Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Pekerjaan nyaris mustahil


__ADS_3

Di suatu sore, saat semua pekerja sudah pada istirahat


Dragon hanya duduk berdua dengan pengawal setianya. Tapi tak lama kemudian datang Abhicandra serta Jenifer. Sepertinya mereka sudah selesai mandi, karena pakaian mereka sudah berganti dengan yang baru


"Kebetulan kalian sudah datang. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kalian!" Ucap Dragon sesaat setelah mereka berdua duduk


"Kami siap mendengarnya tuan muda!" Respon Abhicandra dan Jenifer semangat


"Begini kakek Abi juga kau Jeny." Ucap Dragon memulai pembicaraannya


"Sudah hampir setengah bulan kita berada di daerah ini. dan itu sudah aku anggap cukup."


"Setelah ini, aku berencana ingin pergi ke tempat lain, untuk menambah pengalaman." Ucap Dragon disela sela duduk santai itu, sambil melihat pemandangan yang ada di depannya


"Tapi tuan muda!. Masih ada tiga kelompok lagi yang belum kita taklukkan."


"Kenapa tidak sekalian saja kita bereskan?" Jawab Abhicandra keheranan


"Khusus untuk mereka. satu kelompok aku serahkan pada komandan Robin juga komandan Rudolf"


"Sementara kelompok lain, aku serahkan pada Langit dan Awan."


"Sedangkan untuk kelompok satu, aku sendiri yang akan menanganinya." Jawab Dragon terkesan santai


"Lalu bagaimana dengan daerah ini?. Mereka masih perlu diawasi." Protes Abhicandra secara halus


"Untuk lokasi baru ini, aku serahkan pada kakek juga komandan Burgon, dibantu oleh anak buah Eric untuk mengawasinya."


"Ditambah dengan 100 pengawal yang didatangkan kemarin."


"Sementara Eric dan Anjani, harus pulang ke kota emas, karena anaknya sedang sakit."


"Pengasuh yang merawatnya, tidak mampu menenangkan anak tersebut. Jadi mereka harus dipulangkan hari ini juga."


"Nanti setelah keadaan membaik, baru Eric akan ditarik kembali."


"Sedangkan Anjani tetap tinggal di sana."


"Untuk itu aku butuh bantuan mu kak Jeny. Tolong pergi ke tenda mereka dan minta untuk datang ke sini!" Ucap Dragon serius


"Baik tuan muda!" Jawab Jenifer patuh


Lima menit kemudian, Eric dan Anjani sudah berada di hadapan Dragon, dengan seribu tanya dibenak masing masing


"Jangan panik!. Ini hanya masalah biasa."


"Sore ini juga, kembalilah ke kota emas, dan dampingi anak kalian yang sedang sakit itu." Ucap Dragon berterus terang


"Apa!. Anak kami sakit?. Kenapa kami tidak mengetahuinya?" Ucap Jenifer terkejut


"Belum ada satupun yang tahu, kecuali aku juga pengasuh pengasuh anak kalian itu."


"Tapi jangan khawatir, kondisinya tidak begitu mengkhawatirkan. Hanya panas saja " Jawab Dragon menenangkan


"Tapi walau demikian, dia butuh kehadiran orang tuanya."


"Untuk itu kalian bersiaplah!. Aku akan mengirimkan kalian ke kota emas"


"Tentang peralatan kalian di tenda itu, akan dikirimkan kemudian." Ucap Dragon lagi


"Tapi bagaimana dengan tugas ku untuk menaklukkan kelompok lainnya tuan muda?" Tanya Eric merasa tidak enak hati


"Tugas kalian akan digantikan oleh komandan Robin. Langit dan Awan."


"Sedangkan tugas Anjani akan digantikan oleh yang lain."


"Nanti setelah keadaan membaik, kembalilah bergabung."


