Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Ditolong malah tak senang


__ADS_3

"Kena kau!"


Whus!


Plak!


Buk!


Bam!


"Argh dasar bocah sialan!. Dikasi hati malah minta jantung!"


"Bukankah lebih nyaman ikut dengan kami dari pada ikut kakak mu yang dekil itu?" Respon teman dari ketua berandalan itu tidak senang


Kemudian tanpa memperdulikan temannya yang merintih kesakitan, dia maju mendekati Dyah, dan langsung melancarkan pukulan


Tapi Dyah bukanlah gadis lemah. Dengan mudahnya dia menghindar, dan balas melancarkan pukulan ke arah preman itu, hingga membuatnya terjengkang


"Akan ku bunuh kau bocah si..!" Ucapnya tertahan. Lalu ambruk ke tanah dan pingsan


Sungguh aneh. Pukulan dari tangan kecil milik Dyah, mampu membuat tubuh lawan terbanting, dan menjerit kesakitan tanda tidak tahan. Bahkan dibuat pingsan


Padahal selama ini mereka preman yang tak terkalahkan. Tahan banting dan tahan pukulan. Tapi ditangan bocah seumuran adik Dragon, mereka dibuat lemah dan dipermalukan


Selama ini belum pernah ada yang berani melawan. Bila mereka muncul, massa akan berhamburan, dan menyelamatkan diri masing masing demi mencari aman. Sama seperti malam ini, saat Dyah dan Dragon mengunjungi pusat keramaian. mereka pun datang, dan pengunjung yang ada sudah menyadari itu


Jadi mereka bergegas melarikan diri, tanpa memperdulikan barang bawaannya lagi. yang penting nyawanya selamat


Biasanya kelompok tersebut datang dalam jumlah banyak. Tapi malam ini mereka datang cuma berenam. dan itupun sudah menjadi bulan bulanan Dyah, yang hanya disaksikan oleh Dragon saja, karena operator yang mengoperasikan mesin permainan sudah melarikan diri, karena tidak mau menjadi korban, dan tidak peduli dengan nasib pelanggannya lagi


Berkat kepiawaian serta nyali mereka yang tak kenal takut, mereka sudah merajai jalanan dan tempat tempat hiburan malam, yang ada di seluruh kota. Bahkan Bangkok dan Pattaya juga telah jatuh ke tangan mereka


Itu semua bisa terjadi, berkat dukungan dari orang kuat. yang dikenal dengan sebutan big bos Janan. Keberanian juga kesaktiannya yang terkenal kebal senjata tajam, bahkan senjata api, sudah merebak luas di seantero kota, juga pihak kepolisian. Sudah sering dicari kemana mana, tapi keberadaan orang tersebut sulit sekali ditemukan


Tapi anak buahnya, setiap malam yang sudah ditentukan, mereka berkeliaran mencari mangsa, yang kiranya bisa mereka manfaatkan, bahkan bisa mereka culik untuk meminta uang tebusan


Jika keluarganya berani melaporkan, maka nyawa taruhannya. Dan itu sudah mereka buktikan selama ini


Malam ini mereka keluar lagi, dan melihat Dyah yang bermain sendirian. Hanya ditemani oleh seorang pemuda yang mereka nilai mudah untuk dikalahkan, langsung saja beraksi dan ingin menangkap Dyah yang dikira lemah itu.


Namun malang. Bukan Dyah yang mereka dapatkan, tapi muka mereka sendiri yang lebam, tangan patah dan kesadaran jadi hilang.


Kini tinggal empat orang yang masih mencoba menangkap Dyah, walau dua kawannya sudah pingsan. Sedangkan satu orang lagi sedang mengerang kesakitan, akibat tangannya patah ditendang oleh Dyah


Tiga orang yang belum merasakan bagaimana kerasnya pukulan lawan, langsung maju berbarengan. Tapi sedetik kemudian, tubuh salah seorang dari mereka ambruk, dan menimpa rekannya yang sudah pingsan duluan.


Melihat itu, rekan yang satunya lagi berusaha lari. tapi kakinya terasa berat, karena Dragon menguncinya dengan elemen besi, agar mereka tidak bisa melarikan diri.


Semakin gemetaran lah kaki mereka. Di saat saat menakutkan itu, Dyah pun datang, dan langsung menghajar tubuh mereka tanpa belas kasihan.


Muka berdarah, kaki patah. gigi rontok dan keberanian hilang. Akhirnya semuanya pun hilang kesadaran, pingsan.


Prok! Prok! Prok!

__ADS_1


"Hebat!. Itu baru adik ku!. Kecil kecil cabe rawit tapi menggigit!" Respon Dragon sesaat setelah lawan lawan Dyah dibuat pingsan dengan ekspresi senang.


"Kenapa kakak hanya melihat saja?. Kalau kenapa kenapa dengan Dyah bagaimana?"


"Bukankah kakak yang akan ditanya oleh ayah juga kakek apalagi ibu. Kenapa Dyah bisa terluka?"


"Ayo kakak mau jawab apa?" Respon Dyah bercanda


"Kakak tau batasnya. Orang lemah seperti itu mana bisa mengalahkan adik kakak yang cantik ini."


"Baru menggunakan sebelah tangan saja sudah dibuat pingsan, apalagi kalau dua. Mungkin mereka langsung hilang?" Jawab Dragon enteng.


"Huh kakak ni. Awas ya!" Respon Dyah geram. Lalu mencubit tangan Dragon biar kesakitan.


"Auw sakit adik!. Ampun ampun!. Lain kali kakak yang akan turun tangan!" Reaksi Dragon pura pura kesakitan.


"Itu orangnya. Dia yang telah mengalahkan enam orang itu hingga mati."


