
"Ada ada saja Dyah itu!. Sempat sempatnya menakuti orang."
"Bentuk naga berkumis cantik tapi menyeramkan itu, tentu saja membuat Janang takut."
"Ditambah lagi dengan penampilan singa jantan berkepala tiga, yang gigi giginya mencuat tajam dan menyeramkan itu. Tentu saja semakin membuat Janang ketakutan."
"Belum lagi dengan kehadiran guru yang menyerupai naga raksasa, dengan api merah dan birunya yang menyala nyala. Ya tentu saja membuat lawan Dyah merasa bagai dikepung oleh ribuan lawan."
"Jadi belum apa apa dia sudah menyerah. dan tidak sanggup untuk melanjutkan pertarungan."
"Berarti Dyah yang menang. Benar benar luar biasa adik ku itu!" Ucap Dragon tulus memuji adiknya dalam hati
Tak lama kemudian. terdengar lagi Dragon bersuara." Bagaimana Janang?. Apakah akan melanjutkan pertarungan ini atau tidak?"
"Kalau terus ya silakan!. Kau hadapi saja adik ku yang menyeramkan itu!. Aku jamin kau akan senang!" Tanya Dragon pada lawan adiknya itu
"Aku tidak mau!. Aku menyerah!" Jawab Janang spontan
"Kenapa?" Respon Dragon pura pura bertanya
"Dia orang kuat!. Melihatnya saja aku sudah takut, apalagi melawannya!"
"Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan ku ini. Dan aku ikhlas kalau giok giok itu menjadi milik mu!" Jawab Janang berterus terang
"Berarti ada yang menyuruh mu untuk merebut giok giok itu dari ku ya?"
"Kalau tebakan ku tidak salah, orangnya pasti That Natgong Wie. dan anaknya yang serakah itu. Benarkan tebakan ku itu Janang?" Ucap Dragon mengejutkan semua orang
"Benar tuan!. Merekalah yang telah menyuruhku untuk memprovokasi mu. Karena mereka tidak senang kalau kau memenangkan taruhan itu."
"Jadi dengan mengandalkan kekayaannya, mereka membayarku untuk mengambil giok giok itu darimu."
"Tapi tidak disangka. Jangankan untuk mengalahkan mu, menghadapi adikmu saja kami sudah tidak mampu."
"Ternyata kalian berdua bukan orang sembarangan. dan hari ini kelompokku menyatakan tunduk kepadamu." Jawab Janang berterus terang
"Humm!. Berarti mereka berdua itu ingin terus bermusuhan dengan ku melalui mu."
"Kalau begitu ceritanya, mereka berdua harus di beri pelajaran!" Respon Dragon penuh tekanan.
Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Dyah, yang masih menyeramkan itu. "Sudahi dulu aksi mu itu adik ku!. Mari kita lihat pertunjukan selanjutnya!" Ucap Dragon pada adiknya tersebut
Blush!
"Nah itu baru benar!. Sekarang mari kita tanyakan pada mereka apakah minta dihabisi atau bagaimana?" Reaksi Dragon senang
Dalam berucap seperti itu, Dragon sengaja menguatkan suaranya, agar didengar oleh Janang dan anak buahnya. Maka segera setelah itu, mereka semua menjatuhkan lututnya di jalanan beraspal, dan menghadap ke arah Dragon serta adiknya itu
Saat mereka sedang berlutut itulah, datang sepasukan tentara dan satu kompi polisi, yang langsung mengepung mereka sambil menodongkan senjata otomatisnya ke arah Janang dan anak buahnya
"Maaf tuan dewa!. kami datang terlambat!" Ucap panglima angkatan bersenjata negara itu sedikit sungkan
"Kami juga minta maaf tuan dewa, karena laju pergerakan kami dihalangi oleh mobil-mobil itu!" Sambung kepala kepolisian negara itu juga merasa sungkan
"Anda datang saja sudah membuat kami senang, karena ada beberapa orang di antara mereka yang merasa penasaran, ingin mengetahui siapa aku."
