
Satu minggu kemudian
Apa yang dicita-citakan oleh Dragon sudah menjadi kenyataan. Surat izin usaha pertambangan, atau SIUP, Surat ketetapan hak guna usaha, HGU, Fakta integritas, Studi kelayakan, dan Analisis dampak lingkungan, semuanya sudah ada di tangan Dragon, dan siap digunakan untuk usaha pertambangan
Dokumen dokumen itu, Diurus oleh Emily, bersama dengan tim yang berisikan orang orang yang berkompeten dalam bidangnya
Ada Dion sebagai penanggung jawab. Tuan Birawa sebagai penasehat. Emily sebagai sekretaris, Upasama sebagai dewa kekayaan, dan masih banyak lagi orang orang yang berkompeten, yang terlibat di dalamnya
Mereka anak buah Dion. rata-rata orang yang sudah bekerja cukup lama, dan sangat berpengalaman dalam bidangnya masing masing
Di manapun dan kapanpun mereka ditempatkan, apalagi di posisi yang sesuai dengan bidangnya, maka mereka dengan senang hati menerimanya
Bagi mereka bekerja dengan keluarga Birawa Group, merupakan suatu tantangan. dan selalu menunggu momen baik seperti itu
Jadi saat ditunjuk untuk mendampingi Dragon,di bakal calon usaha pertambangan barunya tersebut, mereka sangat antusias sekali, dan tidak sabar untuk pergi ke sana, walau harus meninggalkan keluarga, karena itu merupakan kewajiban mereka terhadap keluarganya juga
Tapi saat mereka sampai itu, sempat terbersit rasa khawatir di hati masing masing. Karena tempat yang mereka datangi, sebagian besarnya masih merupakan hutan, dengan beberapa bangunan seperti kamp yang bentuknya sudah tua dan sangat usang
Namun mau tak mau, mereka harus menjalaninya juga, karena itu sudah resiko bagi ahli pertambangan. harus bekerja di luar ruangan, dan lebih banyak berada di lokasi pertambangan seperti saat ini
Menyadari semua itu. Mereka jadi sadar diri, bahwa itu sudah merupakan resiko, atas bidang yang mereka tekuni
Jadi mereka menunggu apa yang akan dilakukan oleh tuan mudanya. Dan siap mendukung apapun yang diusahakannya tersebut. Berdasarkan surat surat yang sudah dia terima itu
Didalam surat itu disebutkan, bahwa luas lahan yang boleh digarap, meliputi satu buah gunung. Enam buah bukit, dan satu hutan bukan lindung. Mencakup areal seluas 2.1 juta meter persegi, atau sekitar 200 hektar lebih. Dan bisa ditambah jika studi kelayakan lain terpenuhi
Buat Dragon apalagi Birawa Group, hal tersebut masih terbilang kecil, dan rencananya setelah perusahaan berdiri serta berproduksi, akan diajukan izin izin lainnya
Hal itu Dragon lakukan, karena di tempat tersebut, cadangan emasnya sangat banyak sekali. Begitu juga dengan bahan tambang lainnya
Mereka itu antara lain emas, bauksit, nikel, alumina, bijih besi, emas hitam atau timah, intan dan bahan tambang lainnya, termasuk permata, Rubby, zamrud dan lain lain
Untuk semua itu, Dragon akan mendatangkan belasan smelter, untuk mengolah bahan tambang tersebut menjadi bahan jadi, dan siap dipasarkan jika hasilnya memadai
Maka begitu surat itu datang. Dragon segera memerintahkan pada kaladaksa, untuk mencari, menduplikat serta membawa benda apa saja yang dibutuhkan untuk mengekplorasi serta mengolah bahan tambang tersebut
Hasilnya sangat mencengangkan sekali. Di mana rakyat Kaladaksa berhasil mendatangkan belasan smelter yang berteknologi tinggi, canggih dan berkualitas nomor satu, yang berasal dari berbagai belahan dunia
Pada kesempatan itu, rakyat Kaladaksa, juga mendatangkan perumahan untuk karyawan, yang siap untuk ditempati, lengkap dengan fasilitasnya. Termasuk gudang gudang untuk menyimpan bahan makanan, termasuk air dan alat alat untuk penerangan
Hingga pada hari berikutnya. Di tempat itu sudah berdiri ribuan bangunan yang sangat luar biasa sekali
Ada smelter khusus buat pengolahan bauksit. Smelter untuk bijih besi, alumina, timah hitam, nikel. Termasuk yang paling utama adalah smelter untuk pengolahan bahan baku emas menjadi bahan jadi. Termasuk untuk mengolah intan menjadi berlian. Dan masih ada beberapa smelter lain, untuk mengolah bahan tambang lainnya
Seperti yang sudah-sudah. Setelah mereka bangun itu. di tempat tersebut segera terjadi kehebohan besar
Itu gara gara, bekas anak buah Zabuya, termasuk orang-orang yang dikirimkan oleh Dragon ke tempat itu berteriak histeris, takjub dan tidak percaya dengan apa yang ada di depan mereka
Mereka melihat, bahwa tempat yang sebelumnya merupakan hutan, dengan bukit bukit serta gunungnya yang terjal, serta hancur berantakan, dan banyaknya pohon-pohon besar serta dahan dahan yang berserakan
Sekarang telah berubah menjadi tanah lapang. yang di atasnya berdiri bangunan bangunan yang sangat banyak sekali, dan bangunan itulah yang disebut dengan smelter dan perumahan. Termasuk beberapa unit kantor pertambangan tersebut
Tapi Dragon dan anak buahnya, tidak memperdulikan keheranan orang orang tersebut.
