Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Kota belum bernama


__ADS_3

Krak!. Krak!


Boom!. Kretek,


Slash. Dhuar!


Bunyi aktifitas puluhan ribu pekerja, praktisi elemen, tentara, dan lain lain, saat mencabut, menebang menimbun, serta menghancurkan apa saja yang tumbuh dan berdiri di sepanjang tepian sungai itu, untuk dijadikan jalan baru dan merapikannya


Dalam sekejap saja. Tepian sungai itu sudah bersih dari pohon, akar dan ranting.juga bangunan lain yang bentuknya sudah sangat usang dan perlu dibersihkan. Begitu juga dengan aliran sungainya. Semuanya tampak terang, bersih dan lapang


Setelah regu pertama selesai dengan pekerjaannya. Giliran regu kedua pula yang menimbun serta merapikan bakal jalan yang baru dibuka itu


Sementara regu ketiga, memasang batu batuan besar disepanjang tepian sungai tersebut, dan terlihat sangat kokoh sekali


Hanya dalam lima jam. Tepian sungai yang dulunya penuh dengan pepohonan, ranting, kayu kayu lapuk, dan bangunan bangunan berbahan kayu. kini telah menjadi tanah lapang


Lahan yang dibuka oleh mereka seluas 50 meter di masing masing sisinya, dan sudah dibentuk menjadi jalan, serta sudah dikeraskan dengan menggunakan material yang tidak dikenal oleh bangsa manusia


Setelah jalan itu selesai, kini giliran memasang delapan buah jembatan penghubung di tepian sungai tersebut


Selama empat jam mereka melakukan itu. Dan kini jembatan penghubung beserta jalannya yang diinginkan oleh Dragon telah selesai dikerjakan


Pada waktu yang sama ditempat lain. Terlihat belasan ribu pekerja, sedang menyelesaikan pekerjaannya, membuat rumah tempat tinggal, yang bentuknya sangat elegan sekali


Hanya dalam waktu enam jam. Lebih dari 3.550 unit rumah sudah selesai dikerjakan. Dan kini tinggal memolesnya saja dengan pewarna, yang lagi lagi tidak pernah dijumpai di dunia manusia


Ditempat lain juga dalam waktu yang bersamaan. Lebih dari 5 ribu pekerja sedang mengerjakan lahan pertanian, serta langsung menanaminya dengan padi dan lain lain


Kaladaksa benar benar menepati janjinya, untuk membantu Dragon menyelesaikan proyeknya


Agar pekerjaan itu cepat selesai. Dia mengerahkan lima ratusan ribu pekerja, yang terdiri dari ahli bangunan, ahli tata letak kota, ahli bebatuan, ahli pertanian, ahli elemen tanah, ahli pengairan dan masih banyak lagi ahli ahli lain yang turut berperan dalam kerja satu malam itu


Bahkan apa yang tidak diminta oleh Dragon. Kaladaksa melakukannya


Satu diantaranya itu adalah memindahkan empat buah gunung dan danau danau besar, serta di tempatkan ditengah tengahnya, agar bisa digunakan untuk menghasilkan listrik


Itu semua dilakukan olehnya sendiri, dengan dibantu oleh tujuh ribu delapan ratus tentara, dengan latar belakang ilmu yang berbeda beda. Dan pekerjaan berat itu diselesaikan hanya dalam waktu tujuh jam saja


Kini setelah berlangsung hampir semalaman. Semua pekerjaan itu telah selesai dikerjakan. padahal subuh masih lama waktunya


"Lapor tuan!. Semua yang tuan inginkan sudah kami kerjakan!"


"Kini silakan tuan perintahkan. apa yang harus kami kerjakan lagi?" Ucap Kaladaksa saat memberikan laporan pada Dragon


"Ini sudah lebih dari cukup, bahkan sangat luar biasa sekali!"


"Aku hanya meminta membuka jalan, tapi kalian malah memadatkannya dan siap pakai pula."


"Bahkan yang tak kuduga, kalian juga memasang batu batu di sepanjang tepian sungai itu, hingga membuatnya tampak rapi."


