
Melihat keberanian Bumi yang seperti itu, anak buah Yagami menjadi terheran-heran. Padahal selama ini Yagami tidak pernah mengampuni orang yang berani memprovokasinya. Tapi hari ini seorang Bumi telah mematahkan mitos itu. Bahkan berani berhadapan dengannya
"Siapa kamu?. Kenapa menghadang jalan ku?. Minggir!" Teriak Yagami meremehkan, sambil menyentuh bahu Bumi dan ingin membantingnya ke lantai
Tapi bukan Bumi namanya kalau langsung menyerah. Malah dengan tegasnya dia berkata. "Jangan berani macam-macam!. Kami datang secara baik baik, karena ingin bertemu dengan pemimpin mu. Tapi kau malah mencoba menantang kami!"
"Sikap macam apa itu?" Jawab Bumi tidak kalah garang, dan masih berusaha menahan emosinya, sambil memindahkan tangan Yagami dari bahunya
"Huh!. Kalian belum pantas untuk bertemu dengan master kami, karena tidak sembarangan orang bisa menemuinya. Termasuk kalian!"
"Jadi sebelum kami usir, silakan pergi dari sini agar tidak menjadi korban, Lagipula kalian telah berani bersikap tidak sopan pada pemimpin kami!" Respon Yagami masih tetap garang
"Siapa yang tidak sopan?. Bukankah yang memulai duluan adalah kau?"
"Pemimpin ku itu hanya bertanya, apakah boleh bertemu dengan pemilik tempat ini atau tidak?. Tapi kau malah bersikap tidak sopan!"
"Melihat itu apakah kami harus diam saja, dan menerima perlakuan burukmu itu?" Jawab Bumi sudah tidak segan-segan lagi dalam berbicara
"Sudah aku katakan!, bahwa kalian tidak pantas untuk bertemu dengan master kami!. jadi jangan dibahas lagi!" Sambut Yagami tidak senang
"Pantas atau tidaknya ayo kita buktikan!. Apakah master mu itu memang hebat atau bukan?"
"Jika hanya pandai bersembunyi saja, berarti dia orang pengecut!" Jawab Bumi cukup mengejutkan, hingga membuat senior serta teman-temannya terheran-heran
"Dasar kurang ajar!. Apakah kau mencoba melawan master ku?" Tanya Yagami tidak senang
"Kalau itu memang terpaksa kenapa tidak?"
"Kalian jual kami beli!" Jawab Bumi malah menantang
"Cukup cukup!. Jangan lanjutkan lagi!"
"Kita datang bukan untuk mencari permusuhan, tapi persahabatan!"
"Masalah kesalahpahaman ini jangan dilanjutkan lagi!"
"Tapi tolong izinkan kami untuk bertemu dengan pemimpin kalian, karena ada sesuatu hal penting yang ingin kami bicarakan." Ucap Adiwilaga mencoba menengahi perselisihan tersebut
"Tidak bisa!. Pemimpin kami tidak mau bertemu dengan kucing kurap seperti kalian!. Jadi cepat pergi sebelum kami habisi!" Reaksi Yagami masih juga bersikap arogan
"Kohai! (Adik seperguruan) Serahkan urusan ini pada ku agar mereka segera pergi dari sini." Ucap murid senior perguruan, yang tingkatannya jauh lebih tinggi dari Yagami tadi
__ADS_1
"Tapi senior..?" Respon Yagami protes
"Sudah!.Sudah!. Kau mundurlah!. Biar aku yang bicara pada orang itu, karena nampaknya dia sudah meremehkan perguruan kita!" Sergah Musashi mencoba menenangkan juniornya tersebut
Kemudian maju mendekati Bumi, untuk memberikan intimediasi, hanya dengan tatapan matanya saja. Gerakannya yang cepat serta tegap itu, dimaksudkan untuk membuat nyali Bumi ciut. Tapi niatnya tidak kesampaian, karena Bumi malah tersenyum sinis melihat gaya yang lucu seperti itu
Dia malah meremehkan tindakan Musashi yang dinilai kampungan, dan dalam hatinya malah berkata." Sungguh konyol!. Dia kira dengan intimidasi seperti itu akan membuatku takut. Jangan mimpi!" Batinnya dalam hati
Kemudian menunggu Musashi sampai dengan pandangan tajam. tapi Musashi masih dengan gayanya. Langkahnya yang dibuat-buat itu malah membuat Bumi tidak sabaran, Lalu berkata dengan suara garang. "Jangan berlagak seperti itu!. Kau kira aku takut dengan gaya badut mu itu?" Tanya Bumi dengan pandangan geram
"Anak muda!. Kalau kepandaian baru seumur jagung, jangan bertingkah di hadapanku!. Berhadapan dengan seorang murid ku saja kau akan kalah."
