Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Menuju kemenangan


__ADS_3

Tak lama kemudian perang besar pun segera terjadi. 3.500 orang melawan 10.000, yang 2.000 diantaranya sudah mati, akibat terkena ledakan Guntur Saketi tadi.


Sementara dari 3.500 orang tersebut, belum ada satu orang pun yang cidera, apalagi mati.


Sementara dari anak buah Joseph Kohn, jumlah yang mati diperkirakan sudah mencapai 2.000 orang lebih, dan itu akan terus bertambah seiring intensnya pertempuran.


"Kurang ajar!. Siapa sebenarnya mereka?" Kenapa mereka alot sekali?"


"Senjata yang kita tembakan tidak berpengaruh sama sekali buat mereka."


"Kalau begini terus, alamat kita akan kalah!" Ucap Joseph pada anak buahnya dengan ekspresi kesal.


"Ketua!. Bagaimana kalau kita ajak mereka berunding tentang pembagian wilayah gurun tandus ini?"


"Aku rasa mereka juga butuh uang, untuk menghidupi kelompok nya yang cukup banyak itu."


"Kalau mereka tidak mau baru kita gempur habis habisan." Ucap Estrada, wakil Joseph itu memberikan usul.


"Apakah kau sudah gila dan tidak melihat apa yang mereka lakukan itu?"


"Mereka tidak takut senjata kita. Bahkan beberapa senjata-senjata tersebut sudah mereka hancurkan."


"Kau lihat di sektor timur itu!. Orang-orang yang menghadapi anak buah kita badannya besar-besar."


"Bagaimana caranya untuk meyakinkan mereka bahwa kita ingin berunding?"


"Apakah kau mempunyai caranya?" Respon Joseph tidak senang.


Tapi belum juga pertanyaannya terjawab, terdengar auman serta teriakan yang sangat kuat sekali.


Teriakan itu berasal dari dua naga yang diikutsertakan dalam pertempuran tersebut, juga oleh Jennifer yang sekarang sudah berubah menjadi Phoenix api


"Grouuuuu!"


"Khiaaaak!"


"A a apa itu?. Bentuknya menyeramkan sekali!" Reaksi Estrada ketakutan.


"Itu seperti naga!. Bukan naga,tapi ular besar yang bisa terbang."


"Dan itu sepertinya burung cendrawasih, eh bukan juga. tapi burung phoenix karena dari seluruh badannya mengeluarkan api."


"Kalau begini ceritanya cepat kita menghindar, dan menyelamatkan diri masing masing!" Sambung Joseph menguatkan.


"Tidak bisa ketua!. Mereka sedang menjadi bulan bulanan orang-orang itu."


"Mereka itu tidak mempan senjata. bahkan ledakan besar pun tidak mereka hiraukan apalagi boleh orang orang yang berbadan besar di sana?"


"Sebaliknya dari tangan tangan mereka, keluar api yang sangat besar."


"Entah sihir apa yang mereka gunakan?" Jawab Estrada menjelaskan apa adanya.


"Lihat itu ketua!" Ucapnya lagi.


" Ada benda yang menggantung di atas langit!"


"Sepertinya itu senjata berbentuk pedang?"


"Tapi bagaimana mereka melakukannya?"


"Sihir apa itu?. Mana ada pedang yang bisa terbang?" Ujarnya keheranan.


"Awas ketua!. Pedang itu turun. Cepat menghindar!" Teriak Estrada selanjutnya, tapi sayang usahanya sudah terlambat.


Tubuhnya yang ia gunakan untuk mendorong tubuh ketuanya telah menjadi korban luncuran pedang.


Bahkan jasadnya sudah tidak utuh lagi, karena pedang yang meluncur tersebut bukanlah pedang biasa. Tapi pedang yang terbuat dari aura kekuatan yang berasal dari Abhicandra, Adiwilaga. Hans, Leon dan yang lainnya, hingga jumlahnya menjadi ribuan.


Tentu saja yang menjadi korban adalah orang-orang yang tidak bisa menghindar, karena laju turunnya pedang tersebut sangat cepat sekali, bahkan lebih cepat dari kecepatan suara manusia.


