Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Jurus aneh


__ADS_3

Satu jam kemudian. Mereka sudah sampai di perbatasan desa Kreta, sebelah utara kabupaten Muka, daerah perbatasan antara propinsi Sum dengan propinsi Ben


Mereka tepat berhenti di depan pintu gerbang desa, yang dijaga oleh seorang Jagabaya, yang berpenampilan cukup nyentrik


Saat mereka ingin masuk itu, Jagabaya tersebut merentangkan tangannya, untuk menghalangi rombongan Dragon yang ingin memasuki desanya


Karena aksinya itu, Bumi menjadi marah, dan ingin memukul Jagabaya tersebut. Bukan untuk mencelakainya, tapi sekedar memberi peringatan saja. Tapi tindakan Bumi, cepat dihalangi oleh Dragon dengan berkata.


"Tahan!. Dia bukan lawan mu!"


"Dia hanya menjalankan tugas!. Dan kau tidak perlu bertindak berlebihan!" Ujarnya


Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Jagabaya itu, lalu berkata. "Mohon maaf kisanak!. Kami pengelana. Datang kesini karena ingin beristirahat"


"Jika di izinkan, kami akan masuk ke desa ini." Ucapnya pada jagabaya itu


"Eits, tunggu dulu!"


"Jangan buru buru masuk! sebelum aku tahu tujuan kalian!"


"Siapa tau kalian ini gerombolan perampok, yang selalu menyatroni desa desa di wilayah ini!" Jawab Jagabaya itu sangat menohok sekali


Kemudian memasang kuda kuda untuk melawan Dragon, yang dia kira lemah itu


"Hadapi aku dulu sebelum menghadapi pendekar mata sapi!"


"Biar kalian tahu, betapa kuatnya aku!"


"Hiaat!.


"Terimalah serangan ku!. Jurus pemukul mantan!" Teriaknya terdengar lucu. Lalu memperagakan jurus yang barusan dia sebutkan tadi


"Hiaaat!"


Whush!


Gdebuk!


"Argh!. Sialan!. Kenapa jurus mantan ku ini buruk sekali?"


"Baik aku coba jurus kedua.. Pukulan mantan sialan!"


"Hiaaat!"


Splash!


Buk!


"Ais!. lagi lagi gagal. Jurus mantan memang buruk sekali!"


"Gara gara jurus itu, aku jadi terpeleset di tanah becek ini!"


"Menodai kegantengan ku saja!. Dasar mantan. Jurus mu tidak berguna!" Ujarnya meracau sendiri


Mendengar jurus jurus aneh yang belum pernah mereka dengar itu, membuat Dragon dan anak buahnya tertawa terbahak bahak, dan tidak bisa ditahan lagi


Dasar Jagabaya nyentrik. Bisanya cuma melawak saja. Orang selevel Dragon mau dia lawan. Dengan jurus aneh pula


Baru ingin memperagakan, eh sudah terpeleset pula. Awalnya ingin marah. tapi jadi hilang, dan berganti dengan kegembiraan


"Siapa nama mu kisanak!" Tanya Dragon sambil menahan tawa


"Besi berani!.Eh bukan kuda Sembrani?" Jawabnya sembarangan, dan asal ngomong saja


"Jadi kamu saudaranya kuda besi ya?" Tanya Dragon mengimbangi guyonan Jagabaya itu


"Bukan cuma saudaranya bang, tapi eyangnya!" Jawab Jagabaya itu ngelawak lagi


"Kalau begitu, bisakah kami menemui saudara kuda besi mu itu, siapa tahu bisa kami makan?" Balas Dragon terus melayani ucapan yang terkesan konyol itu


"Eh. Kalau abang makan dia, bagaimana aku bisa hidup?" Jawabnya sedih


"Memangnya siapa saudara mu itu. Apakah dia berjenis kuda juga?" Tanya Dragon pula


"Dia mantan ku bang!. Gadis cantik desa ini. Tapi karena aku miskin dia menolak lamaran ku!" Jawabnya semakin sedih, dan bangun dari tempat duduknya


"Memangnya seberapa miskin diri mu, hingga gadis itu menolak lamaran mu?" Tanya Dragon lagi


"Jika dibandingkan dengan orang terkaya di negara ini, maka akulah yang paling miskin."


