
Tak lama sesudah itu, Dragon memandang ke arah bawah. Dimana puluhan orang yang sejak tadi bersembunyi, terlihat dengan jelas. Walau sebenarnya Dragon sudah tahu keberadaan mereka sejak awal dia datang
Tapi karena masih sibuk menghadapi lawan kuatnya. maka keberadaan mereka dibiarkan saja
Namun setelah musuh musuhnya mati, Dragon punya waktu untuk mengurus mereka. Dan tak mau kecolongan lagi, dari udara itulah Dragon menyerang mereka
Ilmu jari sakti mendapat gilirannya. Lalu...
Slash!
Slash!
Nguing!
Boom!. Boom!
"Argh!"
"Argh!"
Puluhan orang akhirnya menjadi korban. Rata rata dari mereka mati karena serangan itu, termasuk ketua komandan utamanya, dan belasan anak buahnya yang lain
Bukan hanya mereka saja yang di serang, kelompok lain juga ada. Mereka mempunyai niat yang sama, yaitu ingin menyelidiki siapa Dragon, dan kalau punya kesempatan, ingin mencelakainya
Karena tak mau berbuntut panjang, dan kecolongan lagi, terpaksa mereka dimusnahkan semua
Setelah mereka mati. Dragon malah tersenyum sinis, karena kelompok ketiga masih ada, dan bersembunyi diatas awan
Mereka terdiri dari empat orang. Tiga laki laki dan satu perempuan
Pakaian mereka tidak biasa. sepertinya mereka datang bukan dari daratan bumi. Mungkin dari tempat lain
Mereka datang karena tertarik, dengan munculnya fenomena aneh di tempat mereka. Yang menandakan bahwa orang kuat yang menguasai ilmu semesta sudah lahir, dan itu tidak boleh dibiarkan
Jika orang tersebut terus berkembang, bisa menjadi ancaman serius buat mereka. Karena mereka tahu, orang yang telah menjadi kuat itu telah mempelajari ilmu yang berasal dari kitab inti ilmu dunia dan kitab inti semesta. Bahkan mungkin sudah digabungkannya
Jika itu terjadi, keberadaan mereka bisa diketahui oleh orang tersebut, dan tidak mustahil akan mendatanginya
Mencegah hal itu agar tidak terjadi. Raja Kalawana. Penguasa istana langit, mahluk abadi yang tidak bisa mati, musuh bebuyutan Kalapati, murid dari raja Brawijaya, mengutus empat orang jenderalnya untuk menyelidiki tentang fenomena aneh itu
Ternyata apa yang raja mereka takutkan, memang terbukti benar
Mereka melihat seorang anak manusia yaitu Dragon, menggunakan kekuatan yang berasal dari kitab yang selama ini mereka cari
Kedua kitab itu telah menjadi rebutan banyak orang, termasuk orang orang kuat di jamannya dulu. Dan diwariskan secara turun temurun, agar keturunannya mencari kitab itu dan mempelajarinya
Maka setelah pintu teleportasi di tempat mereka terbuka, yang bukan hanya ditempat mereka terjadinya. tapi juga di tempat lain. Mereka berbondong bondong datang, sekedar ingin membuktikan, bahwa legenda yang selalu diceritakan oleh leluhur juga orang orang tua mereka itu benar
Legenda itu mengatakan, bahwa pada masanya nanti, akan lahir seorang pemuda, yang akan menguasai dunia dengan ilmunya itu
Kekuatannya tidak tertandingi, kecuali oleh seorang Kalawana, raja istana langit yang sudah hidup selama ratusan tahun, dan menguasai banyak negara jajahan di atas sana. Itupun kalau dia mampu mengalahkan orang tersebut
Maka sekarang dia mengutus orang orangnya, untuk menyelidiki masalah itu. Jika dugaannya benar, maka raja itu harus bersiap siap untuk menghadapinya
Namun saat mengamati itu. Keberadaan empat orang utusan tersebut, diketahui oleh Dragon, orang yang paling ditakuti oleh raja besar itu, dan nyawa mereka, tergantung dari usahanya sendiri untuk menyelamatkan diri
Jadi setelah tempat persembunyian mereka diketahui, buru buru mereka pergi dari tempat itu, dan kembali ke negaranya
"Tunggulah waktunya!. Aku akan mendatangi kalian!" Ucap Dragon serius. Lalu turun dan menemui orang orangnya
***
"Bagaimana keadaan kalian?. Apakah masih terasa sakit?" Tanya Dragon pada Awan dan yang lain
"Tuan muda!" Reaksi mereka serempak karena terkejut
"Sudah!. Sudah!. Jangan formal begitu!"
