Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Seribu Pedang vs Perisai Abadi


__ADS_3

Satu jam kemudian. Apa yang mereka perdebatkan tadi sudah diutarakan oleh masing masing orang, dengan pendapatnya yang berbeda beda pula


Salah satunya adalah Rukmini. Dia adalah orang yang paling mendukung jika pemimpin agung mereka mau turun tangan


Selain dia, Arumi juga setuju dengan usul temannya itu. Dia malah mengusulkan agar detik itu juga mendatangi Dragon dengan pertimbangan, bahwa saat ini dia pasti sedang kelelahan, setelah habis bertarung dengan musuh musuhnya itu


"Jadi jika kita mendatanginya, aku yakin kita bisa menang!" Ucapnya dalam mendukung pendapat temannya tersebut pada Lasmini


"Hemm!. Cerita kalian sangat menarik!. Aku jadi penasaran dengan pemuda itu!"


"Sekuat apakah dia?"


"Apakah dia juga kuat dalam hal lain?" Batin Lasmini dalam hati


"Coba kalian katakan, seberapa kuatnya dia?"


"Apakah dia menguasai ilmu ilmu langka selain bisa terbang itu?"


"Atau menguasai ilmu sebanyak yang aku kuasai?" Respon Lasmini merasa penasaran


"Kalau masalah itu kami tidak tahu pemimpin!"


"Kami hanya tahu, bahwa serangan Perumbi yang menggunakan teknik pemusnahan, bisa diatasi olehnya."


"Bahkan serangan itu tidak berbekas sama sekali."


"Hilang begitu saja di udara, dan seperti masuk ke dalam lingkaran yang menghadangnya."


"Mungkin orang itu menguasai sihir atau ilmu terlarang dalam kitab itu!" Jawab Rukmini berterus terang


"Formasi ilusi!" Guman Lasmini pada diri sendiri


"Ya!. Aku yakin pemuda itu menguasai formasi ilusi!"


"Sebab kalau tidak!. Tidak mungkin ilmu sedahsyat itu bisa hilang begitu saja, kalau tidak karena ilusi tersebut?"


"Jadi sudah diputuskan, bahwa pemuda itu memang bukan orang sembarangan!"


"Dia pasti ada hubungannya dengan pemilik asli kitab tersebut, bahkan mungkin kitab pasangannya, yaitu kitab Wahyu Taqwa."


"Aku juga yakin kalau kitab itu ada padanya?"


"Jika demikian. Tugas kita akan semakin berat."


"Kekuatan kita berlima, ditambah dengan saudara saudara seperguruan kalian yang lain pun, belum tentu bisa mengalahkannya!"


"Aku jadi ragu harus membalas dendam padanya atau tidak!"


"Jika kita salah perhitungan. Kita juga akan menjadi korban!" Ucap Lasmini pada orang orangnya


"Jadi apa yang harus kita lakukan ketua?"


"Apakah masalah itu kita biarkan saja, dan tidak berbuat apa apa?" Tanya Rumbi merasa keberatan


"Untuk sementara kita diamkan dulu, sambil menyelidiki siapa sebenarnya pemuda itu?"


"Jika dia ada hubungannya dengan raja sakti itu. Maka kita akan dalam masalah besar!"


"Siapa yang tidak kenal dengan prabu Brawijaya itu, apalagi gurunya tersebut?"


"Leluhur ku saja yang sakti mandraguna, bisa dikalahkan hanya dengan disentil telinganya saja!"


"Gara gara itu tubuhnya terlempar jauh, dan tidak sadarkan diri selama tiga hari!"


"Jika pemuda itu memang keturunannya, maka sejarah pasti akan berulang!" Jawab Lasmini cukup mengagetkan


"Sekuat itukah dia?. Aku jadi penasaran ingin mencoba kesaktiannya."


"Tidak mungkin masih semuda itu mampu mengatasi kita berlima!"


"Apalagi jika ditambah dengan saudara saudara kita yang lain!"


"Aku yakin kita pasti akan menang!" Ucap Rumbi belum mau menerima


"Jangan bertindak bodoh Rumbi!. Kita belum tahu seberapa kuat dia!"


"Jika kau nekat melawannya tanpa perhitungan, maka kau akan mengantarkan nyawa mu secara percuma!"


"Jadi kau jangan bertindak sebelum tahu siapa sebenarnya pemuda itu!"


"Ingat!. Kalian berempat adalah ketua utama di perguruan Kalageni!"


"Jika kalian mati, maka perguruan yang sudah berdiri ratusan tahun ini akan musnah, dan namanya tidak akan dikenang lagi oleh anak cucu kita!"


"Oleh karena itu, jangan bertindak di luar koridor yang sudah aku tentukan!. Terutama kau Rumbi!"


"Jika kau nekat juga, maka jangan salahkan aku akan menghukum mu!" Jawab Lasmini tegas sekali, dan penuh perhitungan ke depan


Pantas dia dipilih sebagai pemimpin agung di perguruan kalageni tersebut. Selain ilmunya yang tinggi, dia juga sangat cerdas. Dan dalam mengambil setiap keputusan, tidak pernah terburu-buru seperti saat ini


Namun para ketua bawahannya tidak berbuat demikian. Mereka kebanyakan bertindak berdasarkan emosi, dan menganggap bahwa dirinya yang paling kuat seperti Rumbi tersebut


"Baiklah!. Pertemuan kali ini kita sudahi saja!"

