Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Raja Bayangan


__ADS_3

"Ibu. Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi masalah ini?"


"Apakah kita harus lari atau bersembunyi agar tidak bernasib sama dengan yang lainnya?" Tanya Danish tiba tiba


"Apa maksud mu dengan lari?. Lari dari siapa?" Respon Elina keheranan


"Dari pembunuh Sutawijaya dan anak ibu, Braja Santana. Karena dia juga sudah mati!" Jawab Danish sedih


"Apa?. Santana sudah mati?. Siapa yang melakukannya?. Apakah kau sedang tidak berbohong?" Respon Elina tidak percaya


"Benar bu!. Santana sudah mati!. Yang melakukannya kemungkinan adalah orang yang sama!" Jawab Danish apa adanya


"Dari mana kau tahu?. Apakah dari raja serigala itu?" Tanya Elina lagi


"Benar!. Dialah yang memberitahuku kalau adikku sudah mati."


"Bukan hanya itu saja. Freddy Jaya dan ibunya juga begitu"


"Mereka bertiga telah tiada. Tapi siapa pembunuhnya tidak diketahui!" Jawab Danish apa adanya


"Sial!. Sia sia usahaku ingin membalas dendam pada keluarga Birawa, terutama si Dion itu, kalau belum apa apa sudah merugi begini!"


"Susah payah ku rintis dari nol, dan saat hampir berhasil malah dikacaukan oleh orang lain!"


"Siapa sebenarnya orang itu?. dan kenapa dia menyasar orang orang kita?" Reaksi Elina sangat kesal


"Apa tidak sebaiknya kita beritahu pemimpin yang lain, agar mereka berhati-hati Bu?" Tanya Danish sambil memberikan usul


"Boleh!. Kau hubungi yang lain, dan beritahu agar sementara jangan bertindak dulu."


"Tunggu keadaan sudah aman baru bergerak." Jawab Elina setuju


"Sayangnya kalian sudah terlambat!, karena aku sudah tahu lokasi anak buah mu. Dan sebentar lagi akan menunju kesana!" Ucap seseorang yang keberadaannya tidak diketahui


"Siapa kau?. Tunjukkan wajah mu!" Respon Elina terkejut


"Kalau aku menunjukkan wajah ku, berarti percuma aku menggunakan formasi ini."


"Cukup kau mendengarkan suaraku saja. Jadi dengarkan baik baik!"


"Aku tahu tujuanmu membentuk organisasi rahasia ini!"


"Tak lain tak bukan karena ingin membalas dendam pada seseorang, yang pernah menjadi bagian dari kalian dulu. dan itu adalah penguasa Birawa Group."


"Namun aku sarankan!. Jangan lanjutkan rencana itu kalau tidak ingin kehilangan. Dan bubarkan organisasi mu itu sebelum terlambat!" Jawab orang tersebut masih belum mau menampakkan diri


"Tidak mungkin!. Apapun yang terjadi, aku akan tetap melaksanakan niatku itu!"


"Sudah kepalang basah ya mandi sekali!"


"Mau mati ya matilah!. Aku juga sudah bosan hidup dalam dendam ini!"


"Tapi sebelum aku mati. Aku ingin melihat Birawa Group itu hancur, dan memohon mohon pada ku sambil merangkak meminta belas kasihan!. Sama seperti yang mereka lakukan dulu pada ku!" Jawab Elina tidak terima


"Formasi pemindaian jiwa!. Aktifkan!"


Blam!


Dhuar!


"Argh!" Jerit tertahan kesakitan Elina pun terdengar, saat formasi yang dia buat itu hancur, dan menghantam tubuhnya sendiri


Lalu dengan rasa penasaran yang tinggi dia berkata.


"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa formasi ku tidak mampu mendeteksi keberadaan mu?. Apakah kau hantu?" Ujarnya


"Kalau ilmu masih seumur jagung, jangan coba coba untuk mengetahui siapa aku!"


"Kalian belum layak disebut pemimpin kalau belum apa apa sudah ketakutan begitu!"

