Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Langkah Seribu Bayangan


__ADS_3

Sementara itu ditempat lain, atau tepatnya di markas Steve Dustin. Terlihat ada sedikit kesibukan. Banyak orang yang berlalu lalang di markas tersebut


Ada yang sedang memindahkan peralatan atau persenjataan. Ada yang menghitung jumlah peralatan tersebut, bahkan ada yang sedang mencoba beberapa pucuk senjata otomatis, dan mengarahkannya pada sasaran yang memang sudah disediakan


Disaat sedang beraktifitas seperti itu, muncul lah sebuah lingkaran besar cukup menyilaukan, persis ditengah tengah lapangan markas tersebut. Dan tak lama kemudian, muncul pula seseorang, dan sudah pasti Dragon, yang langsung membuat formasi pertahanan dan segel penguncian, tapi belum diaktifkannya


Bukan hanya itu saja yang Dragon lakukan. Dia juga membuat formasi ilusi, untuk membuat orang orang yang masuk kedalamnya terperangkap dalam khayalannya sendiri


Kemunculan lingkaran dan kedatangan Dragon yang tiba tiba tersebut, tentu saja membuat kelompok Dustin keheranan sekaligus terkejut


Bergegas mereka mengepung tamu tak diundang itu, dan mengarahkan moncong senjatanya kearah Dragon


Tak lama kemudian datang ketuanya, yaitu Steve Dustin, dan langsung mengamati keberadaan Dragon serta lingkaran besar yang mengelilinginya


Dalam pikiran polosnya itu memikirkan, bagaimana bisa ada orang yang keluar dari lingkaran besar mirip pintu gua itu ditempat mereka


Bukan hanya ia saja yang seperti itu. Seluruh anak buahnya yang kebetulan ada ditempat tersebut, juga mengalami hal yang sama


Mereka heran sekaligus takjub, bagaimana ada orang yang bisa datang dengan cara seperti itu. Mungkinkah itu sebuah teknologi canggih, atau semacam sihir, yang mereka belum memilikinya


Memikirkan yang demikian , membuat pikiran mereka menjadi tumpul, hingga untuk langsung menembak orang yang datang, tidak mereka lakukan


Yang lebih mengherankan adalah, bagaimana ada orang yang berani mendatangi markas mereka sendirian. Orangnya masih muda lagi


Padahal kelompok mereka sangat disegani serta ditakuti oleh siapapun. Tapi buat pemuda tersebut tidak sama sekali


Namun karena tak mau larut dan tenggelam dalam pikirannya sendiri, pemimpin kelompok itu pun berkata."Siapa kau?"


"Bagaimana kau bisa masuk ke tempat ini tanpa mengalami pemeriksaan?" Tanya orang tersebut garang


"Aku putra penguasa Birawa Group. Tempat yang akan kalian datangi itu!"


"Kedatangan ku kemari, karena ingin memberi peringatan, agar kalian membatalkan niat untuk berurusan dengan kami!" Jawab orang tersebut cukup lancar, yang ternyata memang benar adalah Dragon


Jawabannya tegas, jelas dan berterus terang


"Hai anak kecil!. Keberanian macam apa yang membuat mu datang kesini sendirian?" Tanya wakil tentara bayaran ingin tahu, sambil mengarahkan moncong pistolnya kearah Dragon


Sedetik kemudian, saat Dragon mau menjawab pertanyaan itu. Wakil kelompok tersebut bertanya kembali


"Tunggu dulu!. Bagaimana kau bisa muncul dari lubang besar itu?"


"Apakah kau masih tergolong manusia?" Tanya orang itu lagi


"Seperti yang kau lihat!. Aku ini manusia. Tapi jika sudah berhadapan dengan penjahat seperti kalian. Maka aku akan berubah menjadi malaikat pencabut nyawa." Jawab Dragon enteng saja


"Kurang ajar!. Cepat habisi dia!" Reaksi Dustin marah


"Formasi pertahanan aktif!. Kunci pergerakan mereka!" Teriak Dragon cukup kuat


Dhuar!


Mendadak muncul lingkaran seperti rune, dan berputar mengelilingi serta memagari Dragon. Tak lama kemudian muncul puluhan orang dari rune rune tersebut, dan bersiap dengan senjatanya


"Bagaimana bisa?" Ucap beberapa orang anak buah Dustin merasa bingung, dan menghentikan pergerakannya


Menyadari anak buahnya kebingungan seperti itu. Dustin segera bertindak cepat, dengan berkata. "Tunggu apa lagi!. Tembak!"


