Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Usaha besar Dragon


__ADS_3

"Kau tidak perlu tahu siapa aku!. Yang perlu kau tahu, akulah orang yang telah membuat usaha ilegal mu itu bangkrut, dan membuat mu jadi buronan pemerintah!"


"Jika bukan karena aku, mungkin sekarang kau masih terlena dengan permainan mu itu!"


"Jadi berterima kasihlah kepadaku, karena kau sekarang telah menjadi orang bebas, dan bisa berbuat apa saja yang kau kehendaki, termasuk memproduksi obat obat terlarang, serta penyeludupan barang barang mewah yang dibatasi oleh pemerintah!"


"Tapi kebetulan hari ini kau datang, maka kebebasan mu itu akan aku ambil kembali, dan ku kembalikan pada pihak berwenang."


"Jadi apakah kau puas dengan jawabanku Balaraja?" Jawab Dragon cukup pedas didengar


"Kurang ajar!. Ternyata kau orang nya!"


"Jika aku tahu sejak awal, akan ku lumatkan mulut mu yang bau comberan itu!"


"Tapi.. Hehehe!"


"Berkat mu. Sekarang aku telah menjadi orang kaya, lebih kaya dari yang dulu!"


"Jaringan ku juga cukup banyak, dan mustahil bisa di putus semua, kecuali kalau kau seorang dewa!"


"Kalau aku mati, menyesal pun tiada mengapa."


"Oleh karena itu cepat bunuh aku!. Karena aku sudah bosan hidup!" Respon Balaraja tidak takut dengan dominasi Dragon dan orang-orangnya


"Tidak ada yang tidak mungkin bagiku, termasuk melenyapkan nyawamu yang sudah terlanjur kotor itu!"


"Tapi ternyata aku masih punya pertimbangan lain, karena aku masih membutuhkan informasi darimu."


"Jadi untuk sementara aku akan menyerahkan mu pada pihak berwajib, biar mereka sendiri yang menentukan hukumannya."


"Tapi sejujurnya melenyapkan mu semudah membalikkan telapak tangan, dan berkedip pun aku rasa tidak perlu." Sambut Dragon cukup mengena di hati


"Hahahaha!. Cobalah kalau kau berani!. Aku ingin lihat seberapa kuat tekad mu itu?"


"Jangan jangan hanya bualan mu saja?" Jawab Balaraja mencemoohkan ucapan Dragon


Kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain, dan memandang satu persatu penduduk kampung yang ada di belakang Dragon, seperti ingin meminta bantuan


Namun tidak ada satupun dari penduduk kampung itu yang datang membantu. Mereka malah beringsut menjauh agar tidak terkena masalah


"Kau lihatlah mereka itu Balaraja!. Tidak ada satupun penduduk kampung yang ingin membantumu!. Walaupun kata mereka kau sudah banyak berperan di dalam kampung ini!"


"Tapi sayangnya harapanmu tidak sesuai dengan kenyataan!"


"Mereka malah berusaha menjauhimu, dan menyerahkan semua keputusan nya padaku!"


"Dengan demikian aku akan menangkap mu, dan menyerahkannya kepada pihak berwajib!"


"Jadi bersiaplah!. Aku akan menghubungi mereka." Ucap Dragon apa adanya


"Jangan!. Hentikan!. Tolong Jangan lakukan itu!. Jangan laporkan aku. Aku masih ingin hidup enak!"


"Jika kau melaporkan ku. Puluhan penduduk kampung ini juga akan terlibat."


"Karena banyak di antara mereka membantuku memproduksi barang-barang haram itu, dan juga melakukan penyelundupan barang-barang mewah."


"Oleh karena itu mohon pertimbangkan agar penduduk kampung tidak celaka!" Reaksi Balaraja terkesan berlebihan


Kemudian memandang penduduk kampung itu untuk meminta pertimbangan, dengan niat agar mereka melakukan perlawanan


Tapi Dragon sudah mengunci keberanian mereka, dengan memasang formasi tanpa wujud, yang membuat gerakan mereka menjadi lambat, dan saraf motorik mereka tidak bisa digerakkan


Balaraja tentu saja keheranan. Kenapa penduduk kampung yang awalnya cukup berani itu tidak mau melakukan perlawanan. Bahkan mereka terkesan menyerah dengan keadaan

