, adik angkat ku itu."
"Apakah kalian sudah lupa dengannya?" Ucap Dion mengingatkan sahabatnya itu
"Mana bisa kami lupa kak Dion. Dialah yang selalu memberi kami uang belanja, kalau kami kehabisan uang untuk makan."
"Berkat pertolongannya kami jadi tidak kelaparan."
"Makanya saat diminta tolong menguruskan apa yang dia mau, kami tidak pernah menolaknya."
"Karena kami yakin, perusahaan sebesar Birawa Group, pasti tidak akan melalaikan kewajiban nya membayar pajak juga menjaga lingkungan."
"Tapi ngomong ngomong!. Dia kah pemuda yang akhir akhir ini telah membuat berita besar, karena telah membuat kota juga perusahaan hanya dalam satu malam?" Tanya Buja merasa penasaran
"Kau tanyakanlah sendiri padanya! Apakah memang dia orangnya?" Jawab Dion malah menyuruh Buja yang menyelesaikan keingintahuannya
"Ya akulah orangnya paman!. Apakah ada masalah dengan ku?" Ucap Dragon penuh wibawa, sambil mengeluarkan aura penindasan nya pada Buja
"Uhh!. Kenapa kaki ku jadi tidak bisa bergerak?. Apa yang terjadi?" Batin Buja dalam hati
"Draco!. Hentikan aksi mu itu! Biar dia menyelesaikan urusannya!" Ucap Dion, melalui tranmisi suara yang dikirimkan pada anaknya itu
"Silakan paman!. Apa yang ingin paman ketahui tentang ku?" Ucap Dragon sesaat setelah melepaskan aura penindasan nya pada Buja
"Oh tidak! tidak!. Paman hanya merasa penasaran saja, dengan orang yang telah membuat negara ini gempar dengan aksi anda itu!"
__ADS_1
"Hari ini kami merasa beruntung, karena telah bertemu dengan orangnya langsung."
"Jadi tentang apa yang anda butuhkan, akan kami urus dan kami jamin besok sudah selesai!" Jawab Buja sedikit tertekan
"Berarti paman menyetujui permintaan ku itu?" Tanya Dragon ingin penegasan
"Ya paman setuju!. Kebetulan paman lah orang terakhir yang harus menandatangani surat izin yang diperlukan." Jawab Buja berterus terang
"Bagus!. Sangat kebetulan sekali"
"Walau baru persetujuan lisan, tapi sudah bisa dipastikan, bahwa izin resminya akan dikeluarkan!"
"Begitu kan paman?" Respon Dragon kembali ingin penegasan
"Ya anda benar!" Jawab Buja berterus terang
"Bagus!. Karena paman sudah memastikan tentang itu, maka aku tidak akan ragu ragu lagi mengambil keputusan!"
"Sekarang perhatikanlah!"
"Hari ini aku akan menunjukkan pada kalian, bagaimana aku memujudkan rencana ku itu!" Respon Dragon sangat senang
Kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas, dan sedetik kemudian, ada sesuatu yang bersinar di jari tengahnya
Ternyata itu adalah Cincin Langit Suci, pemberian dari eyang gurunya, yang muncul saat Dragon menginginkan nya
"Formasi penciptaan. Aktif lah!"
Blar!
Tiba tiba saja. Tempat yang awalnya gersang, berbukit bukit batu serta ditumbuhi oleh semak belukar juga pohon pohon besar, telah berubah menjadi sebuah tempat yang sangat luar biasa, lebih hebat dari dua tempat sebelumnya
Ada puluhan smelter pengolahan bahan baku, yang mempunyai teknologi sangat canggih. Lebih canggih dari smelter yang ada di dunia. Lengkap dengan mesin mesinnya, serta lampu penerangannya
Sedangkan di bagian lain. Ada lima bangunan berbentuk kondominium, dan dua apartemen, yang masing masing nya mempunyai 1.000 sampai 1.500 ruangan, untuk tempat tinggal calon karyawan
Sementara disisi timur, ada dua buah bangunan cukup tinggi, yang terdiri dari 10 dan 20 lantai, yang akan digunakan untuk perkantoran serta hotel, agar para tamu yang akan berkunjung bisa beristirahat ditempat itu
Di sisi selatan lain lagi. yang berdekatan dengan smelter smelter itu. Puluhan bangunan yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan, baik penyimpanan bahan mentah maupun bahan yang sudah jadi. Berdiri dengan megahnya di sana
Semua bangunan bangunan itu dibuat hanya dalam satu menit, karena Dragon sudah meminta pada raja Kalawana, untuk mendatangkan semua bangunan bangunan itu, dan disimpan di dalam cincin langit suci miliknya
Jadi saat Dragon menginginkannya untuk dikeluarkan. Dengan mudahnya hal itu dilakukan. Dan semua itu telah membuat yang melihatnya terpana diam. termasuk tuan Birawa, Dion, Ivory, Emily juga yang lainnya
Terutama Buja dan enam orang temannya itu. Mereka tidak menyangka, bahwa kejadian itu bisa mereka saksikan secara langsung, dan bukan hanya didengar dari cerita orang lain saja
Apa yang mereka lihat benar-benar sangat luar biasa. Tempat yang awalnya tidak menjanjikan. Tapi sekarang sudah berubah seperti sebuah kota, lengkap dengan jalan-jalannya serta lampu lampu penerangannya
Bukan hanya itu saja yang membuat Buja dan yang lain terpana. Ternyata Dragon juga membuat akses jalan, yang terhubung ke jalan yang dibangun oleh pemerintah, dan itu tentu saja akan memudahkan lalu lintas penambangan serta pengiriman menjadi sangat mudah
"Anak ku!. Kami semua jadi mengerti, kenapa kau dijuluki orang dengan sebutan naga dunia!"
"Ternyata saat mengeluarkan semua bangunan itu, wujud mu berubah menjadi naga emas penguasa dunia, yang hanya ada di legenda."
"Tapi hari ini ayah bisa melihatnya dengan mata kepala ayah sendiri!" Ucap Dion melalui mata batinnya
"Itu semua berkat ayah juga yang lain."
"Jika tanpa dukungan ayah, tak mungkin Draco bisa menjadi seperti ini!"
"Oleh karena itu, Draco sangat berterima kasih pada ayah, ibu juga kakek buyut."
"Berkat kalianlah Draco bisa menjadi seperti ini, dan bisa membuat hal itu menjadi kenyataan!" Jawab Dragon merendah, yang juga disampaikan melalui mata batin pada ayahnya
"Tuan muda!" Anda sangat luar biasa!"
"Kami yang tua tua ini, sangat menaruh hormat pada anda!" Ucap Buja terkesan tulus
Kemudian menangkupkan kedua tangannya di dada, pertanda ucapannya itu memang benar adanya
"Paman paman semua!. Jangan sungkan seperti itu!"
"Ini juga berkat andil kalian di dalamnya."
"Tanpa izin paman sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Tidak mungkin tempat ini akan ada."
"Jadi aku juga mengucapkan terima kasih pada anda sekalian!" Jawab Dragon cukup bijaksana. Lalu membalas penghormatan mereka
"Sudah! sudah!. Mau sampai kapan kalian berdiri di situ!"
"Kaki ku sudah pegal. Ayo kita beristirahat di bangunan bagus itu!" Ucap tuan Birawa memotong pembicaraan mereka
__ADS_1