Dor! Dor! dor!


Sing! sing! sing!


Dor! Dor dor!


Klang! Klang! klang!


Tidak menunggu lama. Anak buah Dustin merespon perintah tersebut, dan menembaki Dragon serta orang orangnya


Tapi yang terjadi diluar dugaan.Tidak ada satupun peluru yang bisa menembus formasi yang telah Dragon pasang. Semuanya terpental balik, dan jatuh di dekat mereka


"Apa yang terjadi?. Kenapa peluru peluru itu tidak bisa mengenai mereka?"


"Kemampuan macam apa yang sedang mereka peragakan?" Ucap Dustin kebingungan


"Bagaimana Dustin?. Apakah kau sudah menyadari bahwa perbandingan kekuatan kita terpaut jauh?"


"Apakah masih ingin melanjutkan serangan, atau memilih menyerah saja?" Ucap Dragon penuh intimidasi


"Jangan mimpi!. Selama ini kelompok ku tidak pernah kalah, apalagi dengan anak ingusan seperti kau!" Respon Dustin tidak terima


"Cepat ambil AK 12, dan senjata bazoka!"


"Lengkapi dengan peluru berbahan peledak tinggi!"


"Aku ingin melihat, apakah pertahanan yang mereka buat, bisa menahan ledakan itu!" Ucap Dustin memberi perintah


"Tuan muda!" Ucap Leon merasa sedikit khawatir


"Paman tenang saja!"


"Senjata seperti itu, tidak akan bisa menghancurkan formasi yang aku buat!"


"Sekarang bersiaplah!. Aku akan mengaktifkan formasi ilusi, untuk membuat keadaan menjadi kacau."


"Saat kekacauan terjadi. cepat beraksi dan habisi mereka!" Jawab Dragon tenang tenang saja

__ADS_1


Kemudian mengaktifkan formasi ilusi, yang sudah sejak tadi dia buat. Bersamaan dengan itu pula, datang puluhan orang dengan membawa senjata yang diminta oleh Dustin, dan langsung menunggu perintah untuk ditembakkan


"Cepat bagikan, dan segera habisi orang orang itu!" Ucap Dustin memberi perintah


"Siap laksanakan ketua!" Jawab anak buah Dustin serempak


Lalu menembaki kelompok Dragon, dan bisa mengenainya. Banyak orang yang bertumbangan serta mati seketika


Senjata bazoka yang mereka bawa juga meletus, dan pelurunya meledak memekakkan telinga. Memporak porandakan apapun yang ada


Semua orang orang yang ada dalam rune rune itu mati seketika, dan rune yang melindungi mereka juga hancur


"Hahahaha!. Sekuat apapun kalian, jika sudah berhadapan dengan kelompok Dustin, pasti akan hancur!" Ucap ketuanya merasa senang


"Benarkah begitu?. Coba kau lihat baik baik, siapa yang menembaki siapa?"


"Bukankah itu anak buah mu sendiri?"


"Sedangkan rune yang kau hancurkan itu, sepertinya adalah bangunan markas mu sendiri!" Ucap Dragon yang kembali muncul tiba tiba dibelakang Dustin


"Mustahil. Bukankah kau sudah mati, dan kelompok mu juga sudah musnah?"


"Bagaimana kalian bisa hidup kembali?" Respon Dustin seakan tidak percaya


Kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh areal itu, dan mendapati hampir separoh anak buahnya mati, serta ada lima buah bangunan tempat tinggal mereka yang hancur


Tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Dustin kembali memeriksa secara seksama, dan mendapati, memang yang mati itu adalah anak buahnya sendiri


Tubuh mereka penuh dengan luka juga berlubang, akibat diterjang peluru tajam. Karena yang menembaki anak buahnya, bukan hanya sesama mereka sendiri, tapi anak buah Dragon juga melakukannya


Saat terjadi kekacauan itulah, 47 petarung bersenjata yang dibawa oleh Dragon, dan dipimpin oleh Adiwilaga, keluar dari formasi, dan mencari serta menempati posisi yang aman buat menyerang mereka


Kondisi markas yang terpisah, serta medan yang sedikit menyulitkan, membuat pergerakan mereka sedikit terhambat


Tapi berbekal pengalaman tempur yang sudah mereka dapatkan, kondisi yang seperti itu berhasil mereka lalui


