
Khawatir jika itu hanya tipuan. Lasmini kembali melancarkan serangannya ke arah Dragon
Kali ini dia menggunakan teknik seribu pedang, yang dia padukan dengan teknik dewa penghancur, agar serangannya menimbulkan efek ledakan kuat, yang diharapkan benar benar mampu menghabisi Dragon
Setelah itu, Lasmini kembali mengulangi perbuatannya. Dan berkali kali pula dilakukan olehnya.
Baru setelah dia yakin lawannya mati, barulah dia menghentikan serangannya, serta menunggu apa hasil dari aksinya itu
Sementara itu ditempat lain. Pertempuran yang dipimpin oleh Abhicandra, yang dibantu oleh Burgon, Leon, Jenifer, Awan, Langit dan Bumi masih saja berlangsung. Tapi terlihat berat sebelah
Di sisi timur, Rukmi dan Rukmini, terlihat sedang berhadapan dengan Langit, yang masih juga menggunakan cakra shuriken nya, dan digunakan untuk menyerang mereka berdua
Sementara Rumi, sedang berhadapan dengan Awan. Sedangkan Bumi sepertinya tidak ada lawan. Jadi dia melampiaskan kemarahannya pada murid murid perguruan, serta dilakukan seperti tidak ada beban
Rumbi lain lagi. Dia harus berhadapan dengan Jenifer, yang kekuatannya jauh melampaui dirinya
Sedangkan ketua ketua yang lain, tengah berhadapan dengan Abhicandra dan Leon
Sementara pengawal pengawal lain, harus berhadapan dengan murid murid perguruan, yang nampaknya mempunyai kekuatan cukup mumpuni
Mereka juga menguasai pukulan Sagara Geni dan teknik pukulan penghancur. Terutama murid murid utamanya, dan digunakan untuk menggempur pertahanan pengawal pengawal tersebut
Namun pengawal pengawal Dragon, bukan lah pengawal kacangan. Mereka sudah dibekali dengan ilmu ilmu tingkat tinggi, dan tidak mudah untuk dikalahkan
Sementara itu dari atas langit. Lusinan orang tengah memantau jalannya pertarungan, yang tengah terjadi di dalam pagar perguruan
Mereka berasal dari negara atas langit, pimpinan raja Kalawana. Dia menugaskan pada mereka, untuk memata-matai Dragon dan anak buahnya
Kebetulan saat menemukan keberadaan Dragon. Mereka melihat bahwa Dragon sedang bertempur dengan musuh musuhnya itu, dan sepertinya sudah tewas ditangan lawannya
"Bagaimana jendral?. Apakah kita harus mengawasi dia terus?. Sedangkan dia sudah dipastikan mati dalam serangan itu?" Tanya seorang komandan pasukan pada atasannya
"Kita tunggu dulu perkembangannya!"
"Mungkin dia masih hidup, dan pura pura mati dalam kobaran api besar itu." Jawab Jendral Dewangga tetap bersabar
Kaboom!
Bunyi ledakan besar terjadi ditengah tengah pertempuran itu. Dimana Abhicandra, Leon dan Jenifer, berhasil menghancurkan kekuatan lawan lawannya
Sedangkan Burgon, Langit, Awan dan Bumi juga demikian
Mereka berhasil mengalahkan Rukmi dan Rukmini, dan dibuatnya mati penasaran
Tubuh mereka terpotong potong, dan sebagiannya hangus terbakar, serta meleleh karena pedang kabut yang berasal dari Bumi berhasil mengenainya. Tapi tiba tiba...
Dhuuaaarrr!
Ledakan lebih besar terjadi, berasal dari tempat Dragon terbakar itu, dan menimbulkan angin yang cukup kencang
Lasmini yang terus berada di tempat itupun terdorong karenanya. Tubuhnya melayang, dan menabrak dinding bangunan, yang sebagiannya sudah roboh, dan membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya
"Mustahil!. Mungkinkah bocah itu masih hidup?" Guman Lasmini lirih. Disela sela berusaha berdiri dari jatuhnya itu
"Ya!. Aku masih hidup!. Dan belum waktunya untuk mati!" Jawab Dragon berwibawa sekali
"Bagaimana mungkin!. Bukankah tubuh mu sudah hangus terbakar?"
