
Ternyata apa yang disangkakan oleh pandu Dinata itu memang benar benar terjadi, dan akan menjadi kenyataan
Dion memang ingin mengembangkan daerah itu menjadi sebuah tempat maju, sama seperti tempat tempat lain
Tidak tanggung tanggung. Bukan hanya tanah milik Pandu Dinata yang ia beli.Tanah tanah disekitarnya pun juga ia beli, termasuk yang berada di bantaran sungai juga tempat tempat lain
Sementara penduduknya dipindahkan ke tempat lain, dan semua fasilitasnya ditanggung oleh Birawa Group
Kini luas tanah yang dibeli oleh Dion, sudah hampir mencapai sepertiganya. Tidak sesuai dengan rencana Dragon sebelumnya
Dion terpaksa melakukan itu, karena melihat jika hanya tanah tersebut yang ia beli, maka dalam pelaksanaan proyek akan terkendala nantinya, disebabkan akses jalan di daerah itu terlalu sempit. Tidak cocok untuk dikembangkan
Sementara di kanan kiri jalan, berdiri rumah rumah yang tidak beraturan. Bahkan ada puluhan rumah yang berdiri di bantaran sungai cukup dalam, hingga akan menyulitkan timnya memobilisasi peralatan, dan imbasnya perluasan jalan serta penataan sungai tidak bisa dilakukan
Tapi kini sebagian besar tempat itu, telah menjadi milik Birawa Group, sehingga pekerjaan kedepannya akan menjadi mudah
Nanti setelah tempat itu selesai dibangun. prioritas utama adalah masyarakat setempat. Jika mereka ingin berkecimpung dalam bidang usaha jual beli, maka pertokoan lah tempatnya
Tapi jika mereka tidak mau, atau pindah ke tempat lain, itu hak mereka. Dion hanya melaksanakan amanat dari anaknya, agar ditempat tersebut dibangun pusat pertokoan, dan itu tidak gratis
Yang digratiskan adalah, pasar tradisional, yang menempati areal seluas satu setengah hektar, atau seluas 15.000 meter persegi
Ditempat itulah para pedagang sayur, pedagang ikan dan pedagang lain akan ditempatkan. dan itu mereka dapatkan secara gratis
Dalam hal ini, Dion menepati janji anaknya pada mereka
***
Sementara itu ditempat lain, atau tepatnya markas Leopard dan Tejamaya. Tiga hari setelah tumbangnya Dustin dan kelompoknya, Kehebohan besar segera terjadi di tempat itu
Berita tentang hilangnya markas tentara bayaran, juga hilangnya empat orang utusan, telah merebak di seantero markas tersebut
Hal itu diketahui, setelah operator singa gurun itu kehilangan kontak, dengan empat orang tersebut
Dicari melalui satelit pun, keberadaan mereka tidak bisa ditemukan, apalagi keberadaan markas kelompok itu
Penasaran dengan informasi tersebut, Leopard berencana mengutus 10 orang mata mata untuk pergi ke sana
Tapi belum juga niatnya kesampaian, terjadi lagi kehebohan besar. Ranggaspati yang telah dibuang serta diasingkan, saat ini tengah berada dihadapannya
Bersama dengan Ranggaspati, hadir juga Albion dan Darta, serta 10 orang pengawal setianya
Kehadiran Pati yang tiba tiba itu, tentu saja mengejutkan Leopard juga 10 orang pengawal pribadinya. Sontak mereka bersiaga untuk melindungi tuannya
Kebetulan ayah angkatnya, saat itu sedang berada di ruang tengah istana megahnya yang sangat luas itu. Tapi Tejamaya malah tidak terlihat batang hidungnya
Ditempat itulah Pati muncul, bersama dengan 12 orang pengawal setianya. Dragon yang dua kali pergi ke situ, telah memasang formasi teleportasi, dan terhubung dengan kota serta perguruan nya
"Apa kabar orang tua?. Sudah lama kiranya kita tidak bertemu!" Ucap Pati bernada mengejek. Sambil memberi kode pada anak buahnya, untuk bersiaga juga
"Pati? Bagaimana kau bisa tiba tiba muncul?. Siapa yang telah mengirim mu ke sini?" Reaksi Leopard benar benar terkejut
"Oh, aku hanya ingin sekedar mengunjungi mu saja!"
