
"Anak muda!. Cepat lari!. Mereka bukan orang sembarangan!"
"Sayangi nyawamu. Jangan pikirkan aku. Aku bisa menjaga diri!" Ucap Polayang pada Dragon dengan ekspresi khawatir
"Benar nak!. Keselamatan mu lebih utama dari sekedar kemenangan."
"Thangkok bukanlah orang baik. Dia orang yang tidak punya hati. Sudah puluhan orang mati ditangannya."
"Dia sangat keji dan tidak memikirkan nyawa orang lain."
"Baginya siapapun yang berani mencari masalah dengannya harus mati."
"Oleh karena itu cepatlah lari!. Jangan pikirkan kami!" Sambung Khoksat menimpali
"Kalian berdua tenang saja!. Justru aku ingin melihat seberapa kuatnya dia."
"Masalah nyawaku itu urusan ku!" Jawab Dragon cukup jumawa
"Sayang sekali!. kalau itu aku, aku lebih memilih untuk meninggalkan arena ini dan menyelamatkan diri."
"Tapi kau lain. Bahkan mau menantang kekuatan yang begitu kuat."
"Lihatlah. Mereka sudah datang!" yang di depan itu adalah Thangkok, dan yang di kanan kirinya adalah dua orang pembunuh yang selalu menghabisi lawan-lawannya."
"Belum pernah ada yang selamat, jika mereka sudah turun tangan, apalagi jika bosnya itu sendiri yang menangani"
"Jadi mumpung masih ada kesempatan, cepatlah lari. Kami tidak ingin anak muda baik sepertimu mati!" Ucap Khoksat memberi usul
"Kalian diam lah!. Aku sudah memutuskan untuk menghadapi mereka."
"Jika aku kalah itu wajar. Tapi jika mereka yang kalah itu baru kurang ajar!" Jawab Dragon dibuat bercanda
Kemudian menunggu kedatangan pemilik sasana tersebut, yang dengan lantangnya berkata. "Tangkap anak kurang ajar itu!, dan bawa ke ruang penyiksaan!" Ujarnya memberi perintah
Segera setelah itu, delapan orang pengawal naik ke atas ring, dengan niat ingin menangkap Dragon. Sementara Khoksat dan Polayang menggigil ketakutan
"Habis sudah riwayat kita." Batin Khoksat dalam hati, dan terdengar pasrah
Namun apa yang terjadi?. Dua orang yang maju duluan, dipukul oleh Dragon di bagian dada, hingga membuat keduanya terjengkang, dan membentur tali ring, lalu berbalik ke arah Dragon. Dengan gerakan cepat Dragon menendang keduanya, hanya dengan menggunakan satu kaki
Tubuh yang ditendang itu mencelat keluar, dan terbang cukup jauh, hingga mengenai beberapa orang penonton
Begitu tubuh yang terjatuh itu mereka angkat, langsung menjadi bulan bulanan mereka. Ada yang menampar, memukul serta menendangnya kuat-kuat. Padahal sebenarnya mereka berdua sudah mati. Tapi demi melampiaskan dendamnya mereka tidak mau tahu
Thangkok merasa geram. dia tidak menyangka Dragon alot juga. keberaniannya patut diacungi jempol. Bahkan bukan hanya dua pengawalnya yang dibuat terpental, kini 4 orang lagi menyusul. Ada yang tangannya patah, giginya rontok, matanya bengkak dan hidungnya berdarah
Sudah 6 orang pengawal yang diutusnya terkapar tidak berdaya. Kini hanya tinggal dua orang yang masih ada di atas ring, dan segera setelah itu mereka juga turut menjadi korban
Gerakan Dragon yang super cepat tersebut, tidak mampu mereka antisipasi. Walaupun mereka kuat, tetapi mereka tidak mempunyai teknik serta jurus apapun, hanya kekuatan fisik semata
Tubuh keduanya berada di bawah kaki Dragon, dengan kondisi tidak sadarkan diri. Lalu tanpa ekspresi apa apa, Dragon menendangnya kuat-kuat, hingga jatuh menimpa Thangkok sampai membuatnya emosi
__ADS_1
Khoksat dan Polayang yang masih setia mendampingi Dragon, menggigil ketakutan. Mereka khawatir jika Dragon kenapa napa. Tapi begitu Dragon mengalahkan delapan orang itu, barulah mereka percaya bahwa Dragon bukan orang sembarangan
Hati mereka mulai tenang, dan meyakini bahwa Dragon mampu mengatasi kesulitan tersebut
