
"Anda mengalami yang disebut dengan Deep Vein Thrombosis atau DVT, yang mengakibatkan terbentuknya gumpalan darah di pembuluh vena."
"Jika terus dibiarkan. Darah tersebut akan mengalir ke paru paru, dan akan mengakibatkan emboli paru, yang bisa membahayakan jiwa nona ke depannya."
"Bagaimana kau tahu?" Tanya Nara memotong penjelasan Dragon
"Dengarkan saja!. Jangan menyela ucapan ku!" Jawab Dragon tidak senang
"Baik! Baik!. Teruskan!" Respon Nara mulai gugup
"Anda juga mengalami apa yang disebut dengan istilah Kardiomiopati, yang disebabkan oleh otot jantung anda yang mengalami masalah."
"Karena masalah kelainan itulah jantung anda sulit untuk memompa darah keseluruh tubuh. yang efek terbesarnya adalah anda akan mengalami gagal jantung."
"Semua itu terjadi bisa jadi disebabkan oleh faktor penyakit lainnya, seperti darah tinggi kronis, obesitas, diabetes dan lain-lain!"
"Jika tidak ditangani dengan cepat. maka aku tidak bisa menjamin, bahwa anda akan bertahan lama." ucap Dragon mengakhiri penjelasannya
"Lalu apa yang harus aku lakukan anak muda. Ah bukan master?"
"Apakah aku harus menjalani operasi?" Tanya dokter Nara mulai gugup
"Tidak perlu!. karena penyakit anda masih bisa diobati dengan cara lain." jawab Dragon berterus terang
"Bagaimana caranya master? Apakah anda bisa menolongku?" Ucap Nara sambil mengeluarkan air mata
Kemudian berlutut di lantai menghadap Dragon. Sambil sesenggukan, nampak betul kalau dia tidak berdaya
Perbuatannya itu sontak saja membuat teman-temannya menjadi keheranan. Mereka juga mendengar apa yang dipaparkan oleh Dragon barusan. Tapi mereka tidak menyangka kalau dokter Nara yang terkenal jutek, egois dan tinggi hati itu mau berlutut pada mahasiswa baru seperti Dragon
Tapi itulah kenyataannya. Bukti pun sudah ada di depan mata. Penyakit yang selama ini ia derita, telah dibongkar semuanya oleh Dragon. Tepat dan terperinci. dan itu membuatnya malu
Bukan tanpa usaha. Dia sudah lima kali berobat kepada dokter ahli. Tapi penyakitnya tidak kunjung sembuh juga. Malah ada salah seorang dokter yang menyarankan, agar dia menjalani operasi, yang risikonya sangat besar sekali
Sejak saat divonis mengalami penyakit tersebut. sikapnya menjadi murung dan mudah marah serta gampang tersinggung. Mungkin itulah yang terjadi saat Dragon diumumkan sebagai manusia tercerdas di jagat raya. apalagi belum apa-apa sudah diberi gelar dokter sama sepertinya. Marahnya semakin menjadi-jadi
Namun walaupun demikian. Nara masih percaya dengan keajaiban Tuhan. Pasti akan ada seseorang yang datang untuk membantunya. Ternyata hari ini orang tersebut ada di depan mata. dan itu adalah Dragon
Oleh karena itu setelah dia sesumbar tadi dan mendengar apa yang diucapkan oleh lawan bicaranya barusan, dia langsung percaya. Karena itu kenyataannya. Jadi tanpa ragu-ragu lagi dia menjatuhkan lututnya ke lantai. Kemudian menatap Dragon dengan wajah penuh putus asa
"Bangunlah!. Kau sekarang sudah sembuh!. Penyakit yang aku jelaskan tadi, sudah tidak ada lagi di tubuhmu!" Ucap Dragon mengejutkan semua orang, termasuk profesor Tama
"Apa?. Aku sudah sembuh?. Bagaimana bisa?"
"Dokter ahli saja yang ku temui, tidak bisa menyembuhkan ku, tapi kau mengatakan bahwa aku sudah sembuh. Apakah kau sedang tidak bercanda?" Reaksi dokter Nara seakan tidak percaya
"Ya kau sudah sembuh, dan tidak perlu khawatir lagi."
"Kalau kau tidak percaya. Silakan temui dokter, dan periksa apakah perkataanku ini benar atau?"
"Cuma aku sarankan. kurangi berat badanmu itu, dan jangan makan makanan yang berlemak. oke?" Jawab Dragon sedikit menggelikan
"Baik!. Terima kasih master!. Aku takluk padamu!" Sambut dokter Nara sangat senang
"Master Mahesa!. Bagaimana caranya kamu mengobati dokter cantik ini?. Sedangkan kau tidak terlihat menyentuh tubuhnya?"