"Kebetulan kami hanya mengenal anda berdua, maka kepada anda lah kami harus mengadu. Jawab Dragon cukup bijaksana
"Ah tuan dewa ini bisa saja!. Justru karena keterlambatan kami, akhirnya kami mendapat teguran dari raja, karena tidak segera datang membantu!" Reaksi panglima itu apa adanya
"Baiklah kalau begitu. Apakah anda kenal dengan mereka?" Respon Dragon cukup mengerti
"Sangat kenal tuan dewa! Mereka berdua lah yang selama ini sedang kami cari, karena mereka selalu menebarkan kejahatan di mana-mana."
"Akibat perbuatannya itu, pihak kepolisian ingin menangkap mereka, tapi ternyata mereka licin bagi belut."
"Hari ini berkat anda, keberadaan mereka sudah bisa kami temukan."
__ADS_1
"Oleh karena itu kami sangat berterima kasih!" Jawab kepala kepolisian itu senang
Kemudian memerintahkan kepada anak buahnya, untuk menangkap Janang dan orang-orangnya.
Tapi bukan hanya Janang saja yang ditangkap. Thakdan dan anak buahnya juga mereka bawa untuk diamankan di kantor polisi setempat guna dimintai keterangan.
Sekarang barulah mereka tahu siapa Dragon yang sebenarnya.
Jika dari awal mereka mengetahui, bahwa Dragon itu bukan orang biasa, tidak mungkin mereka berani memprovokasinya.
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Mereka sekarang sudah berada di kantor polisi, untuk mempertanggung gungjawabkan perbuatannya, dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Beberapa menit kemudian. Dragon dan adiknya sudah berada di dalam hotel, dan sedang beristirahat di sana
***
"Ayah! Ibu!" Ucap Dragon sesaat setelah dia ikut bergabung dengan kedua orang tuanya cukup sopan.
"Dalam perjalanan kami tadi malam. banyak sekali kejadian yang kami alami. Salah satunya adalah aksi Dyah yang sangat heroik sekali!"
"Dia berhasil mengalahkan puluhan orang hanya dengan tangannya sendiri."
"Bukan hanya itu saja yang Dyah lakukan. Dia juga sudah membuat takluk wakil ketua gangster terkemuka di negara ini."
"Berkat dia semuanya menjadi terang, dan aku hanya mengawasinya saja."
"Kejadian kedua tapi pertama yang kami alami adalah, kami mendapatkan ini!" Ucap Dragon menjelaskan kejadian yang sebenarnya, sambil mengeluarkan 3 buah giok dari dalam cincin semestanya itu.
"Wah cantik sekali!. Dari mana kau mendapatkannya anakku?" Reaksi Ivory senang, dan tidak jadi memarahi Dragon
"Dari tempat pelelangan, yang menjual batu batu kasar yang berisi giok giok ini!" Jawab Dragon berterus terang
"Luar biasa!. Kalian memang hebat!. Ini baru anak ibu?"Respon Ivory bangga
"Tau ndak ibu?. Gara-gara batu ini, semua kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi?"
"Pada awalnya Dragon membiarkan aksinya tersebut. Tapi pada akhir perjalanan, Dia menyuruh orang lain untuk memprovokasi Draco."
"Atas kejadian tersebut, Draco ingin memberi pelajaran pada orang tersebut, dengan cara memiskinkannya untuk sementara." Jawab Dragon mengatur rencana
"Apakah kau sudah yakin anakku?. Ini negara orang lho? Sedangkan mereka tidak memusuhi Birawa Group?. Apakah mereka pantas menerima hukuman itu?" Tanya Dion penasaran
"Pantas atau tidaknya, nanti akan kita simpulkan. Tapi sekarang Draco ingin memberi pelajaran pada mereka, agar kedepannya tidak sombong lagi!" Jawab Dragon mantap
"Jika kau memiskinkan mereka, Apakah tidak akan menimbulkan konflik antar dua negara?. Karena ayah yakin, dengan hilangnya harta mereka nanti, akan membuat otoritas negara ini bereaksi".