"Ayo tangkap dia!, dan serahkan pada big bos mereka, biar kita dapat penghargaan!" Ucap seseorang pada puluhan masyarakat biasa, yang bekerja di tempat pusat hiburan malam itu cukup lantang.


"Benar!. Kita harus menangkapnya!. Jangan karena gara gara dia, kita semua yang akan susah, dan ditandai oleh kelompok itu!" Sambut temannya menguatkan.


"Ada apa?. kenapa ribut-ribut?. Bukankah lebih bagus kalau mereka diberi pelajaran?" Tanya Dragon keheranan.


"Kau tahu apa anak muda?. justru dengan tindakan adikmu itu kami sendiri akan susah!"


"Kelompok itu bukan kelompok sembarangan. Mereka selalu menyasar orang-orang yang sudah menyusahkan mereka. dan kami yang ada di sini yang akan menerima akibatnya!" Jawab salah seorang dari mereka tidak senang, sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Dragon


"Baru kali inilah aku lihat orang yang seperti kalian!" Respon Dragon kembali keheranan.


"Kami mencari makan di sini anak muda!. Dengan pingsannya 6 orang itu, maka tempat ini bisa rata dengan tanah!. Lalu kami mau kerja dimana?"


"Apakah kau mau tanggung jawab?"


"Lebih baik kau serahkan saja adikmu pada mereka, agar big bos mereka tidak membalas dendam!" Jawab orang yang pertama kali tadi bersuara memberi saran


"Enak saja!. Kalian pikir kami ini apa?. Apalagi adikku ini?"


"Seenaknya saja kalian menyuruh kami untuk menyerahkannya !"


"Justru aku jadi penasaran, bagaimana rupa big bos yang kalian takutkan itu?"


"Apakah wajahnya seram seperti setan, hingga membuat kalian ketakutan seperti ini?"


"Kalau kalian penasaran, sekarang juga panggil orang itu, agar aku bisa memberinya pelajaran!"


"Aku tunggu dia di sini!. Kalau dalam 5 menit mereka tidak datang, maka kami berdua akan pergi, karena kami tidak mau berurusan dengan orang pengecut seperti kalian!" Ucap Dragon sangat menyakitkan


"Tidak perlu memanggil ku bocah sialan!. Sekarang aku sudah ada disini!" Jawab seseorang dengan suara garang.


"Tuan Janan!. Ternyata itu kau?" Respon beberapa orang senang, sekaligus ketakutan


Tapi Janan hanya cuek saja, dan cuma melirik sebentar. Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Dragon lalu berkata." Siapa nama mu bocah?. Kenapa melukai anak buah ku?. Beraninya kau!" Ujarnya tidak senang

__ADS_1


"Justru aku yang harus bertanya. kenapa anak buah mu mengganggu adik ku?. Apa tujuannya?" Jawab Dragon malah balik bertanya


"Itu bukan urusan mu!. Justru kau yang seharusnya bersyukur, karena kelompok ku memilih adik mu untuk menjadi tumbalnya!"


"Banyak gadis gadis seperti adik mu akhirnya ketagihan, dan meminta terus sampai tidak mau berhenti"


"Jadi biarkan aku mengambilnya. Maka perselisihan ini aku anggap selesai." Respon Janan sangat merendahkan


"Tumbal kepala mu!. Kau pikir adikku itu apa?"


"Setitik saja kulitnya tergores, maka jangan harap kau bisa selamat, termasuk ratusan anak buah mu itu!" Jawab Dragon cukup mengejutkan.


"Hahahaha! Bocah ingusan seperti mu berani mengancam ku. Berkaca oi!" Reaksi Janan menggelikan.


Kemudian mengarahkan ibu jarinya kebawah, tanda meremehkan Dragon. Tapi tiba tiba..


Shut!


Bam!


"Argh!" Keluh Janan kesakitan


"Ha!. Bagaimana bisa?"


"Siapa yang melakukannya?. Apakah bocah itu?" Respon beberapa orang keheranan


"Aku rasa bukan dia, karena aku lihat dia belum bergerak sama sekali. Mungkin orang lain?" Jawab temannya meragukan


"Ah tak peduli siapa yang melakukannya?. yang jelas tuan Janan sudah marah."


"Lihat!. Sebentar lagi akan ada pemandangan menarik!" Respon temannya penasaran, sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Janan


Sementara itu. Janan yang sedang diperbincangkan, dan yang telah dibuat terbang, masih terbaring di tanah dengan mulut berdarah. Dia tidak tahu kapan itu terjadi dan siapa yang melakukannya?


Yang dia tau sekarang tubuhnya sedang terbaring di tanah, dengan kondisi yang memalukan


Dia yang selama ini dikenal kebal senjata dan tahan pukulan. Hari ini terpental dan berdarah darah, hanya dengan jentikan jari telunjuk Dragon saja


Bagaimana jika menggunakan pukulan serius. Mungkin tubuhnya akan patah atau minimal hancur dengan jiwa terbang dari badan


"Kurang ajar!. Siapa yang berani membokong ku. Cepat keluar agar bisa aku hajar!" Teriak Janan lantang.


Kemudian berusaha berdiri sempoyongan, dengan dibantu oleh anak buahnya hingga berdiri sempurna


"Bos!. Mungkin yang melakukannya bocah itu atau adiknya tersebut."


"Karena sepintas aku melihat dia menggerakkan jarinya dan tak lama kemudian tubuh bos pun terbang."


"Jadi aku yakin yang melakukannya bocah itu!" Ucap Yoksan cukup menyakinkan


"Kalau begitu cepat kepung dia, dan hancurkan tangan nya!"


"Setelah ibu tangkap adiknya, dan bawa ke markas untuk aku hajar!" Respon Janan geram

__ADS_1


__ADS_2