__ADS_1
"Apakah kau sedang tidak berbohong padanya?" Tanya profesor Tama merasa penasaran
"Kau juga sudah sembuh pak Tama, dan penyakit itu juga sudah lama hilang, karena aku sudah menyembuhkannya secara diam diam." Jawab Dragon dengan ekspresi datar
"Apa?. Bagaimana bisa?. Bukankah aku belum membukanya, dan kau belum melihat punyaku?. Bagaimana kau bisa menyembuhkannya?" Reaksi profesor Tama tidak percaya
"Masalah membuka dan melihat itu, aku hanya bercanda!"
"Apakah kau tidak ingat, berapa kali kita melakukan kontak?. Sambil mengobrol tadi aku juga mengobatimu tanpa kau sadari. Jadi sekarang bagaimana perasaan mu?. Apakah masih cemas atau punyamu itu masih berdenyut?" Jawab dan tanya Dragon sambil menjelaskan
Profesor Tama tidak segera menjawab pertanyaan Dragon. Dia sibuk merasakan kondisi miliknya yang secara diam-diam tidak dirasakan sakit lagi. Bahkan sudah semakin perkasa
"Hahahaha!. Aku sudah sembuh! aku sudah sembuh!. Hebat!. hebat!. Luar biasa!"
"Istriku pasti senang mendengarnya!"
"Kau benar-benar master sejati Mahesh!"
"Belum pernah aku temukan orang yang sepertimu, mengobati tanpa memeriksa. Benar-benar luar biasa!" Respon profesor Tama berlebihan, sambil berputar-putar di ruangan itu, dan melupakan jati dirinya sebagai guru besar
Namun dia tidak peduli. Lalu setelah capek dia berhenti dan mendekati Nara. kemudian berkata. "Bagaimana denganmu dokter Nara?. Apakah kau juga merasakan tubuh mu yang telah sembuh?" Tanya profesor Tama pada muridnya
"Ya!. Aku juga merasa demikian profesor. Dadaku tidak sesak lagi, dan sepertinya jantungku juga mulai berdetak secara teratur."
"Rasa cemasku juga hilang, dan emosiku sudah semakin stabil."
"Plong rasanya!" Jawab dokter Nara apa adanya
"Ini semua berkat pertolongan dari master Mahesh yang perkasa!"
Kemudian menangkupkan kedua tangannya di dada sambil berkata. "Terima kasih master Mahesh atas pertolonganmu!"
Tapi belum juga pertanyaannya dijawab oleh Dragon. Tiba-tiba 65 orang mahasiswa lanjutan, murid dari profesor Tama, mengerumuni Dragon sambil berkata. "Master!. Tolong obati kami juga!"
"Kami juga menderita penyakit. Jadi tolong sembuhkan penyakit kami!"
"Jika master tidak menolong kami, maka master terkesan pilih kasih!" Ucap 65 dokter muda secara serempak kepada Dragon
Dragon (..?..)
"Sudah! sudah! sudah!. Tadi kalian begitu meremehkannya. Setelah kami berdua sembuh, baru kalian datang merengek-rengek seperti itu!"
"Master kita sedang tidak ada waktu!. Mungkin lain kali saja!" Ucap profesor Tama tegas. Mencegah tindakan anarkis dari murid-muridnya itu
Kemudian cepat-cepat membawa Dragon keluar dari tempat itu, dengan meninggalkan puluhan muridnya yang berdiri diam dan terlihat kecewa
***
Sementara itu di ruang pertemuan rektorat yang cukup luas itu. Puluhan orang sedang berdiri diam. Ada yang sambil menelepon. Ada yang hanya membuka buka hp saja, bahkan ada yang sedang berdiskusi
Rata-rata mereka adalah kaum terpelajar, yang sengaja berkumpul untuk menunggu seseorang. Mereka terdiri dari Rektor, wakil Rektor, Dekan, Kajur, Kaprodi, Kadep, Guru besar. Kahim serta dua orang kabem dan ada beberapa yang lainnya
Terlihat dua di antara mereka adalah orang pemerintahan. yang satunya adalah menteri pendidikan, dan yang satunya adalah dirjen yang membawahi masalah pendidikan tinggi atau Dikti
Penampilan mereka sangat tenang. Kecuali dua orang asisten yang mereka bawa tersebut. Wajah Mereka terlihat gelisah, karena orang yang ditunggu belum datang juga
__ADS_1
Selagi mereka dalam kegelisahan seperti itu, Dragon datang dengan didampingi oleh profesor Tama, yang hari ini menjabat sebagai wakil Rektor, sekaligus guru besar itu
Dulu sebelum dia diangkat menjadi wakil Rektor. Dia pernah menjabat sebagai dekan. Tapi karena prestasinya yang gemilang. Dia diangkat menjadi wakil Rektor, yang akan dipersiapkan untuk menjadi Rektor selanjutnya setelah rektor yang sekarang pensiun
Begitu memasuki ruangan. Semua mata tertuju pada Dragon, tidak terkecuali mata Rektor. seperti ingin menelanjangi Dragon, yang dikatakan jenius tersebut
Namun penampilannya yang sederhana, membuat mereka menjadi ragu. apakah laporan yang diberikan oleh profesor Tama itu benar atau tidak?
