Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Meminta bantuan Dragon


__ADS_3

Sementara itu diwaktu yang sama. atau tepatnya di kampus yang juga berada di ibukota. Saat itu Dragon sedang berada dipinggir lapangan bola, yang memang letaknya tidak jauh dari kampus tempat ia menuntut ilmu itu


Di sana dia mengambil jurusan teknik mesin, yang kebetulan waktu perkuliahannya sudah selesai. Karena bosan aktivitasnya hanya itu itu saja. Dragon memutuskan untuk keluar hanya sekedar jalan-jalan, dengan ditemani oleh beberapa orang pengawalnya, yang menyamar sebagai mahasiswa biasa


Sikap dan penampilan mereka tidak menggambarkan seorang pengawal, tapi benar-benar gambaran seorang mahasiswa


Selain mereka, Dragon juga ditemani oleh empat orang temannya, yang kebetulan salah satu diantaranya adalah pemain tim kenamaan dari ibukota


Iseng saat dia berjalan di pinggir lapangan itu, sebuah bola bundar mendekatinya, dan tanpa sadar dia oper kembali ke tengah lapangan, dengan tendangan ringan. Tapi akibatnya sangat luar biasa. Bola yang ditendang itu, bukannya menuju tengah lapangan, tapi langsung terbang mengarah ke gawang, yang jaraknya cukup jauh


Tidak disangka, tendangan yang hanya main-main itu, membuat bola yang ditendangnya meluncur deras, dan akhirnya masuk ke tengah gawang, dan tidak bisa diblokir oleh penjaga gawangnya


Semua orang melongo diam, termasuk pelatih yang ada di dekat situ. Apalagi para pemainnya. Kebetulan saat ini mereka sedang melakukan sparing partner dengan tim kota sebelah, dan baru saja berniat untuk istirahat.


Tapi secara tidak terduga. Ada seseorang yang sedang memperagakan tendangan terbaiknya. Itu pun dilakukan dari jarak yang cukup jauh, dan masuk ke gawang tanpa cela


Akibat dari aksi Dragon yang spektakuler tersebut, membuat empat orang temannya menjadi terkejut. Tapi tidak buat anak buahnya. Bagi mereka, aksi Dragon itu belum apa-apa, jika dibanding dengan yang sudah dilakukan sebelumnya


Namun buat Mikel Arteta, dan asistennya Paul Alcatra, serta ratusan penonton yang memadati lapangan tersebut, hal itu sudah sangat luar biasa.


Selama ini mereka belum pernah melihat ada tendangan yang sangat luar biasa tersebut. Jika pun ada, itu dilakukan dari tengah lapangan. Tapi ini dari tepi lapangan dekat tiang gawang lawan pula


Menyadari itu, dengan langkah tergesa gesa, Mikel Arteta, pelatih tim kenamaan ibukota mendatangi Dragon, dan menyapanya dengan ramah." Apakah anda seorang pemain sepak bola?. Kalau boleh tahu dari tim mana anda berasal?" Ujarnya


"Saya hanya seorang mahasiswa biasa, dan belum pernah bermain bola sama sekali. Tapi sering melakukan olahraga lain yang bersifat fisik." Jawab Dragon apa adanya


"Tapi kenapa tendangan anda sangat spektakuler seperti itu?"


"Apakah anda menggunakan sihir?" Tanya Mikel terdengar bercanda


"Oh!. Mungkin itu akibat seringnya saya berlatih dengan menggunakan kekuatan fisik."


"Kalau hanya bola ringan seperti itu, buat saya itu sangat mudah." Jawab Dragon terkesan mengada ngada


"Tapi tendangan anda tadi benar-benar sangat luar biasa."


"Selama saya berkiprah di dunia persepakbolaan, belum pernah menjumpai pemain yang mempunyai tendangan yang sekuat tendangan anda."


"Saya jadi kepikiran untuk merekrut anda untuk memperkuat tim kami."


"Dengan adanya anda, kemungkinan tim negara kita akan keluar sebagai juaranya." Respon Arteta berterus terang


"Presidente. i no te equivocas al ofrecer a este nino bau kencur para unirse a su equipo nacional?"


(Ketua!. Apakah anda tidak salah menawari anak bau kencur ini untuk bergabung dengan tim nasional mereka?) Ucap Paul Alcatra, sang asisten pelatih itu bertanya


"Lo sE mejor Que tu pues callate!" (Aku lebih tahu dari mu!) Jawab Mikel Arteta tidak senang


"Pero..?(Tapi) Protes Paul tidak terima


"Callarse la boca!"( Diam!) Sergah Arteta marah


"Senor entrenador. Lo que dijo Tu asistente es cierto. Realmente no merezco unirme a su equipo. ademas tampoco estoy interesado en unirme." (Tuan pelatih!. Apa yang dikatakan oleh asisten anda itu benar. Saya memang tidak pantas bergabung dengan tim anda. lagi pula saya juga tidak berminat untuk bergabung!" Ucap Dragon menggunakan bahasa Spanyol juga