Bukan hanya ditengah lapangan itu tempat terjadinya pertempuran, di tempat lain juga ada. Karena tidak seluruh anak buah Dustin berkumpul di tempat tersebut


Sebagiannya kebetulan sedang berada di pos pos lain, atau di bangunan bangunan terpisah ditempat itu


Tapi begitu mendengar suara tembakan, apalagi bunyi ledakan bertubi-tubi seperti sedang terjadi perang, membuat mereka terkejut, dan bergegas mengambil senjatanya, serta buru buru keluar dari pos atau bangunan bangunan yang mereka tempati


Tapi saat keluar itulah, dengan mudahnya mereka dihabisi oleh anak buah Dragon, dengan menembakinya terus menerus


Kejadian yang tidak disangka sangka itu, tentu saja membuat anak buah Dustin banyak yang menjadi korban, tanpa sempat untuk melawan, walau mereka sempat juga membalas tembakan itu


Namun karena posisi mereka terbuka dan mudah terlihat. Tentu saja tubuh mereka menjadi sasaran empuk peluru tajam, yang dimuntahkan dari senjata otomatis kaliber tinggi, yang dimiliki oleh anak buah Dragon


Dalam sekejap saja, hampir seluruh anak buah Dustin berhasil dihabisi, tanpa tahu siapa yang menghabisi mereka


"Keparat!. Dasar iblis!. Kalian bukan manusia!" Maki Dustin marah


Dalam penglihatan Dustin, Sasaran yang ditembaki nya tidak sempat menghindar, atau berlindung ditempat aman


Seketika itu juga Dragon mati, begitu juga dengan beberapa anak buahnya


"Mampus kau!. Mana bisa menahan peluru tajam dari senjata canggih ini."


"Gajah saja mati dalam sekali tembakan, apalagi manusia!" Teriak nya senang


"Dustin! Dustin!. Kenapa bodoh mu itu terus saja kau pelihara?"


"Kau lihat baik baik di sekeliling mu!"


"Wakil mu sendiri tega kau habisi."


"Bagaimana bisa kau jadi pemimpin yang baik, jika anak buah mu sendiri kau habisi seperti itu?" Ucap Dragon sambil menggelengkan kepalanya


"Mustahil!. Bagaimana kalian bisa hidup kembali?"


"Bukankah kalian sudah aku habisi tadi?"


"Tapi bagaimana bisa?"


"Argh!" Teriaknya kuat kuat


"Siapa kau sebenarnya?"


"Kenapa kau tidak bisa mati?" Tanya Dustin kebingungan


"Sudah aku katakan!. Aku adalah putra penguasa Birawa Group, orang yang diutus untuk menghabisi mu juga anak buah mu!"


"Kenapa?" Tanya Dustin pura pura tidak tahu


"Bukankan antara kita tidak pernah ada permusuhan!"


"Tapi kenapa kau malah menyerang kami?" Ucapnya lagi


"Kau mau tahu kenapa Dustin?. Ketahuilah oleh mu!. bahwa orang yang yang tadi kau tembak itu adalah anak buah Tejamaya. Kakek anak buah ku."


"Kedatangannya karena membawa pesan dari bosnya, agar kau memerangi kami!"


"Bukan itu saja kesalahanmu Dustin. Kau juga berusaha memasuki ranah kekuasaan kami, dengan mencoba menyusup ke sistem informasi perusahaan."


"Tahukah kau apa artinya itu?"

__ADS_1


"Kau ingin mencuri data data serta informasi perusahaan ku, dan dan ingin menguasai nya!"


"Tindakan mu yang ceroboh itu, telah membuat ayah ku marah!"


"Maka dia memerintahkan untuk membalas perbuatan mu!. Jadi kau tahu lah apa yang terjadi selanjutnya?" Jawab Dragon berterus terang


"Badjingan!. Ternyata kalianlah yang telah mencuri uang ku!"


"Susah payah ku kumpulkan uang itu, kalian malah dengan entengnya mencurinya dari ku!"


"Hari ini aku akan membalas dendam pada kalian!"


"Jika kelompok mu tidak mati, maka aku selamanya akan menjadi malaikat maut buat kalian!" Ucap Dustin emosi


Dor! Dor!


Bruk! bruk! bruk!


"Rasakan itu!. Akhirnya kau mati juga bhangsat!"