"Jika itu sempat terjadi, Bukankah akan menimbulkan konflik antara kita dengan mereka?" Respon Dion meragukan niat anaknya tersebut
"Ayah tenang saja!. Draco tidak akan melibatkan Birawa Group dan orang orangnya!. Draco akan meminta bantuan pada orang lain untuk melakukannya." Jawab Dragon sangat yakin sekali
"Apakah kau begitu marah dengan orang itu anakku? sehingga kau berniat ingin memiskinkannya?" Ucap Ivory datang menyela
"Iya ibu!, karena mereka sudah berani menghina adikku, maka Draco akan melakukannya demi Dyah." Jawab Dragon apa adanya
"Kakak! Apakah kakak menyayangi Dyah?" Ujarnya ingin ikut diskusi, dan merangkul tangan Dragon tanda ingin dimanja.
"Ya tentu sayang lah!. Saking sayangnya, maka kakak melakukan ini untuk mu!"
"Tapi ingat!. Bukan untuk memajakanmu ya?"
"Kakak melakukan ini agar orang-orang yang sudah bersikap kasar padamu itu tahu, bahwa adikku tidak bisa diganggu!" Jawab Dragon mantap sambil mengepalkan kedua telapak tangannya erat erat
Kemudian mengambil nafas dan tak lama kemudian berkata kembali. "Selama ini mereka mengira, tidak akan ada orang yang berani melawan karena kekayaan yang mereka miliki itu!"
"Tapi hari ini kakak ingin menunjukkan, bahwa di atas langit masih ada langit!"
"Jadi segala cara akan kakak lakukan, demi untuk memberi pelajaran pada mereka?"
__ADS_1
"Setelah mereka insaf, dan memohon belas kasihan, Barulah kakak akan mengembalikan semua harta yang kakak ambil darinya itu, sambil memberi nasehat tentang kehidupan." Ucap Dragon menjelaskan rencananya
"Itu terserah kau saja anak ku!. Ayah dan ibu juga setuju."
"Tapi ingat!. Setelah mereka insaf, segera kembalikan harta mereka, karena kami tidak ingin kau menjadi orang jahat!" Tanggapan Ivory tidak terduga
"Beres ibu, ayah dan juga dyah!. Draco akan melakukannya dengan hati-hati." Jawab Dragon mencoba menenangkan kekhawatiran mereka semua dengan perkataannya.
***
Tepat tengah malam, dan seperti yang sudah direncanakan oleh Dragon, akhirnya niatnya itu dilaksanakannya juga, dengan meminta bantuan pada Rambaya dan 100 anak buahnya
Pada mereka Dragon memerintahkan, agar mengambil semua harta yang Natgong miliki. termasuk uang simpanan mereka yang ada di bank, dengan cara mengoperasikan sistem yang bekerja di bank-bank tersebut, yang menggambarkan bahwa seolah-olah Natgong sendirilah yang menariknya, dan ditransfer ke rekening lain
Bukan hanya itu saja yang mereka ambil. Dragon juga menginginkan agar Rambaya dan anak buahnya, mengangkat rumah mereka untuk dipindahkan ke tempat lain, dan diganti dengan pondok bambu yang sangat reot. dan semua perintah itu, sudah dilaksanakannya dengan baik
Keesokan harinya saat Natgong dan keluarganya bangun, mereka jelas terperanjat, dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Rumah mewah dan besar, yang selama ini mereka tempati, telah berubah menjadi pondok bambu yang sangat buruk sekali. Dinding nya sudah banyak lubang di sana-sini, bahkan atapnya juga sudah banyak yang bocor.