"Mengenai siapa yang mengirim ku, kau tebak saja siapa orangnya." Jawab Ranggaspati menjengkelkan
"Kebetulan juga aku sedang ada perlu dengan mu orang tua busuk!" Jawabnya lagi
"Jangan kurang ajar Pati!. Aku ini orang tua mu!" Respon Leopard tidak terima
"Orang tua katamu?"
"Orang tua mana yang sanggup membuang anak nya sendiri, dan membiarkan terlunta lunta di negeri orang?"
"Kalau kau punya hati, tidak mungkin kau tega melakukan itu!" Jawab Pati marah
"Dengarkan dulu Pati!. Ayah terpaksa melakukan itu!"
"Kalau kau tetap berada di tempat ini, ayah takut badjingan itu akan membunuhmu, juga menghancurkan organisasi kita ini!" Tanggapan Leopard ingin menyakinkan
"Badjingan mana yang kau maksudkan itu orang tua?"
"Jangan berani macam macam mengatainya!" Respon Pati marah
"Siapa lagi kalau bukan Dragon, anak muda busuk itu!" Jawab Leopard berterus terang
"Kurang ajar!. Beraninya kau?" Reaksi Pati marah. Kemudian berkelebat ke arah Leopard, dan langsung menyerangnya
Bam!
__ADS_1
Tak mau menjadi korban. Leopard menyambut serangan itu, dengan memukulkan tangannya ke arah depan, yang disertai dengan tenaga dalam cukup tinggi
Segera saja dua kekuatan besar, bertabrakan di udara, dan menimbulkan kegaduhan, hingga memancing orang lain untuk datang
"Pati!. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyerang ayah mu sendiri?" Ucap Tejamaya, yang juga datang karena keributan itu, sambil mencoba menolong Leopard untuk berdiri
"Dia bukan ayah ku!. Ayahku adalah Aminata. Laki laki brengsek dan tidak bertanggung jawab itu!" Jawab Pati sangat mengejutkan
"Bagaimana kau bisa tau Pati?. Bukankan informasi itu tidak ada yang tau?" Ucap Tejamaya penasaran
"Aku yang telah memberitahukannya Teja!" Jawab Albion datang membantu
"Kau?" Reaksi Tejamaya terkejut
"Ya!, ini aku!. Kenapa, kaget?" Jawab Albion berwibawa
"Bagaimana bisa?" Ucap Tejamaya seakan tidak percaya
"Ketahuilah Teja!. Ibunya Pati ini, adalah adik satu ayah dengan ku."
"Tapi selama ini aku merahasiakannya dari mu."
"Karena dia adik ku, berarti Pati ini adalah keponakan ku!"
"Tentang bagaimana aku bisa tahu, tidak perlu lah kau tahu Teja!" Ucap Albion berterus terang
"Kurang ajar!. Jadi selama ini kau berpura pura bekerja padaku!"
"Sebenarnya kau sudah tahu itu sejak lama, dan berencana ingin merebut Pati dari tangan ku. Begitu?" Respon Leopard marah
"Ya sepertinya begitu!"
"Kebetulan kau berkeinginan untuk membuangnya. Maka aku langsung merapat dan mendapatnya!" Jawab Albion apa adanya
"Dasar badjingan!. Ternyata kau yang telah merencanakan semua ini bhangsat!"
"Kalau aku tahu sebelumnya, sudah ku habisi kau sejak lama!" Ucap Tejamaya benar benar marah. Kemudian berseru lantang
"Pengawal!. Tangkap orang orang itu, dan jebloskan ke penjara!" Ucapnya memberi perintah
"Hentikan!. Jangan coba coba berani mengganggu anak buah ku!" Teriak Ranggaspati marah
Anak buahnya pun bereaksi cepat. Serentak mengokang senjatanya, dan diarahkan pada Leopard, Tejamaya juga anak buahnya. Tapi sejauh ini belum ada yang mau menembak duluan
"Berani kau melawan kami anak gampang!"
