
"Selamat pagi jendral!. Ini dokter jenius yang aku katakan kemarin."
"Dialah orang yang telah menyembuhkan banyak orang, termasuk aku dan anak ku."
"Rata rata penyakit yang diobatinya sembuh, dan berganti menjadi kegembiraan."
"Jika anda berobat padanya, aku yakin anda juga bisa sembuh!" Ucap jendral Subakti pada sahabat sekaligus atasannya itu.
"Benarkah?. Tapi aku tidak melihat kelebihan selain wajahnya yang tampan?. Apakah kau coba membohongi ku Bekti?" Reaksi menteri pertahanan yang mantan jendral itu meragukan keterangan sahabatnya.
"Untuk apa juga aku membohongimu Ruky. Tidak ada untungnya juga?" Reaksi Subakti atau Bekti tidak suka.
"Baiklah kalau begitu!. Aku terpaksa harus percaya juga." Ucap Ruky pasrah, dan membalikkan badannya ke arah Dragon.
"Tu tu tuan mu..." Wajah subakti mendadak berubah, karena dia tahu siapa Dragon yang sebenarnya. Untuk Dragon cepat memberikan kode agar tidak meneruskan ucapannya tersebut.
"Sst!. Jangan panik! Bersikap biasa saja paman."
"Anggap saja kau tidak kenal dengan ku. Berpura pura lah seolah olah aku ini orang asing." Reaksi Dragon saat mulut Ruky hampir saja keceplosan kata tentangnya.
"Ba Ba baik tuan muda!". Jawab Ruky patuh. Kemudian bersikap biasa lagi.
"Bagus!. Sekarang minumlah ini!. Walau cuma setetes, tapi khasiatnya sangat luar biasa."
"Sindrom vampir yang paman derita belum begitu parah, baru gejalanya saja."
"Jadi dengan meminum air ini penyakit paman akan sembuh." Ucap Dragon pada pasiennya.
"Terima kasih tuan muda!" Jawab Ruky sekali lagi patuh, dan langsung meminum air yang diberikan oleh Dragon padanya itu.
Sekejap saja kulit tubuh Ruky berubah dari putih kemerahan menjadi sawo matang. dan itu berlangsung hanya per sekian detik lamanya.
Melihat reaksi yang ditimbulkan air itu begitu cepatnya. Membuat Ruky tanpa sadar bersimpuh di lantai, pertanda berterima kasih pada Dragon, yang dia tau sebagai penguasa Birawa Group, tempat dia dulu mengabdi pada kakek juga pada orang tuanya.
Jadi tindakannya itu murni terima kasih, bukan niat merendahkan diri, apalagi statusnya sebagai menteri
Tapi orang orang yang ada di situ jadi keheranan. Kenapa jendral sekaliber Ruky mau bersimpuh dilantai. Apakah dia berlutut pada orang yang sudah menyembuhkannya atau karena ingin berterima kasih kepada yang maha kuasa?. Jawabannya hanya Ruky sendirilah yang tahu.
Jika dilihat sepintas memang seperti itu. Tapi untungnya posisi Dragon cukup jauh. Sedangkan posisi Ruky saat bersimpuh itu tidak menghadap Dragon. namun benar seperti sedang melakukan sujud mengucapkan terima kasih pada sang hidup dan yang menghidupkan.
__ADS_1
Jadi kesannya tidak seperti sedang menghormat kepada Dragon, walaupun mungkin diniatkan untuk itu.
Setelah puas mengucapkan terima kasih dan waktunya juga cukup singkat, Ruky kembali bangun dan mendekati Dragon serta menyalaminya dengan tulus.
"Terima kasih tuan muda!. Jika bukan karena anda. penyakitku ini tidak akan kunjung sembuh sampai aku tiada." Ucap Ruky pada dewa penolongnya dengan kesan tulus juga.
"Biasa saja paman!. Jangan sampai ketahuan, karena aku tidak mau orang-orang ini mengetahui jati diriku."
"Percuma dalam beberapa bulan aku menyembunyikan identitas, Tapi saat ini akan terbongkar." Ucap Dragon secara perlahan.
"Kenapa tuan muda?. Apakah anda takut mereka akan menyusahkan anda?" Tanya Ruky ingin tahu
"Pokoknya tidak mau ya tidak mau!. Tidak ada alasan lain. Paham?" Respon Dragon cepat, kemudian pura-pura memeriksa kondisi pasiennya.
"Sekarang anda sudah sembuh. dan mulai hari ini, tidak perlu lagi memakai serum atau pelindung kulit."
"Kalau anda kurang percaya, silakan keluar dan hadapi langsung sinar UV itu!"
"Aku yakin kondisi anda akan baik-baik saja!" Ucap Dragon mengalihkan pembicaraan dan agar terlihat wajar.
"Kalau begitu baiklah!. Aku akan mencobanya!" Jawab Ruky cepat bercampur senang.
"Benar apa yang tuan katakan. Aku memang sudah sembuh!"
"Kalau begitu aku akan buka baju, dan menantang langsung sinar UV itu!" Reaksi Ruky kelewatan saking senangnya.
"Eh jangan jendral!. Jika anda melakukannya, putriku ini yang akan malu sendiri."
"Kalau profesor Tama tidak masalah. Tapi anak buah anda itu tentu akan melihatnya?" Respon Bekti tidak enak hati.
"Hehehe!. Aku hanya bercanda. Tidak mungkinlah aku mau buka baju di alam terbuka seperti ini. Aku hanya mengetes saja." Jawab Ruky dengan santainya
"Huh buat repot saja!" Ujar Nara sedikit kesal.
"Nah benarkan?, bahwa master ini bukan dokter biasa, tapi dokter jenius sedunia, bahkan sudah dinobatkan menjadi tabib semesta?"
"Kenapa kau tadi meragukannya?" Ucap Bekti pada sahabatnya itu.
"Biasalah!. Tak kenal maka tak sayang. Tak coba maka tak tau!" Jawab Ruky malah berseloka.
__ADS_1
"Setelah tau baru merasakan. Setelah mau baru memuji. Begitu kan Ruky?" Sambung Bekti berpantun pula.
"Betul apa yang kau katakan itu. Tak salah sedikitpun." Jawab Ruky apa adanya.
"Jadi setelah sembuh ini apa rencana mu?. Apakah akan merekrut jenius ini masuk dalam tim mu?" Tanya Bekti pula.
"Aku mana berani meminta. Salah salah bisa aku sendiri yang kena getahnya."
"Jadi keputusannya sudah bulat. Aku hanya bisa berterima kasih, dan tidak bisa memberikan apa apa padanya." Jawab Ruky Satya malu malu.
Jika dia berani mengajukan itu, alamat akan dimarahi oleh tuan Birawa, apalagi Dion itu, karena bagaimana pun dia merupakan penguasa sahnya. Jadi yang bisa dilakukan oleh Ruky adalah beralasan saja.
"Yah sayang!. Kalau aku punya kuasa, sudah aku tarik si jenius ini untuk masuk ke tim ku. Pakal saja tidak punya!" Respon Subakti seperti menyesali diri sendiri
"Kalau kau punya kuasa pun, maka kau tidak akan mampu melakukannya, karena sesuatu yang ingin kau sentuh itu bukanlah barang biasa, tapi sangat luar biasa!"
"Kekuatan gabungan dari kita semua pun tidak akan mampu menyentuhnya, apalagi membawanya."
"Jadi lupakan saja angan angan mu itu. jangan pernah dipikirkan lagi!" Tanggapan Ruky menimbulkan tanda tanya, dan masih menjadi misteri
"Maksudmu bagaimana?. Tolong jelaskan?" Reaksi Bekti tidak terima.
"Ah sudahlah, tidak perlu dijelaskan lagi. Mari silakan masuk. Nanti kulitku jadi semakin hitam!" Jawab Ruky tidak mau menanggapi pertanyaan dari Bekti barusan.
"Gitu ya?. Awas nanti akan aku balas!" Respon Bekti tidak senang, tapi hanya bercanda saja.
"Maaf semuanya!. Aku tidak bisa bergabung, karena ada sesuatu hal yang harus aku kerjakan." Ucap Dragon tiba-tiba.
"Anda mau ke mana master?. Tidakkah akan lebih baik kalau kita minum teh dulu, karena aku sudah membeli teh bagus untuk anda?" Ucap profesor Tama mencoba menahan langkah Dragon, yang ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu.
"Oh itu masalah internal. dan maaf aku tidak bisa mengatakannya!" Jawab Dragon berdiplomasi pula.
"Baiklah kalau begitu master, hati-hati di jalan!. dan terima kasih sekali lagi karena sudah menyembuhkanku!" Sambung Ruky cepat cepat, karena dia tidak mau teman-temannya tahu bahwa Dragon itu bukan orang biasa.
"Baik terima kasih!" Jawab Dragon singkat. Kemudian pergi dari tempat itu tanpa menoleh lagi.
"Maaf Nara!. Aku tau kau menyukai ku. Tapi aku tidak mungkin bisa membalasnya."
"Aku hanya ingin setia pada kedua orang itu dan tidak mau yang lain."
__ADS_1
"Semoga kedepannya kau akan mendapatkan yang jauh lebih baik dariku." Batin Dragon dalam hati. Kemudian menghilang dari tempat itu, dan pergi entah kemana