Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Abdi ku adalah kau bukan aku


__ADS_3

Sudah dipastikan tubuh Dragon akan terkena hantaman tombak itu, dan tidak akan sempat untuk menghindarinya


Namun di saat saat kritis seperti itu. datang pertolongan dari seseorang, dan langsung menghentikan laju tombak tersebut, Bahkan membuat pemiliknya terpental cukup jauh, akibat benturan itu


Namun yang anehnya, Dragon yang tadi ditolong itu segera menghilang, dan digantikan oleh sosok itu. Kehadirannya sukses membuat kaisar dewa kera menjadi kebingungan, karena orang yang datang itu adalah Dragon sendiri, tapi kondisinya jauh lebih sempurna dari Dragon yang tadi dilawannya tadi


Sebenarnya apa yang terjadi?. Kenapa Dragon bisa ada dua?, dan kenapa Dragon bisa kalah serta terluka?


Jawabannya mudah saja. dan bisa dirangkum menjadi satu. Ini berawal saat Dragon asli sedang mendiskusikan sesuatu dengan dua orang gurunya di ruang jiwa, sambil mengamati jalannya pertarungan antara avatar nya melawan kaisar dewa kera


Saat itu Dragon sedang memikirkan, bagaimana caranya mengalahkan mahluk keabadian seperti dewa kera itu tanpa harus mengorbankan anak buahnya


Ditya Prabu mengusulkan, agar Dragon menarik seluruh orang-orang yang ia bawa itu ,Dan jangan dilibatkan lagi dalam pertempuran selanjutnya


Hal itu dilakukan agar perhatian Dragon tidak terpecah, karena dengan mengirimkan aura kekuatannya kepada masing-masing orang yang dibawanya itu, berarti kekuatan Dragon harus dibagi dan semakin membuat kekuatannya berkurang, dan itu disadari oleh kaisar dewa kera


Memanfaatkan momen itu, dia mengalihkan perhatian Dragon dengan menyerang anak buahnya, menggunakan tongkat penopang langit dengan kekuatan penuh. akibatnya Dragon terpancing dan membuat tubuhnya sendiri yang menjadi korban


Tubuhnya terpelanting cukup jauh dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Tubuhnya lemah. Dari mulutnya keluar setitik darah segar, dan aura kekuatan di tubuhnya mulai meredup


Mengambil kesempatan itu, kaisar dewa kera melancarkan serangan sekali lagi, yang ia harapkan bisa membunuh Dragon. Namun di saat-saat kritis seperti itu, walaupun yang diserang tersebut adalah avatar nya, Dragon asli tetap tidak terima


Dengan dukungan serta restu dua orang gurunya, Dragon asli datang membantu, yang tentu saja aura serta kondisinya jauh lebih baik dari avatar yang berasal darinya


"Siapa kau?. Bagaimana bisa ada dua dan muncul secara tiba-tiba seperti itu?"


"Apakah kau menggunakan sihir?" Tanya kaisar dewa kera penasaran


"Mengenai siapa aku jangan kau pikirkan!. Yang harus kau pikirkan adalah bagaimana mempertahankan nyawa busuk mu itu, karena kau sudah melukai anak buahku!" Jawab Dragon asli sangat murka


Kemudian mentransmisikan suaranya kepada seluruh anak buahnya agar mereka bersiap-siap untuk mundur


Beberapa saat kemudian, setelah mereka mengalahkan musuh terakhirnya, Dragon segera menarik mereka untuk masuk ke dalam formasi dan menghilang sesudahnya


Pemandangan itu tentu saja membuat kaisar dewa kera kebingungan, bagaimana seorang manusia seperti Dragon mampu melakukan itu. Sedangkan dia masih harus berpikir puluhan kali untuk melakukannya


Tapi Dragon dengan santainya melakukan itu, dan tidak ada beban sama sekali. Berarti orang yang sedang ia lawan itu benar-benar bukan orang sembarangan dan baru ia temui saat ini setelah hidup ribuan tahun


"Dengan kekuatanmu itu. aku yakin kau bisa menjadi anak buahku, dan pantas bekerja padaku."