"Hahahaha!"


"Apa yang kau tertawa kan itu Dustin?. Aku ada disini." Ucap Dragon dengan suara pelan


"Kau!. Bagaimana kau masih hidup?"


"Bukankah kau sudah mati?" Reaksi Dustin semakin terkejut


"Yang kau tembak itu bukan aku,tapi anak buah mu sendiri."


"Kau lihatlah baik baik!. Bukan kah mereka itu orang orang mu." Jawab Dragon dengan sikap tenang


"Bagaimana bisa?. Bukankah yang tadi ku tembak itu kau?"


"Tapi bagaimana malah mengenai anak buah ku sendiri?"


"Gerakan apa yang kau gunakan?" Ucap Dustin lagi sekaligus bertanya


"Jawabannya sangat mudah."


"Jurus itu dinamai dengan Langkah Seribu Bayangan."


"Tanpa bentuk dan bayangan. Tidak ada mula dan tidak ada akhir."


"Jika ilmu tersebut sudah dikuasai secara sempurna oleh seseorang, maka tak satupun manusia biasa yang mampu melampaui nya."


"Termasuk juga kau Dustin."


"Kalau aku mau, sudah dari tadi kau mati!"


"Tapi karena aku ingin kau sadar, maka aku tidak membunuh mu dari awal!"


"Jadi sekarang bagaimana?. Apakah kau akan menyerah atau tetap melawan?" Jawab dan tanya Dragon memberi pilihan


"Cuihh!"


"Lebih baik aku mati dari pada harus menyerah pada kalian!" Jawab Dustin tetap bersikukuh pada pendiriannya


"Kakek Adi!. Tugas selanjutnya aku serahkan pada mu!" Ucap Dragon memberi perintah


"Siap tuan muda!" Jawab Adiwilaga semangat


Kemudian memberi instruksi, untuk menyingkirkan serta mengambil semua senjata yang ada di tempat itu, termasuk senjata yang ada ditangan Dustin yang pelurunya sudah habis


"Dengarkan baik baik kapten Dustin!."


"Ditempat ini, sekarang hanya tinggal kau saja yang masih hidup!"


"Jika nasib mu baik, dan bisa mengalahkan panglima ku ini, maka nyawamu akan tetap menjadi milik mu selamanya." Ucap Dragon penuh intimidasi


"Siapa takut!. Ayo maju!" Jawab Dustin cukup jumawa


"Hiaaatt!" Teriak nya kuat kuat, lalu maju menerjang ke arah adiwilaga dan langsung menyerangnya


Seketika terjadilah pertarungan yang sangat seru, antara kepala pengawal Birawa Group dengan Steve Dustin, ketua tentara bayaran yang sangat disegani


Tidak disangka, gerakan Adiwilaga yang cepat itu, mampu diimbangi oleh Dustin, bahkan sempat pula melancarkan serangan balasan kearah lawannya


Ternyata selain jago menembak ketika perang, dia juga jago berkelahi, dan di buktikan saat ini


Gerakan Adiwilaga yang cukup cepat saja, mampu diimbangi nya, apalagi dengan gerakan biasa


Mungkin dulu nya, Steve Dustin pernah belajar karate atau taekwondo dan keterampilan sejenisnya


Ini terbukti dengan gerakan dan langkah langkahnya yang sangat teratur serta terarah


Sesekali serangannya itu masuk mengenai tubuh lawannya, dan dibalas dengan pukulan yang sama, dan terjadilah balas membalas serangan


Tapi jurus jurus serta gerakan yang dilancarkan oleh Adiwilaga, jauh lebih kuat dan. berbahaya, hingga di menit ke lima, satu pukulan disertai tenaga dalam tinggi, telak masuk ke dada Dustin, hingga membuatnya terjungkal dan ambruk ke tanah serta muntah darah


Sepertinya perlawanan Dustin terhenti karena itu. Karena dia tidak mampu bangun, dan melanjutkan pertarungannya


Benar saja seperti yang diperkirakan. Nafas Dustin tinggal satu satu, dan akhirnya tidak bisa dipertahankan lagi


Dengan reaksi sangat kesakitan, nyawanya pun melayang, dan meninggalkan dunia impiannya seketika

__ADS_1


"Cari dan temukan informasi mengenai keturunan atau keluarganya!"


"Jika ditemukan cepat bawa kemari!" Ucap Dragon memberi perintah


__ADS_2