Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Atas Nama Cinta


__ADS_3

Tiga hari kemudian. Seluruh pengawal yang ikut dengan Dragon sudah kembali ke kota emas atau golden city. Mereka tidak langsung kembali ke Indonesia, karena masih ada tugas yang harus mereka selesaikan di sana


Salah satu diantaranya adalah, menata kembali ratusan anak buahnya itu, dan dikumpulkan pada satu tempat. Saat mereka sedang berkumpul tersebut Dragon kembali memperkuat formasi kutukan darahnya, sekaligus memberikan formasi kesetiaan pada mereka, agar kedepannya mereka tidak berani berbuat macam-macam lagi


Dragon sengaja melakukan itu, karena dia melihat ada beberapa diantara mereka yang sulit untuk ditundukkan. Tapi setelah dia memperkuat segel tersebut, serta menambahkannya dengan yang lain, maka hati mereka sekarang benar-benar telah tunduk kepada Dragon, walaupun dengan cara terpaksa


Setelah segala sesuatu dianggap selesai. Dragon memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dan mengistirahatkan para pengawalnya untuk beberapa hari. Tak lupa pula dia memberikan bonus yang cukup besar, atas keberhasilan mereka dalam memberantas musuh yang berniat memerangi mereka


Sekarang Dragon terlihat sedang bersama dengan kedua orang tuanya, tanpa dihadiri oleh Dyah juga tuan Birawa. Karena tubuh asli mereka masih berada di ruang jiwa. Sedangkan Dragon dan kedua orang tuanya, memutuskan untuk keluar buat sementara, karena ada sesuatu yang harus mereka selesaikan, tanpa meminta bantuan dari avatarnya


Dalam pertemuan itu Dragon mengutarakan maksud yang ada di dalam hatinya dengan berkata." Mungkin inilah saatnya Dragon harus berterus terang kepada kalian. Yaitu tentang penentuan siapa yang harus Draco pilih diantara Anong dan Clara."


"Selama ini Draco terus berpikir, apakah harus memilih keduanya atau tidak sama sekali."


"Jika Draco memilih Clara, mungkinkah Anong akan terima, begitu juga sebaliknya."


"Oleh karena itu Draco meminta pendapat kalian. Apa yang harus Draco lakukan terhadap mereka?" Ucap Dragon meminta masukan. Kemudian menunggu apa yang akan orang tuanya itu katakan


Namun ditunggu sekian lama, belum juga ada jawaban dari keduanya, karena Dion dan Ivory yang dimintai pendapatnya juga tidak bisa langsung memutuskan, karena buat mereka ini merupakan pilihan yang sulit, sekaligus pengalaman pahit, di mana mereka dulu juga pernah mengalaminya


Mereka malah tenggelam dalam pikirannya masing masing. dan terus terang saja, bahwa permasalahan tersebut sangatlah sensitif, karena melibatkan perasaan orang lain. Jadi sampai dua menit berjalan pun, belum juga ada solusi yang bisa mereka berikan. Jika pun ada, mereka malah takut menyinggung pasangannya masing masing


Jadi yang bisa mereka lakukan sekarang adalah diam. Namun buat Dragon itu merupakan sebuah siksaan, padahal dia ingin permasalahan tersebut cepat diselesaikan


"Begini saja anak ku!" Ucap Dion memecahkan kebuntuan


"Kalau menurut ayah, sebaiknya kau pilih keduanya daripada harus memilih satu. dikarenakan kau bisa membagi waktu dengan bantuan avatar mu itu."


"Bukankah selama ini yang menemui mereka juga avatar mu tersebut?. Kenapa harus dipersoalkan?"


"Lagipula tujuan mu itu sudah jelas, terlepas apakah mereka setuju atau tidak?"


"Ayah rasa ibumu juga setuju dengan pendapat ayah ini, dan tidak ada alasan untuk menolak."


"Kalau masalah harta yang kau takutkan. Bukankah uang mu sudah cukup banyak?. Kau bisa membaginya di masing masing negara secara adil, tanpa harus takut kekurangan?"


