
Masih ingat dengan Ariandi dan Junandi Pratama?. Dua anak beranak yang telah meremehkan Dragon waktu diadakan debat di hotel bintang lima itu?
Sekarang kondisi mereka sangat memperihatinkan. Junandi yang waktu itu menjabat sebagai general manager hotel bintang lima, saat ini telah tidak bekerja lagi akibat dipecat oleh Dion
Sementara Ariandi lain lagi. Dia tetap melanjutkan kuliah, dan ingin menyelesaikan kuliahnya, agar bisa membalas dendam pada Dragon
Sikapnya tidak berubah, masih tetap sombong, dan menganggap tidak pernah terjadi apa apa pada keluarganya
Malah dia mengambil kredit mobil mewah, yang harganya sangat mahal, sampai membuat jantung ayahnya berdetak tidak karuan
Karena takut mobilnya bakal ditarik, maka Ariandi berinisiatif untuk memaksa ayahnya untuk
melunasi. Sampai membuat uang tabungannya terkuras habis,
Akibat dari itu. Kebutuhan sehari hari mereka tidak bisa dipenuhi lagi. Kalaupun bisa tapi sangat sederhana, dan itupun terkesan dipaksakan, hingga membuat Ariandi Pratama menjadi marah
Walau tau bahwa ekonomi keluarganya anjlok gara gara sikapnya .Dia tetap kekeuh pada pendiriannya, dengan tidak mau menjual mobilnya, walau Junandi meminta untuk hidup sederhana. Tapi Ariandi tetap menolaknya
Dia tidak mau menjual mobilnya, walau apapun yang terjadi, Sampai suatu ketika, ayahnya terbaring lemah dilantai, akibat jantungnya kumat lagi
Namun sayangnya Ariandi waktu itu sedang tidak ada di rumah. Sedang ibunya sudah lama tiada. Pembantunya pun sudah mengundurkan diri. Jadi waktu Junandi terkapar itu, tidak ada yang bisa menolong. Hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir, tanpa disaksikan oleh anak semata wayangnya tersebut
Bisa dibayangkan, bagaimana paniknya Ariandi saat melihat ayahnya terkapar seperti itu. Tentu dia akan meraung sekuat kuatnya. Dan menyesali sikapnya selama ini
Tapi kejadian tidak sesuai dengan kenyataan. Saat melihat ayahnya terbaring dilantai itu, dia malah bersikap cuek, dan meninggalkan ayahnya begitu saja
"Ada apa dengan orang tua itu?. Kenapa malah tiduran dilantai, bukannya tidur di kamar?"
"Dasar tidak berguna!" Ucap Ariandi merasa kesal. Lalu memutuskan tidak jadi masuk ke kamarnya
Dia memilih untuk memeriksa, kenapa ayahnya tidur disitu, dan mendapati tubuh ayahnya yang sudah membiru itu. Saat sampai itulah dia baru tau, bahwa ayahnya sudah meninggal
"Huh!. Kenapa tidak bilang bilang kalau mau mati. Merepotkan saja!" Respon nya kesal
Kemudian menelepon pihak rumah sakit untuk memeriksa kondisi ayahnya, dan memastikan, apakah benar orang tuanya sudah mati atau belum
***
Keesokan harinya. Setelah selesai mengurus pemakaman ayahnya, Ariandi mencari surat surat rumah dan tanah, serta berniat untuk menjual atau menggadaikannya ke seseorang di suatu tempat
"Ini yang aku janjikan. Kau boleh membayarnya dengan harga yang pantas."
"Aku sudah muak tinggal di rumah itu, dan ingin secepatnya pindah dari sana." Ucap Ariandi pada rentenir kawakan bernama Baskara
"Tenang saja!. Aku akan membayar rumah mu seperti yang kau inginkan."
"Berikan saja rekening mu. Aku akan mentransfernya langsung ke sana." Jawab Baskara merasa senang
"Sip!. Ini rekeningnya." Respon Ariandi tidak sabaran
Kemudian menunggu pemberitahuan dari pihak bank dengan ekspresi harap harap cemas
Tapi beberapa detik kemudian. Ada notifikasi masuk ke handphonenya, dan itu pemberitahuan dari pihak bank yang ia tunggu, yang mengabarkan bahwa
sejumlah uang sudah masuk ke rekeningnya
Sedetik berikutnya. Surat surat kepemilikan rumah sudah berpindah tangan. Dan sudah resmi menjadi milik Baskara
__ADS_1
Namun beberapa saat kemudian. Ada notifikasi yang masuk lengkap dengan kode otp nya ke handphone milik Ariandi. Notifikasi itu mengatakan, bahwa pemiliknya sudah menarik uang tabungan sebesar 1.8 milyar
"Apa yang terjadi?. Kenapa tabungan ku tiba tiba kosong. Siapa yang melakukan ini?" Teriak Ariandi kebingungan
"Baskara!. Apakah ini perbuatan mu, Kemana uang itu?. Kenapa tiba tiba menghilang?"
