
Satu hari berikutnya, Dragon sudah mendatangkan seluruh orang-orang kuat yang ada di Birawa Group.
Dia juga mendatangkan 1.500 anak buah Kaladaksa, yang beberapa bulan lalu juga ikut memerangi Dewangga, di istana Atas Langit Itu.
Selain mereka. Dragon juga memanggil panglima Nadin untuk memperkuat pasukannya. Raja kera dan dua ekor naga pengikutnya itu juga dia panggil. tapi belum dia munculkan. dan masih banyak lagi anak buahnya yang ia panggil untuk memperkuat barisannya.
Tiga hari kemudian. Dragon sudah siap dengan pasukannya. Mereka berjumlah kurang lebih 3.500 orang, jika ditambah dengan avatar nya Dragon
Rata rata mereka adalah manusia dan mahluk pilihan, yang kekuatannya sudah tidak diragukan lagi.
Lalu pada masa yang diperkirakan bakal diserang. Seluruh anak buah Dragon sudah berada di posisi nya masing masing, dan sudah siap dengan segala kesaktiannya.
Langit, Awan apalagi Bumi sudah siap dengan teknik dan keterampilannya juga.
Begitu juga dengan Leon, Hans, Jenifer, Robin Adiwilaga dan yang lainnya. Tidak lupa juga tiga serangkai baru. yaitu Angin, Kilat dan Petir. Mereka juga sudah sangat siap dengan segala macam kemampuan nya
Kali ini mereka tidak mau main-main lagi seperti dulu, karena menurut informasi dari Dragon,juga berdasarkan apa yang disampaikan oleh mata-matanya yaitu Rambaya juga anak buah Burgon dan Taraka, pasukan tersebut menggunakan senjata semi berat dan modern.
Jadi mustahil jika Dragon harus tenang tenang saja dan mengandalkan keterampilannya belaka, tanpa ada usaha lain.
Setidaknya dia juga harus mempunyai senjata berat minimal senjata berburu otomatis.
Namun setelah dipikir-pikir, Bukankah dia dan anak buahnya menguasai elemen tanah, elemen air, elemen petir, elemen angin, dan elemen-elemen lainnya?
Ditambah puluhan di antara mereka juga menguasai teknik inti pedang, yang jika digunakan akan berdampak sangat luar biasa bagi musuhnya, terutama komandan Awan dengan elemen raksa yang bersifat korosif itu?
Jika itu ia gunakan, senjata seberat apapun akan hancur jika terkena elemen raksa tersebut.
Belum lagi anak buah Kaladaksa yang terkenal sakti sakti itu. akan semakin membuat kemampuan pasukan tempur Dragon menjadi tidak terkalahkan.
Lagi pula ada prajurit Kamajaya yang tubuhnya besar-besar dan kuat-kuat itu, tentu saja dengan mengandalkan kekuatan tersebut, kendaraan kendaraan musuh bisa mereka hancurkan, karena tubuh denawa denawa itu tidak mempan senjata tajam.
Apalagi jika raja kera datang, tentu kekuatan pasukan Dragon akan semakin nyata, karena senjata jenis apapun tidak akan berarti baginya, karena dia tidak mempan senjata.
Ditambah pula dengan kesaktian Jennifer yang sudah sama-sama kita tahu, bahwa dia bisa berubah menjadi burung phoenix, yang apabila dia marah maka apapun yang ada di bawahnya terutama musuh akan menjadi korban.
Jadi memikirkan hal itu, Dragon memutuskan untuk tidak menggunakan senjata otomatis zaman modern ini, tetapi tetap menggunakan teknik, keterampilan, ajian kesaktian dan lain sebagainya untuk menghadapi mereka.
"Lapor tuan muda!. Searah jarum jam 03.00 ada sekelompok orang yang mengendarai 10 kendaraan besar sedang menuju ke arah sini."
"diperkirakan masing masing kendaraan tersebut berisi 20 sampai 30 orang, berarti dalam 10 kendaraan itu ada 300 orang yang sedang menuju kemari."