Baru saja berkata seperti itu, pedang terbang sudah menembus tubuhnya. Joseph yang nyawa nya terselamatkan jadi bergidik ngeri. Apalagi setelah dia melihat banyak dari anak buahnya yang menjadi korban.


Jadi dia berencana untuk melarikan diri, dengan cara mengendap-endap dan bersembunyi di balik bebatuan.


Tapi belum juga niatnya terlaksana, muncul seekor makhluk yang sangat mengerikan. Dia adalah raja kera, yang kekuatannya tidak bisa diragukan lagi.


"Groooooouuu!" Teriaknya kuat kuat


Kemudian memandang ke sekeliling, dan menemukan banyak kendaraan perang termasuk mobil mobil besar yang membawa pihak lawan.


Tapi belum juga selesai yang dilihatnya, sudah masuk belasan tembakan, yang berasal dari dalam mobil-mobil tersebut, bahkan basoka juga ada.


Mendapat perlakuan yang seperti itu, raja kera Go tentu saja marah. kemudian dengan emosi yang meluap-luap Dia menendang menginjak serta melemparkan mobil-mobil tersebut ke udara dan mengenai orang-orang yang sedang bertempur di depannya itu


Beruntung anak buah Dragon bisa menghindarinya. Tapi anak buah Joseph langsung mati, terseret, tertindih bahkan hangus akibat mesin dalam kendaraan tersebut meledak dan mengenai tubuhnya.


"Mahluk apa itu?"


"Tembak lagi!" Teriak komandan yang memimpin sektor 3 tersebut cukup lantang. dan sedetik kemudian.


Dor! dor! dor!


Zut!


Boom!


Boom!

__ADS_1


Whus!


Bam!


Dhuar!


Kriiaaaakh!" Emosi kera Go memuncak lagi. Kemudian mengeluarkan tongkat saktinya, dan dirubahnya menjadi banyak.


Tongkat-tongkat tersebut langsung terbang, menerjang apa saja yang ada di depan tuannya, hingga menyebabkan barisan orang yang sedang menembaknya itu menjadi kocar-kacir, bahkan mati saat itu juga.


"Gawat!. Senjata kita tidak mempan buat dia!. bahkan basoka saja tidak dia hiraukan."


"Mana ketua kita?. Kenapa dia tidak terlihat?" Reaksi komandan tersebut ketakutan.


"Entahlah!. Aku juga tidak tahu?"


"Nampaknya kali ini nyawa kita tidak akan terselamatkan?"


"Menyesal aku ikut dengan kelompok ini kalau tahu bakalan begini?" Jawab anak buahnya berterus terang.


Tapi jawaban yang terkesan pasrah tersebut membuat komandannya tidak senang. Kemudian dengan tegasnya dia berkata. "Ah sudahlah! Cepat kita tembaki mahluk besar itu lagi!"


"Awas Lea!"


Jleb!


Dhuar!


"Sialan!. Senjata apa sebenarnya itu?. Kenapa dia bisa terbang?. bagaimana mereka bisa melakukannya?"


Slash!


Jleb!


"Argh" Teriak komandan yang sombong tersebut terdengar memilukan.


Tamat sudah orang yang dari tadi terus membicarakan mereka. dan meninggalkan dunia ini dengan rasa penasaran.


Krak!


Dhuar!


Bugh!


Bam!


Bunyi pukulan, tendangan, lemparan dan tembakan yang susulan terjadi di tempat itu. yang disebabkan oleh amukan raja Go.


Pemandangan tersebut cukup membuat mata yang melihatnya menjadi tega tega.


Puluhan bahkan ratusan orang-orang segera mati, dan itu dari kelompok Joseph. banyak dari yang masih selamat ingin melarikan diri dan menjatuhkan senjata-senjata mereka ke tanah


Dragon yang memimpin pertarungan tersebut belum mau turun tangan. karena dia melihat kekuatan musuh yang semakin lama semakin berkurang.


Anak buahnya benar-benar bisa diandalkan. Anak buah Joseph tidak seperti yang sering dibicarakan orang orang. Bahkan Dragon sempat terprovokasi karenanya, hingga mengerahkan begitu banyak orang, Padahal sebenarnya musuh yang mereka hadapi hanya mengandalkan senjata otomatis saja. tanpa kekuatan dari dalam.


