Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Hari pertama yang bermasalah


__ADS_3

Satu hari kemudian. Kelompok yang dipimpin oleh Abhicandra, dan tiga komandan utama. Burgon, Robin dan langit, dengan wakilnya Awan, Bumi, Eric serta Rudolf, telah berangkat ke tempat yang ditentukan


Daerah pertama yang mereka tuju, tentu saja propinsi. SS itu, kemudian dilanjutkan ke propinsi lainnya


Untuk menghemat waktu. Dragon memutuskan membawa mereka dengan menggunakan Wahyu Taqwa, dan mendaratnya ditempat yang tidak ada orang sama sekali


Hal itu dilakukan agar kedatangan mereka tidak menimbulkan spekulasi, dan membuat heboh tempat tersebut. Selain itu, mudah bagi mereka untuk menyesuaikan keadaan


Ditempat itu, Dragon meminta agar anak buahnya berganti pakaian. Terutama Abhicandra dan tim nya itu, termasuk dia sendiri


Sedangkan yang lain sudah memakai pakaian harian sejak berada di kota emas, kecuali Burgon, Robin, Awan Langit, Bumi, Rudolf dan Eric


Setelah semua persiapan dianggap selesai. Dragon meminta mereka untuk bergerak, menuju titik Koordinat yang ditentukan


Tentu saja mereka tidak pergi secara bergerombol, tapi secara berpencar, dan terdiri dari lima sampai enam orang


Agar penyamaran mereka tidak diketahui dan mencolok. Dragon memasang pelindung ditubuh mereka masing masing, agar auranya disamarkan, dan terlihat seperti penduduk tempatan


Menurut penerawangan Dragon.Tempat yang akan mereka tuju, memang tempat kelompok kecil itu bersarang. Tapi sebenarnya lokasi persisnya berada di seberang sungai


Tapi karena belum terbukti benar, Dragon memerintahkan agar mereka berbaur, dan pura pura mengenal mereka, agar mudah mencari keterangan


"Sekarang semuanya berpencar!. dan kembali ke titik koordinat yang sudah ditentukan."


"Kembali ke penginapan atau hotel, yang akan diurus oleh anak buah Burgon."


"Kabarkan jika menemukan kejanggalan. Segera kabarkan pada komandan kalian, agar diambil tindakan!"


"Untuk misi kali ini, aku dan tim ku tidak akan terlibat secara langsung, tapi akan terus memantau aktifitas kalian melalui aura kesadaran ku"


"Sementara untuk tim yang terdiri dari 30 orang, lakukan tugas kalian, dan bersihkan lokasi yang akan aku datangi." Ucap Dragon saat memberikan arahan


"Kami siap tuan muda!" Jawab seluruh anak buahnya serempak. Kemudian berpencar, dan menuju titik koordinat yang ditentukan


Setelah mereka pergi, Dragon bertanya pada Abhicandra. "Lokasi mana yang duluan kita datangi kakek Abi?.


"Apakah ke kampung yang berada di sebelah utara sungai itu?" Ujarnya bertanya


"Benar tuan muda!. Karena kakek melihat, bahwa di daerah tersebut, kondisinya sangat memperihatinkan sekali."


"Banyak diantara penduduknya, terdiri dari kaum lemah, dan berpenghasilan rendah."


"Cocok sekali jika tuan muda ingin membantu mereka." Jawab Abhicandra menguatkan


"Baiklah kalau begitu!"


"Sudah diputuskan, bahwa lokasi pertama yang akan kita datangi, adalah tempat itu."


"Kalau begitu, tunggu apa lagi?. Ayo kita berangkat!" Reaksi Dragon senang


***


Satu jam kemudian


"Silakan dinikmati hidangannya tuan tuan."


"Maaf, cuma ada menu itu saat ini. "Ucap seorang penjual nasi campur yang ada dikampung tersebut


"Ini sudah lebih dari cukup pak..?" Jawab Abhicandra terhenti


"Samsuar!. Orang orang sini biasa memanggilku dengan sebutan pak Samsu saja."


"Kalian juga boleh memanggilku dengan panggilan itu." Jawab orang yang bernama Samsuar itu ramah


"Ah terima kasih!. Saya Abhicandra. Panggil saja pak Abi. Dan ini anak anak saya, juga satu cucu saya." Ucap Abhicandra juga memperkenalkan timnya


"Mari pak Samsu. Kami makan dulu." Ucapnya mengagetkan


"Oh silakan!" Jawab Samsuar tidak enak hati, karena telah banyak bicara


"Mari anak anak!. Kita nikmati hidangan ini!" Ucapnya pada Dragon juga yang lain


Tapi sebelum makan itu, Abhicandra sempat meneliti, apakah makanan tersebut aman atau tidak buat Dragon juga timnya

__ADS_1


Setelah memastikan bahwa makanan tersebut aman untuk dimakan. Baru Abhicandra menyuruh mereka makan


Setengah jam kemudian, acara makan sederhana ditempat itu sudah selesai dilakukan. Kini tinggal beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan


