
Dua belas jam kemudian.atau tepatnya pukul 8 pagi waktu setempat
Rombongan Dragon terlihat sudah berada di pinggiran hutan, yang jauh dari pemukiman penduduk, yang kondisi geografisnya berbukit bukit serta terjal
Tapi ditempat itu ada sebuah tanah lapang, yang hanya ditumbuhi rumput serta semak, yang tidak begitu tinggi
Ditempat itulah Dragon sedang menunggu musuh kuatnya datang. Karena dia tidak mau melakukan pertarungan di tempat ramai, apalagi di kota
Dragon sengaja memilih tempat itu dengan perhitungan, jika terjadi ledakan saat pertarungan, tidak akan membahayakan orang lain selain pihak yang akan berperang
Selain itupun Dragon ingin menumpas habis musuh yang cukup meresahkan itu, termasuk menumpas ketua kelompok satu pimpinan Bison, yang berada di pusat kota provinsi tersebut. yang kelompoknya juga akan dia datangkan
Tapi sebelum menarik orang orang itu, Dragon terlebih dahulu memasang formasi pelindung dan formasi pertahanan, termasuk formasi ilusi, agar pertarungan yang bakal terjadi tidak bisa dilihat dan dirasakan oleh orang lain
Setelah semua itu selesai. Dragon pun berseru lantang.
"Formasi rune pemanggil!"
"Buka dan tariklah semua orang yang ada hubungannya dengan Bergolapati, dan hadirkan mereka di sini!" Teriak Dragon sangat berwibawa sekali
Tak lama kemudian, sebuah lingkaran cukup besar, yang penuh dengan simbol simbol formasi, muncul di depan Dragon, juga di markas besutan kelompok bergolapati, dan siap menarik benda apa saja yang diinginkan
Sementara itu ditempat lain. Saat formasi pemanggil tersebut muncul di markas Belapati. Bison dan kakeknya terkejut bukan kepalang
Segera setelah itu, Bergo pun berkata. "Ada apa ini?. Kenapa tiba tiba muncul lingkaran seperti formasi itu?"
"Apa yang yang sebenarnya terjadi?. dan siapa yang melakukan nya?" Ucap Bergolapati keheranan, serta berusaha sekuat tenaga bertahan dari tersedot ke dalam lingkaran tersebut. Tapi..
"Ugh!"
"Argh!. Kuat sekali!"
"Aku hampir tidak bisa menahannya!"
"Kekuatan apa ini?. Dan apa maksudnya?"
"Kurang ajar!. Aku tidak terima!. Tidak terimaaa!" Teriak Bergo marah
Lalu pasrah tersedot masuk ke dalam lingkaran besar tersebut, bersama dengan seluruh anak buahnya. Termasuk Bison, dan menghilang di dalamnya
Di tempat Dragon berada, saat semua musuhnya sedang berusaha bertahan dari tarikan formasi itu, Di depannya muncul ribuan simbol simbol atau rune formasi kembali, yang suaranya membuat hati yang mendengarnya teriris, dan merinding karena ngeri
Dret! Dret! Dret!
Zrat! Zrat! Zoom!. dan..
Boom!
"Aaaarrkhh!"
"Aaaaa!"
Bruk! Bruk! Bruk!
"Sialan!. Tempat apa ini?" dimana aku?. Dimana kita?" Teriak seseorang panik, sesaat setelah tubuhnya keluar dan terjatuh di tanah berbatu, sambil meringis kesakitan
"Selamat datang Bergo!. Dan selamat datang juga buat kalian semua!"
"Selamat menyambut kematian kalian di sini!" Ucap Dragon sangat berwibawa sekali
"Siapa kau!?. Kenapa mencampuri urusan ku juga urusan anak buah ku?"Tanya Bergolapati mulai merasa takut
"Bukan siapapun!. Aku hanyalah sebuah suara yang seharusnya sampai pada mu sejak lama!"
