Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Gejolak istana atas langit


__ADS_3

Tapi belum juga mereka bergerak. Bumi sudah bertindak duluan.Teknik inti pedang mengambil peran. Seluruh orang orang itu dibuat tidak bisa bergerak. karena kakinya amblas ke tanah. Pistol yang ada ditangan mereka tidak berfungsi, termasuk yang ada di tangan Rocky.


Saat itu Bumi menerapkan teknik elemen batu, kayu dan tanah, karena yang ada di ruangan itu kebanyakan terbuat dari batu dan benda benda itu. dan hal tersebut memudahkan nya untuk bertindak.


"Apa yang kau lakukan badjingan?. Cepat lepaskan kami!. Jika tidak kalian akan dituduh melawan aparat!" Teriak Rocky mengancam dengan menggunakan jabatannya.


Tapi bumi bergeming. Dia tetap menerapkan teknik inti pedangnya, untuk membuat para petugas tersebut terbuka matanya, agar tidak bertindak sewenang-wenang di kemudian hari lagi.


Sementara Dragon dan yang lain hanya diam saja. Bagi mereka, para petugas itu tidak ada apa-apanya dengan mereka. Jika mereka mau, saat itu juga petugas petugas itu akan dibuat tidak berdaya. Tapi Dragon dan anak buahnya tidak mau melakukannya. Mereka hanya ingin memberi pelajaran, dengan membuat kaki mereka amblas ke tanah, dan tubuh mereka tidak bisa digerakkan.


"Kalian dengar tidak cepat lepaskan kami. Jika tidak..?"


"Jika tidak apa?. Mau menangkap kami?"


"Kau pikir kalian mampu?. Lihat kondisi mu. jika kami mau, seluruh tubuh kalian akan masuk ke dalam tanah."


"Tapi supaya kalian tau, tidak semua orang bisa kalian intimidasi. karena di atas langit masih ada langit."


"Kalau kau kurang percaya akan aku tunjukkan apa itu kekuatan yang sebenarnya" Jawab Dragon sungguh mengejutkan.


Whus!


Blar!


"Ha?"


"Kalian lihat lah mereka!. Bukankah dua orang ini sangat kalian kenal?"


"Kalau belum kenal aku perkenalkan!"


"Ini jendral Subakti dan ini jenderal Ruky!. Kenal?" Ucap Dragon sangat mengintimidasi.


"Je je jendral Bekti! Jenderal Ruky. Apakah itu kalian?" Respon Rocky kebingungan, sambil menahan sakit di bagian kaki juga tangannya.


"Dasar bodoh!. Bukankah aku menyuruh mu untuk menangkap buronan?. Tapi kenapa malah mencari masalah dengan orang ini?"


"Apakah kau mau mati?" Reaksi Bekti tidak senang. Kemudian mendekati Dragon untuk meminta maaf padanya.


"Master mahes!. Maafkan kebodohan anak buahku!. Aku janji akan memberikan hukuman pada mereka."


"Jika perlu mencopot jabatan mereka, terutama petugas arogan ini, agar lain kali tidak bertindak berlebihan." Ucap Bekti memohon belas kasihan.


"Aku hanya ingin membantu kalian, dengan melaporkan keberadaan orang-orang itu. Tapi sayangnya sikap arogansi yang ditunjukan oleh Rocky ini sudah sangat berlebihan, hingga membuatku merasa tidak nyaman."


"Bahkan mereka menuduh ku sebagai komplotan penjahat, tanpa mau mendengar dan menyelidiki terlebih dahulu."


"Sekarang aku benar benar tersinggung. Niat ingin membantu, malah dituduh macam macam."


"Kalian pikir apakah aku pantas menyandang status itu?" Respon Dragon dengan ekspresi yang benar-benar membuatnya tidak senang.


Kemudian mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Dan mencari keberadaan pemilik restoran tersebut. Tetapi yang dicari tidak ada di tempat. Bahkan para pelayannya juga tidak ada, apalagi para pelanggan yang tadi sempat makan di tempat itu.


Jadi yang bisa Dragon lakukan adalah memberi instruksi kepada Bumi untuk menyudahi aksinya, karena dia mendapatkan transmisi suara dari guru-gurunya, yang menyuruhnya agar menghadap dengan tubuh aslinya.

__ADS_1


"Komandan Bumi!. Cabut teknik mu itu, dan biarkan mereka menghirup udara segar."


"Tapi lain kali jika mereka bersikap arogan lagi, terserah kau mau buat apa?" Ucap Dragon memberi instruksi pada anak buahnya.