Tapi sebelum mereka beranjak itu, datang pemilik warung makan, dan langsung bertanya. "Sepertinya bapak dan adik adik ini bukan orang asli sini." Ucapnya terus terang


"Uh gawat!. Aku lupa memasang formasi di tubuh kita masing masing, hingga orang ini menanyakan demikian. "Ucap Dragon melalui mata batinnya, dan ditransmisikan pada Abhicandra


"Tuan muda tenang saja!. Kakek bisa mengatasinya." Jawab Abhicandra melalui mata batinnya juga


"Dulu kami pernah tinggal disini. Tapi di bagian hulunya, dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat sini. Jadi pak Samsu tidak mengenal kami, terutama anak anak ku juga cucu ku itu."Jawab Abhicandra terdengar masuk akal


"Oh begitu!. Saya juga baru delapan tahun tinggal disini. Jadi maaf jika tidak mengenal kalian." Respon Samsuar tulus


"Tidak masalah, karena kami pun jarang pergi ke sini " Jawab Abhicandra bersandiwara


"Oh ya pak Samsu!" Ucap Abhicandra mulai memainkan triknya


"Karena kami sudah lama tidak datang kesini, sedikit banyak tentu mempengaruhi pengetahuan kami tentang kampung ini."


"Bisakah pak Samsu menceritakan apa dan bagaimana kondisinya?" Ucapnya pura pura tidak tahu, padahal sebenarnya memang tidak tahu


"Huuhh!" Reaksi Samsuar tidak terduga


"Kenapa pak Samsu?. Apakah ada sesuatu yang mengganjal di hati?. sehingga pak Samsu mengeluh panjang begitu? "Tanya Abhicandra penasaran


"Ceritanya panjang pak Abi. dan saya takut untuk menceritakannya, apalagi kalian orang baru, takutnya malah orang mereka." Jawab Samsuar terkesan hati hati


"Ceritakan saja!. Kami bukan orang siapa siapa. Kami bersikap netral." Ucap Abhicandra mendominasi keadaan


"Baiklah." Respon Samsuar lega. Kemudian sambil celingak celinguk. dia mulai menceritakan kondisi kampung miskin itu


"Kalau dibilang aman, ya tidak aman. Kalau dibilang tidak aman, ya kadang kadang aman."Ujarnya


"Kenapa begitu?. Bisakah pak Samsu menceritakannya secara jelas pada kami?" Tanya Leon ikut meramaikan suasana


"Tiap setengah bulan, bahkan kadang kadang satu minggu sekali, akan datang serombongan orang, yang selalu meminta upeti pada kami."


"Bila kami menolak, maka siap siap saja untuk dihajar!"


"Melihat kesewenangan mereka, dia mencoba melerai dan mengusir gerombolan tersebut."


"Tapi akhirnya tubuh pemuda itu bonyok, dan dibawa entah kemana."


"Saat polisi datang, kami bilang tidak tahu, karena pemuda tersebut tidak pernah mampir di kampung ini."


"Akhirnya penyelidikan terhenti karena tidak cukup bukti. "Ucap Samsuar menjelaskan


"Apakah kalian takut jika berterus terang, bahwa kelompok itulah yang telah menghajar serta menculik pemuda itu?" Tanya Dragon ikut nimbrung


"Benar sekali nak!. Jika kami berani buka mulut. maka bersiaplah untuk dihabisi!"


"Jadi kami terpaksa berbohong, dan membantu mereka lepas dari jerat hukum." Jawab Samsuar berterus terang


"Kakek Abi!. Ini termasuk kasus aneh, dimana orang orang kampung yang sebanyak ini. Satupun tak ada yang berani melawan."


"Mungkin jika mereka melaporkan secara diam diam. kelompok penjahat tersebut bisa ditangkap, dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku." Ucap Dragon lancar, yang saat ini menyamar sebagai cucu Abhicandra


"Apa yang kau katakan itu benar cucu ku!"


"Tapi masalahnya. kelompok tersebut termasuk misterius, dan bekerja secara sistematis, hingga tak satupun perbuatan jahat mereka terendus oleh pihak berwajib." Jawab Abhicandra menguatkan masalah, yang akan dihadapi oleh penduduk kampung itu, jika mereka berani melapor


"Apa tidak sebaiknya kita yang melaporkannya pak?" Ucap Leon memberi usul


"Ssst!. Pelan kan suara mu nak. Disini dinding juga punya telinga. Takut nya orang orang mereka ada di sini!" Ucap Samsuar mengingatkan


"Siapa orang orang itu?. Kenapa mencari tahu tentang kelompok kita?" Tanya seorang pengunjung warung pada temannya


"Ya jelas untuk mencari masalah dengan kita lah!. Kalau tidak mau apalagi?" Jawab temannya lirih. Sambil meneruskan makan siangnya


"Pak Samsu!. Tolong hitung makanan yang kami makan!"


"Kami sedang terburu buru untuk menjaring!" Teriak salah seorang dari mereka lantang

__ADS_1


"Tumben makannya sedikit juragan!"


