Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Bertingkah aneh


__ADS_3

"Anak ku!. Bukankah malam ini kau seharusnya memperkuat tim sepak bola kita?. Tapi tubuh asli mu sekarang ada disini?"


"Lalu bagaimana caranya kau bisa membantu mereka?" Tanya Dion penasaran


"Apakah ayah lupa siapa Draco?, dan apa yang telah Draco lakukan?"


"Bukankah ayah sudah tahu tentang itu?" Jawab Dragon keheranan


"Oh ya ayah lupa!. Bukankah ayah sudah tahu itu?, bahkan sudah bisa membuat avatar sendiri?. Kenapa masih ditanyakan juga?" Respon Dion sambil cengengesan, karena tahu kelemahannya


"Ya, ayah benar!. Saat ini Avatar Draco sedang bermain di sana. dan sudah pun membuat kemenangan untuk tim kita." Jawab Dragon apa adanya


"Benarkah?. Kenapa ayah tidak tahu?. Mungkinkah ketiadaan para pengawal kita dikarenakan itu?" Tanya Dion ingin tahu


"Benar!. Mereka memang Draco izinkan untuk menonton bersama. Tidak ada seorangpun yang boleh tinggal, karena mereka menontonnya masih di areal vila."


"Lagi pula keadaan sudah aman, dan dipastikan tidak ada seorangpun yang bisa berbuat macam-macam di istana kita itu."


"Jadi Draco memberikan kesempatan kepada mereka untuk menonton pertandingan. Setelah itu Draco pura-pura pergi untuk memperkuat tim tanpa pengawalan." Jawab Dragon berterus terang


"Oh pantesan saja!. Saat ayah melihat sekeliling tidak ada seorangpun pengawal yang terlihat, begitu juga dengan kakek buyut mu semalam."


"Ternyata mereka sedang menonton aksimu dalam laga dunia tersebut."


"Lalu bagaimana hasilnya?. Ayah juga penasaran." Respon Dion ingin penjelasan


"Kalau ayah ingin menonton. sekarang lah waktunya. Draco akan membuka saluran itu dan menampilkannya di dunia jiwa ini." Jawab Dragon menawarkan


"Ah bagus itu!. Kakek buyut juga ingin menonton pertandingan tersebut." Ucap tuan Birawa datang tiba tiba


Kemudian disusul oleh Ivory dengan berkata. "Ibu juga!"


"Eh, Dyah jangan ditinggalkan!. Dyah juga ingin menontonnya!" Ucap Dyah pula


"Tenang-tenang!. Semuanya akan kebagian, karena kita akan menontonnya bersama-sama, untuk melihat aksi Draco yang sangat spektakuler tersebut."


"Walaupun saat ini sudah separoh permainan, tapi pertunjukan masih tetap menarik."


"Kebetulan istirahat pertama belum sampai, tapi kedudukan sudah 3.2 untuk kemenangan tim kita. dan akan terus bertambah seperti saat ini. Lihatlah!" Ucap Dragon menenangkan, dan menjelaskan situasinya, sambil menampilkan siaran langsung dari dunia jiwanya


"Umpan diterima dengan baik, dan pemain satu tim mengopernya kepada Kingsley, yang memakai kostum nomor delapan. Lalu Spink melambungkan bola itu tinggi-tinggi, dan menuju ke arah pemain nomor 7. Tapi pemain nomor 10 lawan tiba tiba merebut bola tersebut saat masih di udara!"


"Apa yang terjadi?. Bola itu sekarang berada di pemain dengan nomor punggung 10, dan membawanya cepat."


"Dua pemain dari tim lawan mencoba mencegatnya. Tapi tiba-tiba bola itu ditendangnya kuat-kuat, menuju gol lawan. dan kita saksikan bersama-sama saudara-saudara!. Bola meluncur begitu kuat. dan apa yang terjadi?"