"Apalagi jika dibandingkan dengan penguasa Birawa Group. Maka miskin ku akan semakin bertambah!"


"Tapi jika aku bisa bertemu dengannya, maka miskin ku akan hilang, dan berganti menjadi orang kaya, walau cuma dalam khayalan saja." Jawabnya terdengar lugu


"Kalau sudah bertemu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Dragon sudah mulai tertarik


"Aku akan meminjam uangnya, untuk melamar gadis itu, dan menunjukkan pada orang orang, bahwa aku bukan orang miskin!"

__ADS_1


"Tapi sayangnya itu tidak mungkin." Jawabnya terdengar sedih


"Bagaimana kalau kau benar benar bertemu dengannya? Apakah kau tetap ingin meminjam uangnya?" Tanya Dragon sekedar menguji


"Tidak bang!. Aku ingin bekerja untuknya dan menjadi pelayannya."


"Dengan begitu aku bisa mendapatkan gaji, atau sisa sisa uang belanjanya."


"Jika sudah mendapatkan gaji, Maka uang itu akan aku tabung, agar bisa membuat rumah untuk orang tua ku." Jawab Jagabaya lari dari tujuan semula


"Loh!. Kau bilang buat melamar gadis pujaan mu itu. Tapi kenapa sekarang berubah?" Respon Dragon keheranan, sambil terus melayani bualan Jagabaya itu


"Ah biarlah bang!.Gadis matre seperti itu, mana bagus dijadikan istri."


"Ada uang abang disayang. tak ada uang laki dibuang!" Jawabnya berpatuah pula


"Yakin tuh?. Apakah kau tidak akan menyesal, dan tetap ingin membantu orang tua mu?" Tanya Dragon ingin menguji


"Yakin bang!. Lagian gadis itu sudah menikah, Tapi sekarang statusnya sudah berubah. jadi janda lagi"


"Padahal baru tiga hari menikah "Jawab Jagabaya tersebut berterus terang


"Kenapa?" Tanya Dragon merasa penasaran


"Setengah juta kawan ku melamar dia. Tapi di malam pertama, ternyata dirinya, gadis bukan perawan!" Jawab Jagabaya sambil bernyanyi


"Hahahaha!. Dasar pelawak!. Bisa bisanya saat menjawab pertanyaan tuan muda. Dia menjawabnya dengan bernyanyi!" Respon Abhicandra tak bisa menahan tawanya. Begitu juga dengan anak buahnya yang lain


Kemudian dia berkata lagi."Tuan muda!.Apa yang harus kita lakukan pada orang ini?" Tanya Abhicandra memberanikan diri untuk bertanya


"Biarkan saja!. Aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan setelah tahu siapa aku!" Jawab Dragon sambil memberi kode pada Abhicandra


"Anak muda!. Apakah kau pernah melihat wajah penguasa Birawa Group itu atau pernah membayangkannya?" Tanya Abhicandra ingin tahu


"Dia pasti lebih tampan dari ku!"


"Perawakannya tegap, dan kulitnya pun putih. Maklum anak orang kaya. Tak sama seperti ku. Miskin!" Jawab Jagabaya apa adanya


"Ketahuilah anak muda!. Orang yang ingin kau temui, adalah orang yang sedang ada di depan mu itu. Dan yang dari tadi menanggapi bualan mu!" Ucap Abhicandra berterus terang


"Apa!" Jangan bercanda pak tua!"


"Aku sudah bersikap lancang tadi. Bagaimana ini. Matilah aku!" Jawab Jagabaya mulai ketakutan dan terlihat gugup sekali


Kemudian melihat sana sini, untuk mengetahui respon dari Dragon juga anak buahnya


Langit yang melihat kegugupan seorang Jagabaya , sikap isengnya mulai timbul .Dia berjalan mendekati Jagabaya, dan langsung menyentuh pundaknya. Seraya berkata." Matilah kamu Jagabaya!"