"Jadi mantapkan tekad mu itu. Jangan ragu ragu lagi. Ayah mau kau tegas dan cepat mengambil keputusan!"


"Sebagai laki laki, kau harus bertanggung jawab!"


"Atas nama cinta, tunjukkanlah kekuatan mu dan jangan menjadi lemah!. Kuasai dunia dengan cara itu!" Ucap Dion tanpa ragu ragu lagi


Kemudian meminta penguatan dari istrinya, agar Dragon bisa memutuskan yang terbaik di masa yang akan datang


"Ibu juga setuju walau didalam hati terasa berat."


"Tapi ibu yakin kau bisa melakukannya."


"Cuma pesan ibu. Nanti setelah kalian menikah. Jangan pernah pertemukan mereka sebelum waktunya, dan masing masing dari mereka bisa menerima mu apa adanya."


"Ibu khawatir mereka akan saling bersaing, karena keduanya mempunyai wajah yang sangat cantik."


"Mungkin diantara banyak gadis, mereka berdua lah juaranya."


"Oleh karena itu, bersikap adil lah pada mereka. Jangan membedakan satu sama lain dengan kelebihan dan kekurangannya."


"Perlakukan mereka dengan baik, apalagi Anong Achara itu."


"Sebagai putri raja, tentu saja dia sudah terbiasa dengan segala macam kemewahan dan tata krama kerajaan."


"Runding kan masalah tempat tinggal agar dia merasa dihargai."


"Buatkan istana yang sangat megah. Lengkapi dengan segala macam fasilitas untuk menyesuaikan dengan statusnya."

__ADS_1


"Ibu rasa dia akan setuju. dan kalau boleh jangan tinggal di istana kerajaan."


"Sedangkan untuk Clara lain lagi. Dia boleh memilih untuk tinggal di Indonesia atau Norwegia."


"Jika memilih disini, buatkan juga istana yang serupa, lengkap dengan fasilitasnya, agar dia juga merasa dihargai."


"Dengan demikian sampai kapan pun, entah kalau sudah punya anak nanti, mereka berdua tidak akan lagi berebut harta yang kau miliki. Terutama keturunannya itu."


"Jika itu terjadi, maka kami berdua yang harus disalahkan, karena menyetujui mu untuk menikahi keduanya." Ucap Ivory panjang lebar pula


"Betul apa yang ibu mu katakan itu anak ku. Sekarang memang terlihat mudah. Menikah punya anak sudah!"


"Tapi nanti setelah kalian mempunyai anak, bisa saja yang akan berebut pengaruh atas kekuasaan dan harta yang kau miliki itu mereka."


"Jadi sebelum itu terjadi. atur pembagian yang adil. Masing masing sudah diwariskan perusahaan dengan aset triliunan rupiah, agar mereka tidak berebut lagi." Respon Dion cukup menyakinkan


"Baiklah kalau itu pilihan kalian, Draco akan mengikutinya."


"Namun dalam menentukan apa dan bagaimana tentang rencana itu nanti, untuk saat ini belum Draco pikirkan, karena Draco masih fokus untuk menyelesaikan masa perkuliahan, juga fokus mengembangkan usaha di banyak tempat, termasuk di Thailand itu."


"Tinggal bagaimana dan apa yang akan dibangun di Norwegia itu masih belum Draco dapatkan."


"Untuk saat ini Draco masih fokus dengan lima perusahaan pertambangan emas itu."


"Tiga kota, lima belas hotel, dua pertambangan batu bara, bauksit. alumunium, besi dan tembaga. Satu pertambangan minyak lepas pantai. 150 usaha ritel dan masih banyak lagi pun masih butuh perhatian Draco."


"Oleh karena itu Draco meminta bantuan dari kalian, agar semua itu menjadi mudah. "Reaksi Dragon atas saran dan pendapat dari ayah dan ibunya tersebut


"Anak ibu ini memang luar biasa!. Masih muda, kaya, pintar, enerjik, ganteng lagi!"


"Baru kuliah saja sudah menjadi dokter bahkan sudah sarjana lagi."


"Pantas saja disukai banyak gadis. Sampai sampai putri raja Thailand saja takluk apalagi Clara."