"Sedang Anjani harus tetap tinggal di kota emas, dan jalankan tugas di sana!" Jawab Dragon tegas


"Tapi tuan muda!." Ucap Anjani ingin protes


"Tidak ada tapi tapi. Turuti saja perintahku!" Jawab Dragon tegas


"Siap tuan muda!. dan mohon maafkan kami, karena belum bisa berbuat yang terbaik" Ucap Eric dan Anjani serempak


"Tidak apa apa. Sekarang bersiaplah!. Aku akan mengirimkan kalian pulang." Jawab Dragon lagi


Satu menit kemudian, tubuh Eric dan Anjani sudah menghilang, dan tersedot masuk ke dalam formasi, yang di dibuat oleh Dragon, dan langsung dikirimkan ke rumah nya


"Hubungi yang lain, agar nanti malam berkumpul kembali di tenda pertemuan!" Ucap Dragon tegas, sesaat setelah Eric dan Anjani menghilang


"Baik tuan muda!" Jawab Abhicandra patuh


***


Dua jam kemudian


Pertemuan yang direncanakan, sudah pun berlangsung, dan sedang membicarakan prihal penyerangan ke markas kelompok dua dan empat


Sementara kelompok satu, tempat ketua utamanya berada, tidak mereka bicarakan, karena Dragon sendiri yang akan membereskannya

__ADS_1


Selain rencana tentang penyerangan. Dragon juga membahas tentang masa depan lokasi yang baru dibukanya itu


Dia menyadari, orang orang yang ditahannya itu mempunyai keluarga juga kerabat yang lain


Jadi dia berharap agar tempat tersebut selesai dibangun, agar keluarga mereka bisa ikut bergabung, dan menjadi warga di sana


"Lahan yang berhasil dibuka oleh kita cukup luas."


"Aku berencana menjadikan 30 hektar lahan itu menjadi lahan pertanian. yang akan ditanami padi juga tanaman semusim lainnya."


"Lahan yang akan dibuka itu akan dijadikan pilot projek pertanian, dengan peralatan modern."


"Diharapkan setelah berhasil, akan bisa memenuhi kebutuhan pokok penduduknya."


"Jika proyek itu berhasil, akan dikembangkan lagi di daerah lain, yang lahannya akan aku beli juga!"


"Selain itu di lahan yang sudah dibuka, juga akan dibangun pemukiman khusus untuk orang orang itu, dengan bangunan semi modern."


"Tapi sebelum mereka ditempatkan itu, aku berharap agar pendataan sudah selesai dilakukan."


"Khusus untuk yang belum berkeluarga, akan dibangun empat buah asrama, dengan kapasitas kamar sebanyak 4 ribu buah."


"Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi lonjakan pendatang, yang sebentar lagi akan didatangkan."


"Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. aku minta kepada senior Shio Lung, James dan senior Erisha, untuk mengkalkulasikan, berapa biaya dan bahan yang dibutuhkan."


"Aku ingin sebelum aku melanjutkan perjalanan, semua hitungan itu sudah selesai dilakukan." Ucap Dragon tegas


"Izin bertanya tuan muda!"


"Jika tuan muda pergi, bagaimana dengan rencana penyerangan itu, dan bagaimana kami bisa membawa mereka kemari, sedangkan lokasi nya sangat jauh sekali?" Tanya komandan Robin ingin penjelasan


Pertanyaan itu juga ingin ditanyakan oleh yang lain. Karena jika hanya mengalahkan dan langsung menghabisi, itu bagi mereka sangat mudah


Tapi membawa mereka ke penampungan, apalagi membuat mereka benar benar tunduk, itu masih jauh dari kemampuan mereka


Jadi dengan pertanyaan dari seniornya itu, membuat mereka penasaran, dengan apa yang akan dikatakan oleh tuan mudanya.


"Sejujurnya itu juga yang aku pikirkan. Tapi karena ingin meluaskan pengalaman, maka aku jadi melupakan masalah itu."


"Sekarang panggilkan beberapa orang ketua untuk menghadap ku!" Jawab Dragon sembari memberi perintah


Tak lama kemudian, datanglah tujuh orang ketua, yang terdiri dari Vienna, Sujana, Fariq, Brandi dan yang lainnya


Begitu menghadap, langsung menunduk hormat ke arah Dragon, dan siap menunggu perintah


"Senior sekalian!. Aku ingin kerja sama dari kalian."