"Kalian duduklah!. Aku hanya ingin mengecek kondisi komandan kalian ini!" Ucap Dragon pada anak buahnya
"Terima kasih tuan muda!" Jawab mereka serempak. Kemudian kembali duduk untuk memulihkan kondisinya
Tak lama kemudian Dragon sudah mengobati Awan, Langit dan Bumi juga yang lain. Mereka terluka dalam akibat terkena dampak perubahan Jenifer menjadi Phoenix
Tapi ditangan Dragon. Luka ringan seperti itu sembuh dalam seketika
Setelah selesai mengobati itu, Dragon pun segera berkata. "Perjalanan kita masih panjang. Banyak musuh kuat yang akan kita temui."
"Mereka bukan berasal dari bumi saja, tapi dari tempat lain juga ada."
__ADS_1
"Oleh karena itu, aku akan memberikan kalian satu ilmu, yang bisa membuat level kalian meningkat, dan mampu menghadapi musuh yang berada satu tingkat dari level kalian."
"Tapi bila bertemu dengan musuh yang levelnya cukup jauh, hindari orang itu dan berikan pada komandan kalian."
"Bagian ku adalah yang sudah berada di level puncak." Ucap Dragon memberikan arahan
"Terima kasih tuan muda!" Reaksi anak buahnya serempak, dan tersenyum senang
Awalnya mereka sedih karena komandan Awan, Langit dan Bumi bisa kalah ditangan musuh, yang jauh lebih kuat dari mereka
Tapi begitu Dragon berkata, bahwa dia akan memberikan sebuah ilmu pada komandannya juga pada mereka. Kesedihan itu hilang saat itu juga, dan berganti dengan kegembiraan, serta terhibur karenanya
"Sekarang kalian duduklah! dan terima transferan ilmu dari ku."
"Masing masing akan naik level, setelah ilmu itu masuk ke tubuh kalian. Dan olah lah menjadi sebuah kekuatan, sesuai dengan level yang sudah kalian miliki." Ucap Dragon memberikan arahan
Tak lama sesudah itu. 50 orang pengawal pribadi Dragon sudah siap dengan posisinya, dan siap menunggu transferan ilmu dari tuan mudanya
Tak lama kemudian, Dragon mengirimkan sebuah ilmu langka tingkat langit, yang belum pernah dipelajari oleh siapapun, kecuali oleh dirinya sendiri
Nama ilmu tersebut cukup unik, yaitu Inti Pedang Semesta, yang bisa dipelajari oleh orang yang memahami tentang pedang. Namun bukan pedang itu yang akan digunakan, tapi aura jiwa pedang yang akan menjadi pedang itu sendiri saat digunakan
Dragon yakin bahwa 50 orang anak buahnya itu, bisa menyerap inti pedang semesta tersebut, karena level mereka sudah cukup tinggi. Hanya tinggal dua sampai tiga tingkat saja sudah mencapai level puncak
Saat menerima ilmu tersebut tubuh mereka bergetar hebat, saking kuatnya tekanan ilmu dahsyat itu
Abhicandra adalah orang pertama yang bisa menyerap ilmu baru itu. Disusul oleh Leon, Burgon, Jenifer, Awan, Langit dan Bumi, kemudian disusul oleh yang lainnya
Saat berhasil menyerap ilmu itu, terdengar bunyi teredam dari dalam tubuh mereka. Dan bunyi teredam dari tubuh para pengawal utama itu yang paling jelas terdengar
Boom!
Boom!
"Aku berhasil!"
