Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Mengangkat saudara


__ADS_3

"Eyang Prabu. Guru dan...!" Reaksi Arya terputus hingga tidak mampu meneruskan lanjutan dari perkataannya.


"Heran?" Respon Ditya Prabu pula.


"Ya jelas heran guru, eyang! " Jawab Dragon berterus terang.


Lalu berkata lagi. "Tapi bagaimana bisa guru?. Bukankah kalian berdua sedang berada di..?"


"Ya kami tahu itu. Tapi kau juga harus tahu bahwa bagi kami berdua ditambah dengan satu orang lagi ini, mau kemanapun bisa. Bahkan ke kutub utara juga bisa" Sambung Ditya Prabu pula.


"Jadi ini semua ulah kalian?"Tanya Dragon rada kesal


"Sebagiannya iya, tapi sebagian kecil lagi itu ulah mereka, termasuk orang ini!" Jawab Ditya Prabu cukup tenang.


"Siapa dia guru?" Tanya Dragon ingin tahu.


"Dia pemilik kaisar pedang yang ada padamu itu."


"Namanya Aji Saka, murid dari gurumu Brawijaya dan cucu murid ku juga." Jawab Ditya Prabu sangat mengejutkan.


"Apa?. Murid guru dan cucu murid Eyang?. Tapi bagaimana bisa?. Bukankah zaman kalian berbeda?" Reaksi Dragon tidak percaya.


"Berbeda apanya?. Hidup dan keberadaan kami sudah ratusan tahun, bersamaan waktunya dengan kelahiran Aji Saka ini."


"Jadi tidak ada yang tidak mungkin, kalau Aji Saka adalah murid dari murid ku, yang berarti adalah kakak seperguruan mu juga?" Protes Ditya Prabu mengingatkan.


"Tapi kenapa saat kaisar pedang itu muncul, guru tidak mengenalinya, bahkan tidak merasakan auranya sama sekali?" Protes Dragon pada Brawijaya, sekaligus bertanya itu.


"Itu karena saat kemunculan pedang tersebut, jiwa guru sedang tidak terhubung dengan Aji Saka ini."


"Jadi saat itu guru tidak mengenalinya." Jawab Brawijaya menjelaskan apa adanya.


"Oh begitu. Tapi terserahlah!. Terus terang untuk saat ini aku masih bingung dan tidak bisa menghubungkannya." Respon Dragon seperti menyerah saja.


"Ya sudah jangan dibahas lagi. Cepat beri salam kepada senior mu itu!" Jawab Braja atau Brawijaya memberi perintah.


"Baik guru!" Jawab Dragon patuh. Kemudian menghampiri Aji Saka untuk memberi penghormatan padanya.


"Senang bertemu dengan mu Tuan Naga. Terima lah juga penghormatan dari ku ini." Reaksi Aji Saka sangat mengejutkan.


"Tuan Naga?. Siapa yang senior maksud kan itu?" Respon Dragon kebingungan.


"Itu adalah anda!" Jawab Aji Saka apa adanya.


"Bagaimana bisa?. Nama saya Dragon Mahesa Birawa. Bukan tuan naga?" Ucap Dragon menegaskan.


"Apakah anda lupa jika di dalam tubuh anda itu ada bersemayam kaisar naga?"


"Kaisar itu dikawal oleh 9 naga bumi, yang dua diantaranya sudah anda taklukan."


"Bukankah mereka berdua sekarang sedang menjaga kota baru yang anda buat itu?"


"Sementara 8 sisanya belum anda temukan?" Jawab Aji Saka apa adanya.


"Kaisar naga?. Kaisar Langit dan Naga Bumi?. Kenapa selama ini aku tidak tahu guru juga Eyang Prabu?" Ucap Dragon tambah kebingungan.


"Pada masanya nanti kau akan tahu sendiri, yaitu saat kau dinobatkan menjadi penguasa dunia."


"Saat itulah 9 naga yang ada di tubuh mu itu akan menyatu dengan naga langit, atau kaisar naga, dan membentuk sebuah kekuatan yang akan menyatukan dunia."


