Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Mencari jalan tengah


__ADS_3

"Beruntung?. Menemui?"


"Maksudnya perempuan itu?" Respon Dragon kebingungan


"Ya. Anong ingin bertemu dengan orang yang telah merebut kakak dari ku!"


"Kalau kakak tidak bisa mengabulkannya. Maka jangan temui aku lagi!" Jawab Achara tegas tapi terlihat merajuk


Tapi..?" Respon Dragon protes


"Tidak ada tapi tapi!. Anong tidak mau tau!. Datangkan perempuan itu sekarang!" Sergah putri Anong garang


"Tidak bisa!. Lagipula mustahil mendatangkan dia kesini?. Apa kata keluarga mu nanti?" Jawab Dragon mencoba menenangkan


"Pokoknya harus bisa!. Titik!" Bantah Anong mencengangkan, tapi sambil menangis


Runtuh juga ketegaran hatinya. Padahal dia ingin bersikap tenang, dan menerima kenyataan diri. Tapi hati tidak bisa dibohongi. Perasaaan tidak bisa diajak kompromi


Setegar-tegar nya wanita, sehebat dan setegas apapun dia, tetap akan merasa tersakiti, jika orang yang dicintainya bersama dengan yang lain. Mana ada yang terima jika tidak terpaksa


Begitu juga Achara. Pada awalnya dia sangat bijaksana, lapang dada dan terkesan wanita yang mau nerima. Tapi setelah pergulatan hatinya dimenangkan oleh setan dirinya, mendadak sikapnya berubah. Cemburuan dan bertemperamen kasar


Untuk sementara Dragon belum menyadarinya. Baru setelah sekian lama dia maklum dengan keadaan Achara. Tapi Dragon sempat berkata. "Gawat!. Tak ku sangka sikap Anong tiba tiba berubah. Dari lembut menjadi kasar. Apakah ini sifat aslinya?" Batinnya dalam hati


Lalu disambung lagi. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?. Apakah aku harus mendatangkan Clara ke sini?"


"Tapi kalau terjadi sesuatu karena kedatangannya. Bagaimana aku harus menjelaskannya pada raja?"


"Ini tempat orang. Tidak mungkin aku bersikap semena-mena disini?"


"Tapi jika aku tidak menuruti keinginan Anong. kedepannya nanti pasti susah. Ah serba salah!" Batin nya bertalu talu


Kemudian melihat ke arah Anong dengan perasaan bercampur aduk. Tapi saat bulir bening jatuh dari mata cantiknya, barulah Dragon sadar kalau Anong sedang menangis. Dragon jadi semakin serba salah, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan


Ingin membujuk tidak bisa, merayu apalagi. Jadi yang bisa Dragon lakukan sekarang adalah diam, dan menunggu suasana hati Achara mereda


Namun instingnya mengatakan dan mata tembus pandangnya bereaksi, bahwa situasi yang rumit itu bisa diselesaikan asal Dragon mau membujuk Achara dengan kata kata mesra


"Sesulit itukah cinta?. Kata kata itu belum pula aku pelajari. Kitab inti bumi dan inti semesta tidak ada pula cakupan yang seperti itu, atau akunya sendiri yang bodoh?"


"Ah jangan kalah!. Lebih baik aku lihat semua isi babnya. Siapa tau ada termaktub bab seribu kata merayu didalamnya ?"Batin Dragon kelimpungan


"Aha!, Ini dia!. Ternyata ada juga ya bab tentang cinta?"


"Memang benar benar buku yang lengkap.Tapi siapa sih pengarangnya. Kok namanya mendadak hilang?" Linglung Dragon semakin menjadi jadi


"Eh lebih baik aku mulai saja, karena isinya sudah ada di kepalaku." Batinnya lagi. Lalu..


"Adik!" Panggil Dragon pada Achara dengan suara dibuat selembut mungkin agar terdengar syahdu


"Em!. Achara bereaksi dan menoleh kearah Dragon, lalu diam lagi


"Jika nanti kita menikah, bagaimana kita harus menjalankan peribadatan kita?. Apakah harus terpisah atau menyatu dengan keyakinanku?" Tanya Dragon memulai jurus merayunya


Deg!


"Betul juga apa yang ditanyakan oleh pujaanku ini. Selama ini aku hanya memikirkan perasaan tanpa memikirkan hal yang paling prinsipal dalam kehidupan."


"Jika aku menikah dengannya walau harus bermadu. Apakah mungkin aku akan merubah keyakinanku hanya gara-gara itu?"


"Jika meminta kak Draco untuk mengikuti ku, tentu saja dia tidak mau. Kalau aku mengikutinya, tentu saja keluargaku akan keberatan."


