Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Pulau Hantu


__ADS_3

Dua jam kemudian.Dragon sudah benar benar melaksanakan niatnya, yaitu menarik seluruh anak buah Amuksa dari berbagai tempat dan kota. Bahkan dari mancanegara juga ada


Jumlah mereka sangat banyak sekali. Diperkirakan berjumlah puluhan ribu, dan semuanya dibuat tidur nyenyak oleh Dragon, dengan memasang formasi ilusi di seluruh wilayah tempat itu, Dan kebetulan pula waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 1.30 pagi


Dragon tidak sendiri dalam melakukan itu. Dia dibantu oleh dua orang gurunya yang terkenal sangat sakti zaman dulu, dan sampai sekarang masih tetap sakti, bahkan semakin sakti saat bergabung dengan Dragon


Tempat yang dia pilih adalah sebuah pulau tidak berpenghuni, yang berada paling luar dari gugusan pulau pulau yang ada di luar wilayah negara ini. yang sebagian besarnya terdiri dari batu kapur dan batu batu padat lainnya


Hampir setengah dari pulau itu tidak bisa ditumbuhi oleh pohon pohon tinggi. Hanya pohon pohon kecil yang ada, dan itupun hidupnya cukup merana.


Pulau itu biasanya dikenal dengan nama pulau hantu. Tidak pernah dikunjungi oleh manusia karena letaknya yang terisolir. Ditambah lagi banyak ular yang hidup di sana. Ditempat itulah Dragon akan membuat perhitungan dengan mereka


"Guru!. Apakah keputusan memurnikan mereka sudah bisa dimulai, mumpung mereka masih tidur dan hari belum pagi?" Tanya Dragon pada kedua orang gurunya itu


"Tunggu dulu!. Coba kau perhatikan dengan seksama. Ribuan diantara mereka itu masih bisa disembuhkan dengan menggunakan Wahyu Taqwa. Kecuali delapan pemimpinnya tersebut."


"Lagi pula dalang utama pembuat kekacauan ini belum juga hadir. Jadi kita tunggu setengah jam lagi, sambil mengobati orang orang yang tidak bersalah itu agar bisa diselamatkan." Jawab Ditya Prabu cukup bijaksana


"Baiklah kalau begitu guru." Sambung Dragon patuh. Kemudian menggunakan mata saktinya untuk melihat kebenaran yang dikatakan oleh gurunya barusan


"Untung eyang Prabu mengingatkan ku!. Kalau tidak orang yang tidak bersalah akan turut menjadi korban." Guman Dragon pada diri sendiri


"Tunggu apa lagi!. Ayo kita lakukan pembersihan pada jiwa jiwa mereka!"


"Eyang tidak mau bertindak secara sembarangan."


"Masih banyak dari mereka yang bisa kita selamatkan." Sambut Ditya Prabu pada dua orang muridnya itu


"Brawijaya!. Gunakan teknik pemusnah roh tingkat semesta, agar roh roh jahat yang mendiami tubuh mereka hancur!"


"Sedangkan untuk Draco, gunakan teknik awal kekosongan!"


"Sementara guru akan menggunakan teknik awal penciptaan!"


"Diharapkan setelah terkena semua teknik itu mereka jadi tidak ingat, bahwa mereka pernah berhubungan dengan kekuatan iblis."


"Oleh karena itu ayo kita lakukan tugas kita masing masing!" Ucap Ditya Prabu cukup gamblang


Kemudian mengambil ancang ancang untuk memulai pemurnian tubuh tubuh yang terpapar siluman tersebut


"Teknik pemusnah roh!"


"Aktifkan!"


Blarr!


Di sambung oleh Dragon dengan berseru lantang


"Teknik awal kekosongan!"


"Aktif lah!"


Bamm!. Dan ditutup oleh Ditya Prabu dengan suara yang lebih kuat


"Semesta bersatu. Teknik awal penciptaan!. Murni kan roh roh penasaran itu!"


"Aktifkan!"


Boom!


Wus! Wus! Wus!


Ngung!


"Argh!"


"Argh!"


"Panas!"


"Panas!"


Terdengar rintihan kesakitan dari jiwa jiwa yang terbakar. Lalu diam secara serentak, dan hanya menyisakan belasan orang yang masih belum sadar. dan terus meronta kesakitan


Diantara yang mengalami itu adalah Ratu Serigala. Pemimpin organisasi. Ketua cabang kota B. Ketua cabang kota J, dan ketua cabang kota kota lainnya


"Panas!.Panas!"


"Tolong lepaskan aku!. Aku belum mau mati!"


"Tugas ku di dunia ini belum selesai!"