"Oleh karena itu bergabunglah denganku hai anak manusia!. Aku akan memberikan kemewahan, kekuasaan dan keagungan yang banyak kepadamu, Tapi dengan syarat, kau harus bergabung denganku dan menjadi abdi ku!" Ucap kaisar dewa kera menawarkan jasa


"Kau pikir kau itu siapa?. Apakah kau menganggap aku ini mahluk rendah yang bisa kau perintah seenaknya, dengan iming-iming harta yang banyak?"


"Apakah kau tidak sadar dimana posisimu kera busuk?" Reaksi Dragon tidak suka.


Kemudian berkata lagi. "Lihatlah baik-baik siapa aku!. Yang pantas menjadi abdi ku adalah kau bukan aku!" Jawabnya lagi


"Kurang ajar!. Akan ku robek mulut kotormu itu!" Respon kaisar dewa kera marah


Kemudian melancarkan serangannya dengan menggunakan pukulan jarak jauh ilmu sihir yang dikuasainya


Tapi Dragon tetap diam daja. Dengan santainya dia menunggu pukulan itu masuk. Setelah tinggal beberapa inci dari tubuhnya, Dragon mengulurkan tangannya serta menahan serangan kuat tersebut, lalu membuangnya ke tempat lain


Sialnya tempat yang ia tuju itu adalah istana raja kera, suatu tempat yang sangat ia lindungi


Raja gondala yang saat ini masih hidup menjadi tercekat diam, karena istana yang sangat dibanggakannya itu rata dengan tanah


Menyadari itu dia menjadi marah. Kemudian menyerang Dragon secara bertubi-tubi dengan menggunakan pukulan terbaiknya


Namun lagi-lagi Dragon menanggapinya dengan santai. Pukulan yang bertubi-tubi tersebut satupun tidak mengenainya, karena pukulan yang dilancarkannya lewat begitu saja


"Kenapa bisa terjadi?. Ternyata Dragon menggunakan ilmu kekosongan dan awal penciptaan. Kekuatan serta senjata apapun tidak akan mampu mengenainya, karena yang diserang mereka itu bukanlah Dragon, tapi dimensi kosong, yang menyebabkan pukulan lewat begitu saja


"Bagaimana bisa?. Bukankah kau jelas-jelas terlihat terkena pukulanku?, tapi kenapa kau masih bisa hidup? Tanya Gondala tidak percaya

__ADS_1


"Jawabannya sangat mudah. Pukulan lemah seperti itu tidak akan mampu melukaiku, walaupun kau lihat telak mengenainya."


"Bahkan rajamu itu tidak mampu melakukannya apalagi kau?" Jawab Dragon dengan santainya


"Sekarang giliranku pula. Aku akan mengirimmu ke suatu tempat, yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya."


"Jadi bersiaplah!" Ujarnya mengintimidasi


"Inti pedang semesta!. Pukulan pelebur Sukma!. Aktiflah!"


Boom!


"Terima ini raja kera!"


Whush!


Dhuar!


"Argh!" Teriak raja kera Gondala kuat kuat, saat tubuhnya terkena pukulan itu, hingga membuat tubuhnya hancur dan nyawanya melayang saat itu juga


"Kurang ajar!. Kau sudah membunuh abdi setiaku!"


"Jika aku tidak berhasil membinasakanmu, maka jangan panggil aku kaisar dewa kera!" Responnya marah


Lalu merilis kekuatannya sampai ke level puncak. Tongkat penopang langit yang ia pegang itu bergetar kuat, dan bersinar sangat terang


Auranya sangat luar biasa sekali, sampai menggetarkan dunia siluman tersebut. Bukan itu saja, akibat getaran yang dikeluarkannya, telah membuat seluruh bangunan di dunia siluman itu menjadi hancur, termasuk pohon-pohon yang tumbuh di situ seperti habis terkena bencana


"Kali ini aku serius, dan tidak akan main-main lagi denganmu!"