"Apakah kau yang mengambilnya
Kembalikan uang ku, dan serahkan surat surat itu pada ku!" Teriaknya lagi
"Enak saja!. Kau kan sudah melihat, bahwa aku sudah mentransfer uang sebesar 1.8 milyar ke rekening mu?"
"Bahkan kau sudah memeriksanya."
"Masalah ketiadaan uang itu, mana aku tahu?"
"Mungkin kau sendiri yang telah menariknya, dan berputar pura menuduhku agar surat surat ni dapat kau kuasai kembali!"
"Sungguh naif sifat mu!" Jawab Baskara emosi
Kemudian pergi dari tempat itu, dan tidak memperdulikan Ariandi, yang sedang menggigil marah serta keringatan hingga basah
"Sial! Sial! Sial!" Teriaknya kuat kuat, sambil mengutuk Baskara, lalu membanting handphone ke tanah hingga pecah
Kemudian memaki nama seseorang. "Awas kau Mahesa!"
"Gara gara kau hidup ku jadi begini!"
"Aku tidak akan bisa hidup tenang sebelum menghabisi mu!" Teriaknya sekali lagi, dan pingsan sesudahnya
Sebenarnya apa yang terjadi?. Kenapa uang yang sudah masuk ke rekeningnya bisa hilang, dan laporannya dia sendiri yang menariknya?. Apakah ada yang salah?
Dia terus menyalahkan orang lain terutama Dragon, yang dia anggap sebagai penyebab kejatuhannya, apalagi penyebab kejatuhan ayahnya. Padahal jika dipikir-pikir, dia sendiri lah yang salah
Akibat egonya yang terlalu tinggi, dan hatinya yang sekeras batu, selalu menganggap bahwa dia yang paling benar, dan orang lain yang salah, hingga nasib buruk yang menimpanya, ditimpakan pada Dragon. Padahal Dragon sendiri tidak tahu apa-apa
Dia hanya membela diri dan menjaga nama baiknya. Tidak mungkin orang waras akan membiarkan dirinya dihina, dan direndahkan seperti itu jika dia mampu melawan?
Begitu juga dengan Dragon. Ariandi dan ayahnya mencoba untuk menjatuhkannya di depan umum. dan ingin mempublikasikannya ke khalayak ramai, agar namanya tercoreng, dan gelar tabib semesta bisa dicopot serta diragukan kebenarannya.
Tapi rencananya tersebut malah menjadi bumerang baginya juga ayahnya. Akibat egonya itu, Junandi Pratama dipecat dari jabatannya, dan hanya diberi pesangon selama 3 bulan gaji. Sementara Ariandi dipermalukan karena tidak bisa mengungguli Dragon
Bahkan yang lebih parah dia bersikeras untuk tetap kuliah, dan membeli sebuah mobil mewah, yang harganya selangit, demi untuk mempertahankan gengsinya. Namun akibat dari tindakannya itu, menyebabkan orang tuanya meninggal, dan nasib selanjutnya sudah kita ketahui
Kini Ariandi sedang tergeletak pingsan di sebuah taman kota, dikerubung oleh orang ramai, yang heran kenapa ada pemuda parlente yang tergeletak di taman itu
Setelah memastikan cukup lama, salah seorang diantara mereka mengenali sosok Ariandi tersebut. Dia adalah teman sekelasnya, dan langsung menghubungi yang lain untuk membantunya
Tapi jawaban dari mereka sangat mencengangkan. Mereka malah bersyukur kalau Ariandi mendapatkan nasib yang seperti itu. Jadi mereka tidak mau datang, akibat dendam yang berkepanjangan, yaitu selalu diremehkan oleh temannya sendiri
Jadilah kini Ariandi menjadi pemuda malang, yang nantinya bakal hidup sebatang kara, dan tidak ada yang mau mendekatinya
***
Di tengah hiruk pikuk itu, rombongan mobil yang mengawal Clara melewati taman tersebut, dan mendapati banyak orang yang berkerumun di dekat mobil mewah milik Ariandi
Karena penasaran Clara pun memutuskan untuk berhenti, dan melihat ada apa di taman itu?
