
"Paman Jams!. Apakah proyek kita di kota kecil itu masih tetap lancar, dan sudah berapa persen kemajuannya?" Tanya Dragon disela sela pertemuan singkat di tenda utama khusus pertemuannya itu
"Menjawab tuan muda!. Proyek itu berjalan cukup lancar."
"Tidak ada kendala yang berarti kecuali faktor cuaca."
"Masyarakatnya pun sangat mendukung proyek tersebut."
"Mereka berharap, suatu saat nanti, kota kecil mereka akan maju, dan dikenal luas oleh penduduk kota atau desa lain."
"Saat pekerjaan sedang berlangsung pun, banyak warga yang melihatnya. Hitung hitung sebagai hiburan, kata mereka." Jawab James apa adanya
"Hemm!, baguslah!" Respon Dragon senang
"Paman sekarang berada disini. Apakah kakek dewa arsitektur yang menggantikan mu?" Tanya Dragon lagi
"Benar sekali tuan muda!"
"Tuan besar telah memerintahkan pada kami, untuk mendampingi perjalanan tuan muda kemanapun tuan muda pergi, serta membantu apapun yang tuan muda inginkan."
"Jadi tuan muda jangan khawatir dengan proyek yang ada di kota kecil itu. Semuanya berjalan dengan sebagaimana mestinya ."
"Bahkan kemajuan nya sudah mencapai 27 persen, dan pelebaran jalannya pun sudah mendekati 85 persen."
"Tinggal pengerasan dan pengaspalan saja." Jawab James lagi
"Hemm!. Bagus sekali!. Aku senang mendengarnya"
"Sekarang giliran tempat ini pula yang akan kita bangun, dan akan menjadi wilayah kekuasaan Birawa Group yang kesekian ribu."
"Jadi untuk itu aku perlu laporan mu paman Shio Lung!"
"Apakah proses kepemilikan lokasi ini sudah selesai dilakukan?" Tanya Dragon bersemangat
"Menjawab tuan muda!. Sebenarnya prosesnya cukup lancar. Tapi ada seorang petinggi perizinan yang berniat menghalangi proses alih fungsi itu."
"Katanya tempat ini bakal dikembangkan untuk areal perkebunan kelapa sawit, karena tanahnya sangat subur sekali."
"Pihak pengembangnya berasal dari ibukota, yang mempunyai pengaruh cukup besar di pemerintahan, dan sangat berminat dengan tanah ini"
"Jadi dia tidak berani meloloskan permintaan kita!" Jawab Shio Lung apa adanya
"Siapa namanya paman dan dimana tempat tinggalnya?" Tanya Dragon ingin tahu
"Melihat tag yang terpasang di dada, namanya Aryana."
"Dialah penentu kedua boleh atau tidaknya lokasi ini di beli, atau dialihfungsikan menjadi daerah pemukiman."
"Tempat tinggalnya pun tidak begitu jauh dari tempat dia bekerja".
"Hanya itu yang bisa saya sampaikan tuan muda." Jawab Shio Lung tidak enak hati
"Itu sudah lebih dari cukup paman!. Sekarang bersiaplah!. Aku akan mendatangkan orang tersebut kesini!" Ucap Dragon terkesan misterius
Tiga menit kemudian. Orang yang bernama Aryana sudah berada di lokasi bakal pemukiman
Kedatangannya yang tiba tiba itu tidak terlalu mengejutkan bagi anak buah Dragon, tapi bagi Aryana sendiri seperti dalam mimpi
Tiba tiba saja mobil yang dikendarainya itu tersedot masuk kedalam lingkaran, dan menghilang di dalamnya
Beruntung saat itu kondisi jalanan sedang sepi, hingga orang lain tidak ada yang melihatnya
Begitu sudah waktunya untuk dikeluarkan, Dragon membuka segel di lingkaran formasi itu, dan langsung menarik Aryana dari dalamnya
"Dimana ini. Apa yang terjadi?" Ucap Aryana kebingungan, sesaat setelah keluar dari tempat itu, sambil pula melihat sekeliling lokasi tersebut
Kemudian berkata lagi."Tempat apa ini?. Sejak kapan jadi lokasi pemukiman, dan siapa yang melakukannya?" Ujarnya
"Selamat datang pak Arya. Kenalkan, saya Rudolf, Orang yang disuruh oleh tuan muda untuk menjemput anda masuk." Ucapnya cukup sopan
"Tuan muda?. Tuan muda siapa?. Jangan bercanda kamu?" Jawab Aryana kurang senang dan terlihat sombong
"Lebih baik kau ikut aku dulu, nanti baru tau siapa tuan muda ku itu!" Respon Rudolf sudah mulai terpancing emosi, dan langsung mengeluarkan aura penindasan pada lawan bicaranya
"Uhh!. Siapa orang orang ini?. Kenapa auranya begitu menakutkan?" Batin Aryana dalam hati
"Silakan!. Tuan muda sedang menunggu kita!" Ucap Rudolf tegas
"Baiklah!. Aku akan ikut kamu!"
