Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Bangsa Denawa


__ADS_3

"Tempat apa ini?. Kenapa kondisinya gelap sekali?" Guman Dragon lirih. Sesaat setelah dia berhasil memindai apa yang ada di dalam bukit itu. Namun..


"Aneh?. Kenapa aura kesadaran ku seperti terhalang untuk masuk lebih dalam?. Apakah ada orang sakti atau benda ajaib yang mendiami tempat ini?"


"Kalaupun ada siapa dan apa?"


"Kalau di bumi Nusantara atau bumi timur mungkin iya?. Tapi ini Afrika?"


"Belum pernah aku dengar, ada orang sakti yang mendiami tempat ini? Ataupun meletakkan pusaka nya di bumi bagian ini?"


"Apakah mungkin..?"


"Ah!. masa bodoh lah!. Toh cuma perasaan ku saja?" Guman nya lagi.


Lalu tak lama kemudian dia berkata lagi. "Dari pada terus menerus penasaran. Lebih baik aku lihat dengan mata elang ku, apa yang ada di dalam bukit ini?" Batinnya pula.


Kemudian meningkatkan aura kesadarannya ke arah matanya, untuk melihat lebih dalam apa yang tersimpan di perut bumi bawah bukit itu?


Namun dikerahkan sampai level 5 pun, Dragon belum mampu menembusnya. Berarti ada sesuatu yang sangat luar biasa di dalam bukit tersebut.


"Tidak bisa juga!"


"Tempat ini pasti mengandung sesuatu yang sangat luar biasa. sehingga mata elang juga aura kesadaran ku terhalang untuk bisa masuk."


"Lebih baik aku gunakan mata semesta untuk menembusnya."


"Mustahil mata maha sakti itu tidak mampu menaklukkan apa yang ada di dalam bukit ini?"


"Jika tidak bisa juga, apa boleh buat. Kaisar pedang lah yang akan turun tangan." Ujar Dragon seperti putus asa, dan menyandarkan harapannya pada apa yang dia miliki.


Dan benar saja. Apa yang ada di dalam perut bumi di bawah bukit itu sekarang terlihat jelas oleh Dragon.


Ternyata di dalam perut bumi itu, ada ruangan yang sangat luas sekali. menyerupai gua berukuran besar.


Tapi yang anehnya. Gua tersebut mempunyai tiang tiang yang sangat kokoh, berornamen sangat bagus, seperti sengaja diukir oleh seseorang.


Sementara dinding dindingnya pun, diberi ornamen ornamen juga, sehingga membuat tempat tersebut menjadi terlihat bagus sekali.


Lantainya pun terbuat dari batu alam yang berkilauan, sampai menyerupai aliran sungai berair jernih.


Yang lebih mencengangkan. di ujung ruangan itu terdapat sebuah tahta berukir yang sangat besar. Terbuat dari emas bertatahkan intan dan permata, serta batu batu berharga lainnya.


Di kanan kirinya juga terdapat tahta yang ukurannya sedikit lebih kecil dari tahta yang ada di tengah tengahnya


Di bagian depan, terdapat puluhan kursi, yang sepertinya digunakan oleh orang-orang penting di tempat tersebut pada zamannya dulu.


Sepertinya tempat itu adalah sebuah Istana bawah tanah, yang digunakan oleh raja atau kelompok tertentu pada masa lalu.


"Tapi kenapa kondisinya sangat terawat sekali. Apakah ada orang yang sengaja melakukan itu?" Guman Dragon penasaran.


"Kenapa mata sakti ku level satu tidak bisa melihatnya?. Apakah mereka lebih sakti dariku?" Ucap Dragon keheranan. Lalu..


"Huh!"


Blus!

__ADS_1


Blar!


Sedetik setelah Dragon meningkatkan mata semestanya ke level dua dari 10 level yang dia kuasai. maka terlihat lah ratusan orang yang sedang duduk di kursi-kursi megah tersebut. Sementara di tiga tahta yang ada di depan mereka itu kosong.


"Oh Ternyata kalian ada di situ? Hebat juga kalian ya?, bisa menyembunyikan diri dari pandangan ku, bahkan aura kesadaran ku tidak mampu mendeteksi kalian?"


"Berarti kalian ini bukan orang sembarangan?"


"Tapi kalau boleh aku tahu, siapa kalian dan dari mana kalian?"