"Pakal saja ibu sudah seperti ini. Kalau tidak huh tak taulah!" Ucap Ivory menggoda anaknya, sambil mengerling ke arah suaminya untuk meminta penguatan


"Duh ibu ini!. Orang lagi serius malah dibuat bercanda. Pusing tau!" Respon Dragon pura pura merajuk


"Sudah, sudah, sudah!. Jangan berdebat lagi. Ada sesuatu yang ingin ayah tanyakan pada mu karena penasaran."


"Yaitu tentang apakah kawan kawan mu di kampus sana tidak mengetahui status mu?. atau tentang gadis-gadis itu?"


"Apakah mereka tidak tertarik denganmu?" Tanya Dion mengejutkan semua orang


"Oh ya!. Kalau masalah itu cukup banyak. Bahkan ada seorang gadis yang meminta Draco untuk menjadi pacar bohongannya, gara-gara dia tidak mau dijodohkan."


"Terus, terus?" Respon Ivory penasaran, merebut waktu ingin tahu suaminya


"Ya terpaksa Draco lakukan. Tapi bukan berarti Draco suka."


"Setelah urusannya selesai, ya Draco berterus terang, bahwa Draco sudah mempunyai calon di tempat lain. yang tentu saja dia kecewa."


"Namun apa boleh buat!. Draco tidak mau memberi harapan, yang akhirnya akan membuat dia putus asa."


"Daripada terlanjur, lebih baik Draco terus terang saja padanya, jadi tidak begitu sakit."


"Mengenai status Draco, sampai saat ini belum ada yang tahu, kecuali di kampus milik ayah tersebut. Itupun hanya dosen-dosennya saja"


"Seluruh mahasiswa yang ada, kecuali dua orang yang pernah menjadi saksi saat Draco di tes itu, semuanya belum pada tau siapa Draco yang sebenarnya."


"Jadi untuk saat ini, Draco masih aman, kecuali gangguan yang Draco sering alami di kampus-kampus tersebut karena masalah persaingan."


"Tapi itu semua berhasil Draco selesaikan, walaupun harus meminta korban." Jawab Dragon berterus terang

__ADS_1


"Ya baguslah kalau begitu!. Ayah senang mendengarnya."


"Kami juga berharap, agar kau tetap menjadi orang yang rendah hati. Tidak sombong dan suka menyombongkan diri."


"Selalu bantu orang-orang lemah dan kesusahan. Jangan pikirkan masalah uang, karena hal itu akan terus mengalir kalau kita terus berbuat kebaikan."


"Ukir namamu di hati setiap orang, agar pada saat kau tampil menjadi pemimpin, mereka sudah tahu siapa kau yang sebenarnya, dan bagaimana sikapmu pada mereka."


"Atas dasar cinta pula, tebarkan kebaikan di hati semua orang. jangan pilih kasih."


"Keras pada musuh lembut pada yang disayang!"


"Jika itu sudah mampu kau lakukan, maka kami yakin kau akan menjadi orang besar dan dipandang oleh masyarakat dunia." Respon Dion memberi dukungan


"Terima kasih ayah!. Terima kasih ibu!. Draco akan selalu mengingatnya." Ucap Dragon cukup Legawa


Kemudian bersama-sama meninggalkan tempat tersebut untuk istirahat di kamarnya


***


Keesokan harinya, Dragon meneruskan aktivitas sehari-hari sebagai Avatar nya saja, karena tubuh aslinya harus dia istirahatkan di ruang jiwa. Lagi pula dia juga ingin ketemu dengan guru, kakek serta adiknya tersebut


Kepergiannya itu diiringi oleh Dion juga Ivory, karena mereka juga ingin beristirahat di sana. Pun sudah satu minggu waktu dunia, atau sekitar 168 hari waktu dunia jiwa. Mereka tidak bertemu dengan tubuh asli Dyah juga tuan Birawa


Jadi hari ini mereka memutuskan untuk memasuki dunia jiwa, sekaligus untuk beristirahat di sana