"Tapi bagaimana kau bisa hidup kembali, dan tidak terpengaruh oleh serangan ku?" Respon Lasmini penasaran
"Hah!. Tidakkah ada pertanyaan lain selain dari pertanyaan itu Lasmini?"
"Sepertinya aku sudah bosan mendengarnya!" Jawab Dragon kesal. Kemudian tersenyum sinis ke arah Lasmini
Melihat itu Lasmini menjadi marah. Kemudian berkata penuh nada ancaman. "Akan ku habisi kau bocah sombong!"
"Dasar cari mati!"
"Perkataan itu lagi yang diucapkan. Dan aku semakin bertambah bosan, karena musuh-musuh yang telah aku habisi, selalunya berkata seperti itu, dan sekarang giliran mu pula!"
"Apakah kalian memang tidak mempunyai kata-kata lain selain daripada kata-kata itu?" Respon Dragon merendahkan
"Awas kau!. Aku tidak peduli dengan apapun yang kau katakan!"
"Hiaaaaaa!"
Boomm!
__ADS_1
Aura kekuatan segera memancar dari tubuh Lasmini, dan merupakan ancaman besar buat Dragon
Kali ini Lasmini benar benar mengerahkan kekuatannya sampai ke level puncak, dan berniat ingin menghabisi Dragon, orang yang telah membuatnya kesal itu
Dret! Dret! Dret!
Wus! Wus! Wus!
Bunyi aura kekuatan, yang terpancar dari tubuh Lasmini, dan siap digunakan untuk menghancurkan Dragon
"Hemm!. Kali ini kekuatanmu baru bisa dibilang kuat."
"Kalau tadi hanya mainan anak kecil saja!"
"Sekarang aku tunggu balas dendam mu, dan jangan sampai mengecewakanku!" Ucap Dragon memprovokasi lawannya
Slash!
Blam!
Belum juga kering mulut Dragon berbicara, Lasmini sudah melancarkan serangannya
Kali ini dia menggunakan teknik pemusnah raga. Salah satu ilmu tingkat tinggi, yang ada didalam kitab Kalamurka itu
Dengan serangan itu dia berharap, lawannya langsung mati dalam sekali serang
Namun apa yang terjadi?. Tubuh Dragon masih utuh, dan tidak terjadi apa apa padanya
"Ku kira kau benar benar kuat Lasmini!"
"Ternyata aku salah duga, bahwa kekuatan yang kau dapatkan itu masih banyak kekurangan."
"Sekarang kau lihatlah ini!"
"Mungkin ini bisa disebut dengan kekuatan yang sebenarnya." Respon Dragon cukup kecewa
Kemudian merilis kekuatan sejatinya, dan tidak mau main main lagi
"Selamat jalan Lasmini!. Sampaikan salam ku pada orang orang yang sudah aku habisi sebelum mu!"
Tik!
Boom!
Tubuh Lasmini tidak berbentuk lagi, dan menimbulkan bau daging terbakar
Kebetulan pertempuran sudah berhenti lama. Hanya menyisakan pertarungan antara Dragon dan Lasmini saja
"Luar biasa!. Ternyata orang itu benar benar kuat!"
"Hanya dengan sekali serang, lawannya sudah mati!" Ucap Dewangga merasa kagum
"Jendral benar!. Orang itu memang kuat!"
"Dia sepertinya layak menjadi bawahan ku, kalau dia mau bergabung dengan kita!" Jawab komandan Dewanta berangan angan
"Jangan bodoh!. Dia bukan orang sembarangan!"
"Jika kita tergesa gesa dan sampai membuatnya marah, mungkin kita tidak mampu mengatasinya!" Bantah Dewangga menasehati
"Jadi apa yang harus kita lakukan jendral?"
"Apakah akan langsung menangkapnya, dan dihadapkan pada raja kita?" Tanya Dewanta ingin tahu
"Sabar dulu!. Aku tidak mau gegabah!"
"Kekuatan orang itu tidak bisa dianggap enteng!"
"Kekuatan anak buahnya saja sudah sekuat itu, apalagi kekuatan pemimpinnya!"
"Jadi saat ini lebih baik kita pergi, dan melaporkannya pada yang mulia."Jawab Dewangga pada komandannya
"Apakah kalian sudah bertanya pada ku. boleh pergi atau tidak!" Ucap seseorang yang datang tiba tiba itu
"Kau!" Reaksi Dewangga terkejut
"Apa kepentingan mu terus mengawasi ku orang tua!"