"Apakah makanannya tidak enak?" Tanya pak Samsu penasaran


"Hari ini nafsu makan ku hilang, karena memikirkan jaring yang banyak putus. Sedangkan hasil tangkapan ikan sedikit."


"Lagi pula hutang ku sudah banyak di warung ini. Jadi kami merasa sungkan!" Ucapnya lagi


"Ah nak Januar ini ada ada saja!. Hutang cuma sedikit dibilang banyak. Besok besok kan lunas juga!" Reaksi Samsuar berkelakar


"Tapi baiklah!. Semua yang kalian makan, hanya seharga 22 ribu saja."


"Apakah dibayar kontan atau kasbon dulu?" Tanya Samsuar ingin tahu


"Bayar kontan saja!. Sedang sisanya nanti sore atau malam baru saya lunasi." Jawab pemuda yang dipanggil Januar itu terdengar sombong


Lalu membayar harga makanannya, termasuk makanan temannya yang cuma 22 ribu itu, termasuk air dan kerupuk. Lalu bergegas menuruni tangga untuk naik ke sampannya


"Kakek Abi!. Apakah kakek tidak merasakan, bahwa mereka berdua itu sebenarnya mata mata kelompok tersebut?" Tanya Dragon melakui mata batinnya


"Ya kakek tahu itu. Karena dari gelagatnya saja sudah terlihat, bahwa mereka itu bukan nelayan, tapi penjahat."


"Namun kakek pura pura tidak tahu."


"Mungkin Leon, Jenifer, Anjani sudah tahu tentang mereka itu." Jawab Abhicandra melalui mata batinnya juga


"Senior Abi!. Bukankah sikap mereka mencurigakan tadi?"


"Saya yakin. mereka itu bukan nelayan, tapi anggota kelompok itu."


"Kami semua juga tahu tentang orang itu." Ucap Leon lirih


"Syukurlah kalian sudah tahu. Jadi bisa bersikap waspada bila sewaktu waktu diserang!" Reaksi Abhicandra senang


"Jadi apa yang harus kita lakukan senior?. Apakah langsung menyergap mereka dan menginterogasi nya?" Tanya Leon pula


"Jangan!. Mereka itu hanya anak ikan, dan bisa dijadikan umpan, untuk memancing induknya datang!" Jawab Abhicandra mengingatkan


"Pak Samsu!. Bolehkan kami beristirahat di sini?" Tanya Abhicandra meminta izin


"Oh silakan!. Kebetulan kalau pertengahan bulan begini, pengunjung warungnya tidak ramai. Jadi kalian boleh beristirahat di warung ini."Jawab pak Samsuar tidak keberatan


"Tapi mohon maaf. Kebetulan hari ini jadwal kelompok mereka datang."


"Jadi saya khawatir kalian akan menjadi korban."


"Bukan mengusir atau keberatan. Tapi untuk menghindari agar tidak terlibat, lebih baik kalian cepat tinggalkan tempat ini."


"Saya khawatir kalian akan dirampok oleh mereka!" Ucap Samsuar sangat khawatir


"Sudah terlambat untuk lari!" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul dari arah belakang, dengan didampingi oleh kurang lebih 25 orang


"Nak Aron Daksa!" Reaksi Samsuar terkejut


"Ya ini aku!. Apa kabar pak Samsu?. Nampaknya hari ini kau banyak mulut ya?" Ucap lelaki yang dipanggil Aron Daksa itu penuh intimidasi


"Mohon dimaafkan orang tua pikun ini nak!. Lain kali tidak akan diulangi lagi!" Jawab Samsuar ketakutan


"Sudah terlambat hai orang tua!. Atas kesalahanmu membongkar aib kami, maka kau akan kami habisi!"


"Tapi sebelum kau mati!. Aku ingin tahu, kenapa kau berani mengatai kami sebagai penjahat?. Padahal kami hanya meminta sumbangan, untuk membantu orang lemah di seberang sana?"


"Satu lagi kesalahan mu!. Pada orang yang baru dikenal, sudah percaya begitu saja!"


"Apakah kau tidak tahu, bahwa mereka itu mata mata? "Ucap Aron atau Daksa penuh ancaman


"Kau salah anak muda!. Kami bukan mata mata, tapi pelancong biasa."


"Kami orang asli sini, tapi tinggal di hulu."


"Kedatangan kami disini karena ingin mengunjungi keluarga yang mau hajatan, dan kebetulan kami diundang untuk datang." Ucap Abhicandra mencoba meluruskan


"Oh ya?. Aku tidak pernah melihat kalian ada di hulu sungai. Padahal orang orang ku banyak di sana?" Jawab Daksa tidak percaya

__ADS_1


"Tapi tunggu dulu. Sepertinya aku kenal mereka!"


"Bukankah itu Melur dan Sofia?" Ucap Daksa mengalihkan pembicaraan. Sambil berjalan menuju meja dimana Dragon berada


__ADS_2