"Sejak saat itulah kau benar-benar dikenal sebagai naga penguasa dunia."


"Tidak lama lagi pun kau juga akan dipanggil dengan sebutan tuan naga, terutama oleh orang-orang yang berasal dari luar negara kita."


"Saat ayah mu juga kau berhasil mendirikan 8 perusahaan di benua ini, maka saat itulah orang akan berduyun-duyun datang dan akan mengabdi pada mu."


"Namun ada beberapa kelompok yang mencoba ingin menggagalkan rencana mu tersebut. bahkan tiga hari dari sekarang mereka akan datang."

__ADS_1


"Oleh karena itu segeralah sempurnakan ilmu mu, terutama penguasaan penggunaan kaisar langit. mumpung pemilik aslinya sudah datang."


"Musuh yang akan kau hadapi bukan orang sembarangan. Dia dikawal oleh puluhan ribu tentara bersenjata lengkap, dengan ratusan kendaraan berat, yang akan membuat seluruh apa yang akan kau bangun itu luluh lantak."


"Walaupun kau mampu menghadapi mereka dengan ajian, teknik, keterampilan, senjata dan kesaktian mu itu, tapi tempat yang akan kau bangun ini akan hancur juga, karena senjata yang mereka bawa itu senjata berat."


"Jadi sekarang juga kau berlatihlah dengan pemilik senjata itu. agar kemampuan daya ledak dan serangannya menjadi semakin kuat." Ucap Brawijaya cukup lembut, dengan niat mendorong murid terakhirnya itu agar segera berlatih.


"Baik guru!" Jawab Dragon singkat. Kemudian mendekati seniornya untuk di ajari teknik berpedang.


"Kerahkan teknik inti pedang mu sampai level puncak. Salurkan ke tangan bagian kanan, kemudian niatkan apa yang kau inginkan pada pedang itu."


"Setelah tenaganya berkumpul. Segera salurkan kekuatan itu pada pedang tersebut.Kemudian lepaskan kekuatannya agar apa yang kau tuju itu hancur."


"Setelah itu tinggal mainkan saja mau dibuat apa pedang itu selanjutnya."


"Jika diniatkan untuk menembus gunung, maka lepaskanlah pedang itu, maka dia sendiri yang akan bekerja."


"Jika diniatkan untuk menghancurkan senjata perang. pasukan dan lain sebagainya, maka gandakan pedang tersebut dalam jumlah banyak, sampai batas yang kau inginkan."


"Lalu tinggal mengaturnya saja. maka kekuatan sebesar apapun tidak akan mampu menandinginya." Ucap Aji Saka menerangkan tata cara untuk menggunakan kaisar pedang, agar kemampuan nya meningkat pesat.


Tak lama kemudian, apa yang diajarkan oleh Aji Saka itu dilakukan oleh Dragon, dan benar saja seperti apa yang dia katakan. kekuatan pedang tersebut meningkat drastis, apalagi setelah Dragon menggandakannya menjadi banyak, hingga membuat tempat itu seperti akan runtuh.


Beruntung Dragon segera menghentikannya. kemudian mengembalikannya ke tempat semula atau menjadi satu.


"Guru!. Tadi orang-orang ini mengatakan, bahwa kutukannya akan hilang apabila disentuh dengan senjata ini. Apakah itu benar guru?" Tanya Dragon sesaat setelah berhasil menguasai teknik pedang semesta itu ingin kepastian.


Tapi gurunya tidak menjawab pertanyaan Dragon itu. namun diserahkannya pada Aji Saka untuk menjawabnya.


"Itu benar adanya junior."


"Walaupun aku mampu mengalahkan Dewata Cengkar itu. Tapi aku tidak mampu membunuhnya."


"Dia tidak akan mati kecuali dengan senjata sakti miliknya sendiri."


"Jadi tugas mu adalah mendapatkan senjata tersebut, untuk melengkapi kekuatan kaisar pedang ini."


"Setelah engkau mendapatkannya, maka kekuatan sihir dan kutukan yang telah dia turunkan itu akan hilang seluruh nya."


