
"Tuan dewa!. Ternyata itu anda?"
"Kenapa datang tidak mengabari kami?, agar bisa menjemput anda di bandara." Ucap perdana menteri pada Dragon tanpa memperdulikan keberadaan Andre di situ
Dragon hanya tersenyum saja, dan tidak menanggapi pertanyaan perdana menteri. Sebaliknya Andre malah terbengong diam. Tapi tak lama kemudian dia berkata. "Tuan dewa?. Maksud anda, anak ini?" Respon Andre kebingungan
"Memangnya kenapa tuan Andre?. Apakah kau tidak mengenal orang besar sepertinya?" Jawab perdana menteri cukup lantang
"Tapi..?" Sambut Andre terkesan protes
"Ternyata kau belum tau ya?. Tuan dewa ini adalah calon suami dari putri Anong Achara, dan hubungan mereka sudah direstui oleh raja."
"Jadi apakah kau masih berani bersikap tidak sopan padanya?" Tanya perdana menteri berterus terang
"Calon suami? Putri Acha?. Jadi tuan ini adalah..?" Batin Khoksat dan Polayang tidak menyangka
Kemudian menjatuhkan lututnya ke lantai dan bersimpuh ke arah Dragon
"Salam hormat kami pada mu tuan dewa!"
"Maaf jika sikap ku tadi tidak sopan."
"Mohon paduka menghukum kami, Karena telah memanggil nama anda begitu saja!" Ucap Khoksat sambil berlutut dilantai
"Khoksat!, Polayang! Apa yang kalian lakukan?. Aku masih tetap sahabat kalian!. Jadi bangunlah!. Jangan seperti itu lagi." Reaksi Dragon benar benar terkejut
"Kami tidak berani paduka, sebelum paduka menghukum kami!" Jawab Polayang mendahului
"Tidak, tidak, tidak!. Kalian tidak salah. Ini hanya kesalahpahaman saja. Aku masih tetap Mahesa si orang miskin itu!" Respon Dragon cepat
"Hahahaha!. Tuan dewa bisa saja. Penguasa Birawa Group mengaku sebagai orang miskin. Mana ada aturannya?"Ucap kepala kepolisian negara sambil tertawa
"Penguasa Birawa Group?. Tuan dewa?. Jadi...?" Ucap Andre terkejut
"Ketahuilah olehmu tuan Andre!. Tuan dewa ini adalah penguasa Birawa Group dari Indonesia."
"Ratusan perusahaannya itu tersebar di sana juga di negara ini, bahkan di Amerika juga ada."
"Jadi tidak ada alasan untuk tidak menghormatinya. Ditambah lagi dia adalah calon menantu Raja. Oleh karena itu bersikap baiklah padanya."
"Jangan pernah berani macam-macam dengan tuan dewa ini. kalau tidak ingin susah." Ucap kepala angkatan bersenjata negara itu menjelaskan
"Luar biasa!. Pantesan ketika membayar pembelian perusahaan properti ini, dia tidak punya beban."
"Negosiasi, beli langsung bayar." respon Andre semakin takjub
"Jadi perusahaan properti ini sudah dibeli oleh tuan dewa?. Benarkah begitu tuan Andre?" Tanya perdana menteri penasaran
"Benar!. Mulai sekarang perusahaan ini adalah miliknya, dan aku sudah tidak mempunyai wewenang apa-apa lagi di sini." Jawab Andre apa adanya
"Bagus!. Dengan demikian kekuasaan Birawa Group semakin kuat di negara ini."