"Ah ternyata cinta tidak seindah yang dibayangkan!" Batinnya berkata sendiri penuh penyesalan


"Apakah wanita yang di sana satu kepercayaan dengan kakak?" Tanya Achara tiba tiba, dan sudah mulai lupa dengan cemburunya

__ADS_1


"Dia sama sepertimu, tidak satu aliran dengan kakak."


"Sebenarnya itulah yang menjadi penghalang kenapa kakak belum bisa memilih salah satu diantara kalian."


"Jika kakak memilih yang di sana, sama saja dengan yang di sini."


"Jika kakak memilih yang di sini, Apa bedanya dengan yang di sana?"


"Kalau salah satu diantara kalian atau atau kedua-duanya tetap pada pendirian, terpaksa kita harus berpisah juga."


"Setinggi dan sedalam apapun cinta kakak pada kalian, kakak harus tunduk pada aturan yang digariskan."


"Jadi maafkan kakak jika kakak tidak bisa memenuhi keinginan mu, begitu juga dengan yang di sana."


"Kita terpaksa harus berpisah karena berlainan arah."


"Tapi jika senyummu masih terukir di wajahmu. Jangan larang aku untuk tetap mencintaimu!" Jawab Dragon mencoba merayu


"Kakak!. Aku tidak ingin kau pergi!. Anong akan berlapang dada menerima orang lain masuk dalam kehidupan kita."


"Anong tidak akan egois, dan akan belajar menerima kenyataan."


"Tidak bisa!. Rara tidak mau dimadu!"


"Cinta kakak hanya untuk Rara seorang!" Bantah Rara saat Avatar Dragon yang di Indonesia juga sedang bersitegang dengannya, dan waktunya bersamaan saat Anong sudah mulai mengijinkan Dragon untuk mendua


"Apakah Rara sadar dengan apa yang Rara ucapkan itu?"


"Selama ini kita larut dalam perasaan, tanpa memikirkan adat istiadat kita masing masing!"


"Jika dipaksakan tetap tidak akan bisa juga, karena tidak mungkin kakak akan mengikutimu begitu juga Rara."


"Maksud kakak apa?. Apa yang tidak sejalan?. Apa adat istiadat kita?. Apa keyakinan itu?"


"Bukankah masalah tersebut bisa diatur?. Kenapa harus dipusingkan?"


"Mari kita ibaratkan. Sebuah kapal, baik besar maupun kecil, dia mampu menampung banyak penumpang, dengan pembawaannya masing-masing, termasuk masalah kepercayaan."


"Kenapa kita yang bakal mempunyai kapal kecil, tidak bisa seperti kapal itu?" Ucap Clara menggunakan perumpamaan


"Kapal dengan rumah tangga itu tidak bisa disamakan. Walaupun banyak orang mengatakan bahwa rumah tangga itu ibaratnya kapal. kalau nahkodanya baik maka baiklah kapal itu. Kalau nahkodanya pandai maka selamatlah penumpangnya."


"Tapi masalahnya adalah, kapal yang akan kita tumpangi itu adalah rumah tangga. Tidak mungkin dalam satu kapal ada dua nahkoda?"


"Apa yang akan terjadi jika itu memang benar-benar ada?" ucap Dragon membantah perkataan dari Clara


"Jadi apa maksud kakak?. Apakah kakak tetap akan menduakan Rara?" Respon Rara belum mau menerima


"Kakak tidak akan menduakan Rara, Begitu juga dengan yang di sana."


"Kita tidak sejalan. Jadi mau tidak mau harus berpisah juga."


"Sebesar dan sedalam apapun cinta kakak pada Rara. namun kakak harus memikirkan orang tua juga."


"Ditambah kakak mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. tidak boleh hancur hanya gara-gara cinta."


"Kecuali kalau salah satu di antara kalian atau kedua-duanya sanggup mengikuti kakak, maka kakak akan berusaha adil."


"Tapi kalau kalian tetap pada pendirian, mau tidak mau kita harus mengakhirinya juga!" Jawab Dragon lemah


"Rara tidak mau kakak tinggalkan!. Rara akan berusaha tegar dan menerima yang di sana menjadi saingan Rara."


"Tapi dengan satu syarat!, kakak tidak boleh pilih kasih, dan hanya memperhatikan dia seorang!"


"Jika kakak berbuat itu, maka Rara akan cubit kakak!" Jawab Clara manja

__ADS_1


"Berarti Rara mau tinggal serumah dengan yang di sana?" Respon Dragon mulai senang


"Ini orang!". Respon Clara geram, Lalu mencubit pinggang Dragon bahkan memeluknya sangat erat, sambil menggigit telinganya


"Aduh!. Ampun!. Ampun!. Jangan gigit telingaku!"