__ADS_1
Mereka malah sibuk berbincang satu sama lain, hingga akhirnya Dragon membuka suara, untuk menenangkan suasana
"Apa yang kita inginkan, sekarang sudah ada di depan mata."
"Masalah bagaimana bangunan-bangunan ini bisa berdiri. Jangan kalian permasalahkan!. Apalagi ditanyakan pada orang lain!"
"Tapi sekedar untuk diketahui, serta menghilangkan rasa penasaran kalian. Sekarang aku tegaskan!. Bahwa akulah yang telah membuat ini semua terjadi!"
"Masalah bagaimana aku membuatnya, jangan kalian tanyakan pada ku!"
"Cukup kalian tahu saja, bahwa semua bangunan ini, adalah hasil kerja ku!" Ucap Dragon mengingatkan
Tak lama kemudian, Dia menyuruh anak buahnya, termasuk pada 121 orang yang dibawa oleh Dion, untuk mengatur posisi bekas pekerja tambang mau mereka letakkan dimana
Namun sayangnya, jumlah mereka tidak begitu banyak. Jika dipekerjakan di belasan macam bahan tambang itu, tentu jumlah segitu sangat tidak mencukupi
Oleh karena itu, Dragon melalui anak buahnya, harus berjibaku mencari pekerja pekerja lainnya di luar tempat tersebut
Jumlah yang dibutuhkan untuk belasan smelter tersebut, berikut dengan pekerja lapangan sangat banyak sekali
Perusahaan tambang baru tersebut, membutuhkan karyawan sekitar 6.000 orang, tidak termasuk karyawan administrasi perkantoran
Oleh karena itu, Dragon meminta pada ayahnya, untuk mencarikan orang orang tersebut, dan didaftarkan sebagai karyawan baru Birawa Group
Mendengar itu, berbondong bondong lah orang datang, untuk melamar pekerjaan tersebut, dan menempati posisi yang mereka inginkan
Dalam sekejap saja, jumlah 6,000 itu sudah terpenuhi, ditambah dengan 250 karyawan yang bekerja di bidang administrasi. Serta mempunyai kemampuan yang cukup mumpuni. Dan mereka siap diberangkatkan kapan saja dibutuhkan
Maka setelah semuanya selesai. Tiga hari kemudian. Dragon menarik orang-orang tersebut, untuk dipekerjakan di perusahaan barunya, dan ditempatkan pada posisinya masing-masing
***
Kini dia telah mempunyai perusahan tambang sendiri. Yang jauh lebih besar dari perusahaan tambang milik ayahnya
Produksinya sangat melimpah. Berkualitas serta bermutu tinggi. Dan cukup untuk memenuhi pangsa pasar lokal maupun dunia
***
Di suatu sore, sekitar pukul 4 petang, Dragon terlihat sedang berbincang serius dengan anak buahnya
Dalam pembicaraan itu dia berkata. "Sisa perjalanan kita hanya tinggal 23 hari lagi. Dan setelahnya kita harus kembali ke kota emas."
"Jadi apakah ada yang ingin memberi saran pada ku, kemana kita setelah ini?" Ucap Dragon sekaligus bertanya
"Izin menjawab tuan muda!"
"Menurut mata mata yang kita sebarkan. Mereka mendapat informasi, bahwa di suatu tempat, masih di provinsi ini. Mereka menemukan penduduknya yang sangat arogan sekali."
"Pantang ada orang baru datang, maka bersiaplah untuk di bully atau diperas."
"Anak buah kita saja mengalami perlakuan itu, dan terpaksa mengalah demi mendapatkan informasi dari mereka."
"Namun sampai sejauh ini, anak buah kita masih aman aman saja di sana. Dan tidak diganggu, karena mereka selalu memberikan jatah buat mereka."
__ADS_1
"Namun yang menjadi pertanyaan. Kenapa perbuatan tidak terpuji itu, seperti di biarkan, dan tak seorangpun yang berani untuk melawan?."
"Jadi menurut mata mata kita, sebaiknya kita pergi kesana, dan menyelidiki penyebab semua itu terjadi." Ucap Burgon cukup panjang sekali
"Cukup menarik dan menantang!"
"Sepertinya bisa memacu andrenalin anak buah ku." Batin Dragon dalam hati
Tak lama kemudian dia bereaksi, dan bertanya pada anak buahnya
"Apakah kalian ingin pergi kesana, dan menghajar orang orang tak bermoral itu?" Ujarnya
"Kami setuju tuan muda!"
"Kapan dan kemanapun tuan muda membawa kami. Kami selalu siap mendampingi anda!" Jawab 50 anak buahnya semangat
"Baiklah!. Kalian memang yang terbaik!"
"Besok pagi pagi sekali, kita akan pergi kesana! dan mengamankan orang orang tersebut"
"Jika ini ada kaitannya dengan ketua kelompok yang telah kita kalahkan itu. Maka mereka tidak boleh dibiarkan!" Jawab Dragon berapi api
Kemudian menerapkan mata elang semesta nya, yang dipadukan dengan mata penerawangan jarak jauh, untuk mencari lokasi keberadaan orang orang tersebut
Dalam sekejap saja, lokasi yang diinginkan oleh Dragon sudah ia temukan, dan aktivitas orang-orang yang ada di dalamnya sangat jelas terlihat
Ternyata orang-orang itu, adalah anak buah dari Bison, ketua kelompok satu yang membawahi sembilan ketua lainnya
Dia sangat marah, saat mengetahui bahwa anak buahnya di tawan oleh Dragon, dan ingin membebaskan mereka semua
Tapi sayangnya, dia tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menyerang Dragon. Lagi pula Bison tidak tahu di mana Dragon berada
Tapi berkat kegigihan anak buahnya, lokasi terakhir teman-temannya, ada di tempat baru yang sangat menghebohkan itu
Namun saat mereka ingin memasuki wilayah baru tersebut, tubuh mereka terpental, dan mengalami cedera yang cukup parah
Mengetahui itu, Bison menjadi murka. Dan berkali-kali mengutus anak buahnya untuk menemui orang yang telah ditaklukkan oleh Dragon
Tapi berkali-kali mereka mencoba. Berkali kali pula mereka gagal. Dan akhirnya mereka terpaksa menyerah, serta mencari cara lain untuk menarik Dragon, agar keluar dari sarangnya
Ternyata apa yang mereka rencanakan itu berhasil. Dan kebetulan pula Dragon memang ingin pergi ke sana
Maka keesokan harinya, Dragon dan anak buahnya, sudah berada di wilayah itu, dan sedang akan mencari keberadaan orang-orang tersebut
Tapi baru tiga langkah mereka berjalan. Terlihat serombongan anak muda, yang dipimpin oleh laki laki seumuran Leon, segera mencegat langkah mereka dengan bertanya. "Berhenti!. Mau apa kalian kesini?"
"Apakah ingin bergabung dengan kelompok Tarantaka, dan menjadi anak buahnya?" Tanya salah seorang dari mereka dengan nada tinggi
"Tarantaka?. Mahluk apa itu?. Apakah itu nama binatang?" Jawab Burgon pura pura tidak tahu
"Kurang ajar!. Beraninya kamu berkata begitu?"
"Tak tahukah kau siapa dia?" Respon Damaji marah
__ADS_1
"Aku tidak peduli siapa dia!. Yang jelas kalian telah mengganggu perjalanan kami!. Dan itu tidak kami terima!" Jawab Burgon tegas dan tidak mau kalah
"Baik!. Aku akan lihat!.Sampai dimana kesombongan mu itu!" Respon Damaji terdengar mengancam