"Sementara laporan dari pihak lain mengabarkan, bahwa ada sekelompok lagi yang datang dari arah jam 09.00, arah jam 12.00, dan arah jam 06.00. Sepertinya mereka berniat ingin mengepung kita?"
"Lalu apa yang harus kami lakukan tuan muda?" Lapor Taraka pada tuannya.
"Tetap pada posisi kalian!. Jangan bergerak walaupun musuh datang dari empat arah. Justru itu akan memudahkan kita untuk menghancurkan mereka."
"Setelah mereka sampai dan berkumpul di tempat ini, maka aku akan meledakkan mereka dengan ajian Guntur Saketi."
"Dibarengi pula dengan teknik inti pedang, yang akan memporak porandakan barusan mereka."
"Saat mereka sedang panik, baru kalian datang dari empat arah yang berlawanan dengan mereka."
__ADS_1
"Aku yakin dengan strategi seperti itu, mereka tidak akan bisa lari kemana mana." Jawab Dragon cukup simpel, hingga bisa menenangkan anak buahnya.
"Tuan muda lihat!, itu mereka!" Ucap Taraka mewakili teman temannya.
"Iya benar, itu mereka!" Reaksi Dragon sempat terkejut
"Ternyata apa yang dikatakan oleh eyang guru itu benar. Mereka adalah orang-orang nekat, yang kemungkinan sudah berani melawan pemerintah?"
"Jumlah dan barisan sebesar ini, tidak mungkin mereka tidak tahu?"
"Atau mungkin...?" Batin Dragon berspekulasi dalam hati sendiri. tapi tidak jadi dilanjutkannya.
Kemudian memanfaatkan mata elangnya, untuk melihat berapa sebenarnya jumlah mereka?
Setelah dihitung-hitung, ternyata jumlah mereka tidak kurang dari 10.000 orang.Suatu jumlah yang sangat besar sekali.
"Mereka mau berperang atau pindahan?" Ucap Adiwilaga mendahului yang lain.
"Kakek Tara!. Coba gunakan mata malaikat mu!. mereka ke sini sebenarnya mau apa?"
"Apakah sengaja menunjukkan kekuatannya pada kita, yang diketahui akan menguasai bukit itu?" Ucap Dragon memberikan perintah.
"Baik tuan muda!" Jawab Taraka patuh. Kemudian mengalirkan kekuatannya ke arah mata.
Maka dalam sekejap saja, apapun yang ada di depannya bisa terlihat dengan jelas. Secara diam-diam Dragon juga mengerahkan mata semestanya, yang jauh lebih sakti daripada mata malaikat milik Taraka.
Ternyata dari penglihatan mereka berdua, musuh datang itu karena benar benar ingin berperang, demi untuk merebut bukit yang sudah diberikan oleh otoritas setempat pada orang asing, yaitu Birawa.
Peringatan yang mereka berikan kepada otoritas setempat tidak digubris. Jadi mereka mengerahkan kekuatan, untuk menunjukkan pada dunia, bahwa mereka tidak suka diremehkan.
Otoritas setempat tidak mampu mencegahnya. Namun mereka berharap, agar orang-orang Birawa group bisa mengatasi musuh yang akan datang itu.
Dan benar saja seperti yang mereka perkirakan. pasukan besar pun datang, dengan segala macam jenis kendaraan dan senjata modern otomatis.
Secara diam-diam, otoritas setempat memantau apa yang akan mereka lakukan terhadap kelompok yang datang itu. Tapi sayangnya mereka tidak menemukan sosok Dion. namun ada seseorang yang mirip dengannya.
Dalam pantauan itu mereka melihat, anak muda tersebut membagi kelompoknya menjadi 4 bagian. yang masing masing nya tidak memegang senjata. dan itulah yang membuat mereka merasa keheranan.
"Mau melihat apa yang akan kami lakukan ya?"
"Mimpi saja kalian!"
"Kelompok penjahat yang sebesar ini kalian biarkan mendatangi ku!"
"Apakah kalian ingin memanfaatkan kemampuan kami?. Jangan harap!" Reaksi Dragon dalam hati, dan secara diam-diam memutuskan saluran satelit untuk memata matai mereka.
