Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Lola kesurupan


__ADS_3

"Percuma kau berteriak Lola. Tidak ada seorangpun yang akan membantu, sebab mereka juga dalam kondisi sepertimu!"


"Betul kata si Baron ini!. Aku tadi melihat Sasmita juga sedang ingin digagahi oleh Mugi. Sedangkan dua lainnya juga demikian."


"Sekarang giliran mu lola!"


"Hahahaha!. Rejeki nomplok!. Ternyata tubuhmu begitu bagus dan mulus. Tidak percuma menghabisi sekian juta untuk membayar orang pandai untuk mendapatkan ilmu pemikat!"


"Sekarang kau milik kami berdua. Sudah kepalang tanggung juga!"


"Ayo Baron!. Kita sergap Lola sampai puas!" Ucap dan tawa Doni terdengar mengerikan


"Badjingan!. Ternyata kalian sudah bersekongkol untuk mencelakai ku?"


"Menyesal aku tidak mendengarkan kata Mahesa!"


"Dia orang baik, sedangkan kalian iblis!"


"Enyah lah!"


"Hiiaaaa!"


Bamm!


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Tiba-tiba saja Lola sudah menjadi orang lain, dan segera menghajar Doni serta Baron. Tendangannya begitu kuat, dan telak mengenai tubuh mereka, hingga membuat keduanya merasa kesakitan, dan sama sekali tidak bisa melawan


Bugh!


"Argh!" Sakiiiit!" Teriak Baron tanpa malu malu


"Tolong jangan pukul aku lagi Lola!". Aku mengaku bersalah!"


"Semua ini kulakukan karena kecewa, sebab kau tidak mau menerima ungkapan rasa sayang ku padamu. maka terpaksa aku lakukan ini!" Ucap Baron dengan suara putus putus, karena dadanya sesak akibat di tendang oleh Lola


Walaupun tubuh Lola tidak berpakaian. Tapi itu tidak membuat mereka terangsang. Malah membuat mereka sangat ketakutan


Dalam pandangan mereka, terutama Baron, tubuh yang telanjang itu bukanlah tubuh Lola. Tapi tubuh orang lain, yang menyerupai kera besar berbulu lebat, dan wajahnya pun bukan wajah Lola, tapi wajah yang sangat menyeramkan. Ber liur dan banyak darah yang keluar dari mata serta hidungnya


Melihat itu semua semakin membuat Baron ketakutan. Tapi dalam rasa takut itu dia berkata. "Ampun Lola!. ampun!. Jangan pukul aku lagi. Aku menyesal!"


Bamm!


"Aaaaaaaa!" Jerit kesakitan Baron, saat senjatanya di tendang oleh Lola dengan jurus pemutus keturunan, hingga membuatnya langsung pingsan


Setelah mengeksekusi Baron, giliran Doni pula yang merasakannya. Senjatanya juga di rusak oleh Lola dengan jurus tendangan yang sama. Pemutus keturunan jilid dua


Kini tidak terdengar lagi suara kesakitan dari Doni dan Baron. Mereka berdua sudah tergeletak pingsan. Setelah memastikan bahwa doni dan Baron tidak akan bangun lagi. Lola bergegas keluar dari kamar itu, dan segera menuju ke kamar Sasmita, lalu menendang pintunya kuat kuat


Bamm!


Pintunya pun terbuka, dan langsung terlihat pemandangan yang sangat menjijikkan. di mana tubuh Sasmita yang sudah telanjang itu sedang ditindih oleh Mugi dan ingin melancarkan serangannya. Tapi Sasmita tetap bertahan


Sudah banyak ciuman dan rabaan yang mendarat di pipi dan tubuhnya. Tapi sejauh ini barang berharganya masih belum ditembus juga, karena Sasmita mempertahankannya dengan sekuat tenaga. Namun apalah daya, dia hanya seorang perempuan lemah, yang pada akhirnya harus kalah juga dari tenaga laki-laki seperti Mugi


Saat dia sudah pasrah dan kondisinya genting seperti itu, Lola pun datang, dengan menendang pintu kamar Sasmita kuat-kuat, hingga membuat pintunya tanggal. Lalu masuk dan langsung menendang bokong Mugi kuat kuat


Tubuh telanjangnya terdorong dari atas tempat tidur dan jatuh dilantai. Kemudian bangun lagi, dan mengambil benda apa saja yang ada untuk melawan Lola. Tapi Lola tidak bisa dilawan. Gerakannya tidak seperti biasanya. Dia yang sehari-hari tidak bisa silat. Entah mengapa malam ini gerakannya sangat tangkas sekali


Hanya dengan sekali tendang. gagang penyapu yang ada di tangan Mugi patah menjadi dua. dan tendangan Lola mengenai dadanya


Gerakan Lola yang tiba-tiba itu, tentu saja membuat tubuh Mugi terdorong ke dinding. Tapi tak lama kemudian, serangan Lola juga mengarah ke alat vital Mugi, kemudian terdengar suara yang sedikit asing..