"Ah, gol-gol gol!" Teriak reporter Kenamaan ibukota kuat kuat. lalu disusul oleh teriakan para penonton yang menyaksikan pertandingan dari dalam rumah, karena mereka hanya bisa menonton melalui siaran televisi, disebabkan pertandingan tidak dilaksanakan di Indonesia, tapi di negara Belgia


"Kakak hebat!. Goooll!" Teriak Dyah kegirangan, disusul pula oleh tuan Birawa Dion juga Ivory


Dragon hanya diam saja, tapi tampak tersenyum senang, karena dia bisa merasakan bagaimana kuatnya tenaga yang dikeluarkan oleh avatar nya tersebut saat menendang bola, dan hasilnya adalah poin kemenangan untuk tim Indonesia menjadi 4.2 di babak pertama ini


"Anak itu sangat luar biasa!. Tapi kita sangat sulit untuk mendapatkannya. Ditawari fasilitas apapun dia tidak mau, bahkan dengan gaji tinggi dia tetap menolaknya."


"Sebenarnya siapa dia?. Apakah dia berlatar belakang tidak biasa?" Ucap Frederik Tomaya. manager klub raksasa belanda merasa penasaran


"Mata-mataku, sudah menyelidikinya. Tapi sampai saat ini tentang siapa dia belum begitu banyak kami tahu."


"Cuma menurut orang-orang yang berhasil mereka bayar, katanya anak tersebut berkuliah di banyak tempat, dan entah bagaimana semuanya bisa dia kejar."


"Bahkan katanya anak tersebut sudah mendapatkan gelar dokter, dan sekarang sedang menempuh pendidikan pascasarjana nya."


"Selain itu yang paling mengejutkan tentangnya adalah, katanya dia juga adalah seorang tabib, yang mampu mengobati penyakit orang dalam waktu singkat."

__ADS_1


"Tapi yang lebih membuatku tidak percaya adalah, katanya anak tersebut bukan pemain yang dilatih oleh pelatih tim lawan."


"Namun entah bagaimana dia bisa bermain, dan masuk dalam tim inti negara tersebut." Ucap Paul Zogya menjelaskan


"Jadi maksudmu adalah, anak itu bukan merupakan pemain timnas mereka?" Tanya Stevan Kongo merasa penasaran


"Benar!. Anak itu adalah pemain lepas, yang kebetulan diminta bantuannya untuk memperkuat tim lawan, dan seperti yang kalian lihat, anak itu sudah menyumbangkan 4 gol untuk timnasnya."


"Kalau ini dibiarkan. Aku yakin Timnas negara kalian akan hancur, dan dipermalukan secara tidak hormat." Jawab Paul Zogya apa adanya


"Jadi apa yang harus kita lakukan?. Apakah melarang anak tersebut agar tidak bermain?" Tanya Stevan Kongo mulai mempunyai sedikit harapan


"Sepertinya iya!. karena kita punya aturan, bahwa yang bukan pemain timnas dilarang untuk ikut bermain, karena namanya tidak tercantum dalam daftar pemain mereka." Jawab Paul Zogya menjelaskan


"Tidak mungkin!. Itu hanya alasan yang dibuat-buat!. Jika kita melakukan itu, maka negara kita akan didiskualifikasi."


"Aku tidak setuju dengan pendapatmu!. Jadi tolong cari cara lain." Respon Steven Kongo tidak senang


"Huh!. Mau menyingkirkan ku ya?"


"Kalian pikir aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan barusan?"


"Jika ingin bermain!. Ayo kita lakukan!"


"Buktikan siapa yang akan menang. Aku atau kalian?" Batin Dragon dalam hati


Kemudian menyuruh orang orang tidak terlihatnya, untuk mengganggu kedua orang itu, dan memperhatikan gerak-geriknya


"Yang mulia!. Apa yang harus kami lakukan?. Apakah menghilangkan orang tersebut atau membuatnya pingsan?" Tanya Rambaya ingin penjelasan


"Buat mereka tertidur, tapi seolah-olah mereka sedang menonton pertandingan!"


"Atau masuki tubuh mereka dan buat mereka bertingkah seperti orang gila." Jawab Dragon memberi arahan


Mula-mula mereka bersikap biasa saja, tidak menyadari bahwa tubuh mereka sudah dimasuki oleh jiwa-jiwa tidak terlihat. Tapi saat pertandingan sudah memasuki menit ke 60, barulah sikap mereka berubah


Paul Zogya dan Steven Kongo mulai bertingkah aneh, dengan berteriak keras-keras, guna menyemangati tim negara temannya. Tapi tanpa dia sadari, tingkahnya telah menarik perhatian, hingga kamera tersorot ke arahnya


Sementara Frederik Tomaya menari-nari seperti orang kesetanan. Dia tidak peduli dengan para penonton yang terus meneriakinya sebagai orang gila. yang penting ingin menari ya menari saja


"Ada apa dengan orang orang kaya itu?. Kenapa bertingkah seperti monyet?" Tanya salah seorang wartawan pada temannya


"Mana aku tahu!. Orang tersebut cukup jauh. Lebih baik kita ambil gambar mereka, dengan menggunakan kamera jarak jauh. siapa tahu berita ini akan menjadi viral." Jawab temannya segera memberi usul


"Eh tunggu-tunggu!. Bukankah itu Paul Zogya, Frederik Tomaya dan Steven Kongo?"