__ADS_1


"Puedes hablar con nuestro idioma?" (Apakah anda bisa bahasa kami?) Respon Arteta tidak percaya


"Esos es todo!" (Begitulah!) Jawab Dragon apa adanya


"Maafkan saya anak muda!. Sungguh kami tidak tahu dengan siapa kami sedang berhadapan. Ternyata anda bukan orang biasa sekali lagi maafkan saya!" Respon Paul Alcatra tiba tiba


"Tidak masalah!. Anda berhak mengatakan itu, karena tanggung jawab anda sangat besar. Jadi aku tidak merasa tersinggung." Jawab Dragon bersifat lapang dada


"Anda memang orang yang berbudi. Aku takluk pada anda." Balas Alcatra tulus


"Kalau begitu kami pergi dulu. Kebetulan ada sesuatu yang harus kami lakukan di luar." Ucap Dragon memotong pembicaraan


Lalu pergi setelah mengucapkan selamat tinggal kepada dua orang pelatih tersebut. Tapi Arteta mencegahnya dengan berkata." Tunggu dulu anak muda!. Tawaranku masih berlaku untuk anda!" Ujarnya


"Akan aku pikirkan nanti. Tapi kalau boleh tahu, kapan pertandingan akan diselenggarakan?"


"Siapa tahu aku bisa datang." Jawab Dragon dengan entengnya


"Dua hari lagi. pukul 07.00 malam. Di gelora Prismatama!" Sambut Arteta apa adanya


Ada setitik harapan, timnya bisa memenangkan pertandingan semifinal nanti. Selama ini timnya belum pernah bisa mengalahkan tim lawan. Dari 9 kali bertanding, semuanya kalah. Kalau pun bisa memasukkan gol ke gawang lawan, itu pun jumlahnya tidak banyak


Jadi begitu Dragon menanggapi tawarannya itu, Dia merasa sangat merasa senang, karena dia yakin, bahwa Dragon akan membela negaranya agar tidak terus dihina orang


Sebenarnya apa yang diprediksi oleh Arteta tersebut memang benar. Dragon juga berkeinginan untuk membantu negaranya, karena dia tahu bahwa negaranya selalu diremehkan oleh negara lain, terutama dalam bidang olahraga


Kali ini dia ingin membela negaranya demi menaikkan pamornya di mata dunia. Tapi bagaimana dia harus bermain?. Padahal selama ini dia hanya bisa menguasai ilmu kanuragan, kesaktian dan lain sebagainya. Apakah gerakan bola sama dengan gerakan silat?. Nantilah itu akan dipikirkan olehnya


"Paul!. Lain kali teliti dulu sebelum berkata!"


"Maafkan saya tuan. Lain kali tidak akan saya lakukan lagi." jawab Paul Alcatra tidak enak hati


"Huh!. Aku bisa merasakan jika anak itu bukan pemuda biasa, tapi luar biasa."


"Tatapan matanya tajam dan tekadnya sangat kuat."


"Aku yakin jika dia bergabung dengan kita, walaupun hanya sekali, Tim kita bisa mengalahkan tim raksasa itu. dan bisa memasuki babak final."


"Aku ingin sekali menghadiahkan kemenangan tim kita pada masyarakat Indonesia, terutama pada pencinta bola negara ini."


"Tapi sayangnya dua tim yang akan kita hadapi belum pernah kita kalahkan


"Mudah-mudahan dengan kehadiran anak itu, bisa membalikkan keadaan." Ucap Arteta lirih. Kemudian menghampiri anak buahnya untuk diberi arahan


***


Dua hari kemudian. Waktu yang ditunggu pun datang. Ratusan ribu pencinta bola, baik besar maupun kecil, berduyun-duyun memasuki gelora Prismatama


Semuanya sudah siap untuk menyaksikan laga semifinal, antara tim kebanggaan Indonesia melawan tim kebanggaan kincir angin


Mereka sangat berharap agar tim yang sangat dicintainya itu bisa memenangkan pertandingan, karena dalam laga persahabatan selama dua kali, kekuatan mereka berimbang


Tapi sayangnya, kali ini tim yang dipimpin oleh Brodd Van Houten, sang pelatih yang sangat berpengalaman memenangkan piala dunia, telah mengatur strategi lain

__ADS_1


Mereka mengatur strategi dengan memasang formasi 3-4- 4. dan sewaktu-waktu bisa berubah menjadi 4-3-4 sesuai kebutuhan dan kondisi


Sementara tim asuhan Arteta itu, masih tetap memasang formasi yang lama, yaitu 2-4-5, dan itu sudah diketahui oleh tim lawan, karena ada seseorang yang telah membocorkan rahasia itu


Jadi dengan angkuhnya pelatih tim lawan berkata." Kalau hanya strategi seperti itu, mudah sekali untuk dipatahkan. yang penting kalian menerapkan pola tendangan jarak jauh, dan jangan sampai diberi kesempatan mereka mendapatkan bola!" Ujarnya memberi arahan


"Kapten tim kali ini, untuk menghadapi tim lawan yang lemah tersebut, aku percayakan kepada David Crush."