"Tapi jika sesuatu terjadi padaku, maka kau akan berurusan dengan kekuatan yang tak pernah kau pikirkan!" Balas Aryana malah menggertak Rudolf
"Jalan saja!. Jangan banyak omong!" Sambut Rudolf marah
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka sudah berada di depan tenda tempat pertemuan, dan langsung disuruh masuk oleh Dragon
"Silakan duduk pak Arya!. Nanti akan aku jelaskan apa masalahnya!" Ucap Dragon berusaha ramah pada tamunya
"Siapa kalian?. Kenapa bisa mendirikan pemukiman di wilayah ini?"
"Tidakkah kalian tahu bahwa ditempat ini akan di tanami kelapa sawit?" Ucap Aryana belum juga menyadari situasi
"Jaga ucapan mu Arya!. Jangan kau kira bisa bicara seenaknya di depan tuan muda kami!"
"Apakah kau sudah bosan hidup?" Ucap Abhicandra tidak senang
"Aku tidak kenal kalian dan tidak perduli dengan tuan muda kalian!"
"Yang aku tahu kalian telah menculik ku, dan telah menghalangi ku untuk bertemu dengan orang itu!"Jawab Aryana tidak kenal takut
"Beraninya kau berkata begitu!"
"Ketahuilah!. Bahwa sekarang kau sedang berhadapan dengan penguasa Birawa Group!"
"Dengan menjentikkan jarinya saja kau bisa mati!" Respon Leon benar benar marah
"Hahahaha!. Apa itu Birawa
Group. Belum pernah dengar pun!" Jawab Aryana pura pura tegar. padahal hatinya sudah mulai ketakutan
Firasatnya mengatakan, bahwa orang orang yang sedang dihadapinya itu bukan orang sembarangan
Itu terlihat dari tatapan matanya yang menyorot tajam, menusuk sampai ke jantung, dan membuatnya berdetak kencang, memicu rasa takut yang mengguncang
"Benarkah?. apakah kau sudah linglung, dengan apa yang aku ucapkan pagi tadi Arya?"
"Bukankah aku sudah mengatakan, bahwa yang ingin membeli lokasi ini adalah perusahaan Birawa Group?"
"Apakah kau sudah lupa atau pura pura lupa?" Ucap Shio Lung penuh intimidasi
"Ja ja jadi. Apa yang kau ucapkan pagi tadi itu serius dan sedang tidak bercanda?" Jawab Aryana semakin ketakutan
"Apakah aku kelihatan bercanda Arya?"
"Kau pikir aku orang yang suka membuang buang waktu hah!"
"Bagiku waktu sangat berharga, dan itu telah kau buang secara percuma!" Jawab Shio Lung sangat tegas sekali
"Tuan muda!. Izinkan saya untuk memberi pelajaran pada orang ini!"
Terlihat benar kalau saat ini dia begitu marah, dan seakan ingin menghabisi lawan bicaranya
"Sabar paman!. Serahkan ini pada ku!" Jawab Dragon santai
"Selamat malam pak Arya!. mungkin anda bertanya tanya kenapa bisa berada disini?"
"Ketahuilah!. Mudah bagiku menarik serta membuang benda apa saja yang aku inginkan, termasuk pak Arya ini!"
"Aku dengar kau telah menghalangi tim ku untuk mendapatkan lokasi ini dengan alasan yang sedikit tidak masuk akal."
"Sekarang katakan!. Di bagian mana yang membuat mu merasa keberatan?" Ucap Dragon terdengar santai, tapi sangat menusuk bagi yang memahaminya
Deg!
Tiba tiba saja jantung Arya berdetak kencang dan semakin kencang.Rasa takut dan gentar menyelimuti hatinya kembali. Dan pada akhirnya tidak tahan juga untuk menyembunyikan fakta yang sebenarnya
"Tolong jangan bunuh aku!. Aku akan berkata jujur pada kalian!"
"Sebenarnya alasan ku tidak mau menandatangi surat itu, karena ada orang yang menjanjikan imbalan besar, bila aku berhasil menghalangi usaha kalian untuk mendapatkan lokasi ini."
"Dia juga mengancam ku, bila aku berani mengabulkan permohonan alih fungsi, atau menjual lahan terbengkalai ini, maka keluarga ku akan dihabisi!"
"Karena ancaman tersebutlah, aku jadi tidak berani untuk menandatangi surat permohonan kalian itu!"
"Untuk itu tolong maafkan aku!" Jawab Aryana berterus terang
"Bisa kau katakan siapa orang itu?" Tanya Dragon cukup sabar
"Dia bukan seseorang yang mudah di temui atau mudah di katakan."
"Cara menghubungi saja hanya memakai perantara, sedang dia sendiri selalu bekerja dibelakang layar." Jawab Aryana sudah mulai melunak
"Tentu kau tahu siapa namanya?" Ucap Eric pula
"Ya aku tahu!. Kalau tak salah namanya Warman. Tapi tempat tinggalnya aku tidak tahu!" Jawab Aryana ragu ragu
"Itu sudah lebih dari cukup!" Ucap Dragon sudah merasa senang. Tapi pandanganya sedikit lain
__ADS_1
"Jadi sekarang bagaimana?. Apakah kau masih ingin menghalangi kami untuk mendapatkan lahan terbengkalai ini?" Tanya Dragon ingin ketegasan
"Saya masih belum bisa memutuskannya tuan muda!."
