
"Jendral Subakti!.Ternyata itu kau! Selamat datang!"
"Ada angin apakah hingga membuat mu terdampar di kampus ini?. Apakah anginnya terlalu kuat, dan kau tidak mampu mengendalikan kemudi di kapal mu?" Respon Atmajaya jelas jelas keheranan
"Ah!. Aku hanya lewat saja dan mengunjungi seseorang!"
"Kebetulan aku ingin menyelidiki seseorang, yang telah membuat putri ku jatuh cinta, dan menganggapnya sebagai dewa yang harus didapatkan!" Jawab orang yang bernama Subakti itu berterus terang
"Siapa dewa yang anda maksudkan itu jenderal?. Apakah ada salah seorang diantara kami?" Tanya Atmajaya sekali lagi, dan belum juga mengerti serta menyadari keadaan
"Hahahaha!. Orang yang aku maksudkan adalah pemuda itu. bukan kalian!"
"Dia telah bersalah kepada anakku, karena sudah berani membuatnya takluk, dan berhasil menghilangkan penyakitnya!"
"Oleh karena itu aku ingin menangkapnya, sebagai ucapan terima kasih, dan akan memberikan hadiah besar padanya!" Jawab jenderal Subakti terdengar bercanda
"Menangkap tapi memberikan hadiah?. Tolong jelaskan lebih rinci jenderal, agar kami tidak tersalah langkah?" Respon Atmajaya masih juga belum mengerti
"Tenang sahabatku!. Aku hanya bercanda saja!"
"Barusan aku mendapatkan kabar dari putri semata wayang ku. bahwa ada seorang pemuda jenius yang telah berhasil menyembuhkan penyakitnya."
"Padahal sudah banyak dokter ahli yang ia temui, tapi penyakitnya tidak kunjung sembuh juga."
"Namun begitu berhadapan dengan pemuda itu, entah bagaimana caranya penyakit putriku mendadak hilang, Dan setelah dicek oleh tenaga medis, memang terbukti penyakitnya itu sudah tidak ada."
"Bukankah itu sangat luar biasa?. Oleh sebab itulah aku datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih padanya, serta memberikannya hadiah yang sangat besar!" Jawab jendral Subakti cukup lancar
"Maksudmu mahasiswa baru ini yang telah menyembuhkan anakmu?. Apakah yang kau maksudkan itu dokter Nara?" Ucap profesor Tama datang menyela
"Benar senior Tama!. Putriku bernama Nara Sasmita. Dia saat ini sedang menempuh pendidikan pascasarjana nya, untuk mengambil spesialis urologi, yang senior Tama sebagai gurunya!"
"Jadi begitu mendapatkan kabar tersebut, aku bergegas keluar dari markas, dan langsung pergi ke sini. Lalu pergi ke kantormu. Tapi kau tidak ada di sana."
"Setelah bertanya sana-sini, menurut pegawai mu kau sedang berada di ruangan rektorat, maka aku langsung ke sini."
"Tidak disangka begitu aku mau sampai di depan pintu, aku mendengar serta melihat ada keajaiban yang sangat luar biasa. di mana seorang Dorman yang terkenal killer itu berlutut di kaki anak itu, dan memintanya menjadi guru."
"Bukankah itu peristiwa yang sangat langka?"
"Jarang bahkan belum pernah ada peristiwa seperti itu, dimana orang yang lebih tua meminta dia menjadi muridnya?"
"Ditambah lagi, belum pernah aku dengar atau melihat, ada orang mengobati hanya dengan cara menyentuhnya saja. Kalau bukan kemampuan dewa apa itu namanya?" Jawab jenderal Subakti apa adanya
__ADS_1
"Bukankah begitu saudara menteri?" Jawab dan tanya jenderal Subakti apa adanya. Sambil menyapa sahabatnya itu
Roman wajahnya terlihat sangat senang, dengan senyum sumringah yang ada di bibirnya. Lalu tak lama kemudian dia berkata kembali. "Jadi tolong kenalkan aku pada pemuda jenius itu. Aku ingin berkenalan dengannya." Ucapnya lagi
"Ah tidak, tidak!. Biar aku sendiri yang menghampirinya!" Ucap nya lagi
Kemudian berjalan mendekati Dragon dengan langkah pasti. Sesampai di sana dia langsung berdiri tegap, dan memberi hormat kepada Dragon sebagai sikap seorang satria pada umumnya
"Apa kabar anak muda?. Kenalkan, aku Subakti. ayah dari dokter muda yang telah kau selamatkan."
"Aku datang ke sini karena ingin mengucapkan terima kasih, dan memberikanmu hadiah yang besar!" Ujar jendral Subakti masih dalam sikap tegaknya
"Apa yang anda lakukan jenderal?" Sungguh anda tidak pantas berbuat seperti itu pada mahasiswa baru sepertiku!"
"Anda jangan terlalu sungkan padaku jendral!. Aku hanya kebetulan bisa menyembuhkannya."
"Jika lain kali dia sakit lagi, aku mungkin tidak bisa menyembuhkannya. karena keberuntungan tidak datang dua kali." Respon Dragon tidak enak hati
"Hahahaha!. Kalian dengar itu?. Anak ini sangat pandai bicara, rendah hati pula. padahal sebenarnya orang ter jenius yang pernah ada!"
"Sungguh aku merasa kecil dihadapannya!"
"Sekarang katakan!. Apa yang kau inginkan?. Aku pasti akan memenuhinya!" Ucap jendral Subakti dengan ekspresi senang
"Aku tidak membutuhkan apa apa jenderal. Yang aku butuhkan adalah kepastian. Yaitu kapan aku bisa keluar dari sini?. karena masih banyak kesibukan diluar yang harus aku selesaikan!" Jawab Dragon diluar dugaan
"Atau ada sesuatu yang sedang kalian rencanakan?"