__ADS_1


"Lebih baik kalian turuti saja saran ku, dan bertobat sebelum terlambat."


"Kemungkinan untuk menghabisi kalian bisa aku batalkan!" Jawab orang itu membuat Elina kesal


"Kalau dia tidak bisa mengetahui keberadaan mu, mungkin aku bisa!" Ucap seseorang yang baru datang tiba tiba dan ternyata itu adalah Amuksa


"Formasi persembahan darah!. Aktifkan!" Ucapnya lantang


Boom!


Ngung!


Blar!


"Hahahaha!. Sehebat apapun dirimu jika sudah terkena formasi persembahan darahku ini, maka rohmu akan hancur!


"Jadi aku akan tahu siapa kau sebenarnya!" Reaksi Amuksa merasa senang


"Hehehehe!. Jangan senang dulu Amuksa!"


"Formasi lemah mu itu belum mampu melihat keberadaan ku. Apalagi melukaiku!"


"Aku akan tunjukkan bagaimana formasi persembahan darah itu sesungguhnya!"


"Aktiflah!"


"Formasi darah siluman!. Kurung orang-orang itu, dan buat mereka menyadari bahwa kekuatannya masih kalah jauh dari ku!"


Baamm!


"Argh!"


"Sakit sekali!"


"Tolong lepaskan aku!. Aku masih ingin hidup, dan membalaskan dendamku pada si Dion itu!"


"Kalau dia belum merasakan bagaimana sakitnya hati saat kehilangan, maka aku belum mau mati!" Ucap Elina memohon mohon


"Kalian orang jahat!. Hidup penuh dendam dan saling memanfaatkan!"


"Tentu saja aku tidak akan membiarkan rencana jahat kalian itu terus tumbuh. apalagi ingin berbuat jahat pada keluarga Birawa" Jawab orang tersebut cukup berwibawa sekali


"Tunggu!. Katakan, apa yang kau inginkan?. Apakah kau ingin harta, kekuasaan dan wanita, aku akan memberikannya pada mu. Asal kau mau melepaskan ku!" Ucap Amuksa mencoba merayu


Bamm!


"Argh!"


"Kenapa kau menyerangku?. Bukankah aku ingin berbuat baik dan menawarkan jasa?" Reaksi Amuksa tidak terima


"Siluman seperti kalian, mana bisa dipercaya!"


"Orang sendiri saja kalian makan, apalagi orang lain!"


"Jadi keputusanku sudah bulat, aku akan menghabisi kalian, tapi bukan saat ini, karena aku ingin kalian bertobat, dan memperbaiki sikap kedepannya." Jawab orang tersebut tidak mempan dirayu


"Hahahaha!. Kau ingin kami bertobat?. Tidak sadarkah kau bahwa kami ini siluman?"


"Siluman mana ada yang mau bertobat!. Yang ada terus menebar kejahatan. Mimpi kau!" Reaksi Amuksa merasa geli, dan tidak lagi memohon belas kasihan


"Kalau begitu keputusan mu. tunggulah kehancuran kalian!"


"Aku akan memulainya dari tingkat bawah. Masih ada enam pemimpin yang sedang menunggu gilirannya untuk mati!" Ujarnya terdengar menakutkan


Bamm!


Baru saja orang itu berkata seperti itu, Formasi pengendali darah yang dia ciptakan hancur, dan orang yang terkurung didalamnya telah bebas


"Kurang ajar!. Siapa sebenarnya orang itu?. Kenapa kita tidak bisa mendeteksi keberadaannya?" Ucap Danish memulai cerita

__ADS_1


"Jangankan kau!. Aku sendiri saja tidak mampu merasakan auranya!"


"Mungkin yang bisa mendeteksi nya adalah guru agung, penguasa istana jiwa itu"


"Ilmunya sudah sangat tinggi, dan merupakan satu satunya mahluk yang berada ditingkat semesta."