"Ditambah dengan adanya delapan jembatan itu, semakin membuat pekerjaan kalian menjadi sangat luar biasa!" Ucap Dragon senang tiada tara


"Itu belum apa apa tuan!" Masih ada yang belum tuan lihat, yaitu selesainya rumah rumah yang tuan minta itu."


"Di bagian lain juga tuan belum lihat, bahwa tempat ini sekarang sudah menjadi kota, lengkap dengan bangunan bangunan penunjangnya."


"Di sisi timur tuan harus lihat juga, yaitu lahan pertanian semuanya sudah selesai ditanami."


"Bahkan apa yang tuan minta untuk kami kerjakan, sudah selesai seluruhnya."


"Dua bangunan yang hilang itu sudah kembali ke tempatnya, dan tidak berubah sedikitpun tata letaknya."


"Tapi yang terpenting dari semua itu adalah, kami sudah memindahkan empat buah gunung serta danau danaunya, agar tuan bisa menjadikannya sebagai tempat untuk menghasilkan listrik, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia."


"Dan masih banyak lagi yang sudah kami buat, demi bakti kami kepada anda."


"Semoga tuan senang dengan pekerjaan kami ini." Jawab Kaladaksa terdengar bangga


"Luar biasa!. Ternyata kalian sangat bisa diandalkan!"


"Tidak sia sia aku mendapat pengikut baru seperti kalian!"


"Ternyata kalian sangat berguna sekali bagi ku" Respon Dragon benar benar senang


"Sekarang katakan!. Apa yang kalian minta dari ku?. Sebagai tanda terima kasih ku pada kalian?" Tanya Dragon tiba tiba


"Kami tidak berani meminta tuan. Karena ini adalah bentuk kesetiaan kami pada tuan!"


"Apa yang ada ini adalah kewajiban kami untuk membantu tuan!" Jawab Kaladaksa tulus

__ADS_1


"Baiklah!. Karena kau tak mau meminta. Maka setelah ini, aku akan memagari kerajaan kalian dengan array pelindung, agar tidak diganggu oleh siluman lain!"


"Mudah mudahan dengan hadiah kecil ini, kalian akan suka." Ucap Dragon terdengar sedang menyenangkan hati pengikutnya


"Terima kasih tuan!. Dengan adanya formasi seperti itu di tempat kami. Hamba yakin kerajaan kami akan selalu aman."Reaksi Kaladaksa juga senang


***


Keesokan harinya, saat matahari sedang keluar dari peraduannya


Seluruh penghuni yang ada di tempat baru itu, kecuali Dragon dan Abhicandra, serta belasan pengawal elit, dibuat terpana oleh pemandangan, yang terpampang didepan mata mereka


Tempat yang biasanya lapang, dan hanya ada tenda, serta beberapa bangunan, yang sudah maupun yang belum selesai, Kini telah berubah menjadi kota, bukan kampung lagi


Bahkan dua jalan baru disepanjang tepian sungai itu juga ada, Dihiasi dengan delapan buah jembatan serta lampu lampu yang banyak sekali


Bukan hanya itu saja yang membuat warga tempat baru itu terpana. Tempat yang kemarin masih merupakan hutan dan tanah lembek, kini sudah berubah menjadi kota


Entah bagaimana ini bisa terjadi, dan siapa yang melakukannya. Asumsi sementara tertuju pada Dragon, dan tidak mungkin orang lain


***


Sementara itu ditempat lain, puluhan pekerja yang biasanya menggarap lahan pertanian, dibuat melongo oleh pemandangan yang ada di depan mata


Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya hamparan padi yang tumbuh subur, dan tak lama lagi kemungkinan sudah bisa berbuah


Bukan hanya itu saja yang membuat mereka terdiam. Ditempat lain juga terdapat sayur sayuran, dan tanaman tanaman lainnya


Daun daunnya yang menghijau, menandakan bahwa tumbuhan tersebut tumbuh subur, dan cukup nutrisinya. Kemungkinan tidak lama lagi sudah bisa dipanen


Itu semua buat mereka, adalah suatu keajaiban, dan belum pernah terjadi sebelumnya


***


Satu jam kemudian, sekitar pukul delapan setengah pagi, Dragon mengumpulkan semua pengawalnya untuk diberi arahan. Tapi bukan di tendanya lagi, namun sudah menempati bangunan permanen


Saat itu Dragon terlihat sangat gembira sekali. Itu terlihat dari senyumnya yang terus mengembang


Anak buahnya yang melihat itu juga turut senang, karena suasana hati tuan mudanya sedang sangat baik


Tak lama setelah semuanya berkumpul, Dragon segera membuka suara. "Besok atau lusa, aku akan melanjutkan perjalanan."