Sementara itu sisa pengawal yang masih ada, yang berjumlah tujuh orang pun diperintahkan untuk naik ke atas ring, dengan membawa berbagai macam senjata, termasuk pisau, kayu pemukul bisbol, bahkan ada yang membawa samurai
Melihat itu Dragon bukannya takut, tapi malah tersenyum senang. Sementara Khoksat dan Polayang kembali menggigil ketakutan, karena mereka tahu apabila Thangkok sudah menyuruh mereka untuk menangani, tidak ada yang bisa selamat, karena salah seorang diantara mereka adalah ninja yang sangat kuat
Namun Dragon jadi tertantang, Dia ingin merasakan kekuatan ninja tersebut. Maka yang pertama dia hadapi adalah ninja itu
"Kalian berdua turunlah!. Jangan takut, karena dibawah ada teman teman ku. Itu mereka." Ucap Dragon pada keduanya
Lalu menunjuk dua orang Avatar Dragon, yang entah bagaimana Sudah ada di bawah
Segera saja keduanya turun, dan menghampiri mereka, Lalu bergegas pergi dengan langkah tergesa gesa, mumpung keadaan masih kacau
Tapi langkah mereka dihalangi oleh beberapa orang, yang ternyata adalah teman-teman Watson. Mereka berjumlah 10 orang, dan langsung mengepung Avatar Dragon dan kedua orang itu
Tanpa berbasa-basi lagi, langsung menyerang Dragon, dengan niat ingin merobohkannya. Tapi apa yang terjadi?. Bukan Dragon yang roboh, Namun tubuh mereka sendiri yang berterbangan ke segala arah, akibat terkena pukulan cepat Dragon
Sambil memukul itu, Dragon memasukkan kutukan darah ke dalam tubuh mereka, agar kedepannya jika berbuat jahat lagi, tubuh mereka sendiri yang akan meledak
Sebentar saja perlawanan mereka terhenti, dan sudah tidak ada lagi yang berani menghalangi langkah mereka
Sementara itu diatas ring. Ninja yang dikatakan kuat itu, saat ini sedang menjadi bulan-bulanan Dragon. Sabetan samurainya mudah sekali dihindari oleh lawan, bahkan suatu ketika, samurai itu terlepas dan berpindah tangan. Lalu dengan gerakan yang sulit diikuti oleh mata biasa, tiba tiba saja tangan lawan terpotong dan jatuh di atas kanvas
Pekik kesakitan segera terdengar, seiring samurai tersebut melayang ke udara, dan memotong tangan tangan musuh yang lain
Kini keadaan benar benar kacau. Banyak dari penonton yang memilih untuk keluar, ketimbang harus menjadi korban
Hanya tinggal beberapa orang yang masih setia menunggu di tribun. Mereka ingin tahu bagaimana nasib Dragon selanjutnya
Benar saja seperti yang mereka kira. Dragon mampu mengalahkan semuanya. dengan berbagai macam kombinasi pukulan. tendangan serta tamparan, hingga membuat tubuh tubuh mereka beterbangan keluar ring, dan kemungkinan mati di sana
Kini yang tinggal hanya Thangkok, dan dua orang pembunuh yang selalu setia mendampinginya. Apapun yang terjadi, mereka belum boleh bertindak sebelum mendapatkan perintah dari tuannya
Namun saat melihat anak buahnya dibuat tidak berdaya oleh Dragon. Sontak mereka menjadi geram. Kemudian memandang ke arah bosnya, seperti ingin meminta persetujuan untuk bertindak
Respon mereka yang seperti itu, tentu saja membuat Thangkok cepat mengerti, lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju
Segera setelah itu, kedua pembunuh kejam tersebut naik ke atas ring, dengan cara melompat dari bawah, mirip seperti yang dilakukan Dragon saat pertama kali memasuki arena
Begitu mereka sampai, tanpa berbasa-basi lagi langsung menyerang Dragon dengan pukulan yang sangat mematikan
Di tangan mereka terdapat belati yang auranya sangat pekat, dan kelihatannya sangat tajam sekali
Melihat itu Dragon bukannya takut, malah tersenyum senang, karena kali ini dia mendapatkan lawan yang sepadan dengan menggunakan senjata
Kali ini Dragon tidak mau main-main lagi. Dia segera merilis kekuatannya sampai ke level satu puncak, dan memanggil tongkat yang selalu digunakan oleh dewa kera untuk mengalahkan lawan-lawannya
