
Trang! Trang! Trang!
Tak! tak! tak!
Bunyi peluru bertabrakan dengan suatu benda keras yang ada di tubuh Dragon. Entah bagaimana awalnya tiba tiba saja tubuh Dragon sudah memakai armor kuning keemasan. Mirip seperti jendral perang zaman dulu
Prabawa nya sangat luar biasa sekali. Pandangannya tajam. wajahnya serius dan auranya sangat kuat, Membuat semua yang ada terintimidasi, termasuk Thangkok dan puluhan penonton yang masih tersisa, walau jarak mereka cukup jauh dari arena
Armor yang dikenakannya sangat tipis sekali, tapi bentuknya jelas terlihat. Sangat cocok dengan bentuk tubuh Dragon yang
macho itu
Walaupun tipis, tapi jangan dikira rapuh, karena benda sekeras apapun tidak akan mampu menembusnya, hingga peluru yang ditembakkan ke arahnya pun terpental semua, dan jatuh ke atas kanvas
Ditambah lagi dengan kesaktian Dragon. Walau tanpa armor sekalipun, peluru peluru tersebut belum tentu bisa melukainya
Dragon bisa saja melindungi tubuhnya dengan tanah, logam, besi, kayu dan elemen elemen lainnya. Bahkan menggunakan senjata saktinya juga bisa
Tapi Dragon malah memilih menggunakan armor, karena fisiknya tidak terlihat oleh sembarang orang. Dan itulah yang dipilih oleh Dragon untuk melindungi tubuhnya dari diterjang peluru lawan
Atas aksinya tersebut, membuat Thangkok menjadi takjub sekaligus penasaran. Kemudian menembakkan peluru yang masih tersisa ke arah Dragon lagi. Lalu terdengar tiga kali bunyi tembakan
Dor! Dor! Dor!
Tap! Tap! Tap!
Kali ini Dragon tidak menghadang dengan tubuhnya lagi, tapi langsung menangkapnya dengan menggunakan tangan. Kemudian dengan gerakan cepat, melemparkan peluru tersebut ke arah penembaknya, hingga menembus batok kepala Thangkok, dan tembus sampai ke belakang
Belum juga korbannya mati, Dragon kembali melemparkan peluru yang masih tersisa ke arah dada sebelah kiri , dan menembusnya begitu saja
Sontak yang dilakukan oleh Dragon itu membuat Thangkok mati, dengan mulut menganga lebar. Belum juga membalas dendam, dia sudah mati duluan
"Bagaimana mungkin?" Ucap. beberapa penonton yang keheranan
"Peluru yang setajam itu bisa ditangkapnya hanya dengan menggunakan tangan?"
"Bahkan digunakannya untuk
menghabisi lawan!"
"Dengan begitu Apakah dia masih bisa disebut manusia?" Ucap beberapa orang penonton keheranan
Lalu bergegas keluar dari tempat itu, untuk menyelamatkan diri
Sedangkan Dragon setelah menghabisi Thangkok tidak tinggal diam. Dengan menggunakan ilmunya dia membuat tempat Itu tidak terlihat, dan kejadian yang terjadi barusan seperti tidak pernah terjadi apa apa
Bukan hanya itu saja yang terjadi. Dragon juga menghilangkan ingatan semua orang tentang apa yang terjadi di tempat itu. dan merubahnya seperti baru habis perang antar gangster. Sedangkan gambaran dirinya dihilangkan, agar tidak masuk dalam penyelidikan pihak kepolisian
Setelah melakukan itu Dragon keluar dengan langkah tenang, baru kemudian menghilang saat tidak ada lagi yang melihatnya
Tiga menit setelah Dragon pergi, datang serombongan polisi berpakaian preman, dan langsung menginvestigasi tempat itu serta mencatat apa saja yang diperlukan
Setelah melakukan investigasi, komandan polisi yang memimpin penyelidikan memberikan keterangan, bahwa kematian mereka disebabkan oleh bentrokan antar genk, karena diantara mereka ada yang memegang senjata, bahkan pistol juga ada
Untuk sementara posisi Dragon aman, Karena saat ini dia sedang berbincang dengan dua orang yang tadi ditolongnya, di sebuah rumah sewa pinggiran kota. Walau terisolir tapi situasinya cukup ramai
Kebetulan mereka tinggal di rumah yang sama, asal kampungnya juga sama. Walaupun rumah yang mereka tempati itu masih rumah sewa, Tapi mereka cukup kompak dan membayar sewanya bersama- sama
Ingin membeli rumah tentu tidak bisa, karena harga rumah di tempat itu cukup mahal. Hanya orang-orang kaya tertentu yang mampu untuk membelinya
Jadi untuk sementara mereka menyewa saja, dan bergotong royong membayar serta merawatnya. Itupun selalu telat dalam melunasi
Saat mereka duduk-duduk itu, Dragon berinisiatif untuk memulai percakapan. "Setelah ini apa rencana kalian?. Apakah masih ingin menjadi juri atau petarung jalanan?" Tanya Dragon pada keduanya
__ADS_1
Pertanyaan Dragon tidak langsung mereka jawab, karena Khoksat lebih memilih untuk meminum tehnya terlebih dahulu. Kemudian menjawabnya seperti tidak ada beban. "Saya akan tetap menjadi wasit, walau bukan ditempat itu. karena hasilnya cukup lumayan."