"Argh!" Teriak beberapa orang dalam tidurnya itu


"Jiwa jiwa penuh dosa!. Pergilah dari tubuh tubuh manusia itu, dan kembali ke asal kalian!"


Boom!

__ADS_1


"Aaaaakhh!"


"Kurang ajar!"


"Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!"


"Awas kalian!"


Boom!


Boom!


Kemudian senyap tiada bersuara. Dan yang tersisa hanya keheningan malam


Lima pemimpin cabang organisasi, ditambah dengan yang masih hidup meledak tiada sisa. dan hanya menyisakan tiga orang yaitu satu ketua cabang dari mancanegara. Ratu serigala dan ketua utama organisasi yaitu nenek Elina dan Danish anaknya


"Kalian bertiga bangunlah!. Aku sengaja belum menghabisi kalian karena aku ingin bertanya."


"Apa yang sebenarnya kalian cari di dunia ini?"


"Apakah ingin hidup abadi dan menebar kejahatan?" Tanya Ditya Prabu mewakili Dragon cucunya itu


"Siapa kalian?. Kenapa kami bisa ada disini?. Dan apa yang kalian lakukan pada mereka" Respon nenek Elina penasaran


"Bukankah kau ingin mengetahui siapa yang telah membuat organisasi juga ambisi mu hancur?"


"Akulah orangnya. Apa yang ingin kau lakukan pada ku?"


"Apakah kau akan membalas dendam?" Jawab Dragon mendahului kedua orang gurunya dalam menjawab


"Siapa kau?" Reaksi Elina marah


"Bukankah selama ini kau ingin mengetahui siapa yang telah membuat rencana serta dendam mu berantakan?"


"Akulah orangnya, bukan ayahku!" Jawab Dragon terkesan mempermainkan emosi lawan bicaranya


"Apakah kau anak dari Dion si brengsek itu?" Tanya Elina menghina


"Sepertinya ungkapan mu itu salah besar nenek serigala!"


"Ayah ku tidak seperti yang kau katakan itu!. Dia sangat mulia di mataku. dan kau tidak pantas memanggil ayahku seperti itu!"


"Yang pantas mendapatkan gelar tersebut adalah dirimu sendiri juga keluargamu!"


"Jadi mulai sekarang berhentilah menghina ayah ku!. Dan lupakan dendam mu itu!"


"Tapi sebelum kau mati. aku ingin kau bertobat, dan memperbaiki diri sendiri dulu "


"Apakah kau keberatan nenek Elina dan juga kau Danish?" Jawab Dragon, yang berusaha menahan emosinya akibat perkataan dari nenek Elina barusan


"Hahahaha!. pucuk dicita ulam pun tiba!. Tak bisa menghabisi manusia brengsek itu. Menghabisimu sudahlah cukup!"


"Aku puas!. Aku puas!"


"Hiaaaaa!"


"Terimalah jurus pamungkas ku!"


"Teknik pembakaran jiwa!. Aktifkan!"


"Teknik pembakaran jiwa. Aktifkan!"


"Hah!"


"Kenapa tidak bisa?. Apa yang terjadi?"


"Kenapa teknik yang aku inginkan tidak menjadi kenyataan?. Apa yang sudah kalian lakukan padaku?" Reaksi Elina marah, saat menyadari bahwa ilmunya sudah hilang


"Itu karena semua ilmumu sudah aku cabut, dan sudah aku musnahkan!"


"Sekarang kau bukan siapa-siapa lagi, termasuk anakmu itu!"


"Jadi sebelum nyawamu aku cabut, aku ingin bertanya padamu sekali lagi. Apakah kau ingin melupakan dendammu dan memperbaiki hidupmu?" Tanya Dragon terus memaksa


"Tidak bisa!. Apapun yang terjadi! aku tetap akan membalas dendam, sampai sakit hatiku ini terbalaskan!" Jawab nenek Elina mencoba melawan


"Lalu bagaimana dengan kalian berdua?. Apakah mau memperbaiki diri, dan hidup tanpa dendam?" Tanya Dragon pada Danish dan satu orang anak buahnya itu


"Apa yang menjadi keputusan ratuku, aku akan mengikutinya, walaupun harus kehilangan nyawa!" Jawab ketua cabang itu mantap


"Lalu bagaimana denganmu Danish. Apakah kau juga demikian?" Tanya Dragon pula


"Walau ilmu ku sudah kau cabut, aku tidak akan takut!"


"Kalau ibuku mati, aku akan mengikutinya!:


"Apapun yang terjadi. Aku tetap membelanya!" Jawab Danish tidak kenal takut

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu!. Jika itu keputusan kalian. maka aku akan mengabulkannya!"


"Bersiaplah!"


"Teknik keserakahan!. Pembakaran darah siluman!"


"Aktifkan!"


Bamm!


"Argh!"