__ADS_1


Dia terus berpikir bagaimana caranya membangkitkan keberanian orang-orang kampung tersebut, agar dia terbebas dari dominasi Dragon


Mengharapkan anak buahnya sendiri untuk memberikan pertolongan. Mereka juga sudah tidak bisa diharapkan, apalagi menyuruh mereka untuk menyerang. Kondisi mereka tidak berbeda jauh dengan kondisi orang-orang kampung tersebut


Walaupun mereka sudah keluar dari dalam mobil, tapi tubuh mereka tidak bisa digerakkan. Bersuara pun hanya sepatah saja. Mereka semuanya telah terkurung dalam penjara tanah yang dibuat oleh anak buah Dragon, dan hanya menunggu keputusan apa yang akan diberikan pada mereka


Jadi sekali lagi dia memandang ke arah penduduk kampung, terutama kepada kepala kampung tersebut, yang sejatinya merupakan anak buah yang ia susup kan ke sana


Tiga puluh orang yang tinggal di kampung tersebut juga merupakan orang-orangnya, yang sengaja dia susup kan bersama dengan kedatangan Rawabaya beberapa bulan yang lalu


Karena mereka masih bebas, jadi masih ada harapan untuk bisa melawan Dragon dan anak buahnya. Dia berpikir, jumlah anak buah Dragon hanya 50 orang, sedangkan penduduk kampung Rawa buaya sangat banyak sekali. Mereka ada kurang lebih 200an orang, yang sebagian besar terdiri dari laki-laki yang berbadan tegap, kasar dan tidak peduli dengan aturan


Sejatinya mereka adalah pekerja kasar. Ada yang berprofesi sebagai nelayan. Ada yang berprofesi sebagai buruh bangunan. bahkan ada beberapa diantara mereka berprofesi sebagai pedagang asongan dengan menggunakan pikulan


Jadi kepada mereka lah Balaraja menggantungkan nasibnya. Namun malangnya, harapannya tidak sesuai dengan kenyataan


Mereka tidak segera datang membantu. Malah berdiri diam, seperti tidak bisa bergerak dan kenyataannya memang demikian


Dragon sengaja melakukan itu, agar mereka tidak ikut menjadi korban. Dia hanya ingin memberikan hukuman pada Balaraja dan orang-orangnya, bukan kepada penduduk kampung yang tidak tahu apa apa


Mereka hanya termakan hasutan, hanya karena selalu diberi bantuan, walaupun jumlahnya tidak begitu banyak. Namun karena itu sikap mereka mulai melunak, dan selalu menuruti perkataan kepala kampung. agar terus mempertahankan tradisi mereka dan melarang orang-orang luar untuk datang


Ternyata strateginya itu berhasil. Penduduk kampung nelayan yang sebagian besarnya tidak bersekolah, selalu percaya dengan hal-hal mistis. Apalagi setelah mereka melihat ketua kampung mereka berhasil menjinakkan puluhan buaya, yang memang banyak di daerah itu


Maka sejak saat itu. Mereka terus mempercayai ucapan dari Rawabaya, dan menganggapnya sebagai orang pintar yang sengaja diturunkan dari langit untuk membantu mereka


Namun tanpa mereka sadari, secara berangsur angsur, Rawabaya memasukkan beberapa orang yang dia perkenalkan sebagai pawang buaya juga


Semakin lama semakin banyak, dan akhirnya berjumlah 30 orang. yang sialnya kehadiran mereka sangat disambut baik oleh penduduk kampung tersebut


Tapi sekarang mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena kaki mereka sudah terikat dengan formasi tanpa wujud, yang dibuat oleh Dragon. dan itu membuat mereka tidak berdaya


"Tuan!. Tolong ampuni aku!. Katakan berapa yang tuan inginkan dari bagian keuntungan penjualan itu."