"Kelompok pertama akan ikut dengan ku. Mereka terdiri dari kakek Abi. Leon, Jenifer Burgon, Awan, Langit dan Bumi. Ditambah dengan 43 orang pengawal tingkat satu."


"Sedangkan paman Robin, Rudolf, Angin, Kilat dan Petir. Aku tugaskan untuk tetap berada disini, untuk membantu saudara James, Shio Lung dan Erisha dalam menyelesaikan tugas nya."


"Kalian akan didampingi oleh anak buah Eric, ditambah dengan pengawal pengawal lainnya."


"Seratus pengawal tingkat dua dan tiga, juga tetap berada disini, sampai ada perintah untuk pulang."


"Tugas kalian adalah untuk mengawasi, mendata serta menempatkan orang orang itu pada rumahnya masing masing."


"Selain itu khusus untuk James, Shio Lung dan Erisha. yang menempati kelompok empat."


"Aku tugaskan untuk mempromosikan tempat ini, pada pengusaha yang ada di kota atau ditempat lain, agar mau membuka usahanya di sini."


"Berlakukan sistim sewa atau beli, atas bangunan bangunan pertokoan yang ada di tempat baru ini."


"Beri tax holiday selama tiga tahun, agar mereka semangat dalam mengembangkan usaha disini."


"Nanti setelah semuanya berjalan lancar, baru mengenakan pajak penghasilan pada mereka." Ucap Dragon cukup banyak juga


"Khusus untuk seribu orang itu" Sambung Dragon terputus


"Beri mereka pilihan, apakah mau membuka toko atau kerja di bagian lain."


"Jika ingin membuka toko, beri mereka modal pinjaman tidak mengikat, yang akan jatuh tempo setelah 10 tahun."


"Sedangkan yang memilih kerja ditempat lain, berikan mereka pelatihan, agar mempunyai skill yang bisa diandalkan."


"Aku mau semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang aku inginkan." Ucap Dragon saat membuka pertemuan lengkap tersebut semangat sekali


"Mohon izin bertanya tuan muda!!" Ucap Robin bersikap sopan


"Silakan paman!. Utarakan apa yang belum dipahami." Jawab Dragon tegas


"Menurut laporan dari anak buah Burgon. disebelah utara dari tempat ini, ada gunung gunung besar, lengkap dengan danau danaunya."


"Bahkan ditempat itu, sudah ada bendungannya, yang siap digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air."

__ADS_1


"Apakah itu termasuk bagian dari keajaiban semalam?" Tanya Robin ingin tahu


"Ya!. Paman benar!. Pengikut baru ku yang telah membuatnya."


"Hari ini aku ingin bendungan itu, sudah bisa difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air, karena semua perangkat pendukungnya sudah disediakan oleh mereka."


"Kita hanya tinggal menghubungkannya saja dengan jaringan yang sudah ada disini."


"Aku yakin pekerjaan itu akan selesai dalam satu hari." Jawab Dragon berterus terang


Kemudian melamun dan membatin sendiri dalam hati. "Entah bagaimana cara serta darimana Kaladaksa mendapatkan alat alat itu."


"Mungkinkah dia mengambil nya dari tempat lain, dan memindahkannya kesini?" Batinnya merasa penasaran


Yang herannya Dragon sendiri tidak bisa merasakan, walaupun sudah mengirimkan aura kesadarannya, pada asal usul bendungan juga peralatannya itu


Yang ia tahu bendungan itu sudah siap pakai. Tinggal menghubungkannya saja dengan empat buah gardu besar, yang terpasang tak jauh dari kota baru tersebut


Itu semua membuat Dragon ingin menanyakannya pada Kaladaksa, saat bertemu nanti


"Karena kalian sudah mengetahuinya. Maka aku tugaskan pada kelompok empat, untuk menfasilitasi apa yang sudah disediakan oleh orang orang ku di sana! "


"Hari ini aku ingin melihat listrik ditempat ini menyala, tanpa menggunakan mesin diesel lagi!" Ucap Dragon tegas


"Hari ini aku angkat paman Robin, untuk menjadi ketua ditempat ini."


