
Pernah suatu ketika, saat Dragon sedang berada di pasar sendirian, dalam penyamarannya sebagai orang biasa
Datang segerombolan orang orang berbadan kekar, dan berwajah sangar, mendekati seorang tunawisma paroh baya, dengan seorang anak gadisnya yang mungkin sepantaran dengan Dragon
Tanpa berbasa basi lagi, langsung menarik tangan anak gadis tersebut, dan memaksanya agar ikut bersama dengan mereka
Tapi tindakan mereka jelas saja mendapat penolakan dari yang bersangkutan, dengan berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman jari jari berotot laki laki yang menariknya
Namun sayang, tindakan anak gadis itu, malah membuat laki laki yang memegang tangannya menjadi marah, dan reflek menampar wajah anak gadis itu
Tapi belum juga sampai, tubuhnya terjengkang tanpa diketahui penyebabnya
Waktu kejadian itu, Dragon sedang bersama dengan seorang pedagang asongan, tak jauh dari lokasi keributan
Saat melihat tindak kekerasan dan kesewenangan orang kuat pada orang lemah itu, reflek Dragon bereaksi, dengan mengirimkan pukulan jarak jauh ke arah laki laki berotot tersebut, hingga membuatnya terjengkang, dan masuk ke dalam parit
Perempuan muda yang dipegangnya tersebut terlepas, dan tidak ikut masuk ke dalam parit, karena diselamatkan oleh Dragon dengan aura perlindungannya
"Kurang ajar!. Siapa yang melakukan ini?" Reaksi anak buahnya marah
Kemudian mengedarkan pandangannya ke segala arah, dan memusatkan pada pedagang terdekat yang ada disitu. Tapi mereka tidak berani bertatap mata dengannya
Dia juga sempat melihat Dragon, tapi di acuhkan nya saja, karena pikirnya tidak mungkin Dragon yang melakukannya, dikarenakan fisik Dragon yang terlihat lemah itu, apalagi masih kecil menurut pandangan mereka
Geram tidak menemukan siapa pelakunya, membuat laki laki itu semakin marah, Lalu memandang ke arah pria paroh baya itu, dan langsung mendekati, lalu mencengkeram kerah bajunya
"Apakah kau yang melakukan itu orang tua?" Ucapnya bernada selidik
"Bagaimana tubuh yang renta ini, bisa mengalahkan orang kuat seperti bos kalian itu?"
"Mengangkat badan saja susah, apalagi mendorongnya ke parit!" Jawab pria paroh baya itu apa adanya
"Hah!. Cari alasan kau!" Responnya garang. Kemudian mengangkat kaki kanannya, untuk memberikan tendangan ke tubuh pria di depannya itu
Tapi lagi lagi terjadi keanehan. Bukan tubuh pria lemah itu yang terjengkang, malah tubuhnya sendiri yang mengalaminya
Tiba tiba saja sebuah kekuatan tak kasat mata menerjang tubuhnya, hingga membuat posisinya tidak stabil, dan jatuh ke aspal yang berlubang
Kejadian itu tentu saja membuat anggota yang lain menjadi heran. Baru saja mereka menolong bosnya sendiri, kini malah wakilnya pula yang jatuh. ke kubangan berair pula
Ada apa gerangan yang terjadi pada bos juga wakilnya itu?. Apakah ada orang yang sengaja mempermainkannya?
"Cepat tolong aku!. Kenapa kalian malah bingung seperti itu?" Teriak laki laki malang itu marah
Bergegas delapan anak buahnya berlarian ingin membantu ketua duanya, tapi nasib mereka juga tidak lebih baik dari bosnya
Tubuh mereka tiba tiba tegang dan tidak bisa bergerak, apalagi bersuara. Ulah siapa itu kalau bukan Dragon?
"Kenapa malah diam!. Cepat bantu aku berdiri!" Bentak wakil ketua itu semakin marah
"Jarot!. Kau lihat tubuh mereka!"
"Bukankah itu aneh?. Mereka tiba tiba tidak bisa bergerak dan bersuara!"
"Mungkin disekitar sini ada orang kuat yang sedang mempermainkan kita!" Ucap Barong, pemimpin kelompok berandalan itu dengan suara kuat
Kemudian mengalihkan pandangannya pada Melati dan ayahnya. Lalu berkata dengan suara lantang
"Hai orang tua!. Gara gara kau kami jadi begini!"
"Jika kau tidak memberikan penjelasan. Maka nyawa mu sebagai gantinya!"
"Dan satu lagi!. Anak gadis mu yang manis ini akan menjadi mainan kami!" Ucapnya bernada mesum
"Kami tidak tau bang!. kami ini orang lemah!"