Bugh!


Krak!


"Argh!"

__ADS_1


"Sakiiiit!"


Bruk!


Tubuh Mugi terjatuh, Alat vitalnya pecah dan mengeluarkan darah, dan pingsan setelahnya


Setelah itu tanpa membuang waktu lagi, Lola mendatangi satu persatu teman-temannya, dan di waktu yang tepat, kehormatan teman temannya bisa ia dipertahankan


Pelaku kejahatan yang ingin mencelakai mereka, kini malah mereka yang menjadi korban


Semua alat vital mereka tidak berfungsi lagi. Rusak ditendang oleh Lola. Sementara sang sopir tidak diketahui dimana rimbanya


Setelah tugasnya selesai, tubuh Lola lunglai, dan terjatuh di lantai, lalu pingsan juga


Sukma yang merasuki tubuhnya pun pergi, sambil tersenyum puas


"Tuan penguasa!. Aku sudah menjalankan perintah mu. apalagi perintah yang akan tuan berikan?" Tanya Jinny pada tuannya


"Untuk sementara sudah cukup. Kembalilah ke tempat asalmu."


"Tentang mereka. tidak perlu kau khawatirkan, karena aku sudah memasang formasi perlindungan kepada empat orang gadis itu."


"Jadi keadaan mereka sudah aman. Pemuda-pemuda itu tidak akan bisa lagi mengganggu." Jawab Dragon melalui transmisi suara pada Jinny


"Siap laksanakan tuan penguasa!" Jawab Jinny patuh. Kemudian menghilang dari tempat itu.


Satu jam kemudian, Lola sudah bangun dari pingsannya, dan segera mendapati teman temannya sedang menatapnya dengan ekspresi gelisah


Tubuhnya yang semula tidak memakai baju, kini sudah berpakaian lengkap. Begitu juga dengan teman temannya. Tapi ia tidak melihat empat teman laki lakinya. Mungkin mereka sudah diamankan oleh Dragon


"Apa yang terjadi?. Mengapa aku bisa berada disini, dan kalian...?" Itulah ucapan pertama yang dilantunkan oleh Lola pada teman temannya


"Ceritanya panjang. Nanti saja kita bicarakan dalam perjalanan." Jawab Sasmita menenangkan


"Perjalanan?. Maksud mu kita pulang?" Respon Lola tidak mengerti


"Ya kita pulang Besti!. Disini sangat berbahaya!" Jawab Yuni pula


"Teman apaan?. Mereka bukan manusia tapi iblis!" Reaksi Sasmita marah


Tak lama kemudian berkata lagi. "Kau tahu!. Tanpa kita sadari, makanan yang kita makan itu ternyata sudah ditaburi dengan obat perangsang, dan efeknya bisa kita rasakan satu jam kemudian."


"Ternyata mereka sejak dari awal sudah merencanakan ini, terutama Baron dan Doni badjingan itu!"


"Sedangkan Tino dan Mugi hanya mengambil keuntungan dari kondisi kita saja!"


Tapi walau bagaimana pun aku sangat dendam pada Mugi!"


"Enak saja dia menciumi ku, serta meraba raba tubuh ku!"


"Kalau kau tidak datang. Perawan ku sudah pasti hilang!" Teriak Sasmita kuat kuat


"Benar itu!. Aku juga demikian. Beruntung disaat kritis kau datang, dan menolong kami hingga kehormatan kami tidak jadi mereka renggut!"


"Tapi tubuh, bibir dan pipi ini sudah tidak perawan lagi, karena mereka dengan rakus melahapnya bagai kesetanan!"


"Beruntung kau datang dan menyelamatkan kami!" Sambung Leni dengan emosi yang meledak-ledak


"Apa?. Aku yang menolong kalian?. Bagaimana bisa?. Mereka orang-orang kuat, sedangkan aku?" Reaksi Lola tidak percaya


"Itulah kenyataannya!. Aku lihat kau begitu hebat. Tanpa kenal takut langsung menyerang mereka terutama si Mugi itu."


"Kau membuatnya jatuh pingsan, serta barang berharganya pecah." Jawab Sasmita berterus terang


"Lalu di mana mereka sekarang?" Tanya Lola ingin tahu


"Entahlah!. Aku juga tidak tahu. Mungkin mereka sudah melarikan diri." Jawab Sasmita apa adanya


"Setelah kau menyelamatkan kami. Aku tidak peduli lagi dengan mereka. Langsung memakai baju, dan mendatangi satu persatu teman-teman kita."


"Terakhir adalah dirimu. Tapi kau jatuh pingsan. dan akhirnya kami berkumpul serta menjagamu di sini."


"Setelah kami periksa, ternyata kehormatanmu juga masih bisa kau pertahankan." Ucap Sasmita lagi

__ADS_1


"Kurang ajar!. Ternyata mereka sebejat itu!"