"Dengan kekuatan tombakku ini, tidak ada satupun yang mahluk mampu menghindar dari kematian!"


"Bahkan mahluk terkuat pun, termasuk ribuan jenderal atas langit mati di tanganku karena tongkat ini!" Ucapnya mengancam


Tiba-tiba saja tongkat yang dipegangnya membesar, dan semakin lama semakin besar. Meluncur deras ke arah Dragon hingga membuatnya sedikit kesulitan


Namun tak lama kemudian, Dragon sudah mampu menguasai diri, serta menahan laju pergerakan tombak tersebut


Tarik dan dorong yang bersumber dari dua kekuatan itu kembali terjadi, dan mengguncangkan dunia siluman tersebut, hingga semakin menambah kerusakannya


Ditya Prabu dan Brawijaya yang melihat jalannya pertarungan itu hanya tersenyum saja. Dia ingin melihat bagaimana perkembangan kekuatan muridnya tersebut, tanpa berniat untuk menolongnya


Karena mereka yakin Dragon mampu mengatasi kaisar dewa kera tersebut. Itu bisa dilihat dengan pergerakan tongkat yang begitu kencang, bisa ia hentikan, bahkan berhasil ia dorong mundur


Usaha Dragon yang seperti itu, semakin membuat kaisar dewa kera murka. Kemudian mengerahkan kekuatannya sekali lagi. Kali ini dia benar-benar serius karena lawannya tidak terpengaruh oleh kekuatan tongkat sakti miliknya


Mendadak tongkat tersebut menghilang, atau katakan mengecil, dan kembali dipegang oleh kaisar dewa kera tersebut


"Aku akui kau memang kuat!. Tongkat yang selalu aku gunakan untuk menghabisi lawan-lawan ku bisa kau hadapi dengan mudah, bahkan tidak berpengaruh apa-apa sama sekali."


"Aku semakin penasaran dengan kekuatanmu. dan aku ingin tahu siapa gurumu yang sebenarnya?"


"Kenapa bisa mengimbangi kekuatanku?" Ucap kaisar dewa kera penasaran


"Aku bukan sekedar mampu mengimbangimu, tapi mampu mengalahkanmu jika aku mau!" Jawab Dragon sangat menyakitkan


"Kalau begitu buktikan!. Jangan hanya membual saja!"


"Tapi kau harus tahu, jika aku menggunakan jurus pemusnah langit ini. Apakah kau mampu menghadapinya?" Sambut kaisar dewa kera tidak senang


"Mampu atau tidaknya masih butuh pembuktian, dan itu hanya bisa dilakukan apabila kita bertarung bukan berdiskusi seperti ini."


"Jadi cepatlah lakukan apa yang kau mau. Aku sudah tidak banyak waktu lagi di sini!" Jawab Dragon sangat tenang


"Selama hidupku belum pernah menjumpai orang yang sikapnya tenang seperti ini, baru hanya dia seorang."

__ADS_1


"Aku jadi penasaran siapa dia sebenarnya, Kenapa dia sangat kuat sekali?"


"Ribuan dewa yang pernah aku kalahkan, semuanya sakti-sakti. Tapi mereka akhirnya kalah di tanganku, bahkan kaisar dewa sekalipun tunduk denganku, tapi anak ini tidak."


"Jika aku berhasil merekrutnya, dan menjadikannya anak buahku, aku yakin dunia beserta isinya akan menjadi milik kami berdua."


"Tapi bagaimana caranya?. Jangankan mengalahkannya, menundukkannya saja tidak bisa."


