
Satu minggu kemudian.
Berkat usaha keras Dragon, namanya sudah semakin dikenal luas oleh dunia.
Kiprahnya dalam bisnis, hampir merajai separoh bisnis dunia pula. sebab delapan usaha baru yang ada di daratan Afrika, hampir seluruhnya selesai.
Kemajuan itu, tentu tidak lepas dari campur tangan anak buah Kaladaksa, dan para denawa, yang dibantu oleh rajanya pangeran Kamajaya.
Penduduk istana atas langit, yang sekarang sudah dikuasainya itu, juga membantu mempermudah pembuatan ribuan bangunan yang dibutuhkan, terutama perumahan khusus karyawan, di delapan unit perusahaan baru. Hingga tidak sampai sepuluh hari, progresnya sudah mencapai 95 persen.
"Lima hari lagi ayah yakin, delapan buah pabrik ini akan selesai dikerjakan, dan dua hari berikutnya sudah bisa beroperasi."
"Dengan selesainya perusahaan baru itu nanti, maka jumlah unit perusahaan kita sudah mencapai 283 buah. yang berarti merupakan perusahaan terbesar di dunia." Ucap Dion disela sela kunjungannya itu.
"Draco juga yakin ayah. bahwa sebentar lagi perusahaan kita akan menjadi barometer bagi mereka, sebab sudah banyak delegasi yang menanyakan tentang usaha kita itu."
"Selain ingin tahu tentang perusahaan dan kepemilikan, mereka juga ingin tahu tentang strategi dalam pengelolaannya." Tanggap Dragon dalam menanggapi perkataan dari ayahnya itu.
"Lalu bagaimana tanggapanmu? Apakah kau membeberkan semuanya?" Respon Dion bertanya.
"Ya tidaklah ayah!. Tidak mungkin Dragon mengabarkan strategi yang selalu kita terapkan selama ini, takutnya mereka akan mengadopsi dan menirunya?" Jawab Dragon apa adanya.
"Apakah ada di antara mereka yang mengancam mu lagi?" Tanya Dion lagi.
"Sampai sejauh ini belum ada ayah. Namun ada indikasi beberapa orang ingin mencari celah untuk membuat dominasi kita ini lemah." Jawab Dragon berterus terang.
"Benarkah?. Mereka dari mana?"Respon Dion ingin tahu.
"Lagi-lagi dari daratan Eropa dan Amerika. Tapi baru-baru ini ada dua delegasi yang datang. dari benua timur mereka terang-terangan tidak menyukai ekspansi kita, dan mengancam akan mengadukan permasalahan tersebut ke badan perdagangan dunia." Jawab Dragon apa adanya.
"Seberani itu kah mereka?. Apakah dia tidak tahu kalau kita ini tidak bisa diintimidasi?" Reaksi Dion tidak suka.
"Itulah masalahnya yah. Di saat kita ingin membangun lebih banyak, dan berusaha mensejahterakan orang orang yang bekerja di dalamnya, ada beberapa orang yang tidak suka, bahkan sampai melibatkan negara segala." Kesal Dragon langsung diutarakan nya.
"Lalu apa yang kau lakukan terhadap mereka, Apakah diperlakukan sama seperti delegasi yang datang dari Eropa dan Amerika itu?"
"Untuk saat ini belum ayah!, tapi jika mereka bertindak berlebihan, maka Draco tidak akan tinggal diam." Ketegasan Dragon sudah mulai ditunjukkan.
"Bagus!. Itu baru anak ayah!. Tegas, lugas dan tidak mudah diintimidasi!" Respon Dion senang.
mengepalkan tinjunya sambil memikirkan sesuatu, kemudian tak lama itu dia berkata kembali. "Oh ya anak ku?Tanda alam yang ada di atas kota kita itu apakah sekarang masih ada?" Ujarnya.
"Sudah tidak ada yah! karena aura langit dan bumi sudah masuk ke tubuh Draco." Jawabnya cepat.
__ADS_1
"Benarkah sekarang sudah level berapa?" Tanya Dion lagi.
"Level langit puncak, dan sebentar lagi menjadi level semesta." Jawabnya.