"Apakah kalian pemilik tempat ini atau orang yang ditugaskan oleh seseorang untuk menjaga tempat ini?" Respon Dragon sesaat setelah dia bisa melihat orang-orang tersebut.


"Apakah kau bisa melihat kami?" Tanya seorang pria paro baya pada Dragon dengan ekspresi keheranan.


"Ya tentu saja!. Bahkan seluruh ruangan ini bisa aku lihat, kecuali yang duduk di tiga tahta itu."


"Tapi aku bisa merasakan bahwa mereka sedang mengawasi ku" Jawab Dragon berterus terang.


"Belum waktunya untuk melihat mereka. Walaupun cukup dekat, tapi tidak bisa merasakan getarannya."


"Berarti ilmu mu belum seberapa. dan belum pantas melihat mereka." Reaksi pria paro baya itu terkesan menghina.


"Benarkah?. Aku ingin melihat siapa orangnya yang berani meremehkan ku?" Reaksi Dragon tidak suka.


Kemudian langsung mengeluarkan kaisar pedangnya. Kali ini Dragon ingin menunjukkan pada mereka, bahwa dia bukanlah orang yang bisa direndahkan.


Oleh karena itu tanpa berbasa-basi lagi, Dragon langsung mengeluarkan kaisar pedang, yang untuk saat ini belum ada senjata lain yang mampu melawannya.


Bukan hanya satu, tapi 1000, yang bentuk serta ukurannya sama. Kekuatannya juga sama, hingga membuat ruangan itu bergetar, termasuk kursi dan tiga tahta yang ada di ruangan tersebut.


Melihat itu, orang-orang yang ada di ruang tersebut menjadi kebingungan, karena jika diteruskan, maka ruang tersebut akan runtuh. Nyali mereka pun mendadak ciut, kaki bergetar dan banyak dari mereka yang terjatuh, termasuk pria paro baya itu.


Tiga tahta yang ada di depannya itu mulai terpengaruh dengan aura kaisar pedang milik Dragon. yang pada awalnya tetap berdiri kokoh.


Tapi saat Dragon mengerahkan seperempat kekuatannya, yang digabung dengan Wahyu Taqwa dan Kalamurka, ketiga tahta itu melayang di udara, kemudian jatuh di di bawah kakinya.


"Tolong hentikan!. Kami menyerah!. Tolong maafkan kami!" Ucap seseorang yang hanya terdengar suaranya saja.


Tapi tak lama kemudian muncul ke tiga tiganya. Tapi Dragon tidak terkejut atau keheranan melihatnya.


Lalu tak lama kemudian Dragon berkata. "Meminta pengampunan?. tidak akan!. Kalian telah berani mempermainkan ku, maka kalian harus aku hukum!"


"Kecuali kalau kalian mau menceritakan siapa kalian?, dari mana berasal, serta kenapa tinggal di tempat yang seperti ini? Respon Dragon pura pura tidak senang.


"Kami dulunya adalah manusia biasa seperti tuan, yang mendiami sebuah daerah kekuasaan seorang raja bernama Cengkar."


"Karena kalah perang saat melawannya. maka kami di usir dari daerah itu, dan di kutuk menjadi siluman dan dibuang ke tempat ini."


"Hal itu bisa terjadi, karena raja kecil kami waktu itu masih ada hubungannya dengan Cengkar. Tepatnya adalah keponakannya. makanya kami tidak dibunuh."


"Tapi sebagai gantinya, kami harus dibuang ke belahan bumi lain, dan diubah menjadi sebangsa dengan jin atau siluman."


"Selama ratusan tahun, kami harus menjalani hidup sebagai makhluk buangan, dan akan terbebas saat seseorang datang dengan membawa pedang."


"Tapi bukan pedang sembarang pedang, namun pedang yang tercipta dari keris yang digunakan oleh seorang ksatria bernama Aji Saka, dan yang sekarang ini ada di tangan tuan."

__ADS_1


"Makanya saat tuan datang, kami sudah merasakan kekuatan pedang itu."


"Tapi karena tidak mau tertipu lagi, maka kami sengaja menguji tuan dengan ilmu yang kami miliki."


"Namun sejujurnya kami sangat tertekan, saat tuan mengerahkan sedikit kekuatan. dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini." Ucap seorang pria berperawakan besar yang mungkin itu pemimpinnya.


