Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Siluman Darah


__ADS_3

"Menang atau kalahnya seseorang, akan kita buktikan malam ini!" Respon Brawijaya cukup tenang


"Sombong!. Mentang mentang sudah dua kali mengalahkan ku, maka kau menganggap orang yang paling kuat di jagat ini!"


"Apakah kau lupa bahwa ilmu ku sudah semakin tinggi, apalagi setelah menjadi mahluk keabadian?"


"Jadi bila kita bertarung, akulah yang akan keluar sebagai pemenangnya!" Respon Balapaksa terkesan membanggakan diri


"Draco!. Coba kau hadapi orang itu. Guru ingin melihat apakah ucapannya itu benar atau hanya membual saja!"


"Jika kau merasa tidak mampu menghadapinya mundur saja!. Biar guru yang menuntaskan tugas itu!" Ucap Brawijaya pada muridnya tersebut


"Hahahaha!. Apakah aku tidak salah dengar Braja?. Bocah lemah seperti itu kau sodorkan untuk melawan ku?"


"Apakah kau sedang tidak bercanda dengan ku Braja?" Respon Balapaksa merasa geli


"Kita lihat saja dan jangan banyak bicara!"


"Kalau kau bisa mengalahkan murid ku. Maka aku akan merasa hormat pada mu!"


"Tapi jika kau kalah. Maka kau hanya membual saja!" Balas Brawijaya tidak mau kalah


"Baik, jika itu keputusan mu!"


"Tapi jangan salahkan aku kalau murid mu itu akan mati!" Jawab Balapaksa cukup jumawa


"Amuksa!. Kau hadapi bocah itu. Buktikan bahwa kita bukan mahluk lemah!"


"Jangan biarkan dia mati dengan mudah, agar merasakan penderitaan seperti yang kita alami duku!" Ucap Balapaksa memberi perintah


"Baik guru!. Dengan senang hati akan aku lakukan" Jawab Amuksa merasa senang


"Hai bocah!. Kemari lah!"


"Katakan pada ku dengan cara bagaimana kau ingin mati?"


"Apakah langsung atau secara perlahan?" Tanya Amuksa setelah mendapat perintah dari gurunya itu terdengar meremehkan


"Kita lihat saja setelah bertarung. Apakah kau atau aku yang akan


mati!" Jawab Dragon santai


"Dasar tidak tahu diri!"


"Matilah!"


Bamm!


Reaksi Amuksa marah dan langsung melancarkan serangan kuatnya ke arah Dragon. Dan akibatnya tubuh Dragon yang tidak sempat mengelak itu telak menjadi korban, dan terlontar cukup jauh dari tempatnya semula


"Hahahaha!. Kau lihat itu Braja! Murid yang kau banggakan tersebut tidak mampu menangkis serangan lemah seperti itu!"


"Jadi Murid siapa yang lebih kuat?Murid mu atau murid ku?" Reaksi Balapaksa merasa jumawa


"Benarkah apa yang kau katakan itu?"


"Coba kau lihat kesana!. Bukankah dia masih hidup dan tidak terluka sedikitpun!"


"Berarti murid ku yang lebih kuat."Jawab Brawijaya apa adanya


"Mustahil!. Bagaimana mungkin?"


"Bukankah tubuh mu sudah ku buat hancur tadi?"


"Tapi kenapa kau masih bisa hidup?" Reaksi Amuksa seakan tidak percaya


"Itu mudah!. Pukulan lemah seperti itu tidak akan mampu membuat murid ku mati. Bahkan akan membuatnya semakin kuat."


"Kalau kau tidak percaya ayo kita buktikan!"


"Mungkin dengan sekali pukul tubuhmu akan hancur, atau minimal terluka." Jawab Brawijaya sangat yakin sekali


"Tidak mungkin!. Aku mahluk keabadian. Tidak akan mati hanya dengan sekali pukulan!"


"Kecuali kalau dia memiliki ilmu yang lebih tinggi dari ku!" Reaksi Amuksa tidak percaya


"Baik!. Kalau kau tidak percaya. Sekarang akan aku buktikan!"


"Tapi jangan menyesal kalau ucapan ku ini benar!" Jawab Brawijaya memperingatkan

__ADS_1


"Draco!. Gunakan Aji Lebur Saketi!. Gabung dengan pukulan Raja Bajra. dan akhiri dengan teknik kekosongan tingkat Ilahi!"