"Sedangkan Polayang aku tidak tahu." Jawab Khoksat berterus terang
Mendapat jawaban yang ambigu seperti itu, Dragon tidak menanggapinya. Dia malah menoleh ke arah Polayang, seperti ingin mendapatkan kepastian
"Aku masih belum tahu apa yang akan dikerjakan ke depannya."
"Kembali bertarung serasa tidak mungkin. Mau membuka usaha tidak punya uang. Mau berinvestasi apalagi."
"Jadi untuk sementara kemungkinan menumpang hidup pada Khoksat saja. Setelah itu baru mencari kerja." Jawab Polayang apa adanya
"Bagaimana kalau kalian ikut dengan ku dan menjadi anak buah ku saja?" Tanya Dragon tiba tiba
"Kerja apa?. Sedangkan kau orang asing dan kulihat biasa biasa saja."
"Jika kami bekerja pada mu, dimana dan apa jenis pekerjaannya?" Respon Polayang meragukan itikad baik Dragon
"Nanti kau akan tau sendiri. Jawab saja mau atau tidak?" Sambung Dragon kembali menawarkan
"Entahlah!. Mungkin nanti saja setelah keadaan ini tenang. Baru akan kami pikirkan." Jawab Polayang merasa segan
Kemudian menyambung lagi perkataannya. "Lagipula kau sudah banyak membantu kami, bahkan sudah menyelematkan nyawa kami berdua."
"Jika kami menerima tawaran mu lagi, dengan apa kami harus membalasnya?" Ucapnya malah balik bertanya
"Masalah itu jangan dipikirkan. Tinggal jawab iya pasti beres!" Sambung Dragon cukup melegakan
"Atau mungkin masih ada sesuatu yang mengganjal di hati mu, hingga membuat mu ragu-ragu?" Tanya Dragon pura-pura tidak tahu
"Bukan begitu." Jawab Polayang ragu ragu
"Lalu apa?" Tanya Dragon terus mendesak mereka
"Oleh karena itu, jangan membantu kami lagi. Sudah cukup rasanya bantuanmu."
"Orang sendiri saja tidak sebaik mu. Tapi kau baru mengenal kami sudah sebaik ini. Jadi kami merasa segan pada anda." Ucapnya lagi
"Tenang saja!. Aku merasa tidak keberatan. Lagi pula ini hanya sekedar tawaran. Kalau mau ya kerjakan, kalau tidak mau ya tidak apa-apa."
"Namun jika boleh aku tahu apa yang menjadi kendalamu hingga timbul keraguan besar di hati kalian masing-masing?" Tanya Dragon ingin tahu
"Ini masalah yang sudah cukup lama. Yaitu masalah uang dan tempat tinggal."
"Memikirkan itu saja sudah membuat ku pusing. Sedangkan pembayaran di tiap pertandingan. belum kami terima."
"Jangankan memikirkan
masa depan. mempertahankan rumah ini saja kami tidak bisa."
"Kenapa?" Tanya Dragon penasaran
"Sewa rumah ini harus diperpanjang karena sudah jatuh tempo."
"Kalau kami tidak bisa membayarnya dalam tiga hari ke depan, Maka kami harus keluar dan mencari rumah sewa baru."
"Jadi itulah jawaban sementara dariku anak muda." Jawab Polayang malah lari dari pertanyaan
Dia malah curhat dengan Dragon tentang masalah lain. Mungkin dia sudah sangat kebingungan dengan kondisi yang serba pas pasan, selama hidup di kota besar seperti Pattaya itu
Walaupun tiap hari dia bertarung, dan temannya menjadi wasit, namun pembayaran tidak langsung dia dapatkan. Setelah melaksanakan pertarungan sebanyak sembilan kali, baru jasanya akan dibayarkan, itu pun jumlahnya tidak sesuai dengan perjanjian
Menghadapi itu, mau tidak mau Khoksat dan Polayang harus berjuang mati-matian, agar selalu memenangkan pertandingan, dan itu sudah dia laksanakan dengan baik
__ADS_1
Namun sejak terjadi insiden pengeroyokan dan konspirasi jahat terhadap dirinya, lapangan kerja sudah tidak ada lagi, padahal dia sudah melaksanakan pertandingan sebanyak yang sudah ditentukan, tapi uangnya belum ia dapatkan
Jadi saat ditanyakan oleh Dragon pikirannya masih kacau, karena belum tahu apa yang akan dilakukan ke depannya. Mau minta tolong lagi kepada Dragon dia malu, maka terpaksa dia menjawab seperti itu
"Begini saja!. Bagaimana kalau kalian ikut denganku, dan bekerja di tempatku membuka usaha?"