Menyadari itu, Natgong sebagai kepala keluarga tentu saja marah, dan meluapkan emosinya pada setiap orang yang ada di dekatnya. Dan dengan lantangnya dia berkata. "Siapa yang melakukan ini?. Di mana rumah mewahku?" Ujarnya sudah tidak terkontrol lagi
"Suamiku!. Apakah kau sudah menyinggung seseorang, hingga membuatnya dendam?" Tanya seorang wanita muda pada suaminya itu
"Menyinggung seseorang?. Apa maksud mu?. Siapa yang sudah aku singgung?" Reaksi Natgong berang
"Sebelum kita pergi tidur, anakmu mengadu padaku, bahwa di tempat pelelangan batu, kau sudah bersinggungan dengan seorang pemuda, yang menyebabkan kalian berdua kalah."
"Setelah pemuda itu pergi, kau menyuruh pemimpin dua suatu organisasi untuk menghabisi pemuda tersebut."
"Tapi menurut mata-mata yang aku sebarkan. orang orang yang kau suruh untuk mencelakai pemuda itu semuanya kalah. Malah mereka semua sudah ditangkap oleh polisi."
"Namun menurut penglihatanku, sebelum anak buahmu itu ditangkap, pemuda tersebut sudah mendapatkan informasi, bahwa dalang kerusuhan itu adalah kau!"
"Karena dia merasa tidak senang, maka dia menyuruh orang-orangnya untuk membalas dendam, dan jadilah yang seperti ini." Jawab Ploy Nan, seorang wanita cenayang yang diambil menjadi istri oleh Natgong menjelaskan
"Tapi bagaimana dia bisa melakukannya? Rumah sebesar itu bisa hilang dalam sekejap mata?"
"Apakah dia itu setan atau siluman?" Respon Natgong tidak percaya.
"Dia lebih dari itu!. Bahkan semua jenis siluman tunduk padanya."
"Jika kau masih bersikeras dan tetap mempertahankan ego mu, dan tidak mau meminta maaf padanya, serta tidak mau berlutut di bawah kakinya, maka semua harta-hartamu tidak akan pernah kembali!" Ucap Ploy Nan mengingatkan
"Brengsek!. Sialan!. Kenapa jadi seperti ini?. Padahal selama ini tidak ada yang berani memprovokasiku, apalagi melawanku!"
"Jika gara-gara bocah sialan itu aku jadi begini, maka aku tidak akan terima!"
"Aku harus membalas dendam padanya!" Respon Natgong Wie malah tidak bisa mengontrol emosinya lagi
"Sabar suamiku!. Jika kau terus begini, maka percayalah, kau tidak akan dapat apa-apa."
"Aura kesadaranku mengatakan, bahwa rumahmu hanya dipindahkan ke tempat lain, karena hawa mahluk yang memindahkannya masih tertinggal di sini."
"Namun aku tidak bisa mendeteksinya di mana mereka berada, karena orang yang memindahkannya tersebut, adalah jenis siluman yang tingkatannya jauh lebih tinggi dari siluman lain."
"Oleh karena itu Aku sarankan, agar kau mau merendahkan diri, dan meminta maaf padanya demi untuk hartamu kembali." Nasehat Ploy Nan cukup membuat bulu kuduk berdiri.
"Tidak bisa!. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meminta maaf pada bocah sialan itu!"
"Jika aku punya kesempatan, maka aku akan membuat nyawanya tanggal dari badan..!!" Jawabnya cukup arogan
Jder!
Boom!
"Aneh !. Ada apa ini?. Kenapa ada petir di cuaca cerah seperti ini?. Apakah pertanda bahwa ucapan suamiku didengar olehnya?" Batin Ploy Nan dalam hati
__ADS_1
Kemudian berdoa agar tanda-tanda itu bukan merupakan akhir dari suaminya tersebut