"Khoksat, Polayang!. bangunlah kalian dari situ, dan jangan bersimpuh lagi!" Ucap perdana menteri memberi perintah
"Kami tidak berani tuan menteri, sebelum paduka Mahesh memberikan perintah!" Jawab Khoksat membangkang
"Baik!. Sekarang aku perintahkan kalian berdua untuk bangun. dan sebagai hukumannya, kalian akan aku tugaskan untuk mengelola tempat ini saat aku tidak berada di tempat!" Ucap Dragon tegas
"Siap laksanakan paduka!" Jawab keduanya patuh. Kemudian berdiri dalam keadaan masih menunduk
Mereka benar-benar shock setelah mengetahui siapa itu Dragon. Pada awalnya mereka bersikap biasa saja, Tapi begitu mendengar bahwa Dragon itu adalah penguasa Birawa Group juga calon menantu raja. maka sikapnya otomatis berubah
Tidak berani lagi memanggil nama Mahesa begitu saja, hingga membuat Dragon tidak enak hati
Namun begitulah adat di negara ini. Orang yang ada hubungannya dengan keluarga raja, maka mereka sangat dihormati oleh rakyatnya termasuk pada diri Dragon. Padahal belum tentu juga menjadi menantu raja, tapi orang-orang sudah terlanjur menganggapnya serius
__ADS_1
"Tuan menteri dan yang lain. Maaf jika aku harus menyelesaikan urusan di tempat ini dulu."
"Silakan kalian istirahat. Nanti setelah urusanku selesai, aku akan menemui kalian, karena aku lihat kalian bertiga sedang menderita sejenis penyakit yang cukup serius."
"Tapi jangan khawatir. Setelah aku obati, penyakit itu akan hilang." Ucap Dragon memberi masukan
"Kalau begitu terima kasih tuan dewa!. Kami akan menunggu sampai urusan anda selesai." Jawab perdana menteri merasa senang, karena selain untuk menemui Dragon, dia juga ingin meminta bantuan darinya
"Baik!. Kalau begitu aku permisi dulu. Silakan tunggu beberapa saat disini."
"Tuan Andre!. Maukah anda menemani mereka bertiga. Hitung-hitung sebagai ucapan perpisahan sebelum kembali ke negara anda." Ucap Dragon meminta bantuan
"Siap tuan dewa!. Apapun akan saya lakukan untuk anda!" Jawab Andre sudah mulai bersikap sopan
Setelah itu Dragon mengajak Khoksat dan Polayang untuk pergi ke suatu tempat, dan setelah sampai dia berkata. "Khoksat!. Panggil Nandong kemari. Aku ingin mengatakan sesuatu padanya!" Perintahnya tegas
"Siap paduka!" Jawab Khoksat patuh
"Tunggu, tunggu, tunggu!. Jangan gunakan panggilan itu saat kerja. Panggil saja aku tuan muda!" Respon Dragon tidak suka
"Kami tidak berani yang mulia. Jadi kami akan memanggil anda dengan tuan dewa saja." Jawab Khoksat sopan
"Ah terserah kalian sajalah!. yang penting keinginanku terlaksana. Cepat pergi dan temui Nandong. katakan aku memanggilnya!" Sambung Dragon mulai jengah dengan keadaan
Tak lama kemudian orang yang ingin dipanggil pun datang, sambil berjalan menunduk takut takut. "Sekarang katakan!. apakah kami ini pencuri?"
"Bukankah sudah sedari awal aku katakan, bahwa aku ingin membeli rumah?. Tapi kau ngotot menuduhku sebagai pencuri. Bukankah itu tindakan yang merendahkan?"
"Setelah perusahaan ini aku beli, apakah kau akan menuduhku sebagai perampok?" Ucap Dragon melampiaskan kekesalannya pada Nandong
"Tuan!. Tolong maafkan perbuatan ku. Ini hanya kesalahpahaman saja."
"Tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi di masa yang akan datang." Jawab Narong Dong atau Nandong cukup memelas
Maka dengan sinis Dragon berkata. "Kesalahpahaman?. Beri kesempatan?.Enak benar?"
"Setelah apa yang kau lakukan pada kami itu kau sebut hanya kesalahpahaman?"
"Jelas jelas kau telah menuduh kami ini pencuri, bahkan gembel jalanan. Lalu seenaknya saja meminta padaku agar diberi kesempatan!"