"Tolong pasang formasi ini di delapan penjuru angin."


"Aku ingin memindahkan markas mereka ke lokasi ini, agar aku bisa menaklukkan mereka secepatnya." Ucap Dragon berwibawa


Kemudian memberikan enam belas bendera kecil pada dua orang ketua dari mereka


"Setelah tugas kalian selesai, aku akan menarik kalian kembali ke sini." Ucapnya lagi


"Kami siap tuan muda!" Jawab mereka serempak


"Pergilah!" Ucap Dragon dingin


Tak lama kemudian, tujuh orang itu sudah hilang dari pandangan, dan sedang menuju ke markas kelompok dua dan empat


Begitu mereka sampai, langsung menuju ke titik yang sudah ditentukan, dan langsung memasang bendera kecil di tempatnya


Tak sampai satu jam, pekerjaan itu sudah selesai dilakukan. Dragon segera menarik mereka untuk kembali ke penampungan


"Terimakasih atas kerja sama kalian!"


"Besok pagi saat semuanya berkumpul di markasnya masing masing, aku akan menarik markas itu ke mari."


"Semoga aku diberi kekuatan untuk melakukannya." Ucap Dragon sangat berharap


"Oh ya para ketua sekalian. Apakah markas kalian terbuat dari bahan permanen?" Tanya Dragon mengejutkan mereka


"Benar tuan muda!. Bahkan markas ku terdiri dari enam lantai, berbentuk asrama, dengan 750 jumlah kamarnya."


"Apakah tuan muda ingin memindahkan bangunan itu kemari?" Tanya Brandi, mantan ketua satu kelompok tiga merasa senang


"Jika memungkinkan boleh jadi iya."


"Tapi itu butuh waktu dan persiapan." Jawab Dragon tidak yakin


"Siap tuan muda!" Jawab Brandi senang


***


Keesokan harinya, kesibukan pekerjaan proyek sudah mulai terlihat


Ribuan pekerja berlalu lalang di lokasi itu. Tapi ada dua tempat terpisah yang tidak boleh dilalui oleh siapapun. Karena ditempat itulah Dragon akan meletakkan markas besar, dari kelompok dua dan empat. Itupun jika usaha besar pertamanya berhasil


Baru kali inilah Dragon akan memindahkan benda bukan manusia, apalagi besar pula

__ADS_1


Jika ia tidak berhasil, maka Dragon akan meminta bantuan pada gurunya, yaitu pangeran Brawijaya


Jika tidak berhasil juga, terpaksa harus meminta bantuan dari eyang gurunya, yaitu guru Brawijaya


Satu jam kemudian. Setelah persiapan dianggap selesai. Dragon mulai merapal doa, Sambil mengerahkan segenap ilmu dan kemampuannya, untuk membuat pekerjaan itu menjadi mudah


Ilmu yang digunakannya, berasal dari kitab Wahyu Taqwa, juga kitab Kalamurka, ditambah dengan hasil persepsi nya, setelah berhasil menggabungkan kedua kitab itu, menjadi sebuah jurus maha dahsyat, yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya


"Formasi keagungan!. Muncullah!" Ucap Dragon tiba tiba, sambil mengarahkan tangannya ke suatu tempat


Tiba tiba muncul sebuah lingkaran besar, terdiri dari banyak warna, yang melingkupi hampir separuh wilayah itu. Tapi pusatnya berada di tempat Dragon berdiri


Tiba tiba terdengar suara mendengung, pertanda formasi tersebut sedang bekerja


Suaranya sangat memekakkan telinga, hingga membuat aktifitas pekerjaan jadi terhenti, dan para pekerja juga yang lain, langsung menutup telinganya


Tapi segera sesudah itu, Dragon mengirimkan kuasanya, untuk menarik dua bangunan besar berikut dengan penghuninya, untuk di hadirkan di lokasi itu


Hampir saja Dragon kehabisan tenaga, jika tidak dibantu oleh Brawijaya.