"Tuan muda lihat!" ucap Taraka sekali lagi.
"Ya aku tahu!. Posisi mereka sudah berada di tengah-tengah tanah lapang itu."
"Sudah waktunya untuk bertindak." Jawab Dragon cukup singkat.
Kemudian memberi kode kepada anak buahnya, untuk melancarkan ajian Guntur Saketi.
__ADS_1
Dalam sekejap saja tempat itu sudah penuh dengan kilatan-kilatan cahaya, yang datang dari berbagai macam arah, dengan bunyi yang bermacam-macam.
Slash!
Whus!
Jder!
Boom
Boom!
"Mundur!. Ini jebakan!"
"Biarkan saja yang sudah tewas itu!. Ayo cepat mundur!" Teriak pemimpin gerombolan itu cukup lantang.
Kemudian menyuruh sopirnya untuk memutar mobil yang ia naiki.
Tapi belum juga mobil itu bergerak, datang lagi sebuah kekuatan yang berasal dari Langit, dan itu adalah Guntur Saketi, yang dilancarkan oleh anak buah Dragon dari empat arah yang berbeda lagi.
Beruntung tempat jatuhnya kekuatan tersebut berada jauh dari ketua kelompok itu, hingga membuat nyawanya selamat. Tapi ratusan anak buahnya menjadi korban.
"Dari mana arah serangan itu?. Kenapa kita tidak bisa melihatnya?" Ujar Joseph Kohn, pemimpin gerombolan tersebut merasa heran.
Kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. tapi yang ia lihat hanya daerah perbukitan, yang tidak ada tanda-tanda orang ada di tempat tersebut.
karena merasa penasaran, iya memerintahkan kepada anak buahnya untuk menggunakan teropong inframerah, agar keberadaan musuh bisa mereka temukan.
Namun selama apapun mereka menggunakan teropong tersebut, Dragon dan anak buahnya tetap tidak terlihat juga.
Karena sudah merasa putus asa, salah seorang petinggi kelompok tersebut berkata kepada ketuanya. "Tidak bisa juga ketua!. Keberadaan mereka tetap tidak bisa diketahui."
"Mungkin mereka bersembunyi di bukit-bukit itu?" Ujarnya memberi laporan.
"Kalau begitu tunggu apa lagi?. Segara arahkan moncong senjata dan meriam kalian ke arah bukit-bukit itu, dan tembak secara acak ke sana!"
"Aku ingin orang yang sudah memprovokasi kita itu mati, walaupun tidak harus melihat jasadnya!" Reaksi Joseph Kohn penuh dengan kemarahan.
Maka dalam sekejap saja, bunyi menggelegar dan rentetan senjata otomatis pun terdengar. bunyi ledakan apalagi. hingga membuat tempat itu menjadi Luluh lantak
Dalam pandangan mereka yang sangat nyata itu, bukit bukit yang sebenarnya ingin mereka kuasai tersebut hancur, dan orang-orang yang bersembunyi di belakangnya lari berhamburan. Padahal sebenarnya tidak. Itu hanya pandangan semu mereka saja.
Dragon dalam hal ini, sudah memasang formasi ilusi di tempat itu, agar apa yang mereka lihat seperti nyata.
Sebenarnya yang mereka tembaki itu adalah udara kosong, yang jauh dari sasarannya.
Sementara Dragon dan orang-orangnya berada di belakang kelompok tersebut.
Namun kelompok itu benar-benar panik juga kalap, saat melihat begitu banyaknya pasukan yang menjadi korban dalam ledakan besar barusan.
ingin rasanya mereka memporak-porondakan apa saja yang ada di situ tapi sayangnya apa yang mereka tembaki itu adalah tempat kosong Jadi mereka hanya bisa melampiaskan kemarahannya saja dalam pandangan semu.
Saat mereka panik seperti itulah Dragon berkata. "Inilah saatnya untuk kalian keluar. dan bantai mereka hingga tidak tersisa!" Ucapnya cukup membuat anak buahnya keheranan.
__ADS_1