__ADS_1
Tapi tanpa dia sadari. Dari arah kejauhan dan tidak kasat mata, ada tiga sosok misterius yang sedang mengikutinya, dan terus mencari kesempatan untuk menculik Clara
Namun karena Dragon sudah memasang formasi perlindungan di tubuh Clara. Empat sosok itu tidak bisa mendekatinya. Mereka hanya bisa menunggu dan terus mengikuti kemanapun Clara pergi
Saat Clara sudah turun dari mobilnya, dengan dikawal oleh empat orang pengawal setianya. Empat sosok itu berniat mendekatinya, dan mengambil kesempatan untuk menculik Clara. Tapi tubuh mereka terpental cukup jauh, karena terhalang oleh formasi perlindungan yang dipasang oleh Dragon. Namun tidak ada yang tahu apa yang terjadi, termasuk Clara sendiri
Apesnya. Saat jatuh itu, salah seorang diantara empat siluman itu persis berada di atas tubuh Ariandi, dan memutuskan untuk merasuki tubuhnya
Mendadak tubuh Ariandi yang sedang pingsan itu bangun, dan sigap berdiri, hingga mengagetkan orang-orang yang sedang mengerumuninya
"Siapa kalian?. Kenapa kalian memandangiku seperti itu?. Apakah aku hantu?" Tanya Ariandi pura-pura penasaran. Padahal yang sedang berbicara itu adalah jiwa siluman kera yang merasuki tubuhnya
"Kau tadi pingsan di sini, dan kami berusaha untuk menolongnya."
"Tapi tiba-tiba kau bangkit serta berdiri seperti itu. Jadi kami semua heran, kenapa bisa terjadi?" Jawab teman Ariandi berterus terang
"Apa katamu?. Aku pingsan?" Respon Ariandi keheranan
"Mana mungkin orang kuat sepertiku bisa pingsan!" Bantahnya tidak terima. Kemudian menolak tubuh temannya hingga terjengkang
"Ariandi!. Apakah kau sudah tidak mengenaliku?. Aku Rangga!"
"Kenapa kau sekarang sudah berubah?. Aku temanmu!" Reaksinya tidak percaya
"Mau Rangga kek. Mau Putri kek, atau Bangor kek, aku tidak peduli!"
"Pergi kau dari sini juga kalian!. Aku tidak suka ditonton seperti ini!. Pergi!" Jawab Ariandi marah. kemudian mengusir orang-orang yang sedari tadi mengerumuninya agar segera pergi
"Huh dasar orang sinting!. Ditolong malah tidak berterima kasih!"
"Kalau tahu begini aku biarkan saja dia mati!" Ucap seseorang secara perlahan
"Apa katamu?. Kau menyumpahiku agar mati?"
"Dasar kurang ajar!. Sini kau!" Reaksi Ariandi marah. kemudian mendekati perempuan itu untuk diberi pelajaran
"Cukup!. Apa yang dikatakannya itu benar!"
"Kau sadari tadi pingsan di sini. Menurut kabar yang aku dengar, mereka datang karena ingin menolongmu!"
"Tapi apa yang terjadi?. Kau malah marah dan menghina mereka!"
"Laki laki macam apa kau ini?"
"Sekarang kau malah ingin memukul gadis ini. Tentu tindakan mu itu tidak akan aku biarkan!" Ucap Clara dengan suara keras
"Jangan ikut campur perempuan jhalang!. Aku bisa marah, dan jangan salahkan aku jika bertindak berlebihan!" Jawab Ariandi penuh ancaman
"Cobalah kalau kau berani?. Aku ingin lihat seberapa kuatnya kau?" Sambut Clara tidak takut
Kemudian mendekati Ariandi dan ingin mencengkeram kerah bajunya. Tapi Ariandi tiba-tiba ketakutan, dan berlari kencang dari situ, serta meninggalkan mobil mewahnya begitu saja
Tiga siluman kera yang tadi terpental karena ingin menangkap Clara, pun pergi dari tempat itu, dan mengikuti sosok ketuanya, yang sekarang sedang berada di tubuh Ariandi kemudian menghilang dari situ
"Orang gila itu sudah tidak ada lagi disini. Ayo bubar!" Ucap Clara memberi perintah
Anehnya tidak ada satupun yang membantah perkataan Clara. Mereka patuh membubarkan diri, sambil menggurutu tidak senang
__ADS_1
Sedikitpun Clara tidak menyadari, kalau tindakannya itu bakal berkutut panjang. Ariandi yang tadi diancam nya, pada suatu saat akan menjadi ancaman serius buat Clara. Namun selagi ada Dragon, siapapun tidak akan bisa mencelakai orang yang sangat dijaganya itu