"Kalau kau kurang percaya cobalah!. Aku akan panggil murid perguruan ini yang paling rendah, agar matamu yang buta itu terbuka, bahwa kami tidak bisa diremehkan!" Jawab Musashi cukup merendahkan
"Huh!. Kalau hanya seorang murid yang kau utus, maka hanya dengan menjentikkan jari saja muridmu akan terpental. Kalau kau kurang percaya cobalah!" Respon Bumi tidak kalah gertak, dan malah menirukan ucapan dari Musashi tadi
"Dasar sombong!. Apakah kau tahu siapa aku, dan siapa murid-muridku itu?" Respon Musashi marah
"Aku tidak perlu tahu siapa kamu, dan siapa murid-muridmu itu!. yang jelas kau sudah membuatku marah, karena telah berani meremehkanku! Jawab Bumi cukup tegas
Kemudian maju ke tengah arena, untuk menantang siapa saja yang ada di tempat tersebut
Dia terpaksa berbuat seperti itu, karena nampaknya Musashi dan orang-orangnya tidak bisa diajak berunding, dan itu dia lakukan setelah mendapat persetujuan dari Adiwilaga, dengan memberi kode menggunakan anggukan kepala
"Jangan mentang-mentang kalian murid perguruan, jadi seenaknya saja memperlakukan tamu secara tidak sopan"
"Jadi jangan salahkan kami jika kami bertindak secara berlebihan!" Ucap Bumi dengan suara lantang
Mendengar ucapan yang sombong seperti itu, membuat seluruh murid-murid perguruan karate tersebut menjadi marah. termasuk pelatih-pelatih mereka
Ucapan yang seperti itu juga didengar oleh para master yang ada di ruangan lain, karena mereka bisa melihat kejadian tersebut melalui layar monitor, yang tersambung dengan kamera CCTV
Tapi mereka menganggap bahwa ucapan itu hanya candaan saja, karena sepintas mereka melihat, bahwa Bumi dan orang-orangnya tersebut bukanlah siapa-siapa. Mereka tidak terlihat kuat, bahkan dinilai sangat lemah sekali
Tapi saat salah seorang murid perguruan maju, sontak saja membuat mata mereka terbuka lebar. Dengan mulut melongo tidak percaya
Hanya dengan satu gerakan ringan, tubuh murid yang mengenakan sabuk biru tersebut terpental, dan ambruk menimpa teman temannya
Melihat itu murid-murid yang lain segera bangun, dan mencoba mengeroyok Bumi. Tapi lagi-lagi tubuh mereka yang dibuat terpental, dengan luka memar di sana-sini
Padahal Bumi hanya menggunakan ilmu kepalan tangan, yang dibarengi dengan sedikit tenaga dalam. Jika dia menggunakan pukulan Bajra, atau pukulan Guntur Saketi, mungkin tubuh mereka akan hancur. Apalagi jika sudah menggunakan teknik inti pedang. mungkin dalam sekejap saja seluruh murid-murid perguruan akan hancur. Namun Bumi tidak mau melakukannya. karena dia sadar, jika dia berbuat seperti itu, maka dia sudah melanggar aturan
__ADS_1
"Hebat juga kau anak muda!. Sungguh kami tidak menyangka bahwa kau mampu merobohkan murid-murid perguruan yang berjumlah banyak itu. Tapi bagaimana jika kau berhadapan denganku?" Ucap salah seorang murid pemilik ban coklat dengan ucapan yang cukup menantang
"Kalau itu mau mu silakan!. Aku akan meladeninya!" Jawab Bumi benar-benar marah tak tertahankan
"Sombong!. Baru mempunyai satu dua buah jurus, sudah berlagak di depanku!. Coba kau hadapi seranganku ini!" Reaksi Yamatogi tidak senang
Kemudian melancarkan serangannya dengan menggunakan tendangan melompat atau tobi geri, lalu disusul dengan tendangan setengah melingkar berbalik yang dia perkirakan akan sangat sulit sekali di tangkis atau dihindari oleh lawannya