__ADS_1
"Apakah aku pernah berbuat salah pada kalian?" Tanya orang tersebut dengan aura mengintimidasi
"Hahahaha!. Tidak juga!"
"Kau tidak salah. Hanya menimbulkan keresahan saja buat raja kami." Jawab Dewangga berdiplomasi
"Keresahan?"
"Memang ada hubungan apa antara aku dengan raja mu itu?"
"Kenal saja tidak!. Kenapa alih alih mengkhawatirkan ku?"
"Atau jangan jangan!. Raja kalian itu mengkhawatirkan keberadaan ku akan mengancam keutuhan negaranya?" Tanya Dragon langsung pada intinya
"Luar biasa!. Ternyata kau memang benar benar orang yang luas pengetahuannya serta berbakat!"
"Dengar kau hai anak manusia!"
"Kau termasuk manusia beruntung, karena telah menarik perhatian raja Dewangga, penguasa istana atas langit yang mulia itu!"
"Raja kami berniat mengundang mu, untuk bergabung dengan kerajaan kami, sebagai komandan percobaan."
"Dalam tiga bulan setelah bertugas, baru akan ditetapkan sebagai komandan. Dan setelah lulus, dalam dua puluh sampai 40 tahun, baru bisa dipertimbangkan menjadi seorang jendral!"
"Itupun kalau kau benar benar berbakat, serta lulus dalam tes yang diadakan tiap 10 tahun sekali!"
"Jadi, apakah kau berminat untuk bergabung dengan kami?" Jawab Dewangga cukup panjang sekali
"Oh!. Ku kira apa?"
"Ternyata cuma diajak untuk makan permen saja."
"Sangka ku ada hal besar apa?. hingga kalian di kirim kemari untuk menemui ku!"
"Jadi tolong katakan pada raja kalian yang bodoh itu!. Sayangnya aku tidak berminat untuk bergabung dengan nya!"
"Malah dia sendiri yang harus bergabung dengan ku, dan menjadi anak buah ku!"
"Bukan malah sebaliknya!. Paham?" Respon Dragon enteng saja
"Kurang ajar!. Dasar manusia tidak tahu diri!"
"Tahukah kau siapa raja ku itu?"
"Dia orang sakti, yang raja raja lain harus tunduk padanya!"
"Sedangkan kau malah menghina serta merendahkannya!" Ucap Dewangga marah
"Hari ini jika kau tidak mati!. Jangan sebut aku jendral utama kerajaan!" Respon Dewangga semakin marah
Kemudian menyuruh komandannya, untuk menyerang Dragon dengan berkata. "Komandan Dewanta!"
"Tangkap orang itu untuk ku!"
"Aku ingin menguliti tubuhnya, dan ku hadiahkan para anjing peliharaan ku!" Ucap Dewangga memberi perintah
"Baik jenderal!" Jawab komandan Dewanta patuh, kemudian memimpin belasan prajuritnya untuk mengepung Dragon, dengan niat untuk menangkapnya
"Kenapa harus repot-repot menangkapku?. Apakah kalian pikir aku tidak akan melawan?" Ucap Dragon merasa geram
"Hehehehe!. Sebaiknya kau jangan melawan bocah!, agar kulit mu yang bersih itu tidak lecet karena aku pukul."
"Jika kau menyerah dan tidak berniat melawan, maka aku akan memberi hadiah besar padamu!" Jawab Dewanta meremehkan
Slash!
Boom!
Geram dengan ucapan yang sangat merendahkan itu. Dragon langsung merilis ilmu tingkat tingginya, yaitu teknik jari sakti, untuk menghabisi orang yang telah menyinggung perasaannya itu. Dan akibatnya adalah, tiba tiba saja kepala Dewanta meledak, dan isi dalamnya bertaburan di udara
Reaksi yang timbul setelah Dewanta tewas itu sangat luar biasa. Jenderal Dewangga, yang masih ada hubungannya dengan komandan Dewanta meluap amarahnya
Dengan lantang dia berkata. "Beraninya kau membunuh anak buah ku, dihadapan ku sendiri?"
"Akan ku habisi kau!" Teriak Dewangga emosi
Kemudian berkelebat ke arah Dragon, dan berniat menghabisinya. Lalu....
__ADS_1
Bugh!..
Boom!..