__ADS_1


"Kepada ketua Rukmini dan ketua Arumi aku tugaskan, untuk mengutus orang orang kita agar pergi mencari serta menyelidiki siapa sebenarnya pemuda itu!"


"Jika sudah mendapatkan data datanya, baru kita analisa dan bertindak sesuai rencana yang akan aku susun nanti!" Ucap Lasmini pada empat bawahannya


"Tidak perlu kau lakukan itu Lasmini!. Aku sekarang sudah ada di depan mu!" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul di depannya itu dengan aura yang sangat menekan sekali


"Si si siapa kau?. Bagaimana kau bisa masuk ke ruangan ini?" Reaksi Lasmini gugup


"Pemimpin!. Dialah orang yang sedari tadi kita bicarakan. Dia pemuda yang telah membunuh orang orang kita!" Ucap Rukmi apa adanya


"Apa kabar kalian semua?"


"Rencananya baru besok aku akan mendatangi kalian!. Tapi karena kalian sudah tidak sabar, maka aku sendiri yang berinisiatif untuk datang!"


"Jadi setelah aku datang ini. Apa yang akan kalian lakukan padaku?"


"Apakah kalian akan menyerangku sama seperti orang yang sudah aku habisi itu?" Tanya orang tersebut cukup berani, yang ternyata adalah Dragon


"Ya!. Aku yang akan membuat perhitungan dengan mu bocah sombong!"


"Kau telah berani membunuh saudara seperguruan ku!. Maka hari ini aku yang akan membalas dendam untuknya!" Jawab Rukmi emosi


Kemudian tanpa aba aba lagi, langsung berkelebat ke arah Dragon, dan langsung menghantam tubuhnya dengan sekuat tenaga


Tapi apa yang terjadi?.Tubuh Dragon yang dihantam itu tidak ada apa, malah serangan itu tembus sampai kebelakang, seperti tidak ada penghalang sama sekali


"Apa yang terjadi?. Kenapa serangan ku tidak berpengaruh apa apa padanya?" Reaksi Rukmi kebingungan


Kemudian memandang berkali kali ke arah Dragon, lalu pada pemimpinnya


Namun saat memandang kearah Lasmini, dia melihat bahwa pemimpinnya itu berekspresi ketakutan.Seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu


Tak lama kemudian dia berkata. "Cepat mundur Rukmi!. Orang itu ada di belakang mu!" Teriaknya. Tapi terlambat..Dan...


Baamm!


"Ugh!" Pekik Rukmi tertahan


Punggungnya yang terbuka itu telah menjadi korban. Dragon yang menggunakan tubuh Avatar atau kloning tersebut bebas berpindah tempat, dan iseng menepuk punggung lawannya hingga terjengkang, dan jatuh ke lantai ruangan


Lasmini yang melihat itu jadi berang. Tanpa berpikir panjang lagi seperti biasanya, langsung meluru kearah Dragon, dengan niat ingin menghabisinya


Tapi dugaannya ternyata salah. Dragon sudah tidak ada lagi ditempat itu. Dia malah sedang enak enak duduk di kursi kebesaran milik Lasmini, dan bersikap seolah olah sebagai ketua di sana


Melihat itu Lasmini semakin marah. Begitu juga dengan tiga ketua lainnya. Sedangkan Rukmi tergeletak tidak berdaya di lantai, dan tidak bisa berbuat apa apa, karena punggungnya sakit akibat ditepuk oleh Dragon tadi


"Turun dari situ bocah kurang ajar!"


"Itu kursi kebesaran ketua agung!. Kau tidak pantas duduk di situ!" Teriak Rukmini lantang


"Aku lihat kursi inipun sudah usang. Lebih baik ku hancurkan saja!" Jawab Avatar Dragon membandel. Kemudian mencengkeram sandaran tangan pada kursi tersebut, Lalu.


Krak! Krak!


Brak!


"Dasar bocah kurang ajar!. Ku habisi kau!" Reaksi Lasmini marah. Lalu merilis teknik pedang seribu nya, yang sudah dia kuasai dengan baik Kemudian digunakan untuk menyerang Dragon


"Sudah ku duga!. Salah satu dari teknik dalam kitab Kalamurka itu sudah kau kuasai!"


"Mungkin masih banyak lagi teknik lain yang juga kau kuasai!"


"Hari ini aku ingin tahu, sudah berapa banyak dan jauh kemampuan teknik seribu pedang mu. yang katanya sangat kau banggakan itu!"


"Apakah mampu melawan perisai abadi ku ini!" Ucap Dragon seakan menyulut emosi lawannya itu


"Teknik seribu pedang!"


"Aktif lah!"


Nguing!!


Swosh!


Slash !..Slash !


Blar!


Blar!


Boom!


Tuk! Tuk! Tuk!