"Argh!"


"Argh!"


Tiga jeritan kesakitan segera terdengar di tempat itu, saat tubuh dan roh mereka dibakar


Seketika udara di tempat itu pun menjadi sesak, dan membuat ketiganya langsung terjatuh, serta berguling-guling di tanah, dengan api yang terus menyala ditubuh masing masing


Saat ketiganya sedang merasakan siksaan. Dragon berseru pada orang orang yang jiwanya sudah dibersihkan dengan suara lantang. "Kalian semua!. Kembalilah ke tempat masing-masing!"


"Jiwa kalian sekarang sudah bersih, dan tidak akan ingat apa-apa lagi!"


"Tapi di tubuh kalian sudah aku pasangi formasi penghancuran."


"Jika kalian melakukan perbuatan jahat itu lagi, maka tubuh kalian akan meledak. dan itu salah kalian sendiri!" Ucap Dragon pada kurang lebih 20.000 orang yang berhasil dia murni kan.


Kemudian melambaikan tangannya kearah mereka semua, untuk mengirim mereka kembali ke tempat masing-masing


Setelah tugas besar itu selesai, Dragon mengalihkan perhatiannya pada nenek Elina, Danish serta satu orang bawahannya tersebut kemudian berkata.


"Untuk kalian bertiga!. Mulai hari ini nama kalian akan aku hapus dari muka bumi ini, dan tidak akan pernah lagi muncul di dunia, dan tidak akan bisa lagi menitis pada orang lain!"


"Inilah saatnya!"


"Hancur!"


Boom!


Boom!


Dhuar!


"Ugh!" Keluh tertahan Dragon saat tubuhnya dibuat mundur oleh gelombang panas, yang tiba tiba muncul di depannya itu


"Apa yang terjadi?. Kenapa tubuhku bisa dibuat mundur seperti ini?. Siapa yang melakukannya?" Batin Dragon dalam hati


Blar!


Belum juga pertanyaan itu terjawab. Tiba-tiba muncul dua sosok makhluk yang sangat mengerikan. Dialah raja serigala Amuksa, dan gurunya Balapaksa Milajanggi, yang datang karena ingin menyelamatkan Ratu Elina


Tapi kedatangan mereka berdua sudah terlambat, karena Danish serta satu orang anak buahnya itu sudah mati, dan tidak akan bisa hidup kembali, walau oleh seorang Balapaksa sekalipun


Nenek Elina yang napasnya tinggal satu-satu, dan tubuhnya penuh luka bakar, bisa mereka sembuhkan.Milajanggi yang berjuluk guru agung itu yang punya kerja


Dengan mudahnya Elina yang sudah sekarat itu dia sembuhkan, dan kulitnya kembali seperti sedia kala, hanya dengan menyentuhkan jari telunjuknya ke kening Elina. dan satu detik kemudian dia bisa bangkit kembali serta menjadi segar bugar


"Apa kabar Brawijaya?. Sudah lama kiranya kita tidak bertemu?. Ternyata kau sudah mati dan bersembunyi di tubuh anak itu!"


"Apakah bocah itu ada hubungannya denganmu?" Ucap Milajanggi pada Brawijaya


Kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling areal itu, dan dia tidak mendapati seorangpun yang ada di sana, kecuali Ditya Prabu dan Dragon cucunya


"Tunggu!. Bukankah itu gurumu?. manusia yang sok alim dan ingin mengatur dunia dengan kebaikan?"


"Ternyata hari ini, aku bisa bertemu secara langsung dengan mu!"


"Jadi sangat kebetulan sekali!. Sekali tepuk dua lalat akan mati!"


"Dendam guruku akan terbayar lunas, dengan hancurnya roh kalian itu. dan tidak akan bisa lagi menitis pada orang lain!"


"Hahahaha!. Kita sangat beruntung sekali hari ini Muksa!"


"Musuh abadi eyang guru mu akan terbalaskan hari ini!" Ucap Balapaksa merasa senang


"Janggi!. Aku tidak menyangka kalau guru agung itu adalah kau!. dan Amuksa adalah muridmu!"


"Setelah kalah perang dan bertarung denganku, ke mana saja kau sembunyi?"


"Apakah kau memperdalam ilmumu, dan menuntut ilmu sesat agar hidup abadi?" Respon Brawijaya menohok sekali


"Kurang ajar!. Dari dulu kau memang senang mengatur hidupku, dan tidak senang jika melihat aku bahagia!"


"Tapi ternyata aku tetap orang yang menang!"


"Kau hanya tinggal roh. sementara aku masih dalam bentuk jasad abadiku!"

__ADS_1


"Berarti siapa yang lebih sakti. kau atau aku?" Jawab Janggi merasa menang


__ADS_2