Namun sayangnya senjata-senjata tersebut hancur saat diinjak, ditendang, dibanting bahkan saat dilemparkan oleh pasukan Kamajaya, yang waktu itu juga ada di tempat tersebut. Tapi dia tidak ikut berperang, namun tetap setia mendampingi Dragon.


"Tuan naga!. Kalau begini ceritanya, aku yakin dalam waktu yang tidak lama, mereka semuanya akan binasa, dan tepat ini akan resmi menjadi milik anda."


"Sebelum pertempuran usai. Boleh kah aku turun tangan untuk menambah keseruannya?" Ucap Kamajaya meminta izin pada tuan barunya tersebut untuk ikut meramaikan.


"Tidak perlu kawan!, karena anak buah kita sudah cukup tanpa kita perlu turun tangan."


"Kau lihatlah di sana!. prajurit-prajurit mu sedang membantai lawan lawannya!"


"Walaupun mereka ditembaki secara membabi buta. tapi mereka tetap merangsek maju dan terus membantai mereka."


"Tubuh anak buah mu memang benar-benar luar biasa!"


"Bahkan bazooka, peluru dari meriam apalagi peluru dari senjata otomatis itu tidak mempan bagi mereka."


"Tidak percuma aku menjadikan kalian sebagai pengikut ku." Reaksi Dragon terlihat sangat senang .


"Baik tuan naga!" Jawab Kamajaya patuh. Kemudian terus mengawasi jalannya pertempuran


"Jennifer!. Cepat hancurkan pasukan yang ada di bagian selatan itu!"


"Gunakan api abadi mu untuk membuat tubuh-tubuh mereka hangus. jadi tidak perlu dikubur lagi!"


"Raja kera Go!. Hancurkan meriam meriam mereka, agar tidak merepotkan."


"Naga Pertala dan naga Seruni!. Semburkan api merah mu!"


"Gunakan tingkat ke delapan, agar tubuh mereka hancur!"


"Naga seruni!.Semburkan inti es mu!"


"Bekukan mereka agar mudah di hancurkan!"


"Aku ingin tempat ini bersih dari jasad-jasad mereka. Jadi cepat lakukan!" Ujar Dragon melalui transmisi suara pada orang-orang yang ditujunya barusan.


Maka dalam sekejap saja, apa yang diperintahkan oleh Dragon tadi sudah mereka kerjakan.


Raja kera Go, menangkap dan mengangkat serta menginjak-injak kendaraan berat yang mereka gunakan itu, hingga membuatnya meledak, dan membakar apa yang ada di dalamnya.


Orang-orang yang ada di dalam kendaraan itu pun ikut menjadi korban.

__ADS_1


Sementara itu di bagian Jenifer, dia juga sudah melakukan tugasnya.


Api abadi yang dia miliki, yang berasal dari paruhnya tersebut dia semburkan ke bawah, dan ukurannya sangat besar sekali. Hingga membuat areal seluas 100 meter menjadi terbakar, dan orang-orang yang ada di bawahnya ikut menjadi korban.


Naga Pertala dan naga Seruni lain lagi. Dua elemen yang berbeda sifat nya saling berseliweran di udara. membakar serta membekukan apa saja yang ada di bawahnya.


Sementara peluru tajam yang ditembakkan dan mengenai tubuhnya tidak mereka hiraukan, karena mereka tidak mempan senjata.


Maka dalam sekejap saja, setelah beberapa menit Dragon memberikan instruksinya, perlawanan musuh sudah mulai berkurang. Sementara ketuanya entah pergi ke mana.


"Aku harus cepat menyelinap dari sini, dan lari sejauh-jauhnya."


"Anak buahku yang sedang mereka bantai itu, biarlah mereka mati. yang penting nyawa ku selamat."


"Tapi bagaimana caranya ya?. Sejauh mata memandang, yang aku lihat cuma ada perbukitan saja.Tinggi lagi!"


"Jika aku nekat memanjatnya, tentu keberadaan ku akan terlihat oleh mereka."


"Kalau aku tetap di sini, maka lambat laut akan ketahuan juga."


"Ah sialan!. Kali ini nasib ku benar-benar sial!"