"Halo semuanya!. Kenalkan!. Inilah mahasiswa yang bernama Mahesa, yang kuceritakan tempo hari!"
"Dia datang ke sini karena memenuhi undangan kalian. Jadi cepat utarakan apa yang kalian inginkan!" Ucap profesor Tama penuh semangat
"Ehm!.Biar aku yang mulai!" Respon seorang Kajur mengejutkan
"Sebutkan siapa namamu? Umurmu, tempat tinggalmu dan orang tuamu. Lengkap dengan pekerjaannya!"
"Sebutkan juga jurusan apa yang kau pilih di kampus ini, dan kenapa kau memilihnya?" Ujarnya blak-blakan, dan sudah keluar dari konteks yang ditetapkan
"Apakah aku harus menjawab semuanya?. Bukankah di database sudah tercantum siapa aku, di mana tempat tinggalku, dan siapa orang tuaku, tapi kenapa anda masih menanyakannya juga?"
"Kemudian masalah jurusan yang aku pilih serta alasannya. Bukankah waktu pendaftaran sudah aku sebutkan pada anda?. Lalu kenapa anda masih menanyakannya juga?
"Bukankah itu sudah keluar dari konteks yang ditetapkan?" Jawab Dragon tidak terduga
"Hahahaha. Sungguh berani. Apakah anda tidak takut dengan jumlah kami yang banyak ini?" Ucap ketua kajur mencoba mengetes nyali Dragon
"Apa yang harus aku takutkan?. Sama-sama manusia. kecuali kalau kalian ini siluman!"
"Aku tahu tujuanmu bertanya seperti itu!. Bukankah kau sedang mengujiku, karena kau tidak percaya dengan cerita profesor Tama ini!. Benarkan pak Kajur?" Jawab Dragon cukup pedas
"Beraninya kau!. Kau tahu siapa aku?. Aku bisa saja mengeluarkanmu dari kampus ini, dan mengabaikan rekomendasi dari profesor Tama dan aku punya hak tentang itu!" Reaksi Kajur dengan ekspresi emosi
"Benarkah begitu?. Bukankah jika mahasiswa dikeluarkan itu bukan hanya tergantung dari kepala jurusan?"
Dekan, kaprodi bahkan Rektor pun harus turut menandatanganinya, Apakah kau mempunyai wewenang ke sana?" Jawab Dragon cukup pedas
"Kau..?
"Ya, aku! Kenapa?"
"Apakah kau tidak senang mendapat jawaban pedas seperti itu?. Apakah cuma anda yang boleh membentak mahasiswa, sementara mahasiswanya tidak boleh?"
"Aku sarankan anda jangan marah-marah seperti itu. Nanti jantung anda kumat lagi!"
"Jika kali ini jantung ada bermasalah, mungkin tidak bisa tertolong lagi. Jadi aku mohon anda diam, dan menunggu apa yang akan dikatakan oleh Rektor kita!" Jawab Dragon sungguh berani
"Bagaimana kau tahu kalau aku menderita penyakit jantung? Apakah kau seorang paranormal?" Reaksi Dorman, sang kepala jurusan itu dengan ekspresi keheranan
"Itu mudah bagiku untuk mendeteksinya."
"Nafas mu yang putus putus. akibat tidak nyaman di dada. yang terbawa sampai ke lengah dan anggota tubuh sebelah kiri. Ditambah dengan sakit yang menjalar sampai ke bagian rahang atau punggung. Detak jantung yang tidak teratur atau terlalu cepat. Bukankah itu tanda-tanda orang yang menderita penyakit jantung?"
"Masih ada lagi!. Kau selalu mengalami sakit perut atau gangguan pencernaan. Kemudian pusing atau pening. Gampang lelah. Kalau tidur mendengkur. Walaupun di cuaca dingin kau sering berkeringat, sering batuk dalam jangka lama, dan kakimu aku yakin bengkak. Kemudian kalau tidur tersedak, dan selalu tidak enak badan."
"Itu adalah tanda-tanda seseorang yang tengah mengidap penyakit jantung."
__ADS_1
"Bukankah yang aku katakan itu benar pak kepala jurusan?"
"Kau..?"