"Orang yang kau ajak bergurau tadi, adalah tuan muda kami. Penguasa Birawa Group."


"Karena kau sudah membuatnya senang dan tertawa, maka kau harus terus menghiburnya!"


"Kalau kau tidak berhasil, maka kepalamu sebagai gantinya!" Ucap langit sekedar menggertak saja


"Ampun!. Ampun kan saya tuan muda!. Eh tuan penguasa. Tuan ganteng. Tuan segalanya!" Respon jagabaya mulai timbul sikap isengnya


Kemudian berlutut di tanah, sambil menangkupkan kedua tangannya di dada, Tapi posisinya sedikit lucu. Kaki kanannya menekuk aneh, sementara kaki kirinya menjuntai ke tanah tapi bengkok


Posisinya yang seperti itu, membuat keseimbangannya hilang. kemudian tumbang ke tanah dan terjebur di kubangan lumpur


"Hahahaha!" Respon anak buah Dragon terlihat senang


Bukannya prihatin, malah tertawa pula.Tapi kejadian itu benar benar membuat mereka terhibur


Mereka berharap, agar tuan mudanya mengambil orang itu untuk menjadi pelayannya. Karena sikap orang tersebut sangat lucu dan lugu sekali


Ternyata apa yang mereka harapkan, benar benar menjadi kenyataan


Dragon menatap Jagabaya itu kemudian berkata. "Bangunlah!. Dan bersihkan tubuh mu di sungai kecil itu, agar bisa berbincang lagi dengan ku!" Ujarnya serius


"B b baik tuan muda!" Jawab jagabaya patuh . Kemudian berdiri dari jatuhnya, dan langsung pergi ke sungai untuk membersihkan diri


***


Satu jam kemudian, Dragon dan anak buahnya sudah berada di hadapan warga desa itu, dan sedang. berbicara serius dengan kepala desanya


Dalam pembicaraan itu, kepala desanya belum tahu, kalau Dragon adalah pewaris utama Birawa Group. Begitu juga dengan warganya


Mereka hanya tahu, bahwa Dragon dan pengikutnya, adalah pedagang keliling, yang kebetulan lewat di kampung mereka.Jadi tidak banyak yang bisa diharapkan dari rombongan itu


Tapi walau demikian, rasa was was tetap menghantui pikiran mereka, siapa tahu rombongan itu adalah perampok yang sedang menyamar


Jadi tanpa setahu Dragon. Ia menyuruh pendekar mata sapi untuk mencari tahu cerita mereka itu


Namun sayangnya niat mereka untuk mencari jati diri rombongan itu malah menjadi petaka, kalau Dragon tidak segera mencegahnya


Bumi yang terkenal mudah marah menjadi emosi, setelah tahu bahwa orang orang desa, sangat serius mencurigai tuan muda, berikut pengikutnya itu sebagai perampok

__ADS_1


Dengan kemarahan yang meluap luap, ia melampiaskan kekesalannya pada kepala desa dengan berkata. "Susah payah kami datang dan bersikap baik!, kalian malah mencurigai kami sebagai perampok!"


"Tahukah kalian siapa kami?"


"Kami adalah pengawal keluarga Birawa Group!. Dan orang yang sedang ada di depan mu itu adalah tuan muda kami!"


"Beraninya kau bersikap kurang ajar pada dia!" Ucap Bumi berapi api


"Apa!. Pengawal Birawa Group?. Dan orang ini adalah tuan muda kalian. Berarti..?"


"Ya!. Buka mata mu lebar lebar kepala desa!. Apakah kau ingin mati?" Jawab Bumi masih dengan nada tinggi


Bruk!


Bruk!


"Maafkan ketidaktahuan kami tuan muda!. Sungguh kami tidak tahu siapa anda!" Respon kepala desa tidak enak hati sambil berlutut itu.