"Kau pikir hati itu bisa di permainkan?. Dasar tidak tau diri!"
"Sekarang kemasi barang barang mu dan pergi dari sini!"
"Dalam waktu tiga menit kau sudah harus hilang dari pandangan!. Paham?" Reaksi Dragon sangat mengejutkan
Dia benar benar marah karena telah dituduh sebagai pencuri. Termasuk dua orang temannya itu. Kalau hanya kata gembel itu mungkin biasa. karena lagak orang kaya apalagi berkuasa kebanyakan memang seperti itu. Tapi ini label pencuri, siapa juga yang tidak akan marah
Maka setelah punya wewenang atas perusahaan properti tersebut, Dragon melampiaskan kekesalannya pada Nandong, dengan memecat serta mengusirnya dari perusahaan
Bukan hanya dia saja. Tapi seorang satpam yang pertama kali membuat perkara dengannya juga dia pecat, serta mengusirnya secara tidak hormat. Namun satpam yang satunya lagi tidak dia perlakukan seperti itu, Karena sejak awal dia hanya diam saja, dan tidak ikut ikutan menuduh Dragon juga temannya sebagai pencuri, dan itu bisa Dragon baca dari isi pikiran serta hatinya
Setelah mendengar ultimatum Dragon yang tegas itu. Narong Dong juga satpam tersebut tidak bisa berbuat apa. Namun dalam hati mereka membatin yang sempat Dragon dengar. "Awas kau bocah. Jangan kira masalah ini akan selesai begitu saja!. Kami akan membuat perhitungan dengan mu!"
"Aku tidak peduli kalau kau itu calon menantu raja, juga pemilik perusahaan ini!"
"Kalau aku sudah berkehendak. siapapun tidak akan bisa menghalanginya, termasuk kau!"
"Jadi bersiaplah!. Sebentar lagi perusahaan ini akan kami bakar!"
Boom!
"Argh!" Teriak Nandong tiba tiba. Lalu disusul oleh teriakan satpam arogan tersebut menyuarakan kesakitan
Jerit kesakitan mereka terdengar bersahut sahutan, tapi tidak bisa di dengar oleh yang lain kecuali mereka bertiga
__ADS_1
"Siapa yang telah membakar baju ku?. Kurang ajar!"
"Ah panas!. panas!. Tolong padamkan api ini. Kulit ku melepuh!.Tolong!. Tolong!" Teriaknya kuat kuat, sambil berguling guling di lantai gudang
"Tuan dewa?" Ucap Khoksat penasaran
"Biarkan saja!. Mereka berencana membakar perusahaan ini saat kita lengah. Maka dia terkena karmanya sendiri."
"Tapi jangan khawatir. Tubuhnya hanya akan melepuh saja, serta bajunya akan habis kecuali di areal pribadinya."
"Mereka memang pantas mendapatkan itu!" Jawab Dragon tegas
Sesaat setelah berkata seperti itu Dragon langsung bertindak, lalu..
Whush!
Blar!