Jika Dragon mengeluarkan kaisar pedang, atau senjata-senjata lain, tentu terlalu mencolok dan membuat yang ada curiga. Tapi jika dia mengeluarkan tongkat, tidak ada yang mengira bahwa itu tongkat yang sangat melegenda di dunia
__ADS_1
Setelah tongkat itu berada di tangan Dragon, dia memainkannya dengan mudah. dan entah mengapa tongkat tersebut sangat patuh pada Dragon, padahal siapapun yang ingin merebutnya tidak akan bisa. Mungkinkah itu karena dewa kera sudah dia taklukkan, jadi tongkat tersebut juga merasa takluk dan setia kepada Dragon
Melihat senjata seperti tongkat itu ada di tangan Dragon, membuat dua orang pembunuh itu tertawa terbahak-bahak. Mereka menyangka bahwa Dragon sedang bermain-main dengan keduanya. Kalau hanya sekedar tongkat, itu tidak ada artinya buat mereka
Namun saat Dragon memainkannya, ada kesiur angin yang sangat kuat, dan langsung menerpa tubuh mereka, hingga membuat tubuh mereka oleng, dan mundur sedikit ke belakang
"Bukan tongkat biasa. Aku harus mendapatkannya!" Batin pengawal itu dalam hati
Kemudian menyerang Dragon dengan jurus jurus cepatnya. Sedikitpun tidak memberi kesempatan untuk Dragon bisa melancarkan serangan balasan. Tapi itu hanya berlangsung dalam beberapa detik. karena di detik berikutnya, Dragon sudah bisa menguasai keadaan
Serangan pengawal itu dimata Dragon sangat lambat sekali, Walau dia menggunakan senjata, itu tidak membuat Dragon kerepotan. Malah pukulan tongkatnya sukses membuat punggung lawan cidera
"Wah benar benar senjata yang bagus!" Guman Dragon pada diri sendiri
"Cepat serahkan tongkat itu, agar kematian mu tidak begitu sakit!" Ucap salah seorang pengawal tersebut penuh ancaman
"Kau mau tongkat ini?. Ambillah jika kau bisa!. Tapi biarkan aku pergi." Jawab Dragon pura pura takut
Kemudian melemparkan tongkat tersebut pada Rikson, dan melambaikan tangannya pada Dongya pertanda damai
"Berhenti!. Nyawa busuk mu itu milik ku, karena kau sudah berani melukai punggung ku ini!" Respon Dongya tidak terima, sambil memperlihatkan punggungnya yang memar
"Benarkah?. Bukankah aku sudah menyerahkan tongkat itu pada teman mu dan mengalah padanya?"
"Berarti aku sudah bebas, dan kalian boleh memperebutkan tongkat pemukul anjing itu bersama sama. Bagaimana?" Respon Dragon pura pura lupa
"Kurang ajar!. Kau kira kami ini anjing, ha?" Ucap Rikson tidak terima
"Bukankah kau memang anjing?. Coba kau lihat tangan mu itu. Bukankah itu kaki anjing?"
"Lihat juga badan mu!. Bukankah tubuh mu sekarang berbulu, hitam lagi?" Jawab Dragon berterus terang
"Apa?. Bagaimana bisa?"
"Apa yang kau lakukan pada ku?. Apakah kau telah menyihir ku dan merubah ku menjadi anjing?" Tanya Rikson ketakutan
"Sesuai nama dan fungsinya. maka tongkat itu akan menjalankan tugas nya untuk memukul mu."
"Maka bersiaplah. Anjing memang lawannya tongkat." Jawab Dragon menggelikan
Kemudian memerintahkan kepada tongkat itu untuk memukul orang yang sudah berani memegangnya
Sekejap saja suara kesakitan terdengar memenuhi aula. Tapi tongkat itu tidak mau berhenti juga, sampai membuat Rikson tidak berdaya, dan jatuh pingsan di bawah arena
Sementara temannya juga turut menjadi korban, karena Dragon juga memerintahkan padanya untuk memberikan pukulan pada Dongya, hingga tenaganya habis dan tidak mampu melakukan perlawanan
Kini dua orang pembunuh yang sangat ditakuti tersebut terkapar tidak berdaya, membuat Thangkok menjadi murka. Lalu tanpa berpikir panjang lagi, langsung mengeluarkan pistolnya, dan menembakkannya ke arah Dragon
Door! Door! Door!
Tiga kali suara tembakan terdengar, membuat penonton yang masih tersisa jadi terbungkam. Segera setelah itu peluru beterbangan, dan melesat cepat ke arah Dragon
__ADS_1