"Sementara stiker sayap kanan dan sayap kiri, aku percayakan kepada Frederick dan Honje."


"Perkuat tim dan berada di semua tempat jika dibutuhkan. Jangan menunggu di lini atas saja, tapi bergerak bebas kesana kemari, agar tim lawan menjadi kebingungan!"


"Kali ini aku ingin mempermalukan negara ini, karena mereka sudah sesumbar akan mengalahkan kita!" Ucap Brodd Van Houten terus memberikan arahan


"Sekarang keluar dari ruang ganti, dan tunjukkan performa terbaik kalian!"


"Bantai habis serta permalukan mereka!. Jangan biarkan mereka mencetak gol!" Ucapnya lagi


Tak lama kemudian, mereka sudah saling berhadap-hadapan di tengah lapangan yang sangat bagus tersebut, dengan disaksikan oleh ratusan ribu penonton, yang kebanyakan berasal dari negara ini


Mereka saling bahu-membahu, memberikan yel-yel serta menyanyikan lagu nasional mereka, demi untuk membangkitkan semangat tim kebanggaan mereka


Melihat antusias penonton yang menggelora tersebut, membuat tim lawan menjadi ciut. tapi karena mental mereka sudah teruji, tekanan tersebut hanya berlangsung sebentar saja. Kemudian mereka sudah kembali seperti biasa, dengan semangat tarung yang membara


Babak pertama pun telah dimulai, dengan diawali oleh tendangan yang dilakukan oleh kapten tuan rumah. Sekejap saja bola sudah berpindah ke sana kemari, karena di oper oleh para pemain. Sebentar berada di atas, sebentar berada di depan gol, dan sebentar pula keluar dari lapangan


Lima belas menit pun sudah terlewati. Tapi kedudukan masih imbang, yaitu 0 - 0. Tapi di menit ke-23, bola meluncur dengan derasnya ke arah gawang tim Indonesia, karena tim lawan sudah menguasai keadaan


Tapi berkat kelihaian penjaga gawang, tendangan keras tim lawan berhasil dia tangkap, dan kedudukan masih tetap sama


Kenapa tim kebanggaan Indonesia menjadi kesulitan? Padahal mereka sudah sangat terlatih. Ternyata operan bola-bola lawan adalah operan panjang. Sementara operan bola-bola Indonesia adalah operan pendek, dan itu pun dilakukan sekali-kali


Jarang sekali mereka menerapkan pola operan panjang, Karena apabila mereka menerapkan taktik seperti itu, bola akan mudah sekali lawan rebut, karena postur tubuh mereka lebih tinggi serta besar dari postur tubuh tim Indonesia


Jadi tim Indonesia merasa sangat kesulitan. Untuk kesekian kalinya, di pertandingan kesepuluh ini, mereka menemukan kembali pola permainan lawan yang sangat menyulitkan. Namun karena kerjasama tim yang baik, saling menjaga posisi, maka sampai di menit ke 37 belum ada bola yang masuk ke gawang Indonesia


Tapi di menit ke-38, saat stiker bernama Honje mengarahkan tendangan tingginya ke depan gawang di sisi bagian kanan, langsung disambut oleh Frederick


Operan bola tinggi yang dilakukan oleh Honje dimanfaatkan dengan baik oleh Frederick, dengan meloncat tinggi-tinggi ke udara, dan melakukan tendangan bebas di udara, dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas


Sontak saja aksinya yang sangat luar biasa tersebut, membuat bola yang ditendangnya meluncur deras ke arah gawang tim Indonesia, dan tidak mampu ditepis oleh penjaga gawangnya


Kini kedudukan menjadi 1-0. Suporter Indonesia terdiam. Mereka tidak menyangka bahwa perlawanan timnya akan berhenti di situ


Tapi mereka masih berharap agar timnya bisa menyeimbangkan kedudukan minimal 1-1


Namun harapan mereka tidak kunjung menjadi kenyataan, malah di menit ke-40, satu buah gol masuk kembali, dan di menit ke-45 sebelum peluit dibunyikan. tendangan jarak jauh dari Frederick sukses masuk ke gawang tim Indonesia


Lemah lunglai lah mereka semua. Penonton juga terdiam apalagi pelatihnya


Orang yang diharapkan untuk membantu belum juga datang. Mungkin dia tidak bersedia membantu negaranya agar bisa keluar sebagai pemenang


"Ternyata anak itu tidak bersedia membantu."

__ADS_1


"Apa boleh buatlah. Mungkin tim asuhan ku akan menjadi bulan-bulanan di babak kedua. Ada atau tidak adanya anak itu sama saja sekarang" Guman nya lirih, sambil memijit keningnya yang tiba-tiba merasa pusing


"Apa kabar pelatih?. Maaf aku terlambat!" Ucap seseorang yang muncul tiba tiba itu, hingga membuat Arteta terperanjat dan mundur karena terkejut


__ADS_2