"Tapi untuk saat ini. Sentuh kan saja pedang itu ke kening pangeran Kamajaya, agar kutukan tersebut bisa hilang secara perlahan." Ucap Aji Saka menjelaskan tata cara untuk menghancurkan kutukan tersebut.


Lalu tak lama kemudian, Dragon melakukan apa yang tadi diperintahkan oleh seniornya. dengan lembut dia menyentuhkan ujung pedang itu ke kening Kamajaya, tapi tidak sampai mengenainya.


Namun Kamajaya yang sedang pingsan tersebut mendadak bergetar tubuhnya. Lalu terangkat ke udara seperti ingin terbang.


Segera setelah itu, kejadian yang luar biasa pun terjadi. Tubuh Kamajaya berubah menjadi besar. Tumbuh seperti orang dewasa, dan memang benar seperti itu seharusnya.


Kejadian selanjutnya pun menyusul. tubuh tubuh pengikut atau anak buahnya juga berubah menjadi bentuk semula. yaitu tubuh denawa yang mempunyai perawakan besar.


Kekuatan mereka pun meningkat pesat, tidak disegel lagi.


Melihat itu, panglima yang bernama Nadin langsung berlutut di tanah, karena dia melihat pangeran Kamajaya juga melakukan itu.


Maka jadilah pemandangan yang sangat luar biasa. Tempat yang semula tidak begitu besar sekarang sudah menjadi semakin besar luas lagi.


Bukan hanya itu saja yang terlihat. Ribuan rakyat Kamajaya juga mendadak muncul, dan langsung berlutut juga ke arah Dragon.


Apa yang disembunyikan di balik bukit itu pun semuanya terlihat oleh Dragon juga yang lain.


Itulah benda berharga yang tadi dijanjikan oleh Kamajaya melalui Nadin, apabila orang yang ditunggu selama ini berhasil membebaskannya dari kutukan. Maka benda-benda tersebut akan menjadi miliknya.


"Tuan naga!. Terimalah hormat kami!" Ucap pangeran Kamajaya pada sang penolongnya cukup sopan.


"Bangunlah pangeran!. Kau tidak pantas melakukan nya, kecuali anak buahmu itu."


"Aku menolong kalian karena itu memang sudah takdir kalian."

__ADS_1


"Jadi tidak perlu kau lakukan itu. Sekarang kita sama."


"Kau adalah pangeran, sekaligus raja mereka. Sedangkan aku adalah penguasa jiwa, di mana kalian akan tinggal di dalamnya."


"Mengenai harta berharga yang kalian berikan padaku itu akan aku terima, karena akan aku gunakan untuk mensejahterakan manusia di zaman ini."


"Tapi sebelum memasuki dunia jiwaku. maukah kau mengangkat saudara dengan ku?" Ucap Dragon cukup mengejutkan.


"Tuan dewa!. Terimalah hormat kami sekali lagi!" Reaksi Kamajaya dan orang orang nya merasa tersanjung.


"Sudah, sudah!. Jangan seperti itu lagi. Kita semuanya sama. Kalian adalah saudara ku."


"Jika ada sesuatu yang tidak aku ketahui, maka aku akan tanyakan nanti."


"Jadi sekarang masuklah ke dalam dunia jiwa, agar kalian bisa beristirahat di sana, dan menikmati segala kemewahan yang ada." Respon Dragon cukup legawa.


"Terima kasih tuan naga!" Reaksi Kamajaya senang. sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada. dan tak lama kemudian dia berkata kembali.


"Seperti yang sudah disampaikan oleh panglima ku, mulai saat ini, kami akan menjadi pengikut tuan. Bekerja untuk tuan, dan membantu tuan kapan saja tuan perlukan." Sambut Kamajaya mengucapkan ikrar setianya kepada Dragon.


Kemudian memasuki dunia jiwa, melalui rune yang diciptakan oleh Dragon, agar ribuan denawa denawa tersebut bisa memasukinya.