Tiba tiba saja api yang membakar Narong juga satpam itu padam. Tapi meninggalkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Akhirnya mereka pingsan
Tapi Dragon menyembuhkannya dari jauh, serta membuat mereka siuman. Namun kulit yang terbakar masih tetap melepuh. Tapi hanya di bagian tangannya saja
Dragon memang sengaja berbuat seperti itu, agar mereka tidak bisa melaksanakan niatnya. Kalau pun tetap mereka kerjakan. Maka yang akan terbakar itu tangan mereka sendiri. Karena itu merupakan formasi kutukan yang sengaja Dragon pasang pada tubuh mereka
Dragon tidak mau menghukum mereka secara berlebihan, karena pada dasarnya kedua orang itu juga punya kewajiban untuk menghidupi keluarganya. Jadi Dragon hanya memberi hukuman ringan, dan masih memberi kesempatan untuk mereka hidup. Bagaimanapun Dragon masih punya hati dan perasaan
Masalah menyembuhkan. itu karena Dragon memang berkeinginan untuk menolong. Tidak mungkin mereka pergi dalam keadaan seperti itu. Tentu akan timbul fitnah besar saat orang melihatnya
Jadi saat mereka terbakar itu, secara diam-diam Dragon mengirimkan aura penyembuhannya. dan hanya berlangsung beberapa detik. maka api pun padam Itupun setelah pakaian bagian luar mereka terbakar habis
Waktu kejadian itu, Dragon sengaja memasang formasi ilusi. agar rasa sakit serta trauma dibakar membekas di hati mereka secara mendalam. Jadi yang mereka rasakan itu adalah ilusi, bukan yang sebenarnya. Namun dampak yang dirasakan jelas terlihat, yaitu seluruh pakaian mereka hangus, dan hanya meninggalkan sedikit pakaian di areal pribadinya saja
Tentang tangan yang melepuh itu hanya formasi kutukan saja. masalah terbakar tadi memang iya. Dragon memang sengaja membakar mereka, agar mereka tahu bahwa niat mereka itu tidak baik
Setelah membakar tersebut Dragon menghilangkan rasa sakitnya. Tapi tidak mengembalikan pakaian mereka
Sebagai pemilik kitab pengobatan inti semesta, juga kitab pengobatan inti bumi. Sakit separah apapun asal masih bernyawa bisa Dragon sembuhkan, apalagi hanya melepuh karena terbakar. dan itu benar benar Dragon lakukan pada mereka
Maka setelah menghukum serta menyembuhkan itu, Dragon mengirimkan tubuh mereka ke tempatnya masing-masing, lengkap dengan barang-barang pribadi mereka, yang masih ada di perusahaan tersebut
Semua kejadian itu hanya berlangsung beberapa detik dan tidak bisa dipahami oleh anak buahnya. Setelah selesai, Dragon mengajak sahabatnya untuk menemui Sangkok Yap, sang perdana menteri, Thanom Nopadon, jendral bintang empat pemimpin tertinggi tentara Thailand, dan Siringkot Trakea, kepala kepolisian Thailand, yang sekarang sudah diangkat sebagai kepalanya
Begitu Dragon datang, semua pembicaraan mereka terhenti, dan langsung menyapa Dragon
"Sekarang waktunya untuk menyembuhkan kalian." Ucap Dragon membuka kata
Kemudian melaksanakan tugasnya. Siringkot Trakea orang pertama yang Dragon sembuhkan. Dia menderita gangguan asam lambung, dan dengan mudah disembuhkan oleh Dragon
Sementara Thanom Nopadon menderita gangguan jantung. Itu juga sudah disembuhkan. Sedangkan Sangkok Yap lain lagi. Dia menderita disfungsi ereksi dan sudah selesai diobati pula
Andre yang melihat cara pengobatan yang luar biasa itu, juga ingin mendapat bagian. Lalu dengan kepandaian Dragon, penyakit tukak lambung yang sudah memasuki stadium dua itu, juga sembuh ditangannya
Kini semua petinggi negara, serta satu orang pengusaha properti dari luar, sudah sembuh semua
Itu semua berkat Dragon dan mereka sangat berterima kasih padanya
Khusus untuk Siringkot Trakea. Tiba tiba mendekati Dragon dan berbisik lirih ke arahnya
"Pihak kepolisian kami mengucapkan terima kasih, karena anda sudah membantu menyelesaikan permasalahan yang tidak bisa kami selesaikan."
"Thangkok memang penjahat besar. Dan sulit untuk kami sentuh."
"Berkat anda semua terselesaikan. Orang yang sangat meresahkan itu sudah dihabisi berikut organisasinya."
"Oleh karena itu kami sangat berterima kasih pada anda. Ini plakat penghargaan dari negara kami, dan nanti setelah kita menghadap yang mulia. Raja kami akan memberikan penghargaan lain." Ujarnya tulus
__ADS_1