"Serang dengan sekuat tenaga, agar tubuhnya hancur menjadi debu!" Ucap Brawijaya memberi perintah


"Baik guru!" Jawab Dragon patuh


Kemudian mengerjakan apa yang diperintahkan oleh gurunya


Sementara itu disisi eyang Prabu. Dia terus mengawasi gerak gerik Milajanggi. siapa tahu dia akan berbuat curang


Ditambah kelakuan nenek Elina, yang diam diam merilis ilmu kutukan serigala darah, untuk mencelakai Dragon


Maka dengan perhitungan matang, Ditya Prabu membuat segel tidak berwujud, agar bisa mengawasi gerak-gerik mereka


Selain fungsinya sebagai segel pengawasan. Segel itu juga bisa membuat niat seseorang menjadi tidak terlaksana. jika orang tersebut melancarkan serangan secara diam-diam, maka serangan itu akan mengenai tubuhnya sendiri


"Teknik kekosongan semesta!" Ucap Dragon memulai aksinya


"Aktifkan"


Bamm!


Tess! Tess! Tess!


Tiba tiba cuaca yang semula panas karena aura mendadak menjadi dingin, dan semakin lama semakin dingin, sampai membuat Ditya Prabu juga yang lain jadi terpengaruh


Nenek Elina yang paling parah kondisinya. Tubuhnya tidak bisa bergerak. Teknik rahasia kutukan serigala darah, tidak jadi dia lontarkan. Malah efeknya mengenai diri sendiri


Ternyata ilmunya belum begitu tinggi. Terbukti dengan teknik yang diperagakan oleh Dragon, sudah membuatnya tidak bisa berkutik


Tubuhnya menegang dan terkurung oleh balok es serta membuatnya tidak bisa bergerak


Amuksa juga demikian.Tubuhnya diselimuti butiran es tipis, yang menutupi sebagian besar tubuhnya. Semakin lama semakin menebal, dan menyulitkan langkahnya untuk bergerak


Lain lagi yang dialami oleh Milajanggi. Lapisan es yang mengurung tubuhnya, dibuat hancur hanya dalam sekali hentakan


Namun buat Amuksa, apalagi Elina, kondisinya tidak demikian. Walau sudah dicoba dengan sekuat tenaga, bahkan dengan mengerahkan teknik api abadi, namun lapisan es yang mengurung tubuhnya tidak bisa mencair, dan semakin erat mencengkram nya


Dalam kesakitan dan kepanikan seperti itu, terdengar Dragon berseru lantang


"Pukulan Bajra!. Aji lebur Saketi!"


"Hiaaaaa!"


Blar!


Boom!


Boom!


"Aaaarrrrrrrrgh!"


Teriak kesakitan seorang perempuan, menyertai bunyi ledakan tersebut. Suaranya sangat mengiris hati, dan membuat yang mendengarnya merinding ngeri. Ternyata itu adalah suara nenek Elina yang sedang menjemput ajalnya


"Aku tidak terimaaaa!"


"Aaaaaaaaa!"


Dhuuaarr!


Byur!


Tamat sudah riwayat hidup Elina dan tidak bisa menebar kejahatan lagi. Dendam menggunung yang selama ini dipupuknya, akhirnya tidak kesampaian juga


Amuksa yang melihat itu menjadi Berang. Dengan sekuat tenaga dia bangkit dari ledakan itu dan berusaha mendekati jasad Elina, yang sudah tidak berbentuk lagi.


Saat ledakan tersebut tubuhnya tidak ikut hancur, karena guru agung melindunginya. Jadi nyawanya bisa terselamatkan


"Awas kau!. Aku tidak terima kau perlakukan istri ku seperti ini!"


"Aku akan membalas dendam!"


"Hiiaaaaaa!"


Boom!


"Geerr!."


Tiba tiba saja tubuh Amuksa berubah menjadi besar, dan seratus persen berubah menjadi sosok serigala menyeramkan

__ADS_1


"Aha!. Akhirnya kau menampakkan wujud asli mu siluman darah!"


"Aku kira kau sudah menjadi pengecut dengan terus bersembunyi ditubuh rongsokan itu!"


"Tapi malam ini akhirnya kau menampakkan diri, setelah kekasihmu itu tiada."


"Draco!. Kau lihatlah wujud asli yang mendiami tubuh Amuksa itu. Seperti itulah bentuknya!"


"Jelek dan kotor serta menjijikkan!"


"Sekarang kau mundurlah!. Dia bagian ku!" Ucap Brawijaya pada muridnya itu


"Tidak!. Aku tidak setuju!"


"Mahluk menjijikkan itu bagian ku karena dulu dia berniat melecehkan ku. Dan aku sangat benci dengannya!" Ucap Dyah Prameswari yang sudah berubah menjadi Dewi Pringgandani dengan suara lantang


"Adik!. Kenapa kau datang?. Bukankah kau sedang menyempurnakan ilmu mu agar bisa diserap oleh cucu ku itu?" Respon Brawijaya penasaran


"Aku tidak bisa diam saja saat melihat siluman darah menampakkan wujudnya disini!"


"Aku ingin membuat perhitungan dengan badjingan itu, karena dia telah berani melecehkan ku dulu!" Jawab Pringgandani berterus terang


"Hahahaha!"