"Apakah aku harus menggunakan ilusi atau sihir terlarang itu?" Batin kaisar dewa kera dalam hati


Tapi sayangnya Dragon mengetahui apa yang lawannya ucapkan, dan bisa ia dengar dengan baik. Tak lama kemudian dia tersenyum kemudian berkata.


"Percuma kau berniat ingin merekrutku untuk menjadi bawahanmu, apalagi bercita-cita ingin mengalahkanku!"


"Sekarang kau baru tahu, betapa kuatnya aku!"


"Walaupun kau menggunakan jurus rahasia serta sihir terlarang itu, Aku tidak akan mampu kau binasakan."


"Karena jurus dan sihir itu juga aku punya!"


"Kau lihatlah ini!" Ucap Dragon tiba-tiba, hingga mengagetkan kaisar dewa kera, dan membuatnya tercekat diam


Dia tidak menyangka Dragon akan berkata seperti itu. Namun apakah yang dikatakannya itu benar atau tidak dia belum tahu


"Jurus seribu bayangan, makhluk abadi langit!. Aktiflah!" Teriaknya lantang


Kemudian menyambung perkataannya lagi."Teknik penghancur langit. Pagari kekuatan jurus seribu bayangan dengan kekuatan mu!" Ujarnya lagi, sambil merilis kekuatannya


Sedetik kemudian, pemandangan yang sangat luar biasa segera terlihat.Tubuh Dragon diselimuti oleh dua kekuatan sangat besar. Satu teknik seribu bayangan, yang memantulkan siluet seribu sosok sangat kuat sampai membuat dewa kera mundur ketakutan


Satu kekuatan lagi, yaitu teknik penghancur langit, salah satu jurus terkuat di kitab Kalamurka level puncak, juga terlihat mengelilingi tubuhnya. Bahkan melebar sampai ke depan dewa kera, hingga membuatnya kepanasan


Karena rasa penasarannya yang tinggi dia berkata. "Tidak mungkin!. Bagaimana kau bisa menguasai jurus serta teknik tersebut?"


"Bukankah Dewi penguasa hanya menurunkannya padaku bukan pada yang lain?" Reaksi kaisar dewa kera ketakutan


"Salah!. Jelas-jelas salah!"


"Ini bukan jurus yang diciptakan olehnya, tapi jurus yang berasal dari sesuatu yang tidak pernah bisa kau sentuh!"


"Kekuatannya jauh lebih kuat dari yang kau kuasai. Dan jika dibenturkan, akan membuat tubuh abadi mu hancur!"


"Jadi kau pilih yang mana?. Menyerah atau tetap melawan?" Jawab dan tanya Dragon memberi pilihan


"Pilihan ku tetap!. Aku akan mengadu nyawa dengan mu!" Respon dewa kera tidak mau kalah


"Tombak pemusnah dewa!. Berubah lah!"


"Bantu aku mengalahkan manusia sombong itu!"


"Buktikan kalau kau bukan senjata lemah, dan tidak mudah dikalahkan!" Ucap dewa kera memberi perintah


Sedetik kemudian, tombak tersebut berubah menjadi lain. Kekuatannya meningkat sepuluh kali lipat dari sebelumnya


Tapi tiba tiba kaisar pedang yang masih ada di atas langit turun, dan menyerang tombak itu


Sontak saja reaksinya berbeda. Tombak itu tidak mau diserang lagi, sama seperti waktu mengintip Dragon yang sedang berperang itu


"Eh. Jadi yang kaisar pedang serang waktu itu adalah kalian?"


"Ternyata itu hasil perbuatan mu dewa Kera!"


"Pantas saja pedang ku segera mengenali mu, karena kau merubahnya ke bentuk lain."


"Sekarang aku tidak akan ragu ragu lagi untuk menangkap mu, dan dihadapkan pada guru ku, karena kau sudah berbuat kurang ajar waktu itu!" Reaksi Dragon tidak menyangka

__ADS_1


__ADS_2