"Kakak tidak akan menanyakan itu lagi!" Teriak Dragon pura pura kesakitan, lalu balas memeluk Rara dengan mesra


Maka jadilah manusia berlawanan jenis itu menempel erat bagai kertas dengan perangko. Masing-masing meresapi arti pelukan pertama tersebut. Kemudian insting laki-laki Dragon pun timbul


Dia segera mengecup kening dan pipi Clara dengan lembut, hingga membuat mata Clara terpejam rapat, dan menikmati ciuman pertama Dragon padanya


Sementara yang di sana juga demikian. Saat ini mereka sedang berpelukan juga ciuman, karena masing-masing sudah mencapai kata sepakat, bahwa Anong Achara mau berbagi kasih dengan wanita lain


Namun tanpa mereka sadari, walaupun oleh Dragon yang sakti tersebut. Sesosok tubuh sedang mengamati mereka, sambil membatin sendiri dalam hati." Apa yang telah aku lakukan, karmanya jatuh pada anakku."


"Calon suaminya itu, juga akan menduakan cinta Acha. dan itu tidak bisa dielakkan."


"Aku tidak menyalahkan pemuda tersebut, karena dia mempunyai hak atas itu. sementara aku juga demikian."


"Terpaksa aku harus merestui hubungan mereka yang rumit itu, dan merelakan Anong Achara berpindah kepercayaan."


"Mudah-mudahan pemuda yang ku panggil tuan dewa itu, bisa bersikap adil, dan tidak akan mensia-siakan cinta anak ku!" Batin Mongkut Kittirong dalam hati. Lalu pergi


"Tuan raja!. Anda jangan khawatir!. Aku Dragon berjanji akan bersikap adil pada keduanya!" Batin Dragon dalam hati juga


Ternyata sesaat setelah dia selesai berpelukan itu, dia melihat ayah dari putri Achara sedang mengintip dan mendengarkan pembicaraan mereka


Namun begitu dia mendengar suara hati dari raja tersebut, Dragon pun menanggapinya dengan bijak


Kini masalah besar sudah terselesaikan. Anong dan Clara sudah mau menerima kenyataan, bahwa laki-laki yang dicintainya itu harus berbagi kasih pada dua orang wanita


Beban yang selama ini disimpan oleh Dragon, hilang begitu saja. Hatinya langsung berdendang, menirukan lirik lagu yang sangat terkenal pada masanya dulu


"Senangnya dalam hati, kalau beristri due. Seperti, dunie, ana yang punye!"


"Kepade istri tue, ana sayang pada mu. Kepade istri mude. Ai darling I love you!"


Ahay!. Hati Dragon berdendang senang. Semua beban telah terlepaskan. Kini tinggal mengatur masa depan. kemudian memandang ke arah lain, sambil tersenyum senang, tanpa disadari oleh keduanya


"Cinta cinta!. Apakah engkau dunia yang penuh tipu daya?"


Hingga seorang Dragon pun, mampu engkau permainkan. Padahal apapun yang mencoba membuat Dragon susah, akan dibasminya hingga rata dengan tanah


Tapi terhadap cinta, Dragon tidak mampu, dan harus pasrah dengan keadaan. Namun Dragon sangat beruntung, karena di waktu yang bersamaan, dua orang wanita yang sangat mencintainya itu, bisa menerima kenyataan. dan Dragon sangat suka itu. Dasar!


***


Kota emas di waktu yang sama. Saat itu Dragon asli sedang duduk sendiri di sebuah taman, sambil melihat indahnya sinar bulan, tanpa ada seorang pun pengawal di dekatnya. Dia sengaja berbuat seperti itu, karena ingin sedang sendiri


Dia tidak memilih untuk masuk ke ruang jiwanya, karena dia ingin belajar meresapi arti kehidupan, melalui misteri cinta yang rahasianya tidak mampu dia pecahkan


"Masalah belum terselesaikan. Masih ada banyak pihak yang harus tahu tentang ini, karena itu baru pembicaraan antara kami bertiga." Ucap Dragon lirih


"Apa yang kau lamun kan itu anakku? Apakah kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Dion tiba-tiba


"Ayah!. Kapan datang?" Respon Dragon terkejut. Padahal apa dan siapapun yang mendekatinya, bisa dia rasakan. Tapi saat ayahnya datang, dia tidak mampu berbuat demikian. Mungkin karena dia sedang tidak fokus dan tenggelam dalam lamunanya


"Kau berkata sendiri pada bulan, dan mengucapkan sesuatu padanya. Kalau tidak salah seperti ini." Bulan!. Malam ini kau sebagai saksinya. Ada dua hati yang sedang aku permainkan."


"Bukankah seperti itu ucapanmu?. Katakan pada ayah, ada masalah apa?. Apakah kalian bertengkar?" Tanya Dion ingin tahu


"Bukan bertengkar lagi ayah, tapi perdebatan!" Jawab Dragon menggantung


"Perdebatan?. Tentang apa?. Apakah tentang perasaan?" tanya Dion langsung pada intinya

__ADS_1


"Benar!" Jawab Dragon singkat


"Lalu..?"


__ADS_2