Sepeninggal mereka, Dragon banyak bertanya tentang hal-hal yang tidak dia ketahui. Walaupun kitab inti bumi dan inti semesta sudah dia miliki, namun tidak semua hal ada di dalamnya.


"Jadi binatang-binatang buas yang ada di luaran sana, tidak berani mendekati bukit ini karena ulah kalian?" Tanya Dragon tiba tiba.


"Kalau bukan kami siapa lagi?, terutama Aji Saka ini."


"Dia merasa bertanggung jawab atas keselamatan rakyatnya, karena setelah mengalahkan Dewata Cengkar, dia langsung menjadi raja, dan memerintah di kerajaan tersebut cukup lama."


"Saat dia memerintah itulah baru diketahui, bahwa ada ribuan rakyat di kerajaan tersebut sudah dibuang ke tempat ini."


"Bukan hanya sekedar dibuang. tapi mereka juga diberikan kutukan yang tidak ada seorangpun yang mampu menghancurkan nya, kecuali keturunan ku. dan kebetulan itu adalah engkau."


"Setelah dia moksa. dia langsung menemui Eyang juga gurumu itu, untuk meminta izin mendampingi serta menjaga mereka dari marabahaya, sambil menunggu kau datang."


"Saat kau sudah membebaskan mereka, Maka jiwa Aji Saka juga terbebas dengan sendirinya, dan akan mendiami pedang kaisar tersebut untuk memperkuatnya."


"Dialah yang akan menjadi roh pedang, yang akan memandu serta merubah apa saja yang kau inginkan."


"Untuk kau ketahui cucuku. Pedang kaisar itu awalnya bernama pedang inti semesta. Tapi setelah berhasil ditaklukkan oleh Aji Saka, berubah menjadi pedang kaisar."


"Setelah dia wafat. Pedang itu tidak ada pemiliknya lagi, maka dia berkeliaran di langit, agar orang-orang yang ada di bumi tidak mencarinya lagi."


"Dan saat kekuatanmu sudah mencapai level tinggi, apalagi setelah menguasai Wahyu Taqwa dan Kalamurka. Maka pedang tersebut tergerak untuk turun ke bumi dan ingin menjadikanmu sebagai tuannya."


"Padahal selama ini banyak orang-orang sakti yang ada di bumi ingin menjadikan kaisar pedang sebagai senjatanya. Tapi sampai zaman berganti, mereka tetap tidak mampu menguasainya, karena keberadaan senjata tersebut tidak mereka ketahui."


"Oleh karena itu manfaatlah kesempatan yang baik tersebut, untuk menebar kebaikan di bumi."


"Namun harus kau ingat, tiga hari lagi akan datang bahaya yang cukup besar."


"Panggil lah orang-orang mu. Apakah itu dari rakyat Kaladaksa atau dari rakyat Kamajaya."


"Panggil juga orang-orang dari Birawa Group, yang kau anggap bisa untuk membantu mu."


"Jangan lupa datangkan kedua naga itu untuk membantu mu."


"Eyang tidak mau kau panik. Mereka bisa kau atasi dengan mudah, asal strategi yang kau tetapkan bisa mengecoh perhatian mereka."


"Gunakan formasi ilusi tingkat tinggi, agar bukit harta yang mereka incar ini tidak jatuh ke tangan mereka."


"Pindahkan arena pertempuran ke tempat lain, dan buat seolah-olah tempat itu adalah bukit ini."


"Dengan demikian, walaupun terjadi pertempuran dan banyaknya ledakan. itu bukan di lokasi bukit ini, tapi di lokasi lain."


"Sekarang Eyang dan guru mu akan pergi memasuki dunia jiwa untuk beristirahat, sekaligus memperkuat formasi dunia jiwa agar bisa bertahan ditinggali oleh ribuan denawa." Ujarnya. Lalu menghilang begitu saja memasuki dunia jiwa milik Dragon.

__ADS_1


Sedangkan Aji Saka, berubah menjadi aura, dan terbang memasuki pedang inti semesta untuk memperkuatnya.


__ADS_2