"Mana mungkin bisa melakukan itu?" Jawab Darso, ayah dari gadis itu berterus terang
"Masih belum mau menjawab yang benar ha!"
"Katakan!. Dengan siapa kalian datang ke sini?"
"Kalau tidak!. Belati ini akan meminta darah mu!" Respon Barong tetap memaksa
"Dibunuh pun kami tidak bisa mengatakannya, karena kami memang benar benar tidak tahu!" Jawab Darso cukup berani
"Dasar cari mati!" Respon Barong benar benar marah
Lalu melayangkan pukulannya ke wajah Darso, dan hampir mengenainya, kalau tiba tiba tidak ada ke siur angin yang membelokkan arah pukulan itu
"Siapa?"
"Tunjukkan jati dirimu!. Jangan pengecut seperti itu!" Teriak Barong marah. Kemudian mengobrak abrik barang dagangan yang ada di dekatnya, hingga berjatuhan kemana mana
Para pedagang yang melihat kejadian itu, tidak bisa berbuat apa apa. Karena mereka tahu, bahwa kelompok itu adalah preman yang menguasai wilayah tersebut, dan tidak ada satupun yang berani melawannya
Dua orang pengaman pasar saja tidak berani berurusan dengan mereka. Bila pekerjaan mereka dihalangi, maka bersiaplah untuk dihabisi
Tapi hari ini nasib mereka benar benar sial. Saat Dragon ada disitu, mereka malah berani menunjukkan taringnya. Ya apes lah!
Namun tak mau wibawanya jatuh, ketua kelompok itu mendatangi pedagang pasar satu persatu, termasuk pedagang asongan yang sedang bersama dengan Dragon
Dia tidak memperdulikan nasib anak buahnya, yang masih berdiri tegang, juga yang masih duduk di kubangan
Ternyata dia juga dikerjai oleh Dragon. Tubuhnya memang tidak apa, Tapi tidak bisa bergerak sama sekali
"Aku lihat kau dari tadi tenang tenang saja makan kue!"
"Apakah kau melihat ada orang yang melemparkan sesuatu pada anak buah ku?" Tanya Barong pada Dragon
"Saya tidak melihat bang."
"Dari tadi saya asyik makan kue karena perutku lapar." Jawab Dragon pura pura lugu
"Tunggu dulu!. Sepertinya aku tidak asing dengan wajah bodoh mu ini!"
"Apakah kau bukan berasal dari sini?"
"Ah persetan dengan wajahmu itu!"
"Sekarang jawab!. Apakah kau ada melihat seseorang yang menjahili kami?" Ucap Barong seperti orang linglung
"Buat apa memaksa pada orang yang tidak tahu jawabannya bang?"
"Ditanya bagaimanapun, kami yang ada disini tetap tidak tahu jawabannya."
__ADS_1
"Jadi percuma bertanya padaku juga pada mereka."
"Lebih baik abang urus tuh anak buah abang!"
"Kasihan sudah berdiri dan duduk lama itu di situ!" Jawab Dragon dengan entengnya
"Mau cari mati kau!" Reaksi Barong emosi, dan mencoba untuk memukul Dragon
"Tunggu dulu bang!"
"Aku pernah membaca kata kata dari orang yang berilmu."
"Bahwa bila ada orang yang sedang dijawab pertanyaannya, itu ada dua jenis modelnya ."
"Orang yang pertama, dia akan diam tanda mengerti."
"Yang kedua dia akan marah. Karena jawabannya tidak memuaskan nafsunya."
"Berarti abang masuk dalam katagori yang kedua!" Ucap Dragon dibawa santai saja
"Kurang ajar!. Mati lah kau!" Reaksi Barong terpancing emosi
Lalu melayangkan tinjunya ke wajah Dragon, dan berniat ingin membunuhnya
Tapi tidak disangka, tinjunya itu malah mengenai angin, dan tubuh Barong terdorong ke depan, langsung menabrak tumpukan kardus, yang ada ditepi selokan, dan langsung tercebur kedalamnya
"Hahahaha!" Tawa spontan seluruh pedagang pasar, yang lokasi nya berdekatan dengan kejadian itu
Entah mengapa tingkah Dragon yang kocak itu, memicu keberanian mereka untuk tertawa
Padahal selama ini, jangankan tertawa, menoleh pun mereka tidak berani
"Sial!. Benar benar sial!" Teriak Baron tiba tiba
Tubuhnya yang berotot itu penuh dengan lumpur busuk, dan wajahnya menghitam, karena lumpur tersebut, bercampur dengan oli, yang berasal dari bengkel motor tak jauh dari situ
"Anak sialan!. Beraninya kau mempermainkan ku!" Teriak Barong lagi
"Jangan berisik dan jangan mengganggu pedagang pasar yang ada disini lagi!"