"Tolong beri saya waktu satu atau dua minggu lagi. Mungkin jawabannya baru bisa diberikan!" Jawab Aryana masih ragu ragu
"Komandan Eric!. Kau tahu apa yang harus dilakukan?" Ucap Dragon sekaligus perintah
"Siap tuan muda!" Jawab Eric tegas
Kemudian mendekati Aryana, berlagak seolah olah ingin mencelakainya
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"Jangan berani macam macam padaku!" Respon Aryana mengancam
"Tenang saja ini tidak begitu menyakitkan."
"Tuan muda tau bahwa kau sedang membohonginya, makanya menyuruhku untuk melakukan ini!" Jawab Eric santai
"Baik! baik!. Aku akan jujur mengatakannya!"
"Sebenarnya ceritaku tadi semuanya bohong!"
"Alasan ku tidak mau menandatangi surat permohonan itu, karena kalian tidak mau memberikan imbalan berupa uang tunai atas jerih payah ku menandatangi surat itu!"
"Andai pagi tadi orang suruhan anda tahu situasinya, aku pastikan lokasi ini sudah menjadi milik tuan."
"Tapi karena tidak mendapatkan apa yang saya inginkan, maka saya terpaksa menunda tanda tangan itu." Ucap Aryana berterus terang
"Kurang ajar!. Beraninya kau mempermainkan nasib orang lain, demi ambisi mu untuk memperkaya diri sendiri!" Ucap Abhicandra marah, kemudian mengirimkan aura penindasan kepada Aryana
"To to tolong ampuni aku!. Jangan siksa aku begini!"
"Aku akan menuruti keinginan kalian. Apapun itu!" Ujarnya kesakitan
"Paman Shio!. Lakukan tugas mu!" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap tuan muda!" Jawab Shio Lung patuh
Kemudian mengambil serta membawa surat surat perlengkapan permohonan, untuk menguasai tanah dan lokasi tersebut
"Itu ada surat permohonan untuk badan otoritas pertanahan."
"Silakan kau tanda tangani apa yang menjadi bagian mu!" Ucap Dragon tegas
"Ba ba baik tuan muda!. Saya akan menandatanganinya!" Jawab Aryana patuh
***
Satu jam kemudian, Aryana sudah berada di jalanan kembali, dan sudah hampir sampai dirumahnya
"Apa yang terjadi?. Apakah aku tadi bermimpi dan ketiduran saat menyetir?" Batin Aryana dalam hati
"Tapi kalau bermimpi, tapi kenapa sepertinya aku berada di suatu tempat, dan bertemu dengan orang orang di sana?"
"Benar benar aneh dan tidak masuk akal!"
"Tapi apa ini?. Kenapa berkas berkas permohonan kepemilikan lahan, bisa ada di mobil ku, bahkan sudah aku tanda tangani pula?"
"Siapa yang punya kerja ini?" Ucap Aryana kebingungan
"Tapi ah sudahlah!. Untuk apa dipikirkan. Besok aku akan meneruskannya ke atasan untuk di setujui, dan akan diambil oleh pemohon satu jam kemudian." Ucapnya lirih, sambil mengemudikan mobilnya memasuki jalanan rumahnya
***
"Lapor ketua!. Mata mata yang kita tempatkan, sudah mengetahui lokasi dimana anak buah kita di tahan!" Ucap seorang petinggi organisasi pusat pada ketua utamanya
"Cepat katakan!, dimana lokasinya?" Reaksi Bison semangat
"Lokasinya sekitar 55 kilometer ke hulu, dari pemukiman penduduk tepi sungai itu."
"Sejauh itu?. Bagaimana caranya mereka membawa orang sebanyak itu ke sana?" Tanya bison keheranan
"Saya pun tidak tahu ketua!. Mereka cuma bilang bahwa tak jauh dari aliran sungai, ada tenda tenda yang baru didirikan."
"Mereka menduga ditempat itulah anak buah kita di tempatkan." Jawab petinggi itu apa adanya
"Lalu bagaimana caranya mereka bisa mengetahui lokasi itu, padahal tempatnya cukup jauh?" Tanya Bison pula
"Mereka berprofesi sebagai nelayan, yang selalu menyusuri aliran sungai untuk mencari ikan."
"Dengan cara itulah bisa diketahui keberadaan mereka!" Jawab petinggi itu lagi
__ADS_1
"Kirim informasi ini pada tiga ketua!. Katakan pada mereka, agar pergi ke daerah itu, dan temukan serta hancurkan markasnya!" Ucap Bison memberi perintah
"Baik ketua!" Jawab anak buahnya tegas. Kemudian bergegas pergi, dan langsung menuju ruang operator untuk menghubungi tiga ketua yang dimaksudkan