Sekejap saja perintah tersebut sudah Bumi laksanakan, dengan mencabut teknik yang ia terapkan, dan mengangkat tubuh-tubuh mereka ke udara, serta melemparkannya ke lantai ruangan.


"Sekarang kalian sudah bebas!. Tapi lain kali jika berurusan lagi denganku!, jangan salahkan aku jika bertindak berlebihan!" Ucap Dragon penuh ancaman. Kemudian meninggalkan tempat itu begitu saja karena saking tersinggung nya.


"Master Mahes!. Tolong berhenti dulu!"


"Tolong kembalikan jiwa mereka, karena aku lihat mereka sangat ketakutan. Aku takut mereka stress, dan tidak bisa lagi melaksanakan tugas." Ucap Ruki memohon belas kasihan.


"Jangan khawatir paman!. Mereka tidak apa-apa. Aku hanya memberi pelajaran sedikit saja."


"Satu jam setelah ini, mereka akan kembali seperti biasa."


"Tapi penuhi ucapanmu tadi. Aku tidak mau lagi bertemu dengan mereka!"


"Jika perlu tempatkan mereka pada pos jaga, agar kedepannya bisa intropeksi diri."


"Jika ke depannya mereka bertindak secara berlebihan lagi. Maka jangan salahkan kami bila bertindak di luar batas kewajaran!" Jawab Dragon menuntut keadilan.


"Kami akan melaksanakan apa yang sudah kami ucapkan tadi, dan kami janji itu!" Jawab Ruki untuk menenangkan kemarahan tuan penolongnya tersebut.


Dia tahu apabila Dragon marah, siapapun tidak bisa mencegahnya. Senjata secanggih apapun tidak akan bisa membuatnya takut.


Ruky tahu bahwa Dragon adalah pewaris dari Birawa Group yang sudah terkenal kesaktiannya. Jangankan dia, orang tertinggi nomor satu di negara ini saja belum tentu berani mencari masalah dengannya. Tapi anak buahnya berani, karena mereka tidak tahu siapa Dragon sebenarnya.


Hanya gara-gara tersinggung, dan keinginannya tidak dipenuhi, maka dia menjadi marah, dan akhirnya seperti sekarang ini.


"Baik master!. Mohon maafkan kesilapan mereka!. Aku berjanji akan bertindak adil!" Jawab Ruky mendahului sahabatnya untuk memberi jawaban.


"Bagus!. Sekarang bersiaplah!. Aku akan memulangkan kalian ke tempat semula."


Whus!


Tiba-tiba saja petugas yang ada di tempat itu, termasuk dua jenderal yang baru datang tadi sudah tidak ada lagi. Mereka semuanya dipulangkan ke tempat masing masing, tanpa sempat untuk protes atau mengucapkan terima kasih.


"Ayo kita pulang!, karena suasana hatiku sedang tidak baik-baik saja!" Ucap Dragon pada anak buahnya.


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab seluruh pengawalnya patuh. Kemudian membukakan pintu restoran agar bisa dilewati oleh tuannya.


Tapi sebelum mereka pergi, Dragon meninggalkan sejumlah uang, untuk memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan oleh anak buahnya.


Walau pemilik restoran kemungkinan menolak, tapi Dragon tetap meletakkan uang-uang itu di atas meja, karena kerusakan lantai restoran tersebut cukup fatal. Ditambah lagi dengan beberapa kursi dan meja yang terlihat patah.


Selain itu Dragon juga merasa bertanggung jawab, karena gara-gara dia kekecewaan di dalam restoran terjadi. Walaupun tujuannya adalah untuk menyelamatkan pemilik serta pelanggan restoran tersebut.


Tapi akibatnya pemilik restoran sangat berterima kasih, karena tindakan Dragon telah menyelamatkan mereka.


***


Satu jam kemudian. Dragon sudah berada di alam jiwa, dengan tubuh aslinya. Sementara avatarnya tetap berada di luar, dan bertugas melaksanakan kewajibannya sehari-hari.

__ADS_1


Dragon sengaja melakukan itu, karena dia mendapatkan petunjuk dari gurunya, bahwa di istana langit telah terjadi kekacauan, yang menyebabkan ketidakstabilan politik dan keamanan di dalamnya. dan itu dinilai tidak wajar. Sebab jika dibiarkan, bisa berakibat fatal pada jiwa Dragon. karena ia nya terhubung dengan dunia langit milik Ditya Prabu dan Brawijaya.


Oleh karena itu mereka meminta pada muridnya, untuk memberi peringatan pada raja Kalawana, yang saat ini menjadi raja di sana.