"Aku yakin dengan kemampuannya itu, orang tersebut akan bisa ditemukan?" Ucap Amuksa merasa yakin


Kemudian pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Elina


"Huh!. Dasar siluman!. Sekali siluman tetap siluman!"


"Menyesal aku berhubungan dengannya!" Batin Elina dalam hati. Dan mengenang saat pertama menjadi pengikut Amuksa tersebut


"Hah!. Pusing!. Lebih baik aku tidur saja!:


"Mudah mudahan setelah bangun besok, akan ada berita baik!" Ucap nya pada diri sendiri


***


Sementara itu ditempat lain. atau tepatnya di kamar hotel yang Dragon tempati


Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dragon masih belum bisa tidur juga


Dia berpikir apakah sebaiknya masuk ke ruang jiwa dan menemui guru gurunya itu, atau menyelesaikan sendiri permasalahan yang sedang ingin diselesaikannya tersebut


.


Baginya waktu tiga hari sudah cukup untuk membasmi sekumpulan siluman serigala itu


Tapi jika dia melakukan secara terang terangan, akan menarik perhatian orang


Mungkin satu satunya cara adalah menarik mereka semua dan ditempatkan di suatu tempat. Lalu dihabisi di sana


"Ah lebih baik aku temui guru. Mungkin mereka punya solusinya."Guman nya lirih


Kemudian berniat ingin masuk. Tapi belum juga terlaksana. Ditya Prabu sudah muncul duluan di depannya


"Salam eyang guru!"


"Baru saja aku ingin menemui guru, tapi guru sudah datang duluan." Respon Dragon merasa kebetulan


"Aku tahu masalah mu. Dan itu jangan kau risaukan!"


"Brawijaya sudah mengabarkan pada ku, bahwa kau sekarang sedang bersinggungan dengan siluman jadi jadian. Yang sebenarnya sudah aku ramalkan sejak lama."


"Karena itu eyang menemui mu di sini. Untuk mengabarkan, bahwa Amuksa yang disangka siluman itu, sebenarnya dulu adalah manusia biasa seperti kita."


"Tapi karena kalah dan terdesak dalam pertarungan. dia menemui raja bayangan untuk meminta perlindungan."


"Kebetulan waktu dia menghadap itu, raja bayangan sedang membutuhkan orang untuk mewarisi ilmunya, karena dia ingin mengasingkan diri ke istana jiwa milik gurunya itu, dan menjadi guru agung di sana."


"Orang itulah yang sampai sekarang disebut dengan raja bayangan, atau guru agung bagi kaum serigala, yang kebetulan sampai sekarang masih hidup."


"Mengandalkan pengikutnya yang sangat banyak. Dia menebar teror dimana mana, dan selalu mencari orang orang untuk diambil jantung serta hatinya."


"Salah satu pengikutnya adalah Amuksa, dan dua orang pengawalnya itu, serta ribuan orang yang berhasil dia pengaruhi."


"Mereka selalu menebar kejahatan dimana mana, dan sampai saat ini tidak pernah diselidiki oleh orang lain kecuali oleh mu "


"Untuk itu aku tugaskan pada mu, untuk memberantas kejahatan tersebut dan menghabisi guru agung itu, serta menghancurkan istana jiwanya agar tidak bisa digunakan." Ucap Ditya Prabu pada Dragon


"Apakah tidak mempengaruhi keseimbangan alam eyang Prabu, Jika sekaligus menghabisi mereka?" Tanya Dragon ingin tahu


"Tidak!. Jika kau melakukannya di tempat lain."


"Tarik mereka ke suatu tempat yang jauh dari sini, dan pasangi formasi pelindung agar kegiatan mu tidak diketahui!"


"Eyang akan membantu agar pekerjaan mu menjadi mudah!" Jawab Ditya Prabu memberi solusi

__ADS_1


Kemudian menghilang dari tempat itu, dan kembali ke dunia jiwa milik Dragon


Sedetik berikutnya Dragon sudah memantapkan tekadnya untuk menghabisi Amuksa dan pengikutnya, agar waktunya bisa dipersingkat


__ADS_2