"Dibantu oleh Rudolf, Eric, dan ratusan pengawal yang sengaja aku tempatkan disini."


"Untuk tempat kalian mengatur keamanan, dan semua yang berhubungan dengan kota baru ini. Gunakan gedung ini, dan jadikan sebagai kantor kalian."


"Mengenai orang orang itu, beri mereka kesempatan untuk berlatih, agar bisa membantu kalian menjaga keamanan kota ini."


"Aku ingin semua berjalan sebagaimana mestinya!" Ucap Dragon berapi api, saat memberikan arahan pada anak buahnya


***


Tujuh setengah jam kemudian. Apa yang diharapkan oleh Dragon telah menjadi kenyataan


Pembangkit listrik tenaga air, sudah bisa difungsikan, dan siap digunakan untuk kemaslahatan umum


Semua yang ada disitu menjadi senang .Termasuk Dragon sendiri. Dia tidak menyangka bahwa pengikut barunya itu, bisa melakukan pekerjaan yang menurut orang lain tidak mungkin


Tapi ditangannya, apa yang tidak mungkin telah menjadi mungkin, dan sudah pula menjadi kenyataan


Oleh karena itu Dragon memutuskan, Untuk menemui pengikut baru itu, untuk menanyakan prihal dari mana dan bagaimana dia bisa melakukan itu


***


Sementara ditempat lain, saat penduduk kampung ditepian sungai terbangun dari tempat tidurnya


Mulut mereka dibuat melongo, oleh pemandangan luar biasa yang ada di depan mata


Sungai yang biasanya penuh dengan berbagai macam bangunan berbahan kayu di tepiannya, kini telah menjadi bersih, dan sudah dibuat jalan baru pula


Atas kejadian langka tersebut, mereka beramai ramai ingin mengetahui siapa yang telah melakukan itu, dan bagaimana bisa hal tersebut bisa terjadi


Dengan rasa keingintahuan yang tinggi. Mereka menyusuri jalan itu. Untuk memastikan kebenaran ceritanya


Ada yang pergi menggunakan kendaraan bermotor, mobil, sepeda, bahkan ada yang menggunakan sampan, perahu, kapal barang dan lain sebagainya


Tapi sayang. Jarak yang ditempuh sangat jauh, hampir sejauh 125 kilometer, jika di ambil start dari jembatan besar itu


Namun bila diambil start dari kampung pertama Dragon datang, jaraknya hanya sekitar 45 kilometer saja. Dan bagi mereka menempuh jarak segitu, sangat mudah dilakukan


Mereka pun memutuskan untuk langsung melihat pusat keramaiannya


Bukan hanya orang orang kampung itu yang dibuat penasaran. Orang orang penting di kota itupun pun merasa demikian


Berbekal otoritas mereka di kota itu. lebih dari 200 orang memutuskan untuk pergi ketempat tersebut, dan melihat apa yang sebenarnya terjadi, serta siapa yang melakukannya


Tapi sayang. Begitu sampai di batas tanah milik Dragon, mereka tidak bisa memasukinya, dan tidak ada siapapun yang bisa menolong mereka untuk masuk


"Bagaimana ini jendral!. Tempat ini tidak bisa dimasuki secara sembarangan!"


"Mungkin pemiliknya belum mau diganggu, karena sedang mengatur segala keperluan di tempat baru ini."


"Lebih baik kita pulang saja dan datang kembali besok!" Ucap kepala daerah itu pada kepala satuan salah satu tentara nasional


"Baiklah!. Kalau begitu kita pulang, dan besok kita datang lagi kemari!" Jawab Jendral itu setuju. Kemudian mempersilahkan kepala daerah itu untuk memasuki mobilnya

__ADS_1


__ADS_2