"Setelah ini aku berjanji tidak akan melakukannya lagi, dan akan bekerja sebagai nelayan." Ucapnya memohon belas kasihan, yang sebenarnya itu adalah strateginya untuk mengulur-ulur waktu. Siapa tahu Dragon akan terpengaruh, dan silau dengan jumlah uang yang ditawarkan


"Kalau sudah, giliranku pula untuk berbicara!" Ucap Dragon sangat mendominasi sekali


Kemudian tanpa menunggu jawaban Balaraja. Dia menariknya dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata biasa. Sekejap saja dia dan seluruh anak buahnya menghilang, karena Dragon sudah mengirimkannya kepada pihak berwajib. Tapi empat buah mobil yang mereka bawa, ditinggalkan di tempat tersebut begitu saja


"Bukan hanya mereka saja yang dikirimkan ke kantor polisi. tapi 30 penduduk kampung serta beberapa orang pembantunya juga dikirim ke sana


Tak lupa pula Dragon menyerahkan barang bukti, berupa satu pabrik pembuatan obat-obat terlarang. Dua gudang penyimpanan barang selundupan. dan satu tempat pusat kejahatan atau yang biasa digunakan untuk berjudi


Setelah melakukan itu, Dragon memandang ke arah penduduk kampung yang melongo diam. Mereka tidak tahu apa yang telah terjadi. Tiba-tiba saja 35an orang dari mereka menghilang, dan bangunan yang ada di belakang mereka juga raib tanpa tahu kemana hilangnya


Barulah setelah Dragon menarik kembali formasi tanpa wujud yang dibuatnya tadi. ratusan penduduk kampung yang masih tersisa menjadi tersadar. Tapi di hati mereka masing-masing sudah merasa gentar, karena secara diam-diam Dragon juga sudah memasukkan aura kesadarannya, guna menekan keinginan mereka untuk melawan


Setelah itu Dragon baru berkata." Aku sudah selesai membereskan kekacauan. Apakah di antara kalian masih ada yang ingin melawan?" Ucapnya menggetarkan


"Kami tidak berani tuan muda!. Anda orang kuat. Sementara kami ini hanya penduduk kampung dan bekerja secara kasar pula."


"Kalau anda mau sudah dari tadi kami semua akan mati, serta kampung ini sudah tidak ada lagi!" Jawab seorang pria paruh baya yang kelihatannya sangat bijaksana sekali


"Siapa namamu?" Tanya Dragon cukup tegas


"Subakti tuan muda!" Jawabnya berterus terang


"Baik!. Aku anggap kau mewakili penduduk kampung ini. Sekarang katakan, apa yang kalian lakukan setelah ini?"


"Apakah meneruskan tradisi, melarang orang-orang luar untuk masuk, atau tetap memproduksi barang-barang haram tersebut?" Tanya Dragon cukup tegas


"Sebagian besar di antara kami adalah nelayan. Hanya beberapa orang yang bekerja di luaran sana sebagai buruh kasar dan pedagang asongan."

__ADS_1


"Jadi setelah ini kami akan mengarungi hidup sebagai nelayan, dan tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu!" Jawab Subakti tanpa ragu-ragu lagi


"Lalu apakah sekarang kami sudah bisa masuk?" Tanya Dragon cukup mengejutkan


"Oh tentu saja tuan muda!. Mari, silakan masuk!" Jawab Subakti bersikap sopan


"Bumi juga kalian yang menguasai elemen tanah!. Tinggi kan areal ini agar tidak tergenang air!"


"Untuk yang lainnya, singkirkan buaya-buaya tersebut, dan kurung ke dalam formasi yang sudah aku sediakan."


"Lakukan sekarang!" ucap Dragon tegas dalam memberi perintah


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab puluhan pengawal tersebut tegas. Kemudian melakukan apa yang telah diperintahkan oleh tuan mudanya


Sekejap saja. Areal yang semula berupa rawa-rawa, kini sudah berubah menjadi daratan, walau belum begitu tinggi, dan itu sudah membuat Dragon senang


Sementara ratusan ekor buaya, baik besar maupun kecil, yang mendiami rawa itu, seluruhnya sudah dipindahkan ke tempat lain, dan tidak ada yang tahu, kemana Dragon mengirimkan buaya-buaya tersebut


"Pekerjaan selanjutnya adalah giliran ku. Tapi belum saat ini aku lakukan."