"Yaitu kebenaran!. Yang seharusnya kau tahu sejak awal Bison datang!"
"Kau bicara masalah kebenaran. Maka aku akan beritahu sesuatu pada mu."
"Cucu mu itu juga ibunya, mempunyai hubungan yang salah, yang dia sembunyikan dari kalian semua!"
"Dia tidak bisa menyembunyikan hasil kebenaran itu dari ku. Maka hari ini akan aku beritahukan itu pada mu!"
__ADS_1
"Kau tahu nama dari hasil dari perbuatannya itu?"
"Nama hasil dari perbuatannya adalah Merviana!"
"Ya!. Merviana!. Ibu kandung dari cucu mu itu!"
"Dialah penyebab utama semua ini bisa terjadi!"
"Belasan tahun yang lalu. dia telah meracuni pikiran anak kandungnya sendiri. dengan mengatakan bahwa ayahku lah yang telah membunuh ayahnya!"
"Padahal yang sebenarnya terjadi adalah. Dia mati saat bersitegang dengan wanita selingkuhannya itu. dan orang tersebut adalah Jasmine. Mantan istri ayah ku dulu!"
"Karena dialah ayah Bison mati, dan kesalahannya ditimpakan pada ayah ku!"
"Oleh karena itu!. Hari ini aku akan meluruskannya, agar semua orang tahu, bahwa ayah ku tidak bersalah!" Ucap Dragon berapi api
Kemudian menunggu reaksi dari Bison dan Bergolapati. Apakah dia terima atau tidak. Saat dibuka rahasianya selama ini
Namun seperti yang diperkirakan. Bergolapati tidak terima alasan apapun yang dikatakan oleh Dragon tersebut
Dia malah berkata yang mengisyaratkan perlawanan
"Aku tidak mau tahu, dan tidak peduli dengan apapun yang kau ucapkan!"
"Yang aku ingin tahu. Bagaimana kau bisa menarik kami semua ke sini?" Respon Bergolapati tidak senang
"Itu bukan urusan mu Bergo!. Dan kau tidak berhak tahu tentang itu!"
"Yang perlu kau tahu. Jawab pertanyaan ku ini sebelum aku marah!"
"Dari siapa kau mempelajari jurus dan teknik terlarang itu?"
"Apakah kau juga leluhur mu mencurinya dari guru ku?" Jawab Dragon menohok sekali
"Kurang ajar!. Jangan sembarangan kalau bicara!"
"Ilmu apa yang kau maksudkan? dan siapa yang mencurinya?"
"Oleh karena itu, segera kembalikan pada ku. Sebab kalau tidak!"
"Kalau tidak apa?. Apakah kau akan membunuh ku?" Reaksi Dragon langsung pada intinya
"Tepat sekali!. Jadi sebelum kau mati!. Serahkan kitab tersebut pada ku!, agar aku bisa mempertimbangkan, apakah akan membunuh mu atau tidak!"
"Lagipula kau tidak pantas memiliki kitab tersebut!" Jawab Bergolapati sangat menyakitkan hati
"Pantas atau tidaknya, bukan kau yang menilainya. Dan itu bukan wewenang mu untuk menilai ku!"
"Sudah jelas bahwa kitab tersebut milik eyang Prabu. tapi kakek leluhur mu yang serakah itu yang ingin merebutnya!"
"Tapi karena kesaktiannya kalah jauh dari eyang Prabu. maka kakek mu beralih ke buku lain. yaitu kitab Kalamurka, dan berhasil mencuri kitab tersebut!. Serta mempelajari isinya "
"Bukankah begitu Bergolapati?" Jawab Dragon sangat menohok sekali
"Dari mana kau tahu tentang itu? Apakah kau mengarangnya saja, dan berniat menjebak ku dengan cerita itu?" Reaksi Bergolapati tidak terima
"Oh!. Ternyata benar dugaan ku itu!"