"Kebetulan aku mempunyai sebuah usaha kecil, yang kalian bisa menjadi tenaga pengamanan di sana."
"Kebetulan juga di tempat usahaku masih kekurangan orang seperti kalian. Jika kalian mau bergabung, akan langsung aku terima, tanpa harus menjalani serangkaian tes lagi." Ucap Dragon menawarkan solusi
"Benarkah?. Tapi apakah tidak memberatkanmu anak muda?" Tanya Khoksat penasaran
"Tidak sama sekali. Malah aku merasa senang jika bisa menolong kalian, karena insting ku mengatakan, bahwa kalian ini orang baik dan bisa dipercaya." Jawab Dragon apa adanya
"Kalau begitu terima kasih. Kami bersedia ikut dengan anda." Respon Khoksat mewakili temannya
***
Keesokan harinya. Dragon mengajak Khoksat dan Polayang untuk mengunjungi tempat penjualan rumah di kota terkenal tersebut
Tapi harganya tidak murah, dan Dragon malah mengajak mereka ke sana. Tentu saja reaksi pertama yang mereka tunjukkan adalah terkejut. Bagaimana mungkin orang asing yang baru mereka kenal, mau membelikan rumah untuk mereka tunggal?. Padahal orang dari negaranya sendiri belum pernah melakukan itu
Contohnya adalah Thangkok. Dia bukannya memikirkan kesejahteraan anak buahnya. Tapi malah memeras tenaganya untuk mendapatkan uang. Dia tidak peduli dengan nyawa orang lain. yang dia pedulikan adalah kesenangannya semata
Jadi setelah sadar bahwa mereka diajak ke salah satu stan penjualan rumah di kota itu, mereka sontak menjadi ragu-ragu. dan langsung meminta Dragon Untuk membatalkan rencananya
Namun Dragon tidak mau. walau mereka pergi ke sana dengan menggunakan kendaraan umum. tapi itu tidak menjadi halangan buat Dragon untuk mendapatkan rumah di tempat itu
Saat itu Dragon berpakaian apa adanya. Tidak begitu mewah tapi terkesan rapi. Sebaliknya buat Khoksat dan Polayang. Mereka berpakaian ala kadarnya, dan jadi tidak enak sendiri
Kalau mereka tahu akan pergi ke tempat tersebut, tentu mereka tidak memakai pakaian apa adanya seperti itu
Namun karena sudah terlanjur datang. mau tidak mau mereka mengikuti langkah Dragon untuk masuk ke dalam tempat penjualan rumah tersebut
Tapi belum juga masuk dan baru ingin melangkah, mereka bertiga sudah ditegur oleh salah seorang tenaga pengaman di tempat. "Apa yang kalian lakukan?"
"Di sini bukan tempat untuk mengemis!" Ucap salah seorang sekuriti pada Dragon
Kemudian mengamatinya dari atas sampai ke bawah. Sepintas dia mendapati bahwa Dragon bukan orang kaya, tapi orang miskin yang berlagak kaya
Mendapatkan pertanyaan yang sangat merendahkan tersebut, Dragon spontan bereaksi. "Kami ke sini bukan untuk mengemis, tapi ingin membeli rumah!" Jawab Dragon cukup ketus
"Gembel seperti kalian ingin membeli rumah?. Berkaca dulu sana!"
"Rumah yang dijual di sini harganya tidak murah, dan semuanya merupakan rumah mewah. Jadi pergi sana sebelum aku seret tubuh dekil kalian itu!" Respon satpam sangat menghina
"Ada apa ini?. Kenapa ribut-ribut?"
"Tak tahukah kalian bahwa ini jam kerja, dan sedang ramai-ramainya di dalam?" Ucap seseorang yang berpakaian tapi sangat mengejutkan
"Manajer Narong!. Kebetulan anda datang. Kami sedang mengusir tiga pengemis ini agar tidak masuk."
"Tapi mereka bersikeras tinggal dan tidak mau pergi!" Jawab Tarongsit melaporkan
"Apa keperluan kalian ke sini? Apakah kalian ingin mengemis?" Tanya Narong pada Dragon dan dua orang temannya, terkesan sekali sangat merendahkan penampilan Dragon yang sangat sederhana tersebut
"Aku katakan sekali lagi ya!. Aku datang ke sini ingin membeli rumah. Tapi satpam mu ini sangat arogan sekali!"
"Belum apa-apa sudah menuduh kami sebagai pengemis, dan kau juga!"
"Apakah memang tempat seperti ini pelayanannya sangat buruk sekali?" Jawab Dragon malah menyakitkan
"Jaga ucapanmu gembel!. Ini tempat terhormat!. Orang miskin seperti kalian, tidak pantas masuk ke sini!"
__ADS_1
"Jadi sebelum aku panggil satpam yang lain. atau polisi. Cepatlah pergi dari sini!. Aku sedang tidak punya waktu untuk melayani kalian!" Respon Narong Gong tidak senang