"Wah luar biasa!"Reaksi Dion senang tidak terkira.
"Lalu apa yang kau rasakan?. Apakah ada perbedaan?" Tanya Dion lagi.
"Dengan berubahnya level Draco, maka kekuatan Drago sudah tidak ada lagi tandingannya, apalagi kalau sudah mencapai level semesta?.Kekuatan senjata apapun tidak akan berpengaruh lagi buat ku."
"Yang lebih menakjubkan adalah, sekarang Draco bisa menghancurkan sesuatu hanya dengan meniatkannya saja."
"Selain itu dari sepasang mata Draco juga bisa mengeluarkan sinar seperti laser, jika diniatkan ingin menghancurkan sesuatu." Jawab Dragon berterus terang.
"Wah semakin bagus itu!. Luar biasa!. Sekarang level ayah sudah tidak ada apa-apanya lagi buatmu."
"Semua ilmu ayah sekarang rasanya tidak berguna lagi. Jadi terpaksa hanya mengandalkan pada kekuatanmu saja."Reaksi Dion sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi.
"Oh ya yah?" Ujar Dragon tiba-tiba ingin mengalihkan pembicaraan. tapi sengaja digantungnya.
"Ada apa anakku?.Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" Reaksi Dion merasa penasaran.
"Begini ayah!. Uang kita sekarang kan banyak?. Bagaimana kalau kita membantu pemerintah, dengan cara membelikan mereka beberapa peralatan alutsista untuk memperkuat negara ini?" Ujarnya terdengar tidak masuk akal.
"Selain membelikan mereka beberapa alutsista, Bagaimana kalau kepandaian mu dalam membuat formasi kau terapkan di atas langit negara ini?, Bukan hanya satu tapi banyak." Usulnya melengkapi apa yang diucapkan oleh anaknya barusan.
"Maksud ayah semacam dom untuk melindungi masing-masing wilayah secara terpisah. Begitu?" Tanya Dragon ingin mendapatkan penegasan.
"Ya semacam itulah!. Dom atau perisai itu nanti kau pasang di tiap-tiap pulau dan laut-lautnya sekaligus, untuk menjaga penjarahan hasil bumi dan lautnya. Bagaimana?" Jawab Dion seperti yang dia pikirkan selama ini.
"Kalau untuk masalah itu mudah ayah, tidak harus Draco sendiri yang turun tangan. Anak buah Draco sudah cukup, karena mereka sekarang sudah mahir dalam membuat formasi, bahkan sudah mendekati label bumi. Jadi kalau hanya membuat formasi atau perisai, itu sangat mudah bagi mereka." Jawab Dragon menjelaskan seperti apa adanya.
"Oh baguslah kalau begitu!. Jadi pekerjaan kita akan semakin mudah." Respon Dion senang.
"Oh ya satu lagi ayah!. Draco jadi kepikiran nih?. Bagaimana kalau kita membeli beberapa buah pulau untuk kita kelola?"
"Satu diantaranya kita rubah menjadi pangkalan, seperti layaknya kapal induk, yang di dalamnya penuh dengan peralatan perang, termasuk pesawat tempur berbagai tipe?"
"Jika terjadi pergesekan antar dua atau lebih negara, pangkalan itu bisa kita gunakan untuk basis serangan ke tempat mereka. Dengan demikian musuh akan berpikir dua kali jika ingin mencari gara gara dengan kita." Paparan yang diutarakan oleh Dragon terdengar sangat luar biasa.
"Wah itu ide bagus!. Ayah sangat setuju!. Tapi pulau mana yang akan kita beli?. Apakah yang langsung berbatasan dengan negara tetangga atau di tempat lain?" Respon Dion sangat setuju.
"Kalau menurut strategi perang yang selalu di impi impikan, tempat yang kemungkinan besar bisa kita beli itu seperti yang berada di kepulauan Riau, Kalimantan barat, dan di Papua, yang berbatasan langsung dengan negara negara tetangga yang ada."
__ADS_1
"Misalnya di sekitaran Batam, Tanjung Pinang, Natuna dan pulau pulau lain yang jarak dengan negara tetangga sangat dekat."