Sementara Avatar mereka di dunia nyata, saat ini sedang terlihat berada di Norwegia, dan satunya lagi berada di Thailand


Kepergian mereka ke Norwegia diikuti oleh Clara Anastasia, karena Dragon sudah memberitahunya, bahwa dia dan kedua orang tuanya, akan melamar Clara di Norwegia sana


Saat mendengar itu hati Clara berdebar debar tidak karuan. Dia tidak menyangka bahwa Dragon akan seserius itu. Namun setelah diyakinkan oleh Dion dan Ivory, barulah Clara jadi percaya bahwa mereka datang karena ingin melamarnya


Jadi Clara segera menelepon ibunya, sekaligus ayah sambungnya tersebut, agar mereka mempersiapkan penyambutan untuk penguasa Birawa Group itu


Namun saat mendengar bahwa Clara akan dilamar, ayah Clara yaitu Benyamin menjadi tidak senang, karena sesuatu yang diharapkannya tidak bakalan tercapai. Entah apa yang telah terjadi antara Clara dengan ayahnya. Mungkinkah kepergiannya ke Indonesia dikarenakan konflik itu?


Tapi karena menghargai istrinya, maka Benyamin, ayah sambung Clara mau tidak mau harus menyambutnya juga, sebab kalau tidak, istrinya akan marah dan akan mengancamnya untuk pergi


Menyadari itu, ayah sambung Clara tidak bisa berbuat apa-apa. Maka dengan hati berat, dia mempersiapkan segala sesuatu agar acara tersebut berjalan dengan lancar


Beberapa saat kemudian. Dragon dan rombongannya sudah berada di depan rumah ayah sambung Clara. yang bangunannya cukup besar, bergaya klasik dicampur gaya modern, hingga terlihat sangat artistik sekali


Namun saat sampai itu kedua orang tuanya tidak terlihat menyambut mereka, Adeline dan suaminya mungkin sedang berada ditempat lain, atau sedang berada di bandara. karena Clara tidak memberitahu bagaimana caranya untuk pergi ke Norwegia tersebut


Dia hanya mengatakan bahwa mereka akan datang hari ini, tapi tidak mengatakan apakah akan menggunakan kapal atau pesawat terbang. Kalau kapal tidak mungkin, tapi kalau pesawat terbang bisa jadi


Oleh karena itu saat melihat tidak ada siapa siapa di rumah itu, Clara memutuskan untuk menelepon mereka. Setelah tersambung barulah dia tahu, bahwa Adeline dan benyamin itu sedang berada di supermaket, guna membeli bahan bahan yang diperlukan untuk memasak


Namun karena tidak mau mengecewakan tamunya, Clara memberitahu kedua orang tuanya bahwa mereka sekarang sudah berada di rumah, tanpa menyebutkan bagaimana caranya sampai ke situ


Begitu mendengar bahwa anak semata wayangnya tersebut sudah sampai, bergegas mereka menyudahi belanjaannya, dan meminta dispensasi untuk membayar barang belanjaannya di kasir


Setengah jam kemudian, mereka sudah sampai di rumah, dan langsung menemui Dion, Ivory Clara juga Dragon


Begitu sampai Benyamin langsung berkata." Terima kasih karena sudah mau menunggu, dan maaf karena kami tidak menyambut tamu agung." Ujarnya terkesan merendah


"Tidak masalah tuan Benyamin!. ini salah kami juga karena tidak memberitahu bagaimana caranya kami datang dan kapan waktunya


"Ini semua kami sengaja agar kalian berdua tidak merasa direpotkan." Jawab Dion cukup bijaksana sekali


Tapi wajah Benyamin tiba-tiba berubah, dan itu langsung ditangkap oleh Dragon dengan mata saktinya. Tak lama kemudian dia pun membatin dalam hati. "Huh!. Ternyata ada rahasia besar yang kau sembunyikan dari kami Benyamin!. Kau pikir aku tidak tahu?"


"Sungguh aku tidak menyangka, bahwa kau mempunyai rencana licik terhadap Clara. Ini tidak akan aku biarkan!" Batinnya lagi

__ADS_1


__ADS_2