"Kelompok yang aku hadapi itu bukanlah kelompok sembarangan."


"Walaupun mereka tidak menggunakan senjata, tapi anak buahku banyak yang sudah menjadi korban. bahkan jumlahnya tinggal sedikit lagi."


"Kalau begini terus, maka anak buahku akan habis, dan kelompok ku tidak akan lagi ditakuti dunia."


"Apa yang harus aku katakan pada keluarganya nanti?" Ucap Joseph pada diri sendiri.


"Ternyata kau di sini Joseph?"


"Anak buah mu sedang bertempur di sana, kau malah enak enakan bersembunyi di sini."


"Ayo ikut aku!. untuk menghadap raja ku." Ucap seseorang yang tidak dikenal oleh Joseph itu.


"Siapa kau?. Bagaimana kau bisa menemukan ku?" Reaksi Joseph ketakutan.


"Aku Rambaya. Prajurit pilihan dari yang mulia.l naga, yang bertanggung jawab untuk menjaga keselamatannya dari kejahatan orang seperti mu."


"Sepertinya kau berniat ingin mencelakainya dengan senjata yang kau bawa itu?"


"Sebelum itu terjadi, maka aku akan mencegahnya." Jawab orang yang bernama Rambaya itu cukup menakutkan.


"Hah persetan dengan ucapanmu!. Mati saja sana!"


Dor!


Reaksi Joseph tidak terima. kemudian mengeluarkan pistol yang ada di pinggangnya, dan segera menembakkannya ke arah Rambaya.


Suara tembakan yang cukup kuat tersebut menarik perhatian Dragon dan Kamajaya, yang sedang sibuk mengawasi jalannya pertempuran di depannya..


Tapi suara tembakan itu hanya sekali saja, karena Rambaya segera menghancurkan pistol tersebut, dan membawa terbang Joseph untuk menghadap tuannya.


"Salam yang mulia!. Inilah ketua penjahat penjahat itu."


"Dia berniat ingin melarikan diri, tapi saya berhasil mencegahnya."


"Jadi apa yang harus kami lakukan padanya yang mulia?" Ujar Rambaya melaporkan.


"Hemm!. Cukup menarik!"


"Ternyata wajah orang ini cukup jelek sekali?"


"Aku kira pemimpinnya masih muda?. Ternyata sudah cukup tua juga."


"Siapa nama mu orang tua?"


"Kenapa kau memerangi kami?. Bukankah kita tidak pernah bermusuhan?" Reaksi Dragon cukup tenang


"Cuih!"


Plak!


Bugh


"Argh!"


"Jangan kurang ajar kau ya!. Dia lebih mulia dari yang mulia!"


"Kau malah seenaknya meludahinya!. Mau kuhajar kau?" Respon Rambaya tidak senang. Kemudian menampar serta menendang tubuh Joseph hingga membuatnya terjengkang ke belakang.


Bahkan Kamajaya yang seorang pangeran pun merasa tidak senang, karena tuan barunya direndahkan seperti itu. Beruntung apa yang dilakukan oleh Joseph barusan tidak mengenainya, karena Rambaya cepat mencegah tindakannya tersebut.


"Kalau kau tidak mau menjawab pertanyaan ku tidak mengapa. Tapi kau lihat anak buahmu itu!. Mereka semakin lama semakin sedikit."


"Jika aku mau, maka dalam sekejap saja anak buahmu itu akan binasa."


"Tapi aku belum mau turun tangan, karena aku percaya dengan kemampuan anak buahku sendiri."


"Kalau kau tidak percaya lihatlah di sana!. Burung phoenix itu adalah pengawal pribadi ku. kesaktiannya sangat luar biasa sekali."


"Api yang disemburkan itu bisa membakar apa saja. termasuk kendaraan besar dan sedang yang kalian bawa tadi, dan sekarang sudah tidak tersisa sama sekali."


"Lalu apa tanggapan mu?. Apakah kau mau menyerah atau tidak?" Ucap Dragon untuk menunjukkan dominasinya.


"Siapa kalian sebenarnya?. Kenapa kalian mampu menghadapi jumlah kami yang banyak itu?"

__ADS_1


"Apakah kalian menggunakan sihir?" Ujarnya penasaran.


__ADS_2