"Kedudukan mu sebagai apa di tempat ini?" Tanya Dragon ingin tahu.


"Saya seorang panglima. Nama saya Nadin. Dan ini bawahan saya Kumbang."


"Sementara yang pingsan itu adalah pangeran Kamajaya, yang seharusnya menjadi raja saat itu. Tapi kedudukannya direbut oleh pamannya sendiri, yaitu Prabu Cengkar."


"Tapi menurut kabar yang kami dengar. Tak lama setelah kami di usir dan dibuang ke tempat ini. Raja yang bernama Cengkar itu berhasil dikalahkan oleh seorang manusia bernama Aji Saka, yang datang untuk menantangnya, dan katanya berhasil mengalahkan lawannya."


"Tapi walaupun dia sudah kalah dan jatuh ke laut selatan dan menjelma menjadi bajul putih. Tapi kutukannya belum juga hilang. sampai ada seorang anak manusia yang maha sakti datang menolong kami."


"Oleh karena itu kami mohon. tolong musnahkan kutukan itu, dengan cara menyentuhkan keris tersebut ke tubuh pangeran kami, agar kutukan itu musnah." Ucap dan jawab Nadin menjelaskan apa adanya.


"Kalau begitu berarti kalian ini termasuk bangsa Denawa ya?. Sebab menurut sejarahnya, Cengkar itu adalah raja denawa yang sangat lalim, dan selalu menindas rakyat nya, bahkan selalu memusuhi manusia." Respon Dragon mengatakan apa adanya juga.


"Benar tuan!. Sebenarnya kami ini adalah bangsa denawa, tapi setelah dikutuk itu, kami menjadi bangsa siluman yang tidak bisa dilihat oleh manusia, bahkan sudah hampir mendekati jin."


"Oleh karena itu. Tolonglah bebaskan kami tuan dari kutukan itu. agar apa yang kami alami ini kembali seperti semula."


"Kami berjanji akan menjadi pengikut tuan, dan akan membantu tuan mengerjakan apa saja yang tuan perintahkan."


"Sebagai makhluk yang bertubuh besar, kami terkenal sangat kuat."


"Memindahkan bahkan menghancurkan gunung saja kami bisa, apalagi hanya sekedar mencabut pohon."


"Bahkan gua ini saja, kami sendiri yang membuatnya, hanya dengan menghentakkan kaki kami ke tanah. maka jadilah ruangan yang seperti ini." Ucap Nadin menjelaskan sekaligus meminta pertolongan.


"Lalu jika aku menolong kalian?. Apa yang akan aku dapatkan?" Respon Dragon butuh kepastian.


"Jika tuan menolong kami. Maka seperti yang kami sebutkan tadi, maka kami akan menjadi pengikut tuan."


"Yang kedua. Kami akan membantu tuan dalam pekerjaan sebesar dan seberat apapun!"


"Yang ketiga. Kami akan menunjukkan tempat tempat di mana yang paling banyak emas juga batu berharga lainnya kepada tuan."


"Selain itu, kami juga akan membantu tuan mendirikan pabrik yang tak jauh dari sini." Jawab Nadin apa adanya dan terkesan tulus.


"Tempat-tempat yang banyak emasnya?. Memangnya di tempat ini ada?" Tanya Dragon pura pura bertanya. Padahal dia sudah bisa melihat dengan mata semestanya, bahwa dibalik gua tersebut banyak sekali emas yang tersimpan dalam bentuk bongkahan serta biji-bijian.


"Banyak sekali tuan. Bahkan di balik bukit ini adalah sumbernya."


"Jika tuan menolong kami. maka kami akan pindah dari sini, dan memberikan tempat ini kepada tuan, untuk dijadikan usaha." Jawab Nadin apa adanya.


"Lalu kalau tempat ini dibongkar. di mana kalian akan tinggal?" Reaksi Dragon penasaran.


"Di dunia jiwa milik tuan!" Jawab Nadin mengejutkan.


"Dunia jiwa?"


"Dari mana kalian tahu tentang itu?. Siapa yang mengatakannya pada kalian?" Tanya Dragon semakin penasaran.

__ADS_1


"Aku!" Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang Dragon. hingga membuat mulutnya melongo lebar.


__ADS_2