"Aku juga berhasil!" Teriak Bumi kegirangan. Kemudian Ramai terdengar bunyi teredam dari tubuh tubuh lain. Dan kini semuanya sudah naik level, termasuk Abhicandra
Dia yang biasanya berada di level master metafisika menengah, kini telah naik menjadi master level puncak.atau level langit, Dan sebentar lagi bakal mencapai level leluhur, dilanjutkan ke level baru. Level yang tak diketahui oleh praktisi metafisika seperti Abhicandra itu
Sementara Leon, yang semula berada di level setengah alam langit, kini naik menjadi alam langit, dan sudah benar benar berhak menyandang gelar dewa perang sejati, setingkat dengan Abhicandra
Sedangkan Burgon, Awan, Langit, Bumi dan jenifer, sudah naik ke level setengah alam langit, yang semula berada di level bumi
Mungkin jika mereka giat berlatih, dan terus mengikuti Dragon, level mereka bisa naik dalam waktu singkat
Kini satu jam telah berlalu. Semua anak buahnya sudah menjadi orang baru. Kekuatan mereka sudah semakin kuat, dan tidak ragu lagi bila berhadapan dengan orang sekuat musuh musuh mereka dua jam yang lalu
Setelah itu, Dragon segera berkata. "Sebelum kita melanjutkan perjalanan.Aku ingin lihat, sampai sejauh mana penguasaan ilmu inti pedang itu yang kalian kuasai!"
"Oleh karena itu, aku ingin kakek Abi yang tampil sebagai contoh!" Ucap Dragon Menyadarkan mereka
"Baik tuan muda!" Jawab Abhicandra tanpa ragu ragu lagi
Kemudian memasang kuda kuda kokoh, dan memompa kekuatannya. Tiba tiba dari tubuhnya berpendar aura yang sangat kuat sekali, dan segera berkumpul di tangan kanannya. Membentuk sebuah lingkaran berwarna merah, lalu memecah menjadi beberapa bagian. Dan akhirnya membentuk sepuluh buah pedang yang mengambang di udara
"Inti pedang api, padatkan!"
Boom!
Crack!
Sepuluh buah pedang yang tercipta dari api, bergetar kuat, pertanda ingin segera dilepaskan. Tinggal menunggu tuannya memberi perintah
Tak lama sesudah itu Abhicandra berteriak lantang. "Serang!" Teriaknya memberi komando. Lalu..
Whus!. Whus!
Slash! Slash!
Boom!
Boom!
Batu cadas besar, yang ada di depannya, hancur diterjang pedang api itu, dan membuat batu batu pecahan itu terbang kemana mana
Bukan hanya itu saja yang terjadi. Pohon pohon besar yang ada ditempat itu terpotong rapi. Bahkan ada yang terbakar, dan berubah menjadi abu
Abhicandra yang punya kerja, hanya melongo diam. Dia tidak menyangka, kalau kekuatan inti pedang api itu, bisa membuat tempat tersebut menjadi lapang
__ADS_1
Bagaimana kalau diarahkan pada manusia. Mungkin langsung berubah menjadi debu
Sementara itu. Kawan kawannya yang melihat dampak dari ledakan inti pedang api milik seniornya, hanya bisa melongo diam
Mereka juga tidak menyangka, bahwa kekuatannya sehebat itu. Berarti inti pedang yang mereka kuasai, juga bisa seperti itu
Salah seorang anak buahnya berseru lantang. Untuk mengekspresikan kekagumannya. "Wuah!. Luar biasa sekali!"
"Berarti aku juga bisa seperti itu!" Ujarnya senang
Kemudian memompa kekuatannya, dan melakukan seperti yang dilakukan oleh Abhicandra
Dalam sekejap saja, aura inti pedang tercipta.Tapi bukan beraura api, namun aura angin, dan membentuk pisau dan pedang angin
Orang tersebut menjadi bingung, kenapa inti pedang yang dia buat tidak sama dengan aura pedang milik Abhicandra
Tapi setelah dia merenung, ternyata elemen yang ada dalam tubuhnya adalah elemen angin, dan itu tidak bisa dirubah lagi
Menyadari akan hal itu. Pengawal tersebut segera mendorong pisau dan pedang angin yang sedang mengambang itu, dan segera meluncur ke sasarannya, dan membuat batu batu yang berserakan terangkat, dan membuatnya bersih
Setelah menabrak dinding batu, barulah batu batu kecil itu meledak, dan hancur menjadi butiran pasir
"Hahahaha! Sekarang aku sudah semakin kuat!"
"Menghadapi lawan satu tingkat diatas ku pun aku berani. Apalagi yang berada di bawah ku!"