"Ternyata moyang mu itulah yang telah mencuri kitab tersebut. Lalu diberikan pada keturunannya. Termasuk pada Tohpati itu, yang kebetulan kitab tersebut merupakan kitab asli."
"Sedangkan yang kau pelajari itu adalah kitab salinannya."
"Benarkan apa yang kukatakan ini Bergo?"
"Kurang ajar!. Ternyata pengetahuan mu sangat luas sekali. Hingga kau bisa menebak cerita yang sebenarnya!"
"Tapi sebagai pewaris sah dari kitab tersebut. aku tidak mau tahu dengan apapun yang kau ucapkan itu!"
"Yang ku tahu!. Kau harus menyerahkan kitab Wahyu Taqwa itu padaku!. Maka perselisihan ini ku anggap selesai." Ucap Bergolapati mau menang sendiri
"Ambil lah kalau kau bisa!" Sambut Dragon penuh tantangan
__ADS_1
"Dasar tak tahu diri dan cari mati!"
"Sudah ku beri kesempatan untuk hidup, tapi malah disia-siakan."
"Sayang sekali!. Usia baru seumur jagung, tapi sudah berani melawan ku!"
"Dasar tak tahu diri!" Reaksi Bergo tidak senang. Kemudian berteriak lantang.
"Anak anak!. Tangkap dia untuk ku!, dan habisi anak buahnya itu!" Ucap Bergo memberi perintah
"Dengan senang hati guru!" Jawab salah seorang anak buahnya patuh
Kemudian memimpin puluhan orang, untuk menangkap Dragon, dan menghancurkan anak buahnya tersebut
Tapi Leon, Jenifer juga yang lainnya, langsung melindungi tuan mudanya, dan membentuk brigade mengelilingi Dragon
"Kalau kalian mau menangkap tuan muda kami, hadapi aku dulu!" Ucap Leon cukup berani
"Siapa takut!. Orang tua seperti mu tidak berarti apa apa bagi kami!. Apalagi buat guru ku itu"
"Kalian hanyalah sekumpulan semut, yang mudah sekali untuk dibunuh!" Jawab orang itu sombong sekali
Kemudian berteriak lantang. "Terima ini!. Teknik pukulan penghancur!"
"Musnahlah!"
"Hiaaaa!"
Whus!
Zeb!..
Blar!
"Ugh!"
"Ha!. Ti ti tidak mungkin!. Bagaimana bisa!?" Teriak seseorang dalam kumpulan orang yang akan menyerang Dragon itu tidak percaya
Seharusnya orang itu sudah mati. Dan jasadnya sudah tidak tersisa lagi!
Tapi ini?. Jangankan mati, terluka saja tidak!
Bahkan pukulan jarak jauh orang tersebut. Buyar dengan mudahnya, hanya dengan sekali kibasan tangan, dan hasilnya sangat mencengangkan sekali
Pukulan penghancur yang dilancarkannya. ditangkis dengan teknik inti pedang, yang sudah sangat dikuasai oleh Leon. Dan hasilnya membuat serangan orang tersebut pecah di udara
"Tidak mungkin?. Padahal tenaga yang ku keluarkan sudah cukup tinggi!"
"Tapi mengapa orang itu masih naik baik saja?. Bahkan dengan mudahnya menghancurkan serangan ku?" Batin penyerang tadi dalam hati
Kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh areal itu, Lalu berhenti pada gurunya, seperti ingin mendapat jawabannya
"Gabung teknik itu dengan Sagara Geni. dan kerahkan seluruh kemampuan mu!"
"Guru yakin dia akan mati dengan cara yang mengenaskan!" Ucap Bergolapati menyemangati murid muridnya
"Mengerti guru!" Jawab murid muridnya patuh
Kemudian bersama sama menyerang Leon, dengan pukulan penghancur, yang digabung dengan pukulan Sagara Geni dengan niat untuk membunuh Leon dengan sekali serang. Lalu..
Whus!
Whus!
Zeb
Zeb!
Boom!
Blar!
__ADS_1
"Argh!"