"Sudahlah!.Bukan salah kalian juga!. Salah kami yang tidak memperkenalkan diri." Jawab Dragon cukup Legawa


"Sekarang katakan!. Apa yang kalian inginkan?. Mumpung kami sedang ada disini?" Tanya Dragon menawarkan kebaikan


"Kami tidak berani tuan muda. Kedatangan anda sudah menjadi obat buat kami!" Jawab kepala desa itu apa adanya


"Tapi dari pantauan kami, kampung kalian ini tampaknya seperti desa tertinggal, dan letaknya sangat terisolir sekali."


"Apakah kalian mau kami bantu, agar kampung ini bisa maju?" Tanya Dragon sangat ramah sekali


"Jika itu tidak memberatkan tuan. maka kami akan menerimanya dengan senang hati." Jawab Sudrajat, kepala desa tersebut cukup tangkas


"Baik!. Kami akan mengabulkannya. Tapi butuh waktu untuk itu."


"Aku harap kalian bisa bersabar." Respon Dragon sangat melegakan sekali


"Tapi yang masih menjadi kendala buat kami adalah, adanya gerombolan pengacau, yang kami sebut perampok"


"Mereka selalu menyatroni rumah rumah kami, saat kami sedang tidur, dan menggasak apa saja yang mereka jumpai, termasuk menculik anak anak gadis kami."


"Jika kami berani melawan, maka kami akan dibunuh. atau paling ringan di siksa."


"Oleh karena itu percuma kalau kampung ini di bangun, pasti mereka akan tambah senang, dan akan selalu datang kemari." Ucap Sudrajat lemah


"Dengan pak siapa?" Tanya Dragon baru tersadar. Dari tadi dia terus memanggil orang tua itu dengan panggilan kepala desa saja


"Sudrajat. Tuan muda boleh memanggil ku dengan panggilan Drajat saja." Jawabnya cukup ramah


"Baiklah pak Drajat!. Mengenai gerombolan pengacau itu, serahkan saja pada kami."


"Aku jamin, setelah ini mereka tidak akan ada lagi di dunia ini." Ucap Dragon membesarkan hati kepala desa tersebut berikut warganya


***


Pada malam harinya, sekitar pukul 11.31 malam


Serombongan orang berpakaian hitam, terlihat menyelinap memasuki rumah salah seorang warga, dan berniat ingin mengambil barang barang yang ada di ruang tamunya


Saat mereka tengah mencuri itu, tiba tiba rumah tersebut berubah menjadi gua, yang udaranya sangat panas sekali


"Apa yang terjadi?. Kenapa rumah ini tiba tiba menjadi panas?" Tanya salah seorang dari mereka


"Mana aku tahu!. Mungkin diluar udaranya memang panas. Jadi imbasnya masuk ke rumah ini." Jawab temannya asal menebak saja


"Eh tempat apa ini?. Bukankah ini gua?" Tanya temannya yang tadi keheranan


"Kau benar!. Ini bukan rumah tapi gua!. Lalu dimana kita?"


"Apakah ini memang kampung yang kita tuju?" Tanya temannya yang lain lagi


Blar!


Selagi mereka sedang bingung itu, tiba tiba tempat tersebut berubah menjadi terang. Walau sebelumnya tidak ada aliran listrik


Namun karena banyaknya api, ditambah dengan aura yang dipancarkan oleh anak buah Dragon, menjadikan tempat tersebut semakin menjadi terang


Enam belas orang, yang berprofesi sebagai pencuri, terlihat sedang terkurung di dalam benteng tanah buatan Bumi


Mereka belum menyadari, bahwa keberadaannya telah diketahui oleh orang lain, termasuk oleh warga desa


Baru setelah formasi pelindung dibuka oleh Dragon. Barulah mereka menyadari, bahwa tubuh mereka sekarang, sedang berada di dalam kurungan berbentuk kubah, yang sebenarnya adalah gua tanah yang dibuat oleh Bumi


Menyadari mereka menjadi tontonan, membuat ketuanya menjadi marah, dan segera berteriak lantang." Siapa kalian?"


"Kenapa kalian mencampuri urusan kami?" Teriaknya tidak senang.Lalu berkata lagi


"Tak tahukah kalian siapa kami?"


"Beraninya kalian!. Dasar cari mati!"

__ADS_1


__ADS_2