"Terima kasih tuan muda!" Teriaknya senang. Lalu membungkuk ke arah Dragon, serta berikrar akan selalu setia padanya
Melihat itu, Kawan kawannya pun ikut ikutan memompa kekuatannya, dan segera merilis ilmu inti pedang, sama seperti yang diperagakan oleh temannya
Akibatnya, ditempat itu muncul aura yang saling berlawanan, karena masing masing orang, menguasai elemen yang berbeda beda
Ada yang menghasilkan pedang es. pedang api. pedang air, pedang petir, pedang angin, pedang kilat, pedang singa pedang naga dan masih banyak lagi
Khusus untuk Burgon. aura pedang yang dihasilkannya adalah pedang mata dewa. Yang bisa menembus batu setebal apapun. dan berguna untuk mengetahui apa dan siapapun yang bersembunyi di baliknya
Selain berguna untuk melihat sesuatu. Inti pedang mata dewa itu, juga berfungsi untuk menghancurkan benda apa saja yang ada didepannya. Mirip seperti laser, yang mampu menghancurkan benda sekeras apapun
Menyadari itu Burgon menjadi senang, dan mengucapkan terima kasih pada tuan mudanya, serta bersumpah akan selalu setia pada Dragon
Lain halnya dengan Awan.Inti pedang yang dihasilkannya, berupa panah kabut, yang bersifat korosif. Gerakannya sangat cepat sekali
Jika itu terkena orang, pasti langsung hancur, dan tidak tersisa apa apa lagi
Dragon saja terkejut, karena Awan berhasil mengendalikan zat yang sangat merusak itu. Begitu juga dengan Langit dan Bumi, termasuk Jenifer, Burgon, Abhicandra dan lain lain
Jika salah bawa. Kekuatan itu akan membawa kehancuran besar bagi umat manusia
Beruntung awan orang baik. yang berpegang pada prinsip, bahwa sekali setia akan tetap setia, dan selamanya tetap setia
Mengetahui itu, Dragon jadi sedikit lega. Begitu juga dengan yang lain
Sementara itu, Langit sedang mencoba kekuatan inti pedangnya, yang berbentuk piringan emas bergerigi, dan selalu berputar sesuai dengan kehendaknya
Jumlahnya ada enam. dan seluruhnya patuh pada perintah Langit
Benda mirip Cakra atau panah bundar itu bisa diubah sesuai dengan keinginan tuannya
Bisa diubah menjadi pedang, tombak, perisai, panah, senjata api dan masih banyak lagi
Pokoknya Langit sekarang sudah menjadi satria piningit, yang dilengkapi dengan senjata spritual tingkat dewa. dan rasanya sulit dicari tandingannya
Sedangkan Bumi dan Jenifer lain lagi. Bumi memperoleh senjata inti pedang berupa benteng tanah, yang tidak akan hancur walau diterjang senjata nuklir
Bukan tanah sembarang tanah, tapi benda itu terbuat dari material seluruh benda bumi, digabung dengan benda langka berasal dari langit
Jika digunakan bisa melindungi orang satu kota. Dan itu sangat bagus sekali bila ada serangan yang datang
Selain berfungsi sebagai benteng pertahanan. Benda itu juga berfungsi sebagai senjata, yang bisa menembakkan peluru dari dalamnya, juga bisa berubah menjadi seribu pedang
Bisa untuk mengurung orang, binatang dan lain lain
Sementara Jenifer lain lagi. Aura inti pedang yang keluar dari tangannya, adalah bola bola api, yang bisa ditembakkan pada musuh, dan akan menghasilkan ledakan yang dahsyat sekali
Bukan hanya itu saja fungsinya. Inti pedang yang dihasilkannya, dapat membakar benda padat seperti batu, besi, tanah, logan, baja dan lain lain
Pokoknya Jenifer sekarang, sudah menjadi pendekar wanita yang super bisa, super sakti dan super cantik. Hingga membuat pengawal pengawal yang masih bujang. kesemsem karenanya
Setelah semuanya selesai memperagakan ilmunya. Dragon langsung berkata.
__ADS_1
"Mari kita lanjutkan perjalanan!.Karena masih banyak tempat yang harus kita kunjungi!" Ucap Dragon mengagetkan mereka
Siap tuan muda!" Jawab mereka serempak, dan berkelebat mengikuti tuan mudanya