"Kalau itu yang terjadi. Maka aku orang pertama yang akan memasang badan, dan yang akan menuntut kalian karena sudah menghalangi gerak orang yang paling berjasa dalam keluargaku!" Ucap Subakti mencengangkan
Kemudian memandang ke arah Dorman, yang masih tetap setia berlutut di lantai. Dia tetap tidak mau bergerak dari tempat itu, walau apapun yang terjadi, sebelum Dragon mau mengangkatnya sebagai murid
"Saudara Dorman!. Untuk apa lagi kau berlutut seperti itu?. Bangunlah!. Jangan mempermalukan dirimu sendiri!"
"Anak jenius itu tidak mau mengangkat mu sebagai murid, karena dia merasa itu tidak pantas. Lagian dia lebih pantas menjadi cucumu!" Ucap jenderal Subakti blak-blakan
"Maafkan aku jenderal!. Kalau master muda ini belum berucap, dan menyuruhku untuk bangkit, serta menerima ku sebagai murid, maka aku tetap akan berlutut di sini!" Jawab Dorman tetap kekeh dengan pendiriannya
"Anak muda!. Bagaimana pendapatmu?. Nampaknya tekadnya terlalu kuat. Sepertinya kau harus menerimanya sebagai murid. Tapi aku tidak tahu murid apa yang dia maksudkan?" Reaksi Subakti tidak paham
"Pak Atma, bagaimana ini?. Apa yang harus aku lakukan?. Mungkinkah itu bisa terjadi dalam dunia serba digital seperti ini?" Ucap Dragon ragu ragu
"Terima saja untuk sementara waktu. Nanti setelah dia lupa, tinggalkan saja dia!"
__ADS_1
"Dia terlalu senang karena penyakitnya sudah sembuh."
"Kau tahu Mahesh!. Setelah pulang dari kerja, dan ketika malam, kondisinya sangat mengenaskan. Dia selalu berguling-guling di lantai, dan setelah mendapatkan pertolongan baru bisa tenang."
"Tapi tidak disangka, hari ini kau datang sebagai dewa penolongnya. Oleh karena itu dia langsung menganggap mu sebagai gurunya. Jadi terima saja!" Jawab profesor Atmajaya memberi dukungan
"Baiklah pak Dorman!. Aku bersedia menjadi gurumu. Tapi hanya sebagai partner saja!"
"Pak Dorman dulunya adalah seorang dokter spesialis, yang sekarang menjabat sebagai kepala jurusan. Aku sedikit bisa mengajarimu tentang ilmu-ilmu pengobatan. Hanya itu saja yang bisa aku lakukan untuk saat ini." Ucap Dragon menegaskan
"Terima kasih master!. Anda sungguh orang baik. Sekali lagi aku menyatakan takluk padamu." Respon Dorman dengan ekspresi senang. Kemudian bangkit dari berlutut nya, serta langsung menyalami Dragon
"Bagus! Bagus!. Itu baru master sejati!"
"Masih muda sudah se jenius ini, ahli pengobatan lagi!"
"Bagaimana jika kau memindai tubuhku?. Apakah ada sejenis penyakit didalamnya?" Ucap Subakti terdengar tulus
"Tidak bisa!. Dia harus mengobati ku dulu. Setelah itu baru kau!"
"Aku duluan yang dipindai nya!" Bantah Atmajaya tidak terima
"Ehm!. Ini balai pengobatan atau kampus sih?"
"Bukannya menetapkan dengan memberi gelar dokter istimewa pada pemuda ini. malah berebut ingin diobati?. Memalukan saja!" Ucap menteri pendidikan ikut meramaikan. Padahal sebenarnya dia juga ingin diobati oleh Dragon karena Dragon sudah mengetahui jenis penyakitnya, dan itu suatu saat nanti pasti akan ia lakukan
"Jangan salah pak menteri!. Kau belum tahu bagaimana hebatnya anak ini?"
"Terus terang saja, penyakit ku yang sudah kronis pun bisa ia sembuhkan hanya dalam waktu beberapa detik."
"Lihatlah aku!. Tubuhku sekarang sudah segar bugar. Tidak menderita inkontinensia lagi. dan istriku juga sudah memuji ku malam tadi." Bantah profesor Tama tidak malu malu
"Benarkah apa yang kau katakan itu profesor Tama?. Apakah kau menderita penyakit itu?. Tapi Kenapa aku tidak tahu?" Reaksi Atmajaya seakan tidak percaya
"Pak rektor tenang saja!. Tadi ku lihat dia juga berbisik padamu. pasti ada sesuatu yang dikatakannya. Terus terang saja jangan malu-malu."
"Jika ingin mendapatkan pengobatan darinya, maka berbaik-baiklah dengannya bagaimana?" Jawab profesor Tama to the poin saja
"Saudara-saudara sekalian!. Di depan kita ini ada manusia ter jenius di sejagat raya. Bagaimana kalau kita meminta pertolongan darinya?"
"Masalah gelar sudah aku tetapkan. Mulai saat ini gelarnya adakah dokter istimewa, atau boleh kita tambahkan lagi dengan sebutan Tabib Semesta!" Ucap profesor Atmajaya mengumumkan
Prok! Prok! Prok!
__ADS_1
Terdengar tepukan bertalu-talu di aula pertemuan yang luas itu. Semuanya senang, karena akhirnya Dragon mendapatkan gelarnya juga
Tidak tanggung-tanggung. Gelarnya adalah dokter istimewa, dan ditambah lagi dengan sebutan tabib semesta. Hanya ada satu manusia yang mendapatkannya, dan itu adalah Dragon Sang Naga Dunia