"Kalau kau mau konser, carilah tempat lain, jangan disini!" Respon Dragon malah mempermainkan lawannya
"Brengsek!. badjingan!. Akan ku hancurkan kau!" Jawab dan reaksi Barong berlebihan
"Terima ini!" Ucapnya mengancam
Whush!
Bug!
"Hugh!
Blar!
Alih alih ingin menghancurkan Dragon, malah dia sendiri yang hancur
Tubuh nya yang kekar itu, tidak mampu menahan pukulan ringan, yang disertai dengan sedikit tenaga dalam dari Dragon
Baru terkena tamparannya saja sudah separah itu, apalagi bila disertai dengan ilmu kesaktian dan tenaga dalam tingginya. Mungkin tubuhnya akan benar benar hancur
Percuma memiliki tubuh kekar dan berotot, tapi pertahanan dalam nya rapuh. Baru begitu saja sudah tumbang dan mengaduh kesakitan
"Ayo lanjutkan pertarungan!" Ucap Dragon penuh ejekan
"Ampun!. Ampuni kami pendekar!"
"Kami berjanji tidak akan mengacau lagi ditempat ini!"
"Kami janji!" Ucap Barong terlihat gemetar. Ternyata dia pria berotot bernyali kecil
"Bukan hanya di tempat ini, tapi ditempat lain juga." Jawab Dragon tegas
"Jadi apa yang harus kami lakukan pendekar?" Tanya Barong yang sudah mengaku kalah itu
"Dengarkan baik baik!"
"Jika kau meminta gelas, maka kau akan mendapatkan gelas juga."
"Tapi jika kau meminta minum, maka kau akan mendapatkan gelas dan airnya sekaligus."
"Kalian masih muda dan kuat. Untuk apa menghabiskan usia untuk urusan yang tidak ada manfaatnya!"
"Jadilah orang yang berguna untuk orang lain. dan itu bisa kalian mulia dari sini"
"Mulai sekarang!. Kalian aku tugaskan untuk menjadi petugas kebersihan pasar swasta ini, sekaligus tim pengamanannya!"
"Gaji kalian aku yang akan bayar, dan kesejahteraan kalian aku yang jamin!"
"Bekerjalah dengan bersungguh sungguh dan penuh dedikasi!" Ucap Dragon cukup panjang lebar
"Kami siap pendekar!" Jawab Barong mewakili teman temannya
Tik!
Blam!
Tanpa disadari oleh siapapun, Dragon menjentikkan jarinya secara perlahan, untuk membuka totokan pada anak buah Barong yang sedang berdiri diam itu
Sontak tubuh tubuh yang terpaku diam di atas jalan tersebut, semuanya bisa bergerak, termasuk Jarot. Tapi sayangnya sembilan orang itu langsung menyerang Dragon karena geram
"Hentikan!. Jangan berani macam macam pada pendekar itu!"
"Dia bukan orang sembarangan!" Ucap Barong mencoba menghentikan aksi anak buahnya itu
"Tapi bos!. Dia telah mempermalukan kita!"
"Kita harus membalas dendam padanya!" Jawab Jarot membela diri
"Dasar dungu!. Apakah kau tidak melihat bagaimana aku dikalahkannya?"
"Kenapa kau masih ingin melawannya?" Jawab Barong marah
"Biarkan saja bang!. Biar dia melawan ku, jika perlu maju sekaligus dengan yang lain." Ucap Dragon kalem
"Anak kecil!. Kalau kau berani, ayo lawan aku!"
__ADS_1
"Jangan mentang mentang bisa mengalahkan Barong, lantas membuatmu sudah merasa kuat!"
"Aku Jarot Singaparna!. Belum pernah kalah dalam pertarungan!"
"Kalau ketua kami bisa kalah, tapi aku tidak!"
"Sekarang maju kau!. Aku akan membuat tubuhmu babak belur!" Ucap Jarot penuh kesombongan
Whus!
Bug!
Bug!
Bug!.
Plak
Belum juga kering mulut Jarot, tubuhnya sudah melayang di udara, dan tersangkut di atas pohon, sambil pantatnya menungging keatas
Celananya melorot dan memperlihatkan ****** ******** saja. Pink pula warnanya, Hedeuh sangat memalukan!
"Jarot! Jarot!. Malang nian nasib mu nak!"
Tapi lain lagi cerita anak buahnya itu. mereka juga ada yang mengalami nasib sepertinya
Tubuh mereka juga berterbangan di udara, dan rata rata tersangkut di atas pohon, juga ada yang di atas genteng, serta membuat genteng tersebut jebol, menimpa ikan ikan busuk yang mau dibuang
Bahkan ada yang jatuh menimpa sambal, yang baru saja selesai dihaluskan
"Aduh!. Panas! panas!" Teriak orang yang bernasib sial tersebut kuat kuat. Lalu menceburkan diri ke got yang kotor itu, tanpa perduli bersih atau tidak
Siapa sebenarnya yang melakukan itu?. Apakah Dragon yang melakukannya?