"Apa yang sedang kau lakukan Lasmini?"


"Kenapa kau menyerang orang mu sendiri?"


"Bukankah kau ingin menghabisi ku?"


"Sekarang aku ada di dekat mu. Kenapa tidak kau lakukan itu?" Ucap Dragon saat berada di belakang Lasmini tersebut


"Tidak mungkin!. Bukankah kau sedang menahan serangan ku tadi?. Lalu siapa yang aku serang?" Reaksi Lasmini keheranan

__ADS_1


"Kau lihatlah baik baik!. Bukankah mereka itu anak buah mu?"


"Tapi kenapa kau tega menyerang anak buah mu sendiri?" Jawab Dragon terkesan memainkan


"Mustahil!"


Prang! Trank!


Bunyi beberapa pedang yang tercipta dari aura kesadaran berjatuhan. Karena Lasmini tidak lagi mengendalikannya


Sementara perisai abadi juga demikian. Dia pecah dan buyar tiada berbentuk lagi


Yang tinggal hanya tiga orang ketua, yaitu Rumbi. Arumi dan Rukmini. Sedangkan Rukmi terlihat tidak ada disitu


"Apa yang terjadi?. Kenapa kita bisa berada di sini dan diserang oleh pemimpin kita sendiri?"


"Apakah kita sudah terkena sihir?" Ucap Rukmini menduga duga saja


"Aku juga tidak tahu!. Alih alih kita sudah ada di sini, dan menahan serangan dari ketua kita "Jawab Rumi apa adanya


"Ketua!. Kenapa ini bisa terjadi?. Apakah ini perbuatan dari bocah itu?" Tanya Rumbi ingin tahu


"Kita semua sudah terkena ilusi. Dan sialnya kita tidak menyadarinya sejak dari awal!"


"Dari tadi kita terus dipermainkan oleh bocah itu!"


"Sekarang waktunya kita serius!"


"Cepat bentuk formasi!. Kerahkan segenap ilmu kalian!"


"Kita serang bersama sama!, dengan cara mengurung dia ditengah tengah. Baru kita hantam dengan jurus jurus terbaik kita!"


"Cepat lakukan!" Ucap Lasmini memberi perintah


"Baik ketua!" Jawab ketiganya serempak


"Tunggu!. Jangan lupakan aku!"


"Aku juga ingin membalas dendam atas kekalahan ku tadi!"


"Gara gara dia aku jadi muntah darah!"


"Hari ini akan ku buktikan, bahwa aku bukan orang lemah!" Teriak Rukmi yang tiba tiba jadi sehat kembali itu dengan suara keras


"Adik!. Syukurlah kau masih hidup!. Aku kira kau sudah mati tadi!" Respon Lasmini senang


"Ayo semua!. Tunggu apa lagi?"


"Mari kita buktikan, bahwa perguruan Kalageni, bukan lah perguruan lemah!"


"Kita angkat kembali derajat perguruan kita!, dan kalahkan bocah sombong itu!" Ucap Lasmini tegas


Kemudian mendahului orang orangnya, untuk merilis dua dari tiga teknik terlarang yang sudah dia kuasai secara sempurna


Dua teknik itu adalah satu, teknik seribu pedang, dua teknik api abadi, dan dipompakan sampai ke level puncak


Sementara anak buahnya merilis teknik lain, yang mereka anggap sudah sangat luar biasa, dan siap untuk dilemparkan pada Dragon, yang sedang terkurung di tengah tengah ruangan itu


"Sekaranglah waktunya!"


"Serang!"


Whus!


Slash!


Boouumm!


"Matilah!"


"Tidak mungkin kau bisa selamat dengan serangan sekuat itu!"


"Gunung saja bisa hancur bila terkena serangan tersebut. Apalagi tubuh muda mu itu!" Teriak Lasmini kegirangan


"Ketua! Eh pemimpin!"


"Lihat!. Bukankah itu abu dari daging yang sudah terbakar?"


"Berarti bocah sombong itu sudah mati?. dan kita yang keluar sebagai pemenangnya!" Ucap Rukmi merasa senang


"Jangan senang dulu sebelum kita buktikan, bahwa bocah itu memang benar benar sudah mati!"


"Mari kita cari bukti buktinya!" Jawab Lasmini tidak mau gegabah


Kemudian bersama dengan empat orang ketua perguruan, mencari bukti-bukti yang ada. Apakah Dragon sudah benar-benar mati atau tidak


Setelah dicari selama kurang lebih 1 menit, barulah mereka yakin, bahwa Dragon memang sudah mati. Dan itu membuat semuanya merasa senang


"Untuk membunuh bocah itu, kita telah mengorbankan ruangan ini, hingga rata dengan tanah!"


"Setelah ini kita mau berkumpul dimana?" Ucap Lasmini dengan ekspresi lemah


Kemudian membatin sendiri dalam hati." Sayang sekali!. Pemuda tampan seperti itu harus mati ditangan ku!"

__ADS_1


"Padahal aku belum sempat mencicipinya." Batinnya dengan ekspresi sangat menyesal


__ADS_2