"Setelah waktunya tiba, barulah aku akan melakukan kewajiban ku." Ucap Dragon pada anak buahnya


Mereka serentak mengangguk tanpa bersuara, dan mengetahui apa yang akan dilakukan oleh tuan mudanya nanti


Aksi mereka yang nyaris sempurna itu, membuat orang-orang kampung tersebut sekali lagi menjadi keheranan sekaligus takjub. Selama ini mereka belum pernah melihat kejadian itu. Tapi sekarang di depan mata kepala mereka sendiri, puluhan pengawal Dragon telah melakukannya dengan baik, dan itu membuat mereka semakin takluk


Bagaimana mereka tidak merasa keheranan. Kampung yang biasanya terdiri dari rawa-rawa, kini sebagian besarnya sudah berubah menjadi daratan, dan sepertinya siap untuk dikembangkan


Namun tanpa ada seorangpun penduduk kampung yang tahu, sebenarnya Dragon dan beberapa orang pengawalnya bisa melihat dan merasakan, bahwa tanah yang mereka tinggikan itu kondisinya belum stabil, karena di bawahnya masih berupa lumpur dan kayu-kayu timbunan, yang biasanya tumbuh di rawa-rawa


Kayu-kayu tersebutlah yang menjadikan tanah tersebut tidak amblas ke dalam. Tapi jika dibiarkan dalam waktu yang lama, kondisi tersebut akan membuat daratan yang sudah mereka bentuk itu akan menurun, dan akhirnya terkikis habis oleh air pasang dan hantaman ombak yang datang


"Paman Leon dan kakek Abi juga yang lain. Apa pendapat kalian?"


"Apakah saat ini juga sebaiknya aku menyempurnakan daratan yang sudah kalian bentuk ini?" Tanya Dragon meminta pendapat


"Sebaiknya memang iya tuan muda!. Karena waktu kita sudah tidak banyak lagi. Besok sore kita sudah harus kembali ke kota emas. dan tentunya entah kapan kita akan kembali lagi ke sini." Jawab Abhicandra mewakili teman temannya


"Baiklah kalau begitu!. Aku akan meninggikan tanah ini, dengan mendatangkannya dari luar, dan membuat dam di sekeliling kampung tersebut, agar tanahnya tidak terkikis ombak." Sambut Dragon sudah tidak ragu-ragu lagi


Kemudian memindahkan orang-orang kampung tersebut ke formasi yang sudah dia buat, dan membuat mereka seluruhnya pingsan, agar mereka tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh Dragon


Bukan hanya mereka saja yang diperlakukan seperti itu. 50 orang anak buahnya juga mengalami hal yang demikian


Mereka semuanya ditarik ke dalam formasi, dan juga dibuat pingsan oleh Dragon. dan dia sendiri yang tahu alasannya


Setelah semuanya beres. Kini Dragon hanya tinggal sendiri. Sejauh mata memandang, dia mendapati hamparan tanah yang cukup luas, yang siap untuk dikembangkan, dan itu tiba-tiba ada dalam pikiran Dragon. Namun belum dia sampaikan kepada anak buahnya


Tak lama kemudian, dia menjulurkan tangannya, seperti sedang menunjuk sesuatu


Tapi tak lama kemudian, Entah dari mana datangnya. berjuta meter kubik, tanah dan bebatuan keluar dari telapak tangannya, mengalir deras bagai air bendungan yang jebol


Bukan hanya dari tangannya saja, tapi dari tangan tangan lain pun juga demikian. Mereka itu adalah anak buah raja Kaladaksa, yang sudah Dragon taklukkan


Maka sekejap saja, hamparan tanah yang tadinya masih rendah, dan kemungkinan masih bisa dimasuki air laut, kini sudah menjadi tinggi, lengkap dengan batu-batu seperti dam yang mengelilinginya


Setelah semuanya dianggap selesai, Dragon mengeluarkan 50 anak buahnya, untuk meminta pendapat mereka. Apakah aksinya itu berlebihan atau tidak?


Namun jawaban anak buahnya sangat menggembirakan. Mereka semuanya mendukung apa yang dilakukan oleh tuan mudanya


Jadi setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan tersebut. Kini giliran orang-orang kampung itu pula yang akan dikeluarkan olehnya


Satu jam kemudian. Dragon dan penduduk kampung sudah membuat kesepakatan, bahwa rawa rawa yang ia timbun akan menjadi miliknya, dan rawa yang dulunya ada bangunan rumah akan tetap menjadi bagian mereka

__ADS_1


Dragon juga berjanji akan membuatkan mereka rumah dan tempat usaha. Sedangkan tanah bagiannya yang kurang lebih seratus lima puluh hektar, belum tahu untuk apa akan digunakannya


Kini Dragon sudah pergi dari tempat itu, setelah memberikan bantuan, dan memagari areal tersebut dengan formasi tanpa wujud, agar orang yang berniat jahat tidak bisa melaksanakan niatnya


__ADS_2