"Sejengkal saja kalian melangkah. Maka anak buah ku ini juga yang ada di sana akan menghabisi mu!" Ucap Leopard meremehkan
"Cobalah kalau kau berani orang tua busuk!"
"Aku ingin melihat sampai dimana keberanian mu sekarang!"
"Ingat apa julukan ku orang tua!"
"Aku malaikat kecil pencabut nyawa, yang tidak akan segan segan lagi mencabut nyawa busuk mu itu!"
"Oleh karena itu aku sarankan. Perintahkan anak buah mu untuk meletakkan senjata. dan menyerah lah"
"Jika tidak!"
"Jika tidak apa?. Apa yang bisa kau lakukan dalam situasi terkepung seperti itu?"
"Malah aku yang harus menyarankan, agar kau yang meletakkan senjata, dan jangan coba coba untuk melawan!" Ucap Tejamaya yang sudah merasa geram. dan mendahului Leopard untuk memberikan tanggapan
Namun dalam hatinya menyayangkan, kenapa peristiwa itu harus terjadi. Padahal dalam hati kecilnya berharap, agar Ranggaspati bersikap baik, dan kembali ke pangkuannya seperti dulu
Masalah terusir nya Pati, tidak ada hubungannya dengan Tejamaya. Yang membuangnya itu adalah Leopard, tanpa sepengetahuannya
Maka hari ini ketika bertemu, dia menjadi iba hati, dan berharap agar Pati mau memaafkannya
Tapi situasi telah membuat semua itu berasa tidak mungkin. Ranggaspati telah berubah garang, dan sudah tidak mau lagi tunduk padanya, Malah sudah berani melawannya. Bahkan tadi sudah tega menyerang ayahnya sendiri
Kini semuanya telah menjadi runyam. Entah keajaiban apa yang bisa merubah situasi kacau itu menjadi tenang
"Dengarkan baik baik orang tua"
"Jauh jauh aku datang kesini, karena diutus oleh tuan muda kami, untuk menyampaikan pesannya."
"Ketahuilah!. Sekarang aku telah menjadi orangnya."
__ADS_1
"Berkat dia, ilmu ku sekarang sudah bertambah kuat, dan kutukan darah itu sudah lama dicabutnya." Ucap Ranggaspati merasa bangga, dan tidak takut digertak untuk menyerah
Dia yakin, kekuatannya mampu mengatasi tekanan itu, ditambah dengan perlindungan dari 12 anak buahnya, terutama perlindungan dari Dragon
Kekuatan lemah seperti itu, akan mudah dipatahkan serta dikalahkan oleh Dragon. Kekuatan besar saja dia mampu, apalagi hanya sekedar kekuatan kecil seperti yang mereka perlihatkan tersebut
"Tunggu dulu!. Apakah sekarang kau sudah ditaklukkan oleh bedebah itu?. Bagaimana bisa dan bagaimana mungkin?" Ucap Tejamaya bertanya
Sambil dia bertanya begitu, sambil pula memperhatikan lingkaran besar yang ada di belakang Ranggaspati
Aura nya seperti dia kenal. Itu aura kekuatan Dragon, orang yang paling dia benci selama ini
Sudah berulang kali dia mencoba mencelakai Dragon, tapi selalu tidak berhasil
Kali ini dia harus berhadapan dengan kekuatannya lagi. dan terpaksa harus melawan, walau apapun resikonya
Mungkin dia sudah lupa, bahwa didalam tubuhnya telah dipasangi formasi darah dan formasi kutukan oleh Dragon
Dia berpikir selama ini aman aman saja, dan ancaman itu tidak terbukti benar
Namun kali ini nampaknya lain. Kehadiran Ranggaspati yang tiba tiba itu, bahkan menggunakan alat kepunyaan musuhnya, pasti ada hubungannya dengan Dragon. dan dia sangat yakin itu
Tapi dia tidak habis pikir, bagaimana Pati yang terkenal mempunyai harga diri tinggi, bisa takluk, malah bersedia menjadi anak buah musuhnya
Mungkinkah dia telah ditaklukkan oleh Dragon?