Selain itu. Sudah saatnya buat Dragon merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya. karena sejatinya, istana atas langit itu dibuat untuk Dragon, yang sudah lama di ramalkan oleh orang orang pandai, termasuk Ditya Prabu, Brawijaya, Empu Tantra dan masih banyak lagi.


Tapi yang paling mendekati adalah ramalan Sultan Adiwijaya, yang berkuasa di bagian timur pulau Jawa.


Dia meramalkan, bahwa pada masanya nanti, akan lahir seorang anak yang akan mempersatukan bangsa bangsa di dunia, dan suka menerangi kebatilan.


Ramalan itu hampir mendekati benar. Mungkin anak tersebut adalah Mahesa, atau Dragon yang akan menjadi raja tanah Jawa berikutnya.


Ya, dia adalah Dragon Mahesa Birawa. Penakluk orang orang jahat, dan pemersatu orang orang yang ingin menjadi pengikutnya.


Sekarang tugas Dragon masih ada lagi, yaitu memerangi raja Dewangga, yang saat ini memerintah di kerajaan atas langit, yang seharusnya menjadi milik Dragon sejak lama.


Oleh karena itu guru gurunya memanggil Dragon untuk menghadap, guna diberikan instruksi sebelum pergi menghadapi Dewangga


Jadi saat Dragon mau berangkat itu, eyang Prabu memberikan wejangan penting padanya. "Ingatlah anak keturunan ku! Dewangga dan rakyatnya itu, dulunya adalah pengikut ku."


"Bahkan raja terdahulu, juga beberapa orang menterinya adalah murid ku juga."


"Jika kau bertarung dengannya, jangan gunakan ilmu yang berasal dari kitab Kalamurka, karena Dewangga juga menguasai sebagiannya. Kecuali 19 bagian terakhir yang tidak bisa ia pelajari karena terlalu tinggi."


"Sebaliknya gunakan ilmu yang berasal dari Wahyu Taqwa, karena dia tidak bisa menguasainya. disebabkan dia bukan keturunan ku."


"Tapi jangan gunakan tingkat rendah. Gunakanlah tingkat 9 sampai tingkat 19."


"Jika tidak mempan juga, gunakan gabungan dua kekuatan Kalamurka dan Wahyu Taqwa. Niscaya dia akan hancur, dan kekuatannya akan sirna."


"Selain itu, waspadai juga beberapa orang jenderal, yang selalu setia menemaninya."


"Mereka adalah orang orang licik. Selalu memanfaatkan kelengahan lawan lawan rajanya saat sedang bertarung."


"Oleh karena itu, ajak serta orang-orang mu yang sudah menguasai ilmu dari kitab kalamurka, untuk menghadapi para jenderal tersebut juga yang lain."


"Selain itu, ajak juga raja Kaladaksa dan 1000 prajurit terbaiknya, karena kekuatan mereka sudah teruji di medan perang."


"Sertakan juga 1.150 avatarmu. Tugaskan kepada mereka untuk memerangi para prajurit yang setia kepada Dewangga."


"Tapi prajurit yang tidak setia kepada Dewangga biarkan saja, dan jangan bunuh mereka, karena mereka bisa kau manfaatkan untuk menjadi prajuritmu nanti."


"Yang terakhir yang harus kau lakukan adalah. gunakan formasi ilusi, untuk melindungi anak buahmu agar tidak mati."


"Gunakan juga keris kyai Sengkelet dan Cemeti Amar Rasuli, karena lawan lawan mu nanti termasuk orang orang sakti, yang tidak mempan dengan senjata biasa."


"Jika sudah tidak mampu juga, gunakan kaisar pedang. Niscaya semua kekuatan tidak ada yang mampu menandinginya


"Apalagi jika dipadukan dengan tongkat milik raja kera yang dia sendiri harus kau ikut sertakan."


"Guru yakin, mereka semua akan berhasil kau binasakan!" Ucap Ditya Prabu panjang lebar. saat memberikan wejangan pada muridnya, agar Dragon jadi mengerti


Tak lama sesudah itu, Brawijaya juga memberikan wejangan panjang, yang kurang lebih isinya sama dengan apa yang disampaikan oleh gurunya.

__ADS_1


Setelah segala sesuatu dianggap selesai. Dragon memutuskan untuk keluar dari ruang jiwanya, guna mempersiapkan anak buahnya serta rakyat Kaladaksa, untuk menyertainya memerangi raja Dewangga dan prajurit-prajuritnya


__ADS_2