"Jika kita beli pulau-pulau tersebut, atau minimal kita sewa, maka kita bisa merubah tempat itu menjadi kota, atau menjadi tempat usaha, cabang dari Birawa Group yang sudah ada. Itu yang ada dalam angan-angan Draco ayah." Jawab Dragon apa adanya.
"Hemm!. Sebuah ide yang bagus!. Ayah setuju dengan pemikiranmu itu."
"Lalu kapan kau akan merealisasikan cita-citamu itu?. Lebih cepat akan lebih baik."
"Tapi tentunya kita harus berkonsultasi dulu dengan orang orang yang berkompeten dalam masalah tersebut." Jawab Dion mendukung usulan dari anaknya itu.
"Tapi masalahnya hanya satu. Apakah pemerintah kita akan setuju dengan rencana kita tadi?"
"Kalau masalah anggaran itu gampang. Ayah rasa kita tidak kekurangan uang."
"Tapi kalau masalah membeli pulau itu butuh persiapan matang, karena aturan-aturan yang ditetapkan untuk itu cukup banyak dan panjang."
"Jadi kita rapatkan dulu langkah langkahnya, atau langsung menghubungi orang orang penting yang mempunyai wewenang untuk itu." Tanggapan Dion cukup gamblang, dan memang seperti itulah mekanismenya.
"Repot juga ya?.Sudah punya uang pun masih susah juga. Padahal kita kan mau membantu mereka, plus untuk mengurangi pengangguran di negara ini?
"Tapi yah yang namanya aturan itu kan harus dipatuhi. mau bagaimana lagi?" Batin Dragon dalam hati, dan tidak mau iya utarakan kepada ayahnya.
"Nanti akan ayah pikirkan kau tenang saja!" Respon Dion seperti sudah mendengar apa yang ada di hati anaknya.
"Kalau tidak begini saja ayah!. Jika mereka meminta harga tinggi, ayah jangan khawatir. Di dalam dunia jiwa Draco, masih banyak tersimpan benda benda berharga, yang jika ditukar dengan dunia dan isinya, mungkin lebih dari cukup?"
"Jika anggaran cadangan kita tidak cukup, maka Draco akan mengambil dari sana." Tanggapan Dragon sungguh tidak terduga.
"tapi apakah kau sudah menemukan pulau-pulau mana yang akan kita beli dari beberapa tempat yang kau sebutkan tadi tanya Dion ingin tahu
"Itu masalah mudah ayah!. Draco akan menyuruh orang-orang itu, untuk mencari tempat-tempat tersebut."
"Apabila sesuai letak geografisnya dan kontur tanah, berikut kedalaman lautnya, maka kita akan membeli pulau itu. walau harganya dipatok cukup mahal. yang penting kita bisa memiliki pulau tersebut untuk kita kelola sendiri." Jawab Dragon menjelaskan apa adanya.
"Lalu setelah pulau tersebut berhasil kita miliki apa yang akan kau lakukan?" Tanya Dion ingin mengetahui apa yang anaknya tersebut rencanakan.
"Ya tentunya kita buat seperti yang direncanakan. Pulau yang akan dirubah menjadi pangkalan alat-alat perang itu, harus cukup besar, karena rencananya di tempat itu akan Draco tempatkan ratusan pesawat tempur dari berbagai negara. yang tipenya tentu saja berbeda-beda."
"Sementara di lautnya, Draco akan menyediakan puluhan kapal angkut besar, untuk membawa kendaraan-kendaraan berat saat dibutuhkan."
"Selain kapal-kapal angkut tersebut, Draco juga akan membeli ratusan kapal perang, yang tercanggih, yang pernah dibuat oleh peradaban manusia."
"Jika rencana Draco itu terlaksana, maka negara kita bisa menjelma menjadi negara super power, yang tidak ada satupun negara yang berani berurusan dengan kita."Jawab Dragon sangat bersemangat sekali, karena dia yakin, apa yang dicita-citakan itu akan terlaksana, berkat dukungan kekayaan yang dia miliki.
__ADS_1