Tapi serangan yang cukup cepat dan kuat tersebut, bagi Bumi terlihat sangat lemah dan lambat sekali. Dengan entengnya dia menangkis tendangan penuh dan setengah melingkar tersebut, hanya dengan menggunakan satu tangan saja, bahkan tangan yang satunya lagi berhasil ia daratkan di leher lawan, hingga membuatnya terdorong ke belakang dan berguling di lantai
Yamatogi menggeram marah. Kemudian bangkit berdiri, dan melompat ke udara, serta menerapkan tendangan berputar ke belakang dengan setengah lingkaran, yang menuju ke arah dada Bumi. Tapi sekali lagi Bumi berhasil menghindarinya, bahkan sebuah pukulan keras sukses masuk ke dada Yamatogi, hingga membuatnya terjengkang, dan jatuh menimpa teman temannya
Adiwilaga dan anak buahnya, hanya membiarkan apa yang dilakukan oleh Bumi barusan, karena mereka berpikir Bumi hanya membela nama baiknya saja, karena sejak awal mereka datang, mereka sudah diremehkan
Bumi yang terkenal cepat marah, langsung saja bereaksi.Lalu tampil ke depan, serta menantang siapa saja yang ingin bertarung dengannya. dan itu bukan salah dia juga
Yagami dan Musashi yang melihat itu, tentu saja geram. padahal sudah puluhan murid-muridnya itu maju, tapi tidak seorang pun yang berhasil mendaratkan pukulannya ke tubuh lawan, bahkan tubuh mereka sendiri yang dibuat babak belur
Mereka sudah mulai berpikir, sebenarnya siapa Bumi itu. Kalau dia saja sekuat itu, bagaimana dengan yang lain?"
Jika dia membiarkan Bumi bertindak sewenang-wenang, dan mengalahkan murid-murid perguruan, di mana mereka akan meletakkan wajah mereka
Memikirkan semua itu. Musashi dan Yagami, menyuruh sembilan orang murid perguruan, yang mengenakan sabuk coklat, untuk secara bergiliran melawan Bumi, dengan target mengalahkannya
Teman-teman Bumi yang melihat itu, terutama Ling Shia tidak senang, jika Bumi diperlakukan seperti itu. Mereka ingin turun tangan membantu, tapi dicegah oleh Adiwilaga
Menurut pandangannya, sembilan orang itu bukanlah lawan Bumi. Menurut perkiraannya pula, Bumi akan mengalahkan mereka hanya dalam waktu 1 menit, dan itu pun dilakukannya dengan cepat sekali
Betul saja apa yang diramalkan. Tubuh 9 orang karateka yang menggunakan ban coklat tersebut, dibuat bertumbangan ke sana kemari, karena Bumi bergerak sangat cepat sekali, dengan pukulan-pukulan yang sangat mematikan
Walaupun mereka jago karate, tapi di tangan Bumi mereka dibuat seperti anak kecil, karena selain teknik karate, Bumi juga menguasai ilmu bela diri yang lain, bahkan jauh lebih tinggi dari teknik karate tersebut
Jadi saat dia dikeroyok seperti itu Bumi tidak lantas kewalahan, malah dengan santainya meladeni setiap serangan yang masuk. Sesekali dia membarengi pukulannya dengan dilandasi tenaga dalam, yang lawannya sendiri tidak memilikinya
Sesekali pula dia melancarkan pukulan Bajra, dan disambung pula dengan pukulan Guntur Saketi, tapi tenaga yang dikeluarkannya, masih cukup rendah. Namun sudah mampu membuat tubuh mereka bertumbangan
Kini hanya tinggal satu orang lawan yang masih belum tumbang, karena Bumi ingin memberi pesan kepada mereka, agar tidak berani macam-macam
"Apakah kau hanya bisa berdiri saja?. Kalau kau penasaran majulah!" Ucap Bumi dengan aura yang sangat mengintimidasi
"Sombong!. Aku yang akan memberi pelajaran padamu!"
__ADS_1
"Terimalah teknikku ini!" Respon murid yang masih bisa berdiri tersebut cukup lantang. Kemudian bergerak cepat, dan menyerang Bumi di bagian titik vitalnya