"Tidak disangka mereka yang sudah berteman dengan kita sekian lama, masih juga punya niat untuk mencelakai kita!" respon Lola seakan tidak percaya


"Ya benar!. Mereka bukan orang baik. yang baik itu Mahesa. dia mencoba mengingatkanmu tapi kaunya saja yang jutek."


"Kau ingat apa yang ingin dikatakannya terakhir kali, dan bagaimana reaksinya?" Sambut Leni mengingatkan Lola


"Ya aku ingat. Saat itu terlihat wajahnya sangat kecewa. Aku pikir dia ingin mengatakan bahwa dia suka padaku, tapi setelah kupikir-pikir tidak mungkin."


"Duduk Bersebelahan saja dia tidak pernah melihat ku. Bagaimana aku bisa begitu yakin dia menyukai ku?" Ucap Lola ingin penjelasan


"Tapi sekarang kami yakin, dia ingin mengatakan tentang ini, dan memperingatkan mu. Kulihat wajahnya begitu cemas. Seperti sedang memikirkan sesuatu." Jawab Leni dengan yakinnya


"Aneh?. Kenapa dia bisa tahu?. Apakah dia juga bersekongkol dengan Baron?" Respon Lola dengan prasangka buruknya


"Tidak mungkin!. Orang sebaik dia tidak mungkin mau berkomplot dengan Baron atau Doni. Dia lebih suka menyendiri."


"Kau kan tahu, bagaimana sikapnya saat mendengarkan pelajaran yang diberikan oleh guru kita?"


"Tidak sekalipun dia menoleh ke arahmu. Dia hanya melihat lurus ke depan, dan memperhatikan apa yang diucapkan oleh guru." Jawab Yuni menegaskan


"Lalu dari mana kau tahu kalau dia menyukaimu?" Ucap Yuni lagi


"Entahlah!. Aku hanya menebaknya saja." Jawab Lola dengan ekspresi lemah


"Tapi sudahlah!. Lebih baik kita berkemas-kemas dan pergi dari sini." Ucapnya lagi


"Pergi dengan apa?. Mobil yang membawa kita kemari pun sudah tidak terlihat ada di garasi. Mungkin sudah dibawa lari oleh sopir itu?" Tanggapan Sasmita tidak terduga


"Sopir?. Jangan-jangan dia merekam aksi mereka?. Gawat!" Respon Lola merasa cemas


"Nah itulah yang ingin aku katakan padamu. Banyak sekali foto dan videomu yang diambil oleh Baron, begitu juga oleh mereka terhadap kami."


"Tapi semua ponsel mereka sudah kami sita, dan ini barangnya." Ucap lebih menimpali


"Coba kau lihat pose mu. sangat menantang. Posesi Yuni juga demikian. Sedangkan Sasmita dan aku posenya seperti kerasukan."


"Hapus! hapus!. Cepat hapus!. Aku tidak mau foto dan video itu tersebar di dunia maya dan kalian juga!" Ucap Lola ketakutan


"Biarlah untuk koleksi!. Aku lihat tubuhmu bagus juga."


"Bagus kepalamu!. Kita ini sama-sama perempuan. Sini ponselnya!. Biar aku yang hapus!" Jawab Lola tidak terima


"Tenang Lola. Aku hanya mengujimu saja."


"Semua foto kita dan videonya sudah hapus, bahkan memori ponselnya sudah kami hancurkan."


"Ponsel supir?" Tanya Lola


"Entahlah!. Sejak dari awal kami tidak melihat dia. Mungkin dia sudah melarikan diri sama seperti yang lain." Jawab Sasmita apa adanya


"Melarikan diri?. Berarti dia sudah berbuat salah. Kurang ajar!. Ini tidak bisa dibiarkan!" Ujar Lola meradang


"Ayo kita cari mereka, dan buat perhitungan!" Sambung Sasmita dengan ekspresi geram


"Percuma!. Mereka sudah tidak ada lagi di sini. Mungkin mereka sudah melarikan diri." Jawab Yuni mengingatkan


"Lalu apa yang akan kita lakukan?. Apakah kita akan berdiam diri di sini tanpa melakukan tindakan?" Tanya Sasmita pula


"Benar juga katamu. Ayo kita telusuri villa ini, siapa tahu menemukan sopir itu, dan memintanya untuk mengantarkan kita pulang." Jawab Leni pula


"Dasar tidak nyambung!. Bukankah sudah aku katakan sopir itu sudah tidak ada lagi, mobilnya pun sudah raib berarti dia sudah melarikan diri!" Geram Yunita mengingatkan


"Ah sialan!. Rencana mau berlari dari masalah. Eh malah dapat masalah!" Respon Lola merasa geram. Tapi tiba-tiba..


Bruk!


"Ah!" Teriak Lola ketakutan, saat suatu benda besar jatuh dari atas platform kamar, dan posisinya persis berada di dekat Lola


"Aaaaaa!"


"Apa ini?" Teriaknya lagi lagi ketakutan

__ADS_1


__ADS_2