"Apanya yang tidak bisa dan tidak mungkin?"
"Kekuatan tuan muda tidak ada tandingannya saat ini!"
"Kekuatan yang selama ini aku banggakan, belum seujung kukunya pun, apalagi ilmu kalian itu!"
"Malah yang membuatku merasa kecil adalah, ilmu yang selama ini aku pelajari, Ternyata jauh lebih rendah dari yang sudah dikuasai oleh tuan muda itu."
"Ilmu yang berasal dari kitab Kalamurka tersebut, telah dia hapus, dan diganti dengan ilmu yang jauh lebih tinggi."
"Sekarang aku telah mempunyai ilmu pukulan baji, yang tadi aku hadiahkan untuk anak mu itu!"
"Baru level rendah saja, sudah mampu melukainya, apalagi jika ku pompa menjadi level tinggi. Mungkin nyawanya akan melayang saat itu juga."
"Jadi dengan kesadaran sendiri, aku beserta anak buah ku menyatakan tunduk, serta mau bekerja untuk nya." Ucap Pati merasa bangga
Diam sejenak lalu berkata lagi. "Apakah kalian tidak ingat, bahwa ditubuh kita dulu, telah dipasangi formasi darah dan formasi kutukan?"
"Kalau tuan muda mau, sudah lama kita ini hanya tinggal nama!"
"Tapi karena dia masih berharap, agar kita terutama kalian itu bisa berubah. maka dia masih memberikan kesempatan hidup buat kalian!"
"Tapi nampaknya semakin diberi hati, kalian malah semakin melunjak!"
"Berkali kali berusaha ingin mencelakai mereka, terutama tuan muda ku itu."
"Bahkan yang lebih parahnya, kalian malah berani meminta bantuan pada tentara bayaran itu, dengan tujuan untuk menerangi Birawa Group."
"Tapi untungnya tuan muda itu sakti, sehingga belum apa apa mereka sudah dihancurkan duluan!"
"Karena perbuatan kalian, yang telah berani memprovokasinya itu. Telah membuatnya tersinggung, dan mengutus ku untuk datang ke sini, guna memberikan dua pilihan pada kalian."
"Yaitu menyerah atau mati!" Ucap Ranggaspati hanya menyampaikan
"Apa maksud mu Pati?. Siapa yang telah memprovokasi siapa?"
"Dan siapa tuan muda yang kau maksudkan itu?" Tanya Leo hanya sekedar ingin menguji, dan ingin membuktikan bahwa persangkaannya itu benar
"Jangan berpura pura lagi orang tua!. Kau tentu sudah tahu siapa tuan muda yang aku maksudkan!"
"Kau tentu tahu dengan lingkaran aura ini. Bukankah itu milik tuan muda itu?" Jawab Pati menegaskan
"Dengarkan dulu anak ku!. Aku terpaksa berbuat demikian."
"Beri ayah kesempatan, untuk memperbaiki kesalahan ayah dulu."
"Mumpung kau sudah ada disini, maka ayah juga kakek mu, akan mewariskan organisasi ini pada mu."
"Tapi tolong tinggalkan pemuda brengsek itu. dan bantu ayah untuk melenyapkannya!" Ucap Leopard penuh bujukan
"Sadarlah kau hai orang tua! Nyawa sudah diujung tanduk, jangan coba lagi untuk melawan."
"Menyerah lah!, agar nyawa mu bisa kau pertahankan."
__ADS_1
"Tapi jika bersikeras, dan tetap memusuhi tuan muda Dragon, jangan salah kan anak mu ini tidak memberikan kau pilihan!" Jawab Pati yang tiba tiba merasa kasihan