"Cantik!. Ternyata kau masih ada ya?"


"Aku kira rohmu sudah hancur dalam ledakan besar itu!"


"Ternyata kau masih bisa ku lihat kembali!"


"Bagaimana?. Apakah belaian ku dulu masih bisa kau rasakan sampai saat ini?"


"Kalau masih bagaimana kalau kita teruskan saja?, dan biarkan aku melaksanakan niat mulia ku itu?" Reaksi siluman darah terdengar merayu


"Hiiaaaaaa!"


Boom!


"Mahluk hina seperti mu ingin mempersunting ku. Jangan mimpi!" Respon Pringgandani emosi. Kemudian memompa kekuatannya sampai ke level puncak


"Aku lawan mu siluman jelek!" Teriak Pringgandani kuat kuat, kemudian menyerang lawannya dengan sekuat tenaga


Tapi siluman darah ternyata bukan lah mahluk lemah, dan bukan pula sembarang siluman. Kekuatannya sebanding dengan kekuatan Brawijaya. Tapi masih kalah jauh dengan kekuatan Ditya Prabu, dan mungkin selevel dengan kekuatan Milajanggi gurunya Amuksa tersebut


Selama ini dia bersembunyi di tubuh Amuksa. yang pura-pura berguru pada Milajanggi. Karena menghindari kejaran Pringgandani, musuh bebuyutannya tersebut. Sekaligus menghindari wanita yang selalu diidam idamkan nya selama ini


Tapi hari ini mereka bertemu kembali, berkat adanya Dragon. dan berkat dia pula siluman darah akhirnya memperlihatkan diri, karena tidak terima tubuh tuannya dijadikan samsak oleh Dragon


Karena kemunculan siluman darah tersebut membuat jiwa yang penuh dengan dendam dan kemarahan yang mendiami tubuh Prameswari terbangun, dan memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya, lalu muncul di depan siluman darah tersebut


"Dia bukan lawanmu adik!. Ilmunya sekarang sudah semakin tinggi. Kakak saja mungkin tidak bisa mengalahkannya!" Ucap Brawijaya melalui transmisi suara yang dikirimkan kepada Pringgandani menasehati


"Tidak mungkin kekuatannya lebih tinggi dariku!. Aku jadi penasaran dan ingin mencoba kekuatannya!" Jawab Pringgandani melalui transmisi suaranya juga


"Dragon!. Gunakan cemeti amar rasuli jika bibi gurumu itu terdesak!"


"Guru mencurigai teknik yang tersimpan ditangan kanannya itu merupakan teknik tingkat semesta, yang belum pernah guru lihat sebelumnya!"


"Oleh karena itu jangan lengah, saat bibi guru mu itu bertarung dengan siluman darah itu ya."


"Terus awasi dia!. dan cegah jangan sampai mengeluarkan teknik mengerikan itu!" Ucap Brawijaya melalui tranmisi suara lagi


"Baik guru!. Aku tidak akan membiarkan bibi guruku itu terluka, apalagi dibunuh oleh siluman darah tersebut!"


"Sedaya upaya aku akan melindungi bibi guruku, agar tidak bisa dicelakai oleh lawan." Jawab Dragon melalui transmisi suara juga


"Bagaimana Dewi?. Apakah pertarungan ini jadi kita lanjutkan?. Atau kau sudah berubah pikiran karena ingin mengikutiku?" tanya siluman darah terdengar menjijikkan


"Cihh!. Siapa sudi bersanding denganmu siluman darah?"


"Siluman lain yang juga menginginkanku pun aku tolak apalagi kau siluman jelek!" Jawab Pringgandani emosi


Kemudian menyerang siluman darah dengan teknik yang dikuasainya selama ini. Maka dalam sekejap saja pertarungan sengit telah terjadi diantara mereka berdua


Sementara itu tubuh Amuksa, yang selama ini didiami oleh siluman darah tersebut menjadi lemah, Dan akhirnya hancur menjadi debu


Ternyata rohnya selama ini sudah tiada. dan dia hidup hanya karena ada jiwa lain yang mendiaminya


Balapaksa Milajanggi yang menyadari akan hal itu menjadi emosi. Dia tidak menyangka bahwa orang yang diangkat menjadi muridnya, dan diwarisi ilmu-ilmu tingkat tingginya, ternyata adalah siluman darah, seorang musuh yang dulu pernah ingin mencelakainya

__ADS_1


Tapi timbul tanda tanya baginya. Kenapa dirinya yang sudah berjuluk guru agung tersebut tidak menyadari, bahwa roh yang mendiami tubuh Amuksa itu adalah lawan nya


Jika dia ingin membalas dendam, tentu sudah lama dilakukannya. Tapi kenapa tidak pernah terjadi? Apakah ada rahasia lain di antara mereka?


__ADS_2