Tapi Dragon sendiri tidak terlihat bergerak. Dia masih berada di lokasinya, dan sedang tersenyum ke arah orang orang itu
"Bagaimana Jarot?. Apakah pertarungan ini bisa kita lanjutkan?" Tanya Dragon penuh intimidasi, sambil mengirimkan aura kekuatannya ke arah Jarot dan anak buahnya
"Cukup!. Aku mengaku kalah!" Jawab Jarot lemah. Kemudian berusaha turun dari atas pohon itu. tapi..
Gdebuk!
Braakk!
"Argh!" Teriak jarot kesakitan
Tubuhnya jatuh menimpa kotak kotak bekas sayuran dan buah buahan, yang belum sempat dikemas oleh pemiliknya
Namun malang sekali, di kotak itu ada paku yang sedikit menyembul, dan langsung menusuk pantat Jarot hingga berdarah
"Argh!"
"Kenapa nasib ku terlalu sial!" Teriaknya kuat kuat, sambil membuang kotak itu jauh jauh
"Tolong aku Barong!. Aku sudah tidak kuat!" Teriaknya lagi meminta tolong
Tapi Barong tidak bergeming, dan membiarkan temannya melolong kesakitan seperti itu. Dia malah sibuk memperhatikan Dragon yang sedang tersenyum tersebut
"Sialan!. Ternyata tubuhku sudah terlalu kurus!" Ucapnya terbalik
"Pohon serendah ini saja tidak bisa ku panjat dan ku turuni!"
"Mungkin aku harus diet setelah ini." Batin Jarot dalam hati, sambil meringis kesakitan, dan mengelap darah yang masih keluar
"Siapa sebenarnya anak muda itu?"
"Kekuatannya tidak biasa." Batinnya lagi
"Jadi sekarang bagaimana?. Apakah kalian masih ingin mengacau ditempat ini?" Ucap Dragon minta penjelasan
"Kami akan menuruti perintah pendekar."
"Apapun yang pendekar perintahkan, akan kami kerjakan!" Jawab Barong mewakili teman temannya
"Baik kalau begitu!"
"Mulai sekarang, kalian aku pekerjaan sebagai petugas kebersihan di tempat ini"
"Selain itu kalian juga aku tugaskan sebagai tim pengamanan pasar ini."
"Sekali lagi aku katakan, gaji kalian aku yang akan bayar, dan jaminan hidup kalian aku yang akan tanggung!"
"Apakah kalian bersedia?" Ucap Dragon berkharisma
"Kami siap pendekar!" Jawab mereka serempak, dan menunggu instruksi selanjutnya
"Segera menyebar!, dan bersihkan sampah sampah itu serta masukkan kedalam tempatnya!"
"Satu jam kemudian, akan ada truk truk besar yang akan mengangkutnya!" Ucap Dragon memberi perintah
Lalu secara diam diam mengirimkan aura penyembuhannya, ke arah Jarot juga yang lain
"Siap!" Jawab sepuluh orang itu patuh. Kemudian tanpa malu malu lagi, membersihkan lokasi pasar hingga menjadi bersih
"Saudara saudara semua!. Mulai hari ini, mereka adalah mitra kalian!"
"Mereka yang akan menjaga keamanan pasar ini, dan memastikan bahwa keadaannya tetap bersih!"
"Oleh karena itu, bekerja samalah dengan mereka!"
"Jangan buang sampah sembarangan!"
"Jaga pasar swasta ini tetap bersih, agar orang senang berbelanja disini!" Ucap Dragon pada puluhan pedagang pasar itu, disertai dengan tenaga dalamnya, agar pedagang pedagang tersebut mendengarkan instruksinya
"Kami akan mematuhinya pendekar!" Jawab mereka serempak, patuh dan tak terduga
"Bagus!. Aku senang mendengarnya!" Reaksi Dragon senang
"Anak muda!. Mewakili anak ku ini, bapak mengucapkan terima kasih!" Ucap Darso yang datang tiba tiba itu, sambil membungkuk hormat kearah Dragon
"Bangunlah pak tua!. Jangan membungkuk seperti itu!" Respon Dragon tidak enak hati
"Kenapa kalian bisa berurusan dengan orang orang itu?"
"Apakah kalian pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Dragon ingin tahu
__ADS_1
"Ceritanya panjang anak muda!" Jawab Darso sambil mengeluh dalam
"Ceritakan saja!. Aku siap mendengarnya!" Sambut Dragon memberi dukungan