"Ada apa dengan mereka?. Kenapa bertingkah seperti itu?. Ini aneh?" Ucap seorang kamerawan siaran langsung pada temannya


"Ah sekarang aku tahu!. Jika kita mengarahkan kamera ini ke mereka, pasti akan menjadi berita viral, dan saluran kita akan banyak ditonton, karena mereka bukan orang sembarangan."


"Ayo cepat!. Bantu aku agar mudah mendapatkan gambarnya!" Respon seorang kamerawan lagi bersemangat


"Tapi bagaimana dengan siaran langsung pertandingan sepak bola!"


"Jika kita mengambil gambar bukan pada pertandingan, aku takut kita akan dipecat oleh bos kita!" Respon temannya merasa khawatir


"Ah biarkan saja!. Apapun yang terjadi tetap kita lakukan!. Siapa tahu bos menyukai aksi kita ini!" Jawab temannya cukup berani


Kemudian mengarahkan kameranya ke arah mereka bertiga, dan disiarkan secara langsung saat itu juga


Sontak saja apa yang mereka lakukan telah menggemparkan para pecinta sepak bola, karena saat ini mereka sedang menonton bukan siaran langsung pertandingan sepak bola, tapi menonton tingkah aneh dari tiga orang pemilik grup raksasa Eropa itu


Sebentar saja berita tersebut menjadi viral, dan banyak dicari salurannya oleh orang dari seluruh dunia

__ADS_1


Ternyata apa yang dipikirkan oleh kamerawan tersebut memang benar. Tindakannya telah berhasil menaikkan rating siarannya, yang tentu saja pemilik siaran tersebut menjadi senang, karena mendadak banyak yang menonton siaran televisinya


Tapi pemilik modal yang mendukung dua klub raksasa tersebut menjadi berang. Mereka langsung menelepon asistennya di sana untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


Karena keberadaan para asisten tersebut tidak terlalu jauh dari dua orang yang bertingkah aneh itu. Jadi mereka bisa menjelaskan secara detail tentangnya. Tapi mereka tidak tahu apa penyebab mereka bertingkah seperti itu


"Memalukan!. Segera hentikan kerjasama kita!. Aku tidak mau membantu orang-orang gila seperti itu!" Ucap pemilik modal paling besar dalam klub raksasa tersebut


Sebentar saja apa yang dia ucapkan itu telah menjadi kenyataan. Modal besar yang barusan dia setor sudah ditarik seluruhnya tanpa mereka sadari


Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah julukan yang pantas mereka sandang. Sudah kalah malah modal yang paling mereka harapkan sudah ditarik seluruhnya


Paul Zogya dan Stefan Kongo serta Frederik Tomaya belum menyadari itu. Mereka masih tetap bertingkah aneh, hingga beberapa orang petugas kepolisian mendatangi mereka, dan mengamankan ketiganya


Sementara itu di tengah lapangan pertandingan masih tetap berlangsung, yang sekarang sudah memasuki babak kedua. dan kedudukan sementara masih 4.2


Tapi di menit berikutnya, operan panjang yang diberikan Dragon kepada rekannya, berhasil dia sarangkan ke gawang lawan, hingga merubah kedudukan menjadi 5.2


Gegap gempita dan teriakan gol segera terdengar, oleh ratusan penonton dari Indonesia, yang menempati sebagian kecil stadion kebanggaan negara tersebut


Begitu juga dengan penonton yang melihat pertandingan melalui televisi atau layar lebar. Mereka serempak berteriak gol. dan mengacung-acungkan tinjunya ke udara


Dion juga tidak ketinggalan. Begitu juga dengan tuan Birawa, Ivory serta Prameswari. Mereka juga berteriak kegirangan serta menari-nari di tempat itu. namun Dragon hanya diam saja. Seperti biasa dia hanya tersenyum senang, dan mengimbangi kegembiraan dari keluarganya tersebut dengan bertepuk tangan


Kini pertandingan sudah dimulai lagi, dan memasuki menit ke 87. Sementara kedudukan masih tetap 5.2. Pemain tim lawan sudah kehilangan semangat, begitu juga dengan pelatih serta manajernya, apalagi saat melihat pemilik klub yang mereka kelola itu sudah tidak berada di tempatnya lagi


Ditambah pada menit ke-88, sebuah tendangan keras meluncur dari atas, saat kaki Dragon yang sudah dialiri tenaga dalam tersebut, menendang bola dengan kerasnya, dan lesatannya tidak bisa dibendung oleh penjaga gawang lawan, hingga bola bundar tersebut sukses masuk ke dalam gawangnya, dan merubah kedudukan menjadi 6.2


Sudah tidak bisa dicegah lagi. Teriakan histeris segera terdengar dari seluruh Nusantara, bahkan dari negara-negara lain juga ada, karena mereka akhirnya mendukung perjuangan Dragon dan rekan-rekannya untuk memenangkan pertandingan final tersebut


Dion, Ivory, tuan Birawa dan Dyah apalagi. Mereka semakin senang, dan serempak memeluk Dragon serta menciuminya


"Uh lepaskan!. Dragon tidak bisa bernapas!"


"Lihat!. Pertandingan sudah dimulai lagi, dan lihat bagaimana aksiku di sana!" Respon Dragon berniat menghentikan aksi mereka


Benar seperti apa yang Dragon katakan barusan. Sebuah gol cantik yang dibuat oleh Dragon berhasil bersarang di gawang lawan, dengan cara menendang bola tersebut dari jarak jauh, atau tepatnya dari garis pinalti gawang timnya sendiri, dan sukses masuk menjebol gawang lawan, bahkan penjaga gawangnya kembali terkulai, karena derasnya tendangan Dragon


Sontak saja apa yang Dragon lakukan itu membuat yang lain terdiam. Tapi sedetik kemudian gemuruh tepuk tangan segera terdengar. Banyak penonton yang bersimpati dengan usaha Dragon untuk memenangkan pertandingan


Akhirnya mereka mengerti apa arti kekompakan itu. Dragon selalu mengoper bola-bola cantiknya untuk diberikan kepada rekannya sendiri, untuk mengecoh perhatian lawan, dan taktiknya itu terbukti manjur. Sudah 6 gol yang berhasil dia sarangkan di gawang lawan. dan akhirnya pertandingan pun usai, dengan kedudukan tetap 7.2


Akhirnya Piala Asia Eropa, kini dibawa pulang ke Indonesia, dengan Dragon sebagai pahlawannya


***


"Kurang ajar!. Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Kenapa kita berada di sini, dan bagaimana dengan nasib tim kita?. Apakah mereka kalah atau menang?" Tanya Steven Kongo merasa geram


"Mana aku tahu!. Tiba-tiba saja kita berada di sini!"


"Ayo kita tanyakan kepada petugas itu, kenapa kita bisa berada di sini?" Jawab Frederik Tomaya apa adanya


"Tuan, gawat!. Empat pemilik modal sudah menarik semua bantuannya!"


"Sekarang kas kita sudah kosong. Lalu bagaimana kita bisa membayar mereka?" Ucap asisten pelatih pada Steven


"Apa yang terjadi?. Kenapa mereka melakukan itu?. Cepat katakan?" Respon Steven tidak sabaran, dan mendesak Raymond Demetre untuk menceritakan


Maka tanpa menunggu lagi, asisten pelatih yang bernama Raymond Demetre menceritakan, sebab musabab kenapa 4 pemilik modal besar tersebut menarik modalnya. Ternyata itu berawal dari tingkah mereka yang sempat membuat mata orang dari seluruh dunia keheranan


Mendengar itu ketiganya terduduk diam. Tapi mereka tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi. Kepada Dragon pun mereka sudah tidak ingat lagi

__ADS_1


"Ah sudah terlanjur!. Apa boleh buat!" Ucap salah seorang dari ketiganya lemah. Lalu pergi dari tempat itu tanpa memperdulikan temannya yang lain


__ADS_2