Tiba tiba saja tubuh Dragon berubah, dan muncul sosok lain, dan langsung mengaktifkan kekuatannya, untuk mewujudkan keinginan muridnya itu


Suara berdengung semakin terdengar kuat, dengan bunyi bermacam macam


Ngung!. Ngung!


Whus!


Bong! Slash!


Boom! Boom!


"Ugh!. Teriak orang yang ada di situ kesakitan. Tubuh mereka terlempar cukup jauh, dan jatuh di tempat lain. dan seluruhnya pingsan


Sementara tubuh Dragon yang sudah diambil alih oleh gurunya, tidak terpengaruh sama sekali. Tapi hasil yang didapatkannya sungguh diluar dugaan


Dua buah bangunan besar, dengan ribuan penghuninya, terlihat ada di lingkaran formasi yang telah dibuat oleh Dragon. Tapi penghuninya tidak kelihatan


Ternyata mereka pingsan, saat terjadi perpindahan dimensi, hingga aktifitas mereka tidak terlihat


Tanpa diketahui oleh Dragon juga yang lain. Raja Brawijaya sudah memasang formasi spritual, dan formasi darah pada tiap tubuh yang baru didatangkannya itu


Jika mereka terbangun nanti, mereka sudah menjadi orang lain, dan tidak perlu di arahkan lagi


"Bangunlah cucu ku. Aku sudah mengabulkan keinginan mu itu."


"Setelah ini, kau tidak perlu meminta bantuan ku atau bantuan guru mu lagi. Cukup dengan meniatkannya saja, maka benda apapun akan bisa kau datangkan."


"Aku eyang Ditya Prabu, guru dari guru mu si Brawijaya itu."


"Mulai hari ini, aku akan terus membantu mu, dan terus mengawasi perjalanan mu!"


"Bangunlah cucu ku!. Lihat apa yang telah eyang berikan pada mu itu" Ucap Ditya Prabu melalui aura spiritualnya


Tak lama kemudian, Dragon terbangun, dan melihat sesuatu yang sangat luar biasa. Dimana dua bangunan besar berbentuk seperti hotel, terlihat berdiri di lokasi yang sudah ditentukan


Segera setelah itu, orang orang yang tadi pingsan juga terbangun, dan mendadak melongo diam


"Luar biasa!. Inikah kekuatan sejati dari tuan muda kita?" Ucap Abhicandra takjub


"Benar!. Aku pun berpendapat demikian!" Jawab Robin setuju


"Kemari lah!. Masuk dan periksa orang orang yang ada di dalam dua bangunan itu!"


"Jangan khawatir. Mereka sudah menjadi taklukan kita!" Ucap Dragon memberi perintah


Satu jam kemudian. Orang orang yang ada di dua bangunan itu sudah keluar semuanya


Enam orang ketua dari masing masing kelompok tersebut, langsung dihadapkan pada Dragon, dan diuji kesetiannya


Ternyata mereka memang sudah ditaklukkan, tanpa tahu siapa yang menaklukkannya


Tapi begitu dihadapkan pada Dragon, mereka jadi tahu, bahwa dia lah yang telah mengalahkan mereka


"Selamat datang senior!. Apakah kalian tahu siapa aku?"Tanya Dragon sekedar ingin menguji


"Anda adalah tuan kami, dan orang yang harus kami hormati!" Jawab salah seorang ketua kelompok dua sambil membungkuk hormat


"Bagus!. Kalau begitu pergilah!"


"Pimpin orang orang mu untuk ikut bekerja, membantu pekerjaan kelompok lain, agar tempat ini cepat selesai!"


"Baik tuan muda!" Jawab pemimpin tersebut patuh. Kemudian menemui anak buahnya


"Selamat tuan muda!. Anda telah berhasil menaklukkan dua kelompok kuat tersebut."


"Selanjutnya kami menunggu perintah anda." Ucap Abhicandra senang


"Untuk sementara tidak perlu!"


"Aku akan memulihkan tenaga ku dulu. Jangan ada yang berani mengganggu saat pemulihan ku itu!" Jawab Dragon tegas

__ADS_1